DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT

Terkadang orang yang diberi kemampuan atau keistimewaan tertentu, kemudian lupa diri bahwa  semua itu hanyalah titipan dari Tuhan, dan kemudian malah sombong seoalh itu merupakan miliknya sendiri dan sama sekali tidak ada campur tangan dari Tuhan. Nah, pada saat kemudian ada pihak lain yang mampu menendingi atau melebihi kemampuan dirinya, barulah dia sadar bahwa apa yang dimiliki tersebut belum yang gterbaik dan tertinggi.  Menhadari hal tersebut terkadang dia juga tidak mau menerimanya dan kemudian berusaha untuk merusaka reputasi pihak lain yang mempunyai kelebihan dari dirinya tersebut dengan berbagai cara kecurangan.

Itulah sebuah congoh bilamana tidak  mau merenungkan bahwa semua yang dimiliki tersebut hanyalah barang titipan dari Tuhan yang sudah semestinya dipergunakan sebaik baiknya untuk membangtu dan dibagi dengan yang lain.  Jika kita menyadari bahwa akemampuan yang ada pada diri kita, apakah itu ilmu pengetahuan, apakah itu harta, apakah itu jabatan dan lainnya, semuanya hanyalah titipan Tuhan, pastilah akan semakin membuat diri kita tetap rendah hati dan sama sekali tidak berani sombong.  Kita harus menyadari bahwa barang titipan itu sewajtu waktu  dapat diminta kembali oleh yang mempunyai, sehingga tidak ada hak bagi kita untuk sombong.

Bagi Tuhan Sang Pemilik seluruh alam semesta ini, akan sangat mudah untuk meminta kembali semua yang ada dan dititipan kepada makhluk Nya.  Karena itu sebagai hamba Tuhan yang baik, tentu kita harus terus menerus memohon kepada Nya agar kita selalu diberikan karunia yang gterbaik untuk kehidupan kita.  Tentu kita juga harus tahu diri bahwa kalua kita selalu meminta,  maka kita juga harus mengimbanginya dengan mentaati semua perintah dan menjauhi semua larangan Nya.  Kesadaran seperti itulah yang akan mengantarkan diri kita mamapu menjalani hidup secara  normal bahkan mendapatkan kebahagiaan sejati.

Tentu akan salah besar bagi siapapun yang mempunyai kelebihan tertentu, semisal kelebihan dalam hal ilmu pengetahuan, lalu menyombongkan diri bahwa hanya dirinyalah yang terpitar di atas dunia ini, lalu tidak menganggap kepada pihak lain dan bahkan merendahkannya.  Ingatlah bahwa pada saatnya  pasti akan muncu; ;pihak lain yang lebih pandai dan cerdas dari pada dirinya dan itu pasti  akan membuat dirinya menjadi rendah dan sama sekali gidak lagi mam;pu menhyombongkan dirinya, terkecuali bila dia memang tidak mempunyai hati dan pikiran yang sehat.

Demikian juga  ketika ada orang yang kebetulan dikaruniai harta yang banyak oleh Tuhan lalu dia sangat sombong dengan kekayaannya tersebut, maka  tunggulah pasti  pada saatnya akan muncul pihak lain yang lebih kaya ketimbang dirinya, dan biasanya bagi pihak yang suka menyombongkan diri tersebut akan mendapatkan  ketidaka tenangan hidup setelah muncul saingan lainnya yang lebih  unggul.  Hanya mereka yang terus mensyukuri nikmat Tuhan sajalah yang tidak akan merasa tersaingi dan hatinya tetap tenang serta selalu berbagi kekayaannya tersbeut dengan sesame yang membutuhkan.

Itulah keuntungan bagi mereka yang  merasa bahwa tidak ada yang terhebat dalam bidang apapun di dunia ini, karena  sehebat apapun, pasti ada yang lain yang lebih hebat, karena itu smeua adalah titipan dari Tuhan.  Hanya kalua kemudian orang mau berbagai dan menolong mereka yang lemah sajalah yang akan  mendapatkan kehebatan sejati meskiipun hatinya tetap tidak merasakan kehebatan tersebut.  Di samping itu jika orang selalu mau berbagi dnegan lainnya, Tuhan pasti akan semakin mepermudah  jalan rizkinya, sehingga kehidupannya akan semakin mudah dan rizkinya akan semakin melimpah, tetapi tidak ditumpuk untuk kekayaan,  melainkan akan semakin terbuka untuk membantu pihak lain.

Dahulu dalam cerita Firaun, yang merasa dirinya  paling hebat sehingga mengaku sebagai Tuhan, lalu  Allah swt mendatangkan  nabi Musa yang tidak sekaya dia, namun kemudian mampu mengalahkan Firaun dengan  mukjizatnya yang mengalahkan  para ahli sihir kepercayaannya.  Itu saja sudah  membuat Firaun menjadi merasa kecil karean dikalahkan oleh Musa yang dianggap sebagai kerikil  kecil.  Cerita selanjutnya kita sudah tahu bahwa  Firaun akhirnya mati didasar lautan karena kesombongannya dan tidak rela kalua dikalahkan oleh nabi Musa.

Tentu masih banyak cerita di dunia ini yang  kesimpulannya ialah siapapun yang mempunai kelebihan lalu berlaku sombong, pasti akan mengalami nasib buruk sebagaimana orang orang terdahulu.  Kita juga   sangat kenal dengan cerita Karun yang begitu banyak mempunyai harta sehingga kunci dari seluruh hartanya yang selalu dibawa oleh pembanatunya karena takut dicuri orang, pada alhirnya harus mati ditelan bumi sehingga cerita tersebut memberikan inspirasi bagi siapapun sampai saat ini bahwa jika menemjukan harta di dalam bumi, maka dianggapnya sebagai harta Karun.

Demikian juga cerita di negeri kita sendiri tentang para  cukong  di desa desa yang menguasi ekonomi umat dan kemudian memeprmainkan rakyat kecil dan tidak segan memerasa mereka, mengeksploitasi mereka dan menindas mereka, pada akhirnya mengami nasib yang mengenaskan.  Karena itulah sudah seharusnya kita yang hidup di zaman ini dan mampu membaca semua cerita etrsebut, menjadikannya sebagai  pelajaran yang sangat berharga untuk menyambut masa depan  kita yang lebih baik dan tidak mengalami nasib buruk sebagaiamana dialami oleh mereka.

Sudah barang tentu kita mempunyai cara terbaik  yang telah diteladankan oleh hamba terbaik yakni nabi Muhammad saw yang  sarat dengan keteladanan  yang patut dan bahkan harus kita wujudkan dalam keseharian kita.  Intinya jika kita merasakan bahwa  apapun yang kita punya adalah hanya titipan dari Tuhan, maka kita harus menjaganya dengan baik, dan mengikuti apapun yang diperintahkan Nya.  Tuhan memerintahkan kepada kita untuk bersedekah, maka harta yang dititpkan kepada kita tersebut juga harus kita sedekahkan dan gunakan untuk kepentingan yang lebih luas.

Karena itu kalaupun kita diberikan  kelebihan oleh Tuhan dalam hal tertentu seperti ilmu pengetahuan, maka  kita harus semakin rendah hati di hadapan siapapun, dan mau memberikan pengetahuan kita tersebut lkepada sesame.  Demikian jug ajika kita mempunyai kelebihan harta, maka kita juga hafrus mentasarrufkannya ke jalan yang baik, terutama untuk menolong mereka yang masih sangat mebutuhkan uluran tangan kita.  Jangan sampai justru kita menjadi pihak yang semakin membuat menderita mereka yang miskin karena sikap dan tindakan kita yang justru bertentangan dengan keinginan Tuhan.

Semoga  kita akan senantiasa diberikan hidayah oleh Tuhan agar kita terus menerus berada dalam jalan yang diridlai oleh Nya.  Sudah barang tentu untuk mendapatkan ketetapan yang demikian kita harus terus menerus memohon kepada Nya dan melakukan upaya upaya terbaik untuk mendukung permohoan kita tersebut, seperti kita harus  berbagai harta dengan sesame jika permohonan kita terkait dengan permohonan harta, demikian juga dengan ilmu pengetahuan dan hal lainnya.  Allah swt pastinya akan  mengabulkan permphona n kit ajika kita lakukan secara tulus dan didukung oleh  sikap dan kelakuan kita yang baik dan sesuaid engan perintah perntah Nya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.