EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN

Biasanya pada akhir tahun seperti ini banyak sekali dilakukan pertemuan untuk mengevaluasi kegiatan dan program selama satu tahun berjalan.  Tentu itu bukan merupakan satu satunya evaluasi, emlainkan hanya mengecek tahap akhir terhadap semua kegiatan yang sudah berjalan atau mungkin masih berjalan dana belum selesai.  Evaluasi yang dijalankan pada  setiap bulan atau setiap tri wulan tentu sudah dijalankan dan itu akan lebih memudahkan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan dan program telah dijalankan dengan baik.  Jika masih ada kekurangannya, maka saat evaluasi akhir inilah kemudian dilakukan berbagai terobosan.

Salah satunya ialah dengan melakukan percepatan kegiatan sehingga target yang dicanangkan akan dapat dicapai pada waktunya.  Kegiatan yang jalankan secara bersama oleh seluruh  perguruan tinggi di lingkungan kementerian agama juga sudah dilakukan dan baru saja sleesai, namun  kenyataannya masih banyak yang harus diperbaiki di masa mendatang.  Tentu perbaikan tersebut akan dapat berjalan dengan baik, jika smeua pihak menyadari  kepentingan egiatan tersebut dan tidka hanya menuntut semata.  Tetapi kalua ada bebera[a pihak yang tidak mau tahu, maka  pasti akan tetap sama dengan tahun ini dan bahkan mungkin akan semakin tidak membaik.

Semua  unit dan satker juga telah melakukan eva;uasi tersebut, karena memang itu merupakan hal yang mitlak dijalankan, meskipun diantaranya ada yang kemudian menemukan jalan keluar untuk menyukseskan program yang belum selesai, tetapi sebagaiannya justru akan emakin memburuk kondisinya.  Untuk itu dalam pelaksanaan evaluasi tersebut seharusnya semua pihak mau menyadari kekurangannya dan  berusaha untuk menumbuhkan semangat yang lebih  dalam sisa waktu yang tinggal menghitung hari tersebut.

Meskipun harus   melakukan kegiatan nonstop dan tidak mengenal waktu, bahkan waktu untuk keluarga juga harus dikorbankan demi menukseskan program kegiatan.  Hanya saja  harus diingatkan bahwa  meskipun keinginan untuk melakukan kegiatan tanpa henti tetap menyala, tetapi kekuatan gtubuh kita pasti ada batasnya. Untuk itu harus  ada refressing yang direncanakan sendiri agar badan tetap bugar dalam menghadapi banyaknya aktifitas yang memerlukan konsentrasi lebih.  Bahkan kalaupun tidak ada ada tanpa kegiatan, tetapi kalua kita mampu mengelola kebugaran  fisik kita, tentu masih akan tetap  dapat dipetahankan  kebugaran tersebut.

Hal penting yang tidaka boleh kita lupakan ialah bahwa jika kita merasakan kelelahan dalam tubuh kita, maka kita tidak boleh memaksakan untuk terus bekerja, meliankan harus beristirahat secukupnya, sampai badan menjadi bugar kembali dan barulah memulai kerja lagi.  Bahkan meskipun  sedang banyak banyaknya pekerjaan, kalua fisik kita lelah, kita harus memberanikan diri untuk beristirahat, dan mampu memberikan alasan kepada  sejawat tentang kondisi fisik tersebut, agar tidak terjadi salah paham.

Berbagai kegiatan yang  sampai saat ini mesih berjalan, tentu membutuhkan perhatian secara serius, terkecuali kalua anggarannya tidak  membutuhkan pembatasan tahun anggaran sebegaiamana DIPA, sebab kalua anggaran dipa RM misalnya yang harus selesai dan habis pada tanggal 31 desember, maka  tentu harus diupayakan secara maksimal serapannya, dan kalua terpaksa tidak mu gkin habis, maka harus dikembalikan ke kas negara. Hal yang jelas kita masih mempunyai projek yang bukan RM, melainkan pinjaman dari luar negeri, karena itu meskipun tidak terkait dnegan  akhir tahun anggaran, tetapi serapan anggaran juga tetap akan mempengaruhi keseluruhan anggaran.

Karena itu jika memungkinkan dalam satu bulan terakhir ini harus diupayakan  percepatannya sehingga serapannya akan  meningkat secara drastic, tetapi juga tetap menjaga kualitasnya.  Untuk itu dengan tujuan yang demikian kita melakukan pembahasan  evaluasi tersebut secara serius dan diharapkan akan  mendapatkan hasil yang menunjukkan keseriusana kita dan sekaligus juga  jalan keluara agar projek kita tetap berjalan dengan baik dan  mampu menyerap anggaran lebih banyak, melebihi target yang sudah ditetapkan secara formal.

Selama ini khusus untuk projek dengan bantuan luar negeri tersebut selalu kita kawal dengan menjalankan rapat evaluasi mingguan, sehingga perkembangannya dapat diikuti dengan cukup baik, bahkan jika ada pelambatan, karena factor alam, kita juga dapat mengetahuinya dan sekaligus ikut memberikan  jalan keluarnya. Sebagaimana kita tahu bahwa lahan untuk bangunan projek tersebut berada di perbukitan, sehingga pada saat melakukan  tiang pancang terkadang harus menemui  batu keras, sehingga harus dilakukan cara aar tetap dapat memnuhi standar yang diharapkan.

Tidak hanya itu faktro alam itu juga menyangkut terjadi curah hujan yang tidak bersahabat, sehingga akan mampu emmpengaruhi kinerja para pekerja projek.  Nah, dengan selalu melakukan  evaluasi mingguan tersebut kita sudah melakukan usaha maksimal hyang dapat dijalankan.  Akan tetapi untuk evaluasi kegiatan lainnya yang dibiayai oleh dipa RM maupun BLU, tentu kita juga tetap melakukan evaluasi rutin dan  di akhir tahun sebagaimana yang lainnya, dan alhamdu ;illah secara umum dapat dipantau dan dijalankan dengan cukup baik.

Secara umum memng diperlukan perhatian dari semua pihak, karena dengan keterlbatan semua pihak tersebut akan semakin membuat pekerjaan menjadi mudah dan jauh dari asal asalan yang hanya akan merugikan semua phak.  Namun ke depannya kita akan jauh lebih nyaman jika system penganggaran dan pelaksanaannya diubah sedemikian rupa sehingga akan memudahkan satuan kejra dan sekaligus juga akan memungkinkan bagi satker untuk merencanakan kegiatan lebih awal, ehingga tidak akan menumpuk di belakanag sebagaimana biasanya.

Tentu secara umum semua kita sudah mengetahui tentang persoalan rutin yang dihadapi oleh satker, namun karena  masih  berlakukanya budaya lama, yakni selalu saja lambat dalam memulai pekerjaan, maka akibatnya meskipun sudah direncanakan dnegan matang, tetap saja tidak akan  mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, melainkan harus ada penundaan dan pelaksaan menumpuk di akhir tahun pastinya tidak akan dapat dihindari.

Tentu semua itu masih dapat dipahami asalkan hasil yang didaptkan  secara umum tetap baik dan kualitasnya juga tetap terjaga.  Hanya saja secara idela memang harus ada perbaikan dan keinginan tersebut harus dimulai oleh pembuat kebijakan, bukan oleh pelaksanaa di satker.  Mudah mudahan merek yang diberikan amanah dalam mengemban kebijakan tesbeut mendengar suara dari bawah sehingga  kemudian ada keberanian untuk melakukan perubahan yang radikal tentang  anggaran ini, utamanya tentang  peklaksanaannya.

Sementara itu bagi kita  selalku satker, juga harus selalu siap siaga menhambut erubahan tersbeut, kafrena pada hakekatnya kita sudah merencanakan  program anggran dengan dimujlai sejak awal tahun, namun kendala pencairan yang masih juga tersendat di awal,  maka  akhirnya kita juga harus mengikuti irmaa yang ada.  Nah, khusus dalam projek  yang dibiayai dafi pinjaman luar negeri, kita akan mampu melakukan percepatan dengan cara selalu mendorong agar p;rojek dapat selesai tepat waktu, bahkan lebih cepat dari rencana semula.

Tentu tidak hanya  selsai secara cepat semata, melainkan juga tepat biaya dan juga tepat mutu dan kualitas.  Untuk kitu smeua  kita tidak akan pernah  bosan untuk selalu memantau dan melakukan evaluasi bersama secara mingguan.  Kita sangat yakin bahwa dengan cara dmeikian kita akan mampu mencapai hal yang kita inginkan sebagaimana tersebut dan sekaligus juga dapat memanfaatkannya dengan baik pada saatnya, smeoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.