EVALUASI SPAN DAN UMPTKIN

Tentu tidak hanya sekedar berkumpul untuk melakukan evaluasi pelaksanaan  penerimaana calon mahasiswa baru di lingkungan  PTKIN saja, melainkan masih banyak hal yang perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan agar pelaksanaanya menjadi lebih baik dan keterlbatan smeua pihak akan semakin terasa.  Selama ini  sesungguhnya kita sudah menyuarakan banyak hal untuk perbaikan, namun sepertinya belum pernah direspon dengan baik, padahal argumentasnya cukup kuat.  Ini pasti tentang keberpihakan  pihak yang mempunyai kebijakan yang harus melakukannya.

Apalagi saat ini persoalan  semakin bertambah seiring dengan system yang diterapkan di kementeriana agama sendiri dalam kaitannya dengan pencairan anggaran, yakni dengan system non tunai yang mengakibatkan banyak  kegiatan yang sudha berjalan sekian bulan, namun  anaggarannya belum ditransfer juga.  Tengtu kondisi ini sangat merugikan dan sangat berotensi untuk diselewengkan, meskipun kita tidaka menuduhnya demikian.  Dapat dibayangkan, kalua kegiatan sudah menumpuk bebrapa kali tetapi  anggaran belum juga didberikan, pastinya akan semakin membuat kondisi lebih buruk.

Pada saat pencairan melalui transfer juga tidak ada pemberitahuan, sehingga pihak yang bersangkutan tidak mengetahuinya, dan kalua ini terus berjalan, bukan tidak mungkin ada kealpaan dalam melakukan transfer atau mungkin juga sengaja tidak dilakukan dan lainnya.  Untuk itu sekali lagi diperlukan  sebuah evaluasi yanag menyeluruh terhadap pelaksanaan  penerimaan calon mahasiwa baru tersebut, utamanya terkait dengan persoalan angtran yang  selama ini masih  terlalu jauh dari cukup, sehingga banyak kegiatan yang mestinya dijalankan, terpaksa harus tidak dilakukan.

Dalam hal ini kementerian agama juga harus  lebih tegas lagi dalam memberikana pembiayaan  system penerimaan calon mahasiwa baru gtersebut, karena secara riil ada beberapa [rogram studi di UIN yang  mengikuti SNMPTN dan SBMPTN, yang kalua ini dibiarkan seceara terus menerus dan menjadi liar, maka  akan terjadi ketidak harmonisan diantara para pimpinan PTKIN.  Ada semacam  anggapan bahwa  mereka yang tidak mengit=kuti SNMPTN SBM PTN  seolah manganggap  ada ketidak adilan ,namun para pimpina  UIN sendiri juga merasakana banyak kekurangan yang belum dipenuhi oleh kementerian.

Kita ingin duduk bareng bersama dengan pihak yang mengambil kebijakan di kementerian, agar smeuanya klir dan tidak ada dusta diantara kita.  Jika anggaran yang tersedia hanya cukup untuk melakukan penerimaan calon mahasiswa baru dengan cara ngirit, maka itupin harus dijelaskana secara transparan sehingga settiap PTKIN mungkin harus juga menyokong pembiayaannya, tetapi jika anggaran di kementerian  ada maka harus diberikan untuk kepentingan tersebut.  Kita sepertinya terlalu lelah untuk membahas masalah ini secara gterus menerus, karena tidak ada kejelasan yang dapat dipegangi oleh semua pihak.

Itu baru persoalan yang terkait dengan anggaran yang memang menjadi sangat vital, karena bagaimana  siwtem test tersebut dapat berkualitas, kalua testnya saja tidak berkualitas. Untuk mendapatkan soal test yang berkualitas dan menjamin  semua yang terjaring melalui test tersbeut akan memenuhi standar, maka harus dilakukan oleh tim yang berkualitas serta harus dibicarakan secara serius dan berkali kali, termasuk uji cobanya.  Nah, kalua kemudian kita juga harus membicarakan persoalan lainnya, maka  akan bertambah persoalan yang harus kita selesaikan.

Jika di sebelah sudah semua test menggunakan computer atau test yang berbasis computer, maka apakah kita masih akan menggunakan  test cetak berbasis kertas? Ataukah kita juga menyesuaikan dengan yang ada, yakni menggunakan computer.  Kalua kesepakatannya aialah ya menggunakan computer, lalu sudah siapkah kita menjalankannya, karena perangkat computer harus tersedia  cukup, padahal kita tahu  PTKIN kita masih terlalu jauh dari penyediaan perangkat computer tersebut, yang mampu menjangkau seluruh para calon yang mendaftar di PTKIN.

Lagi lagi kita pasti akan berbicara mengenai anggaran, terutama untuk melengkapi computer yang belum siap.  Kalua kondisinya dmeikian  kita pun pasti akan kembali kepada  awal, yakni tetap menggunakan kertas sebagai basis testnya.  Menurut saya semuanya harus jelas dan  ada transparansi mengenai anggaran tersebut, agar tuntas di awal dan perjalanannya akan semakin nyaman.  Artinya kalua memang tidak cukup anggaran, kita tetap jalankan sebagaimana biasa  dan setiap PTKIN juga harus ikut iuran dalam penhelenggaraannya, seprti penggunakan SPD untuk melakukan pembahasan banyak hal yng berkaitan dengan penyelenggaraan test tersebut.

Menurut saya akan percuma saja kita menyelenggaraan acara evaluasi kalua kita tidak siap untuk merancang  hal seruap di tahun depan, karena  jika kita menejukan sesuatu yang terasa lemah dalam  bidang bidang tertentu, sudah seharusnya kita lakukan perbaikana pada masa mendatang. Namun jika tidak ada  good eill dari pihak pihak yang berkompeten, maka sia sialah semua  yang dibicarakan secara serius dan menghabiskan banyak energy dan anggaran.

Kita sesungguhnya juga berharap banyak kepada forum pimpinan PTKIN yang seharusnya menyuarakan keinginan para pipimnan dalam banyak hal, tetapi rupanya memang sudha menjadi kebiasaan diantara masyarakat kita yang hanya  berkinginan dalam tahap awal saja, setelah itu, yakni setelah banyak persoalan, maka  program yang sudah drencanakan pun  akan menjadi terlupakan, bahkan kalua diingatkan juga masih tetap tidak ada reaksi.  Lalu kemudian juga ada pihak pihak yang tidak sabar dan ingin membuat forum  lagi yang diharapkan akan mampu berbuat sesuatu.

Tetap saya sangat yakin kalaupun dibuat forum serupa, nasibnya juga akan  sama dengan forum yang sudah ada.  Apalagi kemudian tidak ada support ide dari para anggota terkait dnegan apa yang harus diperjuangkan dan bagaimana memajukan dana memperkenalkan PTKIn  pada dunia luar.  Kita sudah terlalu lama dininabobokkan oleh kondisi yang tidak mem buat kita lebih cerdas dan  jutsru malah membuat diri kita semakin bodoh.  Kita tidak tahu apa penhyebabnya, karena gejala tersebut sudah sedemikian  diketahui oleh banyak pihak.

Kondisi demikian masih ditambah dengan ketidak peduliannya  pihak pihak yang diharapkan akan mampu memberikan spirit dan sekaligus juga energy agar PTKIN  menjadi lebih  bergeliat dan  menampakkan taringnya.  Jadilah kondisi sebagaimana yang kita saksikan.  Tentu bagi kita yang masih mempunya asa untuk perbaikana, tidak akan dapat tenang menyaksikan kondisi yang  semakin buruk tersebut.  Karena itu melalui evaluasi pelaksanaan SPAN dan UM PTKIN kalai ini kita ingin benar benar serius  membicarakan banyak hal, apalagi saat ini merupakan momentum yang sangat strategis  untuk melakuakn perbaikan.

Sebagaimana kita tahu bahwa tahun depan merupakan tahun ramainya politik, karena di dalamnya ada pemilihan anggota legislative dan juga pilpres dan wakilnya.  Itu berarti akan banyak waktu gtersita untuk masalah etrsebut, meskipun kita tahu seharusnya kita dan juga kementerian apapun tidak harus terpengaruh oleh  pesta demokrasi tersebut, karena kita seharusnya bersikap netral, tetapi kita juga paham bahwa sebagiana besaar diantara para pejabat kita, utamanya pejabat public, tentu tidak dapat berdiam diri, karena mereka juga mempunyai kepentingan tersendiri.

Karena itulah saat ini sebelum  pelaksanaan tersbeut kita mempunyai waktu yang sangat bagus untuk memperjuangkan segala sesuatu yang selama ini masih tersendat.  Jika kita mampu memenfaatkan  peluang di akhira tahun ini, kita yakin ala nada banyak perubahan yang  mengarah kepada perbaikan dan sangat kita inginkan, smeoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.