TANTANGAN DAN PELUANG ANGKATAN KERJA

Pada akhirnya masyarakat akan mencari pekrejaan yang sesuai dengan keinginannya, setelah mereka menyelesaikan kuliah atau sekolah.  Namun tidak mudah bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dnegan keinginan, karena cukup banyak tantangan  dan rintangan yang harus dilewati.  Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang gagal dan  kemudian putus asa karena tidak kunjung mendapatkan peekrjaan tersebut.

Bayangkan saja kalau mereka menginginkan pekerjaan menjadi  pekerja di sebuah instansi atau perusahaan tertentu, berapa mereka mampu menampung para lulusan yang terus meningkat jumlahnya. Bayangkan saja kalau kita hitung secara kasar saja lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya pasti ratusan ribu, karena setiap tahun perguruan tinggi negeri saja sudah menerima mahasiwa baru sekitar  350 ribu mahasiswa, dan itu juga sekaligus menunjukkan bahwa mereka yang lulus setiap tahunnya juga sama  sekitar jumlah tersebut.

Belum lagi kalau kita menghitung lulusan dari perguruan tinggi swasta  yang tentu lebih banyak lagi, terus berapa kemampuan daya tampung pekerjaan yang tersedia di beberap instansid an perusahaan tersebut, sudah pasti secara hitungan kasara akan banyak pengangguran terdidik di negri kita dan semakin tahun banyak jumlahnya.  Kalau ini tidak dipikirkan jalan keluarnya, pasti akan menjadi persoalan besar bagi bangsa ini ke depannya.

Beruntunglah kita sudah memulai untuk memberikan motivasi kepada para mahasiswa dan juga para alumni untuk tidak tertaris menjadi buruh atau pekerja di instansi ataupun pabrik, melainkan  mereka harus mel;akukan usaha  meskipun dimulai dari nol, asalkan mereka tekun dan serius dalam mengurusi usahanya tersebut, pada saatnya apsti akan berhasil.  Tidak banyak yang tertarik dalam dunia usaha ini, karena mereka mengira hal tersebut membutuhkan modal yang besar.

Dunia kampus harus mempu memberikan bekal yang kuat mengenai  wira usaha ini dengan segala permasalahannya, dengan tujuan agar mahasiswa tertarik untuk terjun dan menekuni dunia usaha tersebut.  Barangkali juga perlu diperkenalkan kepada mereka tentang seluk beluk dunia usaha dan juga suka dan dukanya serta bagaimana menghadapi kesulitan dalam mengembangkan usahanya tersebut.  Akan jauh lebih bagus, pada suatu saat menghadirkan pengusaha sukses agar dia menceritakan caranya hingga menjadi sukses.

Semua pengusaha yang sukses, dapat dipastikan mereka pernah mengalami  kesulitan dan mungkina  mengalami kebangrutan, namun kemudian mereka mampu bangkit kembali dan lebih bijak serta berhati hati dalam melangkah.  Kebanyak pengusha baru yang sedikit sukses, kemudian hidupnya sudah bermewah mewah dan berfoya foya, sehingga ketika mengalami kesulitan menjadi jatuh dan terjerembab serta suklit untuk bengun kembali.

Nah, pengalaman tersbeut menjadi snagat penting bagi para mahasiwa agar mereka  meskipun belum mengalami tetapi  akan tahu bagaimana caranya menjadi pengusaha dan apa yang harus dilakukan  pada saat saat tertentu.  Jika para mahasiswa  tumbuh kesadarannya untuk menjadi pengusaha, tentu itu merupakan modal yang sangat bagus untuk menyongsong masa depannya, karena kalau hanya mengandalkan menjadi pegawai para pihak lain, tentu akan sangat sulit sebagaiman gambaran tersebut diatas.

Dunia usaha itu tidak terbats, karena bidang apapun dapat ditejkuni dan dikembangkan sehingga menjadi besar, asalkan  ditekuni dengan serius dan tidak bosan  dalam mengelolanya.  Jangan sampai mahasiswa hanya melihat kesuksesannya saja, melainkan harus melihat juga kenyataan pada saat memulai usaha, bagaimana dukanya dan kesulitan yang dihadapinya, serta tantangan apa saja yang bakal muncul di pertengahan perjaklanan membangun usahanya tersebut.

Proses menjnadi sukses itulah yang perlu diketahui serba bnanyak oleh para mahasiswa sehingga sebelum mereka tertarik dan menerjuni dunia usaha trsebut meeka sudah siap mental dan  siap menghadapi berbagai rintangan.  Sudah barang tentu mata kulia tentang kewira usahaan juga harus diberikan serba sedikit dan bagi yang berminat tentu harus dibwerikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman lebih banyak, melalui praktikum yang diselenggarakan khusus untuk itu.

Kesadaran untuk hal tersebut menurut saya sudah sangat rugen bagi semua kampus di negeri kita, sebab kalau smeua masih asyik dengan kondisi saat ini dengan hanya mwemberikan pengalaman ilmiah semata dan  tidak memberikan solusi setelah mereka lulus, pastinya akan gbanyak masalah yang dihadap[I mereka dan itu juga imbasnyan pasti mengena kampus juga. Memang kampus kita bukan  disiapkan untuk mencetak para pekerja atau pengusaha, melainkan  lebih banyak diharapkan akan menjadi pemikir dan ilmuwan.

Namun jika kita sudah menyaksikan sendiri betapa persoalan masa depan para alumni akan sangat sulit, tentu akan  sangat membantu mereka jika  saat ini kita sudah mensekemakan  mereka  untuk becita cita menjadi pengusha, bidang apapun.  Karena itu sejak awal  harus sudah diberikan mental untuk mandri dan berusaha, tidak  terus menerus mengandlkan suplai dari pihak lain, termasuk orang tua.  Belajar mandriri  itu sangat luar biasa manfaatnya, termasuk jika kemudian mereka menjadi pegawai sekalipun.

Masa depan memang belum jelas dan karena itu kita harus mempersiapkannya sedemikian rupa sehingga pada saatnya nanti kita tidak kebingungan dan tidak mampu berbuat apapun.  Persiapan tersebut meliputi pekerjaan apa yang nanti akan ditekuni, karena kalau smeua mengandalkan sebagai pegawai apalagi PNS, pastinya akan lebih banyak kecewanya ketimbang tidaknya, sebab formsi PNS pasti sangat kecil disbanding dengan angkatan kerja setiap tahunnya.  Tantangan masa depan dengan melihat kenyataan tersebut, tentu akan jauh lebih berat ketimbang zaman kita saat ini.

Belum lagi jika kita mengingat pasar bebas dunia  misalnya, pada saat ini saja untuk pasar bebas asean, kita sudah kewalahan.  Kita belum menyaksikan pengusaha kita melakukan ekspansi ke beberapa Negara lain di Asean, tetapi para pengusaha  Negara lain sudah beraksi di Negara kita.  Lalu apakah kita nantinya akan hanya menjadi penonton di negri kta sendiri?.  Itu lagi d kawasan asen saja, belum menjamah di dunia.  Nah, jika para mahasiswa kita tidak kita sadarkan hal tersebut jangan jangan  mereka memang sama sekali tidak menyadarinya dan nantinya akan kalah dengan orang orang lain.

Namun  saat ini masih cuku[ waktu untuk memeprsiapkan diri bagi mereka, sehingga itulah peluang yang masih kita miliki.  Jika kita mau memanfaatkan peluang tersebut dengan baik, tentu semuanya akan menjadi lebih baik.  Biarlah orang lain kesulitan dalam menghadapi dunia nyata, namun kita  akan dengan tenang menghadapinya karena sudah memeprsiapkan diri dengan ebrbagai jurus, termasuk membuka usaha tertentu dan mengembangkannya dengan  seksama.

Pada saatnya nanti ijazah dan pengetahuan formal itu tidak terlalu menetukan atau dapat dikatakan tidak terlalu penting, karena  kalau sudah masuk dalam dunia usaha yang terpenting ialah mental kita untuk mampu melihat berbagai peluang pengembangan dan juga keberania untuk melakukan inovasi.  Mungkin pengalaman  ilmiah  akan bermanfaat juga sebagai penyeimbang dan pertimbangan akal, namun  yang paling menentukan berikutnya ialah bagaimana kita ma uterus belajar dengan pengalaman, baik dari diri sendiri maupun dari pengal;aman pihak lain.

Janga sampai kita bosan untuk belajarm, karena orang orang yang sukses dalam usaha mereka itu pastinya mereka selalu belajar dari kegagalan dan pengalaman, karena dari situlah akan muncul ide dan kreasi baru yang menguntungkan dan tentu berbagai  kemudahan yang bakal didapatkan.  Semoga kita mampu menyadarkan para mahasiwa kita untuk menyenangi dunia usaha tersebut, dan bukan berminat dalam bidang kerja kantoran.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.