NGEBUT DI TAHAP AKHIR

Mungkin bukan hanya dalam perlombaan saja ada teori ngebut di saat terakhir, melainkan juga dalam banyak hal, termasuk dalam menjalankan program kegiatan.  Kita tentu paham bahwa dalam lomba lari, biasanya atlet tidak akan memaksakan diri berlari kencag pada saat awal atau di pertengahan, sebab kalau hal tersebut dilakukan, pasti akan kehabisan tenaga pada saat menjelang finis.  Pada awal dan pertengahan biasanya hanya  disetel seang sedang saja dan hanya mengimbangi atlet lainnya.  Nah, pada saat menjelang finis sajalah biasanya mereka kemudian baru mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk melakukan sprint secara maksimal.

Tidak ubahnya dengan  mereka yang menjalankan program anggaran, biasanya juga tidak  melakukannya dengan kesungguhan pada saat masih panjang waktu,  dan pada saat menjelang habis tahun justru mereka melakukan semua kgiatan seolah bareng, sehingga hamper tidak ada hari tanpa kegiatan, bahkan akibat dari kebiasaan yang dmeikian, kita terkadang kesulitan untuk mencari tempat untuk melakukan kegiatan.  Seolah  semua hotel sudah terbooking  hingga menjelang pergantian tahun.

Seseungguhnya kalau dalam menjalankan program kegiatan, melakukan kegiatan di akhir tahun dengan begitu banyaknya, kurang baik atau bahkan dapat dikatakan tidak bijak, karena hal tersebut menunjukkan bahwa perencanaannya  sanat buruk.  Kenapa waktu satu tahun yang begitu panjang tidak digunakannya secara baik dengan menjabarkan selurh kegiatan pada bulan bulan yang awal, sehingga masih banyak tempat dan juga lainnya yang  cukup terbuka untuk mudah melakukan kegiatan tersebut.

Mugkin kebiasaan tersebut juga disebabkan oleh adanya kebiasaan dari hamper seluruh masyarakat kita yang memang gemar melakukan kegiatan di akhir tahun, sehingga menumpuk, danterkesan bahwa smeua kegiatan yang dijalankan di akhir tahun adalah untuk penyerapan anggaran yang masih terlalu kecil.  Akibat lebih lanjutnya ialah bahwa kegiatan tersebut tidak dapat maksimal dan menghasilkan sesuatu yang  bagus, karrena ada unsur ketergesa gesaan dan kurang cermat serta kurang teliti dalam seuruh prosesnya.

Tetapi kenyataannya memang begitu, bahkan di seluruh instansi negeri karena dituntut untuk menyelesaikan semua kegiatan dalam tahun berjalan.  Memang ada penyebab lainnya yang hingga saat ini belum ada penyelesaian yang  dapat meuaskan semua pihak, yakni  dimulainya kegiatan yang  harus mendapatkan pembiayaan.  Biasanya meskipun DIPA sudah diluncurkan pada akhir tahun sebelum tahun berjalan, namun dalam kenyataannya realisasi p[engeluaran  anggaran masih harus menunggu banyak  hal, sehingga baru sekitar april anggaran etrsebut dapat dicairkan.

Tentu kondisi demikian harus mendapatkan eprhatian smeua pihak, karena sesungguhnya sudah ada upaya untuk menjalankan kegiatan pada awal awal tahun, namun ternyata masih mengalami banyak kendala sehingga belum memungkinkan untuk menggunakan anggaran yang ada.  Akibatnya kegiatan yang seharusnya dijalankan pada bulan bulan awal, terpaksa harus ditunda hingga bulan akhir, karena bulan bulan  yang ada sudah dijadwal untuk menjalankan program kegiatan yang sudah disusun.

Kalau kondisinya memang dmeikian, maka kita tidak mungkin juga menyalahkan mereka yang melaksanakan kegiatan pada akhir tahun, karean itu merupakan konsekwensi logis dari tertundanya kegiatan di awal tahun.  Maish mending kalau kegiatan tersebut  mudah dilakukan tanpa harus mendapatkan ijin dari yang berwenang, karena ternyata ada kegiatan yang memerlukan ijin dan terkadang malah tidak mendapatkannya, seyhingga anggaran harus dikembalikan kepada Negara karena tidak teerserap.

Banyak pihak yang kemudian mudah menyalahkan saja tanpa mengetahui persoalan yang sebenarnya.  Pada umumnya orang kemudian menuduh bahwa hanya untuk menghabiskan anggaran saja kok tidak mampu, padahal di sana ada banyak hal yang harus dilakukan  untuk dapat merealisasikan anggran tersebut. Memang seharusnya semua hal yang terkait dengan pelaksanaan sebuah kegiatan harus  didukung semua pihak sehingga tidak akan didapati ganjalan, namun kenyataannya tidak demikian, karena masih banyak peertimbangan yang harus disampaikan sehingga pada akhirnya ijin tidak dikeluarkan.

Namun harus diakui bahwa  ternyata ada kegiatan yang terpaksa dilakukan di akhir tahun karena pekerjaan tersebut tidak disentuh karena harus mendahulukan pekerjaan lainnya, sehingga pada saat yang genting tersebut, akhirnya terpaksa diselesaikan dan  pelaksanaannya  pasti  harus  sudah menyentuh akhir tahun.  Ada kalanya sebuah kegiatan yang dilakukan pada pertengahan tahun dan seharusnya dalam waktu  dua bulan harus dapat diselesaikan laporannya, tetapi entah karena kesibuakan  apa lalu laporan etrsebut harus tertunda sehingga baru menjalang pergantian tahun dapat diselesaikan.

Nah, jenis kegiatan tersebut akhirnya  dilaksanakan di tahap akhir, padahal hal tersebut menyangkut banyak satuan kerja yang membutuhkan kejelasan laporan penyelenggaraan event tertentu yang dilakukan secara bersama.  Memang terkadang kita menjadi tidak nyaman dengan kondisi seperti itu. Karena di satu sisi kita ingin menyelesaikan semua hal tepat pada waktunya, namun terkait dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak lain akhirnya terpaksa kita harus mengikuti irama yang dijalankan oleh pihak lain tersebut.

Namun setidaknya jika seluruh pekerjaan dan kegiatan yang ada  pada kita sudah semuanya dijalankan maka  pekerjaan yang dijalankan bersama tersebut adalah  merupakan sebuah pengecualian semata, karena pasti itu hanya  sangat sedikit persen  dalam kesleuruhan program  pada kita.  Celakanya apa yang adacpada diri kita juga  relative sama dengan apa yang terjadi di lain tempat sehingga  semua hal yang belum selesai justru malah tampak banyak karena semuanya masih belum final dan masih memerlukan perhatian kita.

Tentu kita harus mampu untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap smeua kegiatan yang kita jalankan selama satu tahun berjalan dan harus ada komitmen yang kuat untuk mengubah kebiasaan buruk menyelesaikan kegiatan di akhir tahun. Pengalaman beberapa tahun tentu sudah cukup untuk melakukan pembanahan menyeluruh, termasuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika ada penundaan dari pusat atau jika terjadi kemacetan dalam anggaran berjalan.  Jika komitmen tersbeut dijalankan dengan serius, maka kita yakin smeua kesulitan akan mampu diatasi dengan mudah.

Sesungguhnya smeua pihak sudah menyadari tentang  hal tersebut, namun komitmen utnuk mengubahnya itulah yang masih emnjadi masalah.  Semua ingin  melakukan sesuatu  sesuai  kebiasaan, padahal untuk mengubah kebiasaan yang buruk tersebut diperlukan sebuah  kesungguhan dan niat yang tulus dalam melakukan perubahan.  Kalau hal tersebut belum didapatkan, tentu akan masih sulit bagi kita untuk berharap lebih banyak mengatasi masalah yang  terus menrus menjadi warisan tersebut.

Kalau kita  ingin mewariskan sesuatu kebiasaan yang baik dan berkinginan untuk mengubah sesuatu yang kita anggap buruk menjadi sesuatu yang baik dan memudahkan, maka tidak ada kata lain, selain kita harus mampu mengubah kebiasaan menumpuk kegiatan a di akhir tahun tersebut. Pasti ada jalan yang memudahkan bagi kita jika kita memang serius dalam  maslah ini.  Kita sangat yakin bahwa Tuhan pasti akan menolong hamba Nya yang berniat memperbaiki kondisi sehingga menjadi jauh lebih baik dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.