APA MANFAAT BERKUMPUL SECARA MASSAL?

Kita tahu bahwa  pada awalnya  tujuan berkuimpul yang kemudian dikenal dengan 212 tersebut ialah untuk memberikan  pengaruh kepada umat, khususnya di DKI Jakarta sehubungan dengan  pemilihan gubernur. Calon incumbent dinilai telah menghina islam sehingga banyak pihak yang menginginkan agar tidak dipilih kembali dalam pencalonannya.  Walauipun kemudian didesain bahwa berkumpulnya massa tersebut untuk menjalankan shalat jumat dan berdzikir bersama serta ceramah agama, namun tidak dapat dipungkiri bahwa itu  ada niatan untuk berkampanye, agar masyarakat tidak memilik calon gubernur incumbent.

Pada kenyataannya  akhirnya  berhasil, dan karena itu kemudian  momentum tersebut akan selalu diperingati dalam niatan yang tidak jauh berbeda.  Kalaupu8n para pengurus mentatakan bahwa kegiatan etrsebut murni untuk berdzikir dan ceramah agama, tetapi tidak ada yang meragukan bahwa pasti ada niatan lain untuk menunjukkan kekuatan tertentu, yang pada akhirnya akan diklaim sebagai sebuah kekutan tersendiri.

Memang kita salut dengan para pengurus yang mampu menghadirkan banyak orang dalam satu titik tertentu, karena itu bukan pekerjaan yang mudah, tetapi jika kita renungkan ;ebih dalam lagi, kita menjadi bertanya Tanya, kenapa harus melakukan pengumpulan massa yang dmeikian banyak, apakah kalau untuk berdoa itu harus mengerahkan yang dmeikian? Apakah Tuhan itu akan mengabulkan doa yang dilakukan dengan mengajak sebegitu banyak manusia?  Bukankah Tuhan justru akan mengabulkan doa hamba Nya yang menyepi dalam kesendirian sehingga akan sangat serius dengan permohonannya?

Bukankah  kalau banyak orang justru akan dapat menimbulkan banyak penafsiran? Apakah  masyarakat yang ada di sekitar tidak akan merasakan kecemasan karena berlumpulnya banyak orang sanat rentan dengan kerusuhan? Walaupun pada akhirnya  dapat berjalan dengan tertib, tetapi rasa was was sebelumnya pasti tidak dapat dipungkiri.  Lalu tujuan utama dari kegiatan tersebut itu untuk apa, apakah untuk menunjukkan bahwa  ada kekuatan yang harus dipertimbangkan oleh smeua pihak dalam melakukan apapun?

Berkumpul memang  baik dan hidup di dunia memang harus ebrsama sama dan tidak dapat dijalankan secara sendirian, karena itu berkumpul menjadi sebuah keniscayaan.  Namun berkumpul yang dmeikian adalah untuk merencanakan dan menjalankan program kebaikan yang dianggap akan mampu mensejahterakan seluruh umat, bukan berkumpul dengan tujuan jangka pendek, karena berkumpul yang bagus ialah dengan membuat  organisasi yang kemudian menjalankan program  yang dianggap akan emmbawa kemaslahatan bagi umat.

Lalu kalau berkumpul hanya sebentar dan tidak ada komunikasi diantara masing masing oarng dan hanya berkumpuld an setelah itu bubar kembal;I tanpa ada sesuatu yang dapat disumbangkan untuk kesejahteraan masyarakat yang  tereencana dengan baik, tentu dapat dikatakan  tidak atau kurang bermanfaat, terkecuali hanay untuk tujuannya itu sendiri yang masioh misteri diantara para yang hadir.  Sebagian yang dating itu hanya  sekedar untuk dating dan berkumpul bersama masyarakat lainnya dengan melakukan pamer kekuatan, meskipun mungkin sebagiannya juga ada yang berniat baik.

Sebaiknya kegiatan semacam itu tidak dilakukan lagi untuk masa masa yang akan dating, sebaliknya lakukanlah kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung kepada umat. Sudah terlalu banyak kegiatan yang justru menyibukkan umat itu sendiri, yang secara batin mereka  sudah jenuh, lalu karena  tidak ingin memberikan kesan enggan melakukan kagiatan yang dianjurkan oleh para tokoh yang disegani masyarakat, lalu dengan keterpaksaan mereka mengikutinya.

Kita sesungguhnya menyadari bahwa kegiatan semacam itu memang menyenangkan bagi mereka yang mempunyai keinginan tertentu, karena dapat mengangkat derajatnya di mata banyak orang, apalagi kalau kemudian dikaitkan dengan tahun politik, dimana saat ini smeua orang  berkonsemntrasi kepada pemilihan presiden dan wakilnya, tentu banyak pihak yang ingin dianggap sebagai tokoh yang mempunyai kekuatan tersendiri.  Kita memang tidak bersuudzdzn kepada siapapun, namun hanya sekddar mengingatkan kepada kita semua agar kita tetap waspada  terhadap semua kemungkinan.

Akan jauh lebih baik jika kita masing masing menekuni dan kembali kepada tugas kita masing masing.  Artinya  mereka yang bertugas mendidik masyarakat, melalui jalur formal sekolah, sebaiknya focus saja kepada tugasnya tersebut agar mendapatkan ridlo dari Allah swt,  bagi mereka yang tekun dalam mendidik  melalui jalur tidak formal, seperti ngaji di pondok pesantren atau memberikan pencerahan kepada umat, maka fojkuslah kepada tugas suci tersebut, insya Allah  Tuhan akan mengangkat derajat dan emmberikan ketenangan.

Bagi mereka yang  sehari harinya bekerja sebagai buruh atau  pedagang, sebaiknya focus saja kepada pekerjaannya dan tidak usah ikut ikutan dalam permainan  mereka yang mempunyai tujuan tertentu.  UJika kia focus kepada pekerjaan kita  dan selalu berdoa kepada Allah swt, kita yakin akan emmperoleh  kesejahteraan yang hakiki, bukan hanya sekedar materi belaka, melainkan juga jiwa yang tenteram.

Kalau kita ingin berkumpul dalam jumlah yang wajar dan tidak perlu dikerahkan sedemikian rupa, maka itu menjadi sangat bagus, seperti ketika  dengan kesadaran diri kita berkumpul di masjid atau mushalla atau rumah warga untuk bersma sama tahlilan, yasinan, atau shalawatan atau  membaca bacaan baik lainnya, lalu berdoa bersama, tentu itu akan jauh lebih bagus, karena dilakukan dnegan ketulusan yang muncul dari dalam masing masing orang.

Tentu kita sangat menginginkan bahwa  ketika kita berkumpul dan melakukan kebajikan, kita akan mendapatkan ketenangan jiwa, bukan malah sebaliknya, berkumpul, tetapi malah jiwa kita menjadi  runyam. Berdzikir dan  bermunajat kepada Allah secara bersam asama itu sangat bagus, terutama jika berangkat dari kesadaran masing masing orang dan niat yang tulus, karena  dengan berjamaah tersebut akan dapat meminimalisir sifat riya yang mungkin  akan timbul saat kita melakukan aktifitas apapun.

Namun sekali lagi jika berkumpulnya itu tidak dating dari dalam diri, dan lebih banyak karena dikerahkan dengan bermacam niatan yang muncul, maka itu akan menjadi penyebab dari keringnya jiwa kita dan mungkin juga terjauhkannya rahmat Allah kepada kita.  Saya yakin bahwa kalau ditanyakan kepada masing masing orang, pasti jawabannya sangat bagus, namun ketika  dilihat dari sisi lainnya kita akan mendapatklan jawaban lain, yakni bahwa  sesungguhnya kebanyakan diantara orang itu belum mengenal secara  baik terhadap[ Tuhan mereka.

Allah swt sebagai Tuhan yang kita sembah, bukanlah sosok yang menginginkan kita selalu menampakkan diri, melainkan kita harus mampu mengingatnya pada setiap kesempatan, tanpa menghiraukan keberadaan kita yang  menjadi apa.  Artinya jika kita mengenal Allah dengan baik, maka dalam setiap kesempatan apapun, termasuk pada saat kita sedang bekerja, maka kiota harus senantiasa mengimngat Nya.  Sebab dengan terus menerus mengingat Nya, pasti hati dan pikiran kita akan terpaut dengan Nya dan kita akan terjauhkan dari pikiran buruk dan kotor, serta hati yang kosong.

Jika hati dan pikiran kita terpaut kepada Nya, dapat dipastikan kita akan selalu berada di jalan Nya yang benar dan terjauhkan dari  penyelewengan yang mungkin dilakukan oleh manusia.  Semoga kita akan mampu menfokuskan diri kepada Allah swt dan  tidaka  lagi  melakukan hal hal yang justru dapat memalingkan diri kita dari focus kepada Nya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.