MERENUNG UNTUK KORPRI

Pegawai negeri di Indonesia memang masih menjadi tujuan utama dari sebagian anak anak bangsa, karean dianggap memberikan  harapan yangpositif dalam menatap hidup ke depan.  Namun sesungguhnya jika orang mempunyai ghirah kerja yang bagus, maka  justru mereka akan lebih meminati bidang lainnya, seperti pengusaha dan sejenisnya.  Mereka tentu tahu bahwa sebagai PNS geraknya sangat terbatas, dan dalam bahasa yang lebih fulgar dapat dikatakan bahwa menjadi PNS itu tidak akan mungkin bisa kaya, karena gajinya pas pasan.

Sementara itu jika menjadi pengusaha, maka  orang akan dapat menginginkan apa yang diminati, apakah ingin menadi kaya ataukah biasa biasa saja.  Jika ingin menjadi kaya, maka kerjanya akan semakin sungguh sungguh dan jika ingin biasa biasa saja, tentu juga kerjanya cukup biasa saja. Hal yang jelas ialah bahwa  bagi mereka yang aktif dan ingin  melakukan banyak aktifitas, tentu bukan menjadi PNS, melainkan mereka akan mencari yang lain yang lebih memberikan harapan yang lebih untuk mencapai cita cita.

Bahkan saat ini masih banyak  diantara kita yang mengira bahwa menjadi PNS itu dapat santai santai, bekerja seadanya dan mendapatkan gaji utuh.  Tentu kalau kondisinya seperti itu, kita akan menduga bahwa mereka itu hanya ingin enaknya saja, tanpa mau kerja keras dan menghasilkan banyak karya.  Saat ini PNS itu tidak identic dengan kerja malas dan  suka keluyuran di jam jam kerja.  Mungkin emej jelek tersebut memang pernah terjadi pada masa yang lalu yang semakin menerpurukkan PNS itu sendiri.

Sesungguhnya kita santat berharap bahwa PNS itu menjadi contoh bagi seluruh masyarakat tentang kedisiplinan, tentang kinerja dan tentang akhlak, karena itu itu semua PNS harus berusaha menjalankan kinerjanya dengan sebaik baiknya.  Mereka itu harus menyadari bahwa  mereka digaji dengan uang rakyat, karena itu harus terus berjuang untuk kepentingan rakyat.  Kita harus menghindari kemalasan dan keborosan, serta harus  berusaha untuk memanfaatkan  anggaran yang ada untuk maksimal kegiatan dan bermanfaat bagi masyarakat secara umum.

Baru baru ini kita menjadi sangat perihatin dengan pernyataan  dari salah satu dirjen di kementerian dalam negeri yang menyatakan bahwa  sudah ada sekitar 18,4 ASN kita yang terindikasi menolak dasar Negara Pancasila.  Pernyataan tersebut sudah barang pasti menampar kita yang selama ini berusaha untuk meninghkatkan citra ASN dan meninggalkan kesan buruk yang dahulu pernah disandangnya.  Betapa tidak tersengat dengan pernyataan tersebut, karena ASN seharusnya menjadi pihak yang berada di garda terdepan dalam mengawal dan mempertahankan Negara kita.

Nah, kalau ASN sudah  terkontaminasi oleh penyakit tersebut, tentu merupakan bahaya yang serius.  Semua pihak harus mewaspadai persoalan tersebut dan berusaha untuk melakukan pengawasan dan  pembinaan kepada semua ASN kita, dan jika nantinya  didapatkan bukti bahwa sebagaian diantara mereka memang antin pancasila, maka kita harus mengatasinya sedini mungkin agar tidak menjalar kepada yang lain dan membahayakan semua.

Disamping itu pada saat ini, kita sudah mulai masuk pada tahun politik dan pasti akan rawan dengan pelanggaran, semacam dukung mendukung calon tertentu.  Untuk itu kita juga harus mengingatkan smeua ASN agar tetap netral dan terus ada pada jalur yang benar, tanpa harus mendukung salah satu kandidat.  Kenetralan ASN memang sangat diharapkan karena merka adalah pegawai Negara yang digaji oleh rakyat sehingga tidak boleh membela kepentingan  orang yang sama sekali tidak terkait dengan persoalan kenegaraan.

PNS memang selalu saja menjadi rebutan oleh para kandidat karena dianggap mempunyai keuatan yang terukur dan cukup signifikan. Oleh karena itu meskipun kita diam saja, toh pasti aka nada godaan dari pihak pihak tertentu yang mencoba menarik narik kita agar mau mendukung mereka.  Padahal mereka juga sudah tahu bahwa ASN itu harus netral dan tidak mendukung siapapun.  Tetapi itulah kenyataan yang ada di  sekitar kita, sehingga diperlukan pertahanan yang cukup kuat untuk membendung hal tersebut.

Saat ini dalam merayakan ulang tahunnya, KORPRI juga masih dilirik oleh pihak pihak tertentu agar mau mendukung mereka, meskipun secara terselubung.  Sebagai anggota KORPRI kita sudah berkomitmen untuk tetep netral, meskipun pada saatnya nanti harus memilih sesuai dnegan pertimbangan hati nurani dan akal sehat, tetapi sebelum masuk ke bilik pemungutan suara, kita tetap harus mampu untuk mengendalikan diri kita agar tidak terjebk dalam pelanggaran kenetralan  sebagaimana yang kita sepakati bersama.

Tentu kita semua sangat berharap tidak ada lagi pihak lain yang sengaja menarik narik ASN untuk mendukung atau melakukan pelanggaran terhadap komitmennya sendiri.  Biarlah ASN tetap menjadi  ASN sampai pensiun, terlepas siapapun yang memimpin Indonesia  di masa mendatang. Bahkan kalaupun ada pihak lain yang mencoba untuk mengobok obok ASN, kita tetap harus kokoh dalam mempertahankan keyakinan kita bahwa kita adalah pegawai negeri yang akan terus berjuang untuk negera, bukan untuk seseorang atau golongan tertentu.

Kita akan terus berusaha untuk memperbaiki kinerja kita yang sempat terpuruk karena ulah beberapa oknum saja di masa yang lalu. Kita harus mampu membuktikan bahwa ASN adalah pegawai yang  dapat diandalkan dan menjadi teladan bagi semua pihak.  ASN akan terus mengabdi demi  kejayaan Negara dan untuk kesejahteraan seluruh rakyat.  Kalaupun gaji dan tunjangan yang didapatkan belum sesuai dengan keinginan, tetapi kita akan sangat memahaminya dan terus melakukan yang terbaik.

Demikian juga kita akan emmbuktikan bahwa  sebagai ASN kita memang patut diandalkan untuk menjaga keutuhan bangsa melalui kebersamaan yang selalu kita kembangkan.  Kalau kemudian muncul tuduhan dan mungkin juga bukti bahwa sebagiaan diantara ASN ada yang anti pancasila, maka itu hanyalah oknum yang akan terus kita lakukan pembinaaan dan sekaligus juga pengawasan sehingga gerakan mereka akan menjadi terbatas dan sempit.  Kita juga  berkomitmen bahwa  jika ditemukan ASN yang menyimpang dari garis eprjuangan KORPRI, maka  pastinya akan mendapatkan sanksi hukuman sebagimana mestinya.

Saat ini kita juga sudah membuktikan bahwa  ASN sudah sangat rajin dan tertib, karena  sudah banyak diantara mereka yang mendapatkan sanksi hukuman sesuai dengan tingkatan masing masing, bahkan  banyak yang kemudian harus dikeluarkan dari ASN.  Twenru itu semua sebagai bukti keseriusan kita  untuk membersihkan ASN dari praktek yang dapat mengganggu keberadaan ASN di negeri kita ini.  Kita tidak ingin bahwa  ada sebagian  diantara kita yang justru melakukanpelanggaan hokum, baik ringan, sedang, maupun berat.  Peraturan pemerintah tentang disiplin PNS akan terus diterapkan bagi yang melanggar.

Semoga dengan ketegasan  yang dmeikian ke depannya kita akan  dapat menikmati hasilnya, yakni seluruh ASN menjadi baik dan  tulus dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga masyarakat juga akan dapat merasakan  hasilnya, terutama dalam pelayanan yang selama ini menjadi tugas pokonya.  Kita harus yakin jika kita berusaha dan sungguh sungguh, pasti akan  dapat memetik hasil yang positif dan membanggakan. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.