KRITIK TERHADAP ILMU FALAK

Pada awalnya ilmu falak tersebut merupakab bagian dari ilmu astronomi yang lebih luas, para ulama dahulu menguasai ilmu astronomi secara lebih luas, namun seiring dengan kebutuhan praktis dalam rangkaian ibadah bagi umat muslim, lalu ulama  merumuskan ilmu falak etrsebut sesuai dengan kebutuhan peribadatan umat muslim semata.  Jadilah ilmu falak tersebut hanya  membahas  hal hal yang terkait dengan waktu waktu shalat, awal dan akhir bulan Qamariyah, gerhana, bukan maupun matahari, dan mengukur  arah kiblat.

Ilmu falak tidak  membicarakan mengenai  galaksi secara umum dan  akhirnya  ilmu ini jauh dari membicarakan masalah kondisi dan perubahan alam, termasuk membicarakan tentang kondisi uadara, tingkat kelembaban sebuah daerah, tentangbintang bintang, tentang hujan, tentang  angina laut dan lainnya.  Memang amat sayang jika ilmu falak tersebut kemudian tereduksi sedemikian rupa hanya untuk kebutuhan peribadatan umat muslim saja.

Karena itu sudah saatnya para ahli  bidang ilmu ini harus mengupayakan pengembalian ilmu ini kepada habitatnya semua yang mempelajari alam semesta secara lebih umum.  Memang kalau kita mempelajari sebuah ilmu sebaiknya lebih focus kepada  satu bidang saja agar levbih mendalam, dan bukannya  mengambil yang lebih luas, namun jika kita akan mengembangkan ilmu ini lebih luas lagi tentu juga harus diambil bidang lainnya yang tidak hanya terkait dengan kebutuhan peribadatan umat muslim semata.

Saat ini yang dibtuhkan ialah mengkombinasikan anatar para ahli astronomi  murni dengan ilmu falak, karena dengan kombinasi etrsebut diharapkan aka nada persentuhan diantara keduanya dan kemudian dapat dilakukan upaya upaya nyata untuk memperluas jangkauan ilmu falak ini yang dulu pernah menjadi bahan kajiannya.  Tentu tidak mudah, namun jika sudaha ada keinginan untuk melakukannya, meskipun bertahap tetap jelas  ada perubahan menuju kea rah sana, dan itu tentu akan semakin membuat ilmu ini dikenal secara luas oleh kalangan ilmuwan dunia. Sebagaimana ilmu astronomi.

Jenis ilmu ini adalah ilmu aksakt, sehingga tidak banyak umat manusia yang menekuninya, dan hanya orang orang tertentu saja yang berkinginan  mendalaminya.  Justru karena itulah ilmu ini harus dijaga keberadaannya dan dikembangkan sehingga pada saatnya tidak akan musnah dan ditinggalkan oleh manusia.  Namun kita sangat yakin bahwa ilmu ini masih gbanyak penggemarnya, meskipun masih seperti saat ini.  Artinya meskipun belum dikembangkan ek arah yang lebih luas, tetapi masih digemari oleh orang orang tertentu.

Setidaknya kita masih dapat bangga dan berharap bahwa ilmu ini memang masih akan bertahan lama di dunia ini. Lebih lebih jika kita mampu mengembangkannya sedemikian rupa menjadi  ilmu yang lebih mempunyai obyek kajian yang lebih luas, dapat diprediksi penggemarnya akan semakin banyak. MUngkin bagi orang aam  terkait dengan ilmu ini akan tidak suka  ketika harus berhubungan dengan  galaksi dan planet serta hal hal yang terkait dengan ruang angkasa, namun bagi yang dapat menikmatinya, tentu hal etrsebut akan semakin menjadi asyik.

Semakin seseornag masuk ek dunia tersbeut, maka akan semakin asyik menikmati segala macam benda benda  dunia yang demikian hebatnya.  Bahkan bagi mereka yang sebelumnya tidak beriman  sekalipun, pada akhirnya akan sampai juga kepada sebuah kesimpulan bahwa  kenyataan  yang dilihatnya tersbeut pasi ada penciptanya yang  Maha, karena tidak mungkin kenyataan tersebut terjadi dengan sendirinya dan tidak akan saling tabrak jika tidak ada kekuatan yang mengatur dan mengendalikannya.

Smapi di situ  kemudian ketika diberikan informasi bahwa  yang mengatur dan memncipatakn smeua itu ialah Tuhan yang bernama Allah swt, maka dengan mudah dia pasti akan tunduk dan mengakuinya.  Dengan demikian saat itulah dia  akan dnegan mudah menyatakan keimanannya dan menjadi orang yang kemudian snagat kuat keimanannya kepada Allah swt.  Nah, kalau bagi merka yang sebelumnya sama sekali tidak beriman saja akan dengan mudah mengimani Allah,  apalagi bagi kita yang sudah bermodal iman, tentunya akan semakin yakin dengan imannya tersebut.

Kembali kepada ilmu falak saat ini yang hanya mempelajari masalah yang terkait dengan persoalan ibadah umat muslim, tentu tidak akan mampu menemukan sesuatu yang spektakuler, karena persoalannya hati itu itu saja.  Coba kita lihat masalah yang selalu dikaji ialah bagaimana kita meluruskan arah kiblat atau ka’bah dari seluruh penjuru dunia. Tentu masalah ini tidak akan mampu menemukan sesuatu yang heboh  dan mengundang banyak ilmuawan menjadi kagum dan mengakuinya sebagai temuan yang spektakuler.

Kemudian juga masalah  terkait dengan waktu waktu shalat. Kita tahu bahwa wktu shalat sebagaiman ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw ialah melalui perjalanan matahari, yakni bahwa waktu shalat dhuhur ialah setelah matahari bergeser sedikit ke barat, lalu waktu Ashar ialah jika bayangan sesuatu itu sudah menjadi dua kali lipat, waktu maghrib itu ialah jika matahari sudah terbenam di ufuk Barat, dan waktu Isya’ ialah jika  awqan merah sudah terbenam sehingga tidak ada lagi  perciakn sinar matahari yang kemerah merahan, dan waktu subuh ialah jika fajar sudah terbit.

Nah, yang dibahas dalam ilmu falak ialah menentukan kapan tepatnya metahari sedikit bergeser ke barat dan seterusnya.  Tentu permasalahan ini juga tidak akan mampu menemukan sesuatu temuan yang heboh dan menarik para ilmuwan lainnya untuk mengapresiasi.  Demikian juga tentang gerhana matahari ataupun gerhana bulan yang sesungguhnya swecara teoritis sudah diketahui banyak orang, dan hal yang ditekankan dalam ilmu falak ialah tentang posisi matahari dan bulan yang sejajar dan seterusnya, dan ini juga tidak akan dapat ditemukan sesuatu yang luar biasa.

Lalu bahasan tentang awal dan akhir bulan Qamariyah yang terkait dengan munculnya bulan sabit, sehingga ilmu falak ini akan memfokuskan kepada posisi bulan saat matahari terbanam, dan kemudian masih juga diantara para ahli membicarakan mengenai posisi hilal tersbeut, apakah sudah mampu untuk dilihat dnegan mata kepala ataukah cukup sudah berada di atas ufuk, dan perbedaan ini hingga kita belum dapat penyelesaian yang memuaskan smeua pihak dan perbedaan ini akan terus terjadi dan mungkin juga akan emnghabiskan energy.

Karena itu  sebegaimana diusulkan di atas, sudah saatnya ilmu ini dikembangkan lebih luas sesuai dengan ilmu astronomi, sehingga akan banyak meungkinan aad penemuan spektakuler dalam kajiannya ; khususnya yang terkait dengan benda benda ruang angkasa yang masih banyak bidang yang belum tersentuh oleh manusia.  Tuhan menciptakan alam semsta ini tentu dengan berbagai tujuan yang manusi sendiri  belum mengetahuiinya secara pasti.  Karena itu masih banyak hal yang sampai saat ini belum diketahui oleh manusia dan mungkin pada saatnya akan diketahui melalui riset yang dilakukan dengan benar.

Sebagaimana disebutkan di atas tentu para ahli dalam bidang ilmu ini tidak akan mampu mengembangkannya sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan  ahli lainnya, khususnya  pada ahli astronomi.  Karena itulah sudah saatnya kita mengundang mereka untuk melakukan  berbagai inovasi  dan riset bersama untuk mengembangkan ilmu falak ini dan sekaligus mengembalikannya kepada habitat semula, semoga dapat terealisasi, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.