CERMAT DALAM MEMILIH

Hidup itu adalah pilihan, artinya untuk mampu hidup secara eksis, seseorang memang harus memilih, apakah itu memilih pendidikan, memilih jodoh, memilih tempat tinggal, memilih pekerjaan dan lainnya. Namun ada kalanya  tidak semua orang itu dapat memilih sesuai dengan keinginan hati nuraninya, karena banyak diantara manusia yang tidak mampu memilih, melainkan sekedar karena keterpaksaan. Namun kemudian ketyerpaksaan etrsebut lalu diyakini itulah memang pilihan yang terbaik, sebagai takdor Dario Allah swt.

Karena itu banyak orang yang sesungguhnya ingin  memilih pekerjaan tertentu, namun karena keadaan yang memaksanya harus berganti haluan, sehingga akhirnya harus memilih jenis pekerjaan yang sama sekali sebelumnya dicita citakan.  Tetapi anehnya jenis pekerjaan yang tidak pernah diimpikan tersbeut ternyata malah menjadi pilihan akhirnya dan memberikannya  banyak manfaat.  Demikian juga banyak diantara umat manusia yang menginginkan menjalin jodoh dengan seseorang tertentu, namun nasib menakdirkan lain, sehingga akhirnya harus berjodoh dengan pihak lainnya.

Namun sekali lagi, ternyata jodoh itulah yang mengantarkannya meraih kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan batinnya.  Tidak berbeda ialah banyak diantara umat manusia yang memilih seendiri tempat tinggal di suatu tempat tertentu, namun pada akhirnya  harus berpindah ke tempat lainnya yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan, tetapi justru malah menjadi tempat tinggalnya hingga ajal menjuemputnya.  Itulah kenyataan hidup yang kemudian orang menetapkan sebagai takdir dari yang maha Kuasa.

Tetapi  kenyataan tersebut bukan berate kita dapat menyimpulkan bahwa kita  tidak perlu memilih milih dan mengalir saja, toh yang akan menentukan akhir adalah Tuhan. Sebab kalau kita menyerah sebelum bertanding dan sama sekali tidak mempunyai pilihan, maka kita akan  tidak mendapatkan apa apa selain penyesalan semata. Bagaimanapun cerita akhirnya, namun setiap manusia harus mempunyai pilihan dalam berbagai hal sebagaimana disebutkan di atas, setidaknya pilihan untuk menjadi pihak yang akan menempuh hidup dalam keadaan sejahtera haruslah ditanamkan dalam jiwanya.

Bahkan hanya sekdar sesuatu yang kita anggap kecil saja kita harus memilih, seperti saat kita akan membeli pakaian, kita juga harus memilih, mungkin yang sesuai dengan selera, baik dalam warna, model dan juga bahannya.  Untuk menentukan mebeler dalam rumah saja orang mesti memilih agar sesuai dnegan keinginan dan kenyamanan saat digunakan. Saat kita akan menentukan cat rumah yang kita tinggali juga mesti memilih warna yang  indah dan sesuai dengan kenyamanan kita dan lain sebagainya.

Memang untuk urusan lainnya seperti memilih jodoh, kita hanya dapat berikhtiyar, karena jodoh itu berada di tangan Tuhan.  Akan tetapi meskipun dmeikian kita harus berusaha untuk memilih yang kita anggap terbaik dan akan mengantarkan kita meraih kebahagiaan lahir dan batin.  Namun  kalau kemudian pilihan kita tersebut  tidak mampu meraih keinginan kita dan kemudian Tuhan menentukan lain, tentu kita juga harus mampu menerima dengan tulus sehingga keinginan hakiki kita untuk hidup bahagia lahir dan batin akan tetap dapat kita wujudkan.

Jadi selama  keinginan kita tersebut secara akal dapat kita lakukan dengan meilih yang kita anggap yang terbaik, maka sudah seharusnyalah kita akan memilih.  Ketika kita  akan menyekolahkan anak anak kita, tentunya kita juga akan mempertimbangkan sekolahnya tersebut, apakah nantinya akan mampu mengantarkan anak kita menjadi orang yang  pintar, berakhlak mulia dan sekaligus mempunyai wawasan kebangsaan yang kuat.  Jika smeua keinginan etrsbeut dapat diharapkan dari sekolah tersebut, tentu kita akan memilihkannya untuk anak kita.

Namun dmeikian ketika  semua orang berkeinginan yang sama dengan keinginan kita, tentu pasti aka nada konpetisi, dan dalam setiap kompetisi pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah.  Dalam hal ini ada sebagian anak yang kemudian dapat masuk ek sekolah etrsbeut dan ada pula yang tidak dapat bergabung.  Nah, itulah yang kemudian kita harus menerima jika ternyata gagal masuk ke sekolah tersebut, dan kita harus segera meyakini bahwa itu smeua sudah diputuskan oleh Allah dan justru akan semakin memantapkan kita bahwa piliha kita ialah yang diberikan oleh Allah, yakni dimana anak kita dapat bergabung.

Biasanya pilihan yang terkait dengan sebuah misi khusus yang berkaitan dengan prinsip hidup, harus diutamakan dan diperjuangkan sedemikian rupa sehingga  akan mampu kita raih.  Bahkan p[iliha kita tersebut terkadang dapat kita alihkan kepada yang lain jika pilihan pertama meleset.  Contohnya ialah saat kita memilih jodoh, ternyata  calon pasangan yang kita inginkan ternyata tidak mau berjodoh dengan kita, maka kita harus mampu menerimanya dengan tulus dan kemudian berusaha mengalihkan pilihan kepada yang lain, meskipun pada awalnya mungkin cukup berat.

Banyak orang  menyatakan bahwa urusan perasaan itu jauh lebih sulot dikendalikan ketimbang urusan yang   akli. Jika  perassaan etrsebut sudah merasuk ke dalam hati, maka semua jalan terkadang mampu dijalani dan segala rintangan akan mampu didobraknya.  Itu kalau  perasan etrsebut bertaut dengan calon pasangan, namun jika bertepuk sebelah rtangan tentu akan  lebih mudah untuk mengatasinya, yakni  lebih ammapu cepat mencari gantinya.  Hanya saja kalau rintangan tersbeut  berasal dari luar, seperi ketidak setujuan orang tua misalnya, maka itu akan sulit mencari gantinya, terkecuali kalau memang sudah mampu memasrahkan semua urusannya kepada Tuhan.

Demikian juga dalam hal memilih pekerjaan, kita memqng harus berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan keinginan kita tersebut, lebih lebih jika pekerjaan tersbeut tidak ada hubungannya dengan kepentingan pihak lain.  Sebagai contoh misalnya kita ingin membuka usaha tertentu, namun kemudian kita kekurangan modal, maka itu masih dapat diatasi dnegan usaha lain yang memungkinkan, tetapi yang terpenting ialah usaha tersebut tetap jalan dan mampu berkembang dengan baik.

Karena itu untuk kepentingan ini kita memang harus mempunyai komitmen diri yang kuat untuk menentukan  sendiri usaha yang kita pilih tersebut dan kemudian kita konsisten untuk mengembangkannya dan tidak mudah terpengaruh oleh rayuan pihak lain untuk berpindah usaha atau berganti haluan, sebab jika kita mudah berganti haluan dan tidak focus, maka kemungkinannya ialah kita tidak akan pernah memperoleh kemajuan dan kemapanan, karena harus terus berganti usaha yang tidak jelas masa depannya.

Sementara itu memilih tempat tinggal jugha tidak  mudah dan harus diupayakan sedemikian rupa sehingga apa yang kita inginkan akan terwujud. Kita yakin bahwa tempat tinggal itu akan mempengaruhi kehidupan kita secara umum. Jika laingkungan tempat tinggal kita  sangat mendukung untuk  pem,bentukan keluarga yang bahagia, maka itu akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi kita, apalagi kalau kemudian juga aman dan nyaman dari sisi estetikanya, pastilah akan sangat memberikan nuansa bahagia secara lahir dan batin.

Tentu akan sangat berbeda dengan lingkungan  yang amburaduil dan  masyarakatnya sama sekali tidak mengenal  silatyurrahim tidak mengenal saling sapa dan lainnya, tentu kita akan seperti berada dalam neraka, karena  tempat ibadajh saja akan sulit dicari dan anak anak kita pastinya tidak akan terbiasa  untuk berjamaah dan berkebiasana baik.  Karena itu memilih tempat tinggal menjadi snagat menentukan kel;angsungan hidup kita.

Pendeknya semua hal dalam hidup ini memang harus ada polihan yang terbaik, walaupun kita tetap menyadari abhwa tidak smeua keinginan kita tersebut akan sesuai dengan kenyataan, namun setidaknya kita sudha berusah dan  kalau gagal kita mampu menyikapinya dengan bijak sehingga tidak akan menjadi  putus asa atau  tidak terarah tujuan hidup kita, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.