ASN YANG ANTI PANCASILA?

Berita mengagetkan kepada kita semua  yang dating dari  dirjen Politik dan pemerintahan umu kementerian dalam Negeri yang menyatakan bahwa 19,4 % ASN terindikasi anti Pancasila.  Sebagaimana diketahui bahwa Sebelumnya, Mayjen (Purn) Soedarmo sebagai dirjen menyebut, sebanyak 19,4% ASN tidak setuju dengan ideologi Pancasila.  Data 19,4% PNS anti-Pancasila itu dikutip dari survei Alvara Research, 10 September-5 Oktober 2017 di enam kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Survei mengambil 1.200 responden dengan kalangan ASN, swasta/profesional dan di BUMN, dengan rentang usia 25-40 tahun. Sudah barang tentu bukan temuan main main, dan harus dilakukan proses untuk menelusuri, siapa saja mereka yang terindikasi anti Pancasila etrsebut. Kita tahu bahwa ASN itu merupakan pegawai yang digaji dari pemerintah yang saat ini mendasarkan  ideologinya kepada Pancasila. Nah kalau ada  diantara para ASN yang  menolak Pancasila sebagai dasar Negara, etikanya dia harus keluar dari ASN.

Tentu kita sangat menyayangkan hal tesebut karena bagaimanapun mereka yang hidup dan mengakui sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus mau mengakui Pancasila sebagai dasar Negara, apalagi sebagai ASN tentu haram hukumnya menolak Pancasila, sementara dirinya masih makan dari gaji dari Negara.  Tentu kita juga harus menanyakan  tentang kebenaran survey tersebut, apakah sudah memakai prosedur yang benar sehingga hasilnya dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan.

Jika memang dmeikian halnya, yakni survey tersbeut dapat dipertanggung jaabkan, tentu harus ditindak lanjuti oleh yang berwenang sehingga akan dapat diketahui siapa mereka itu.  Jangan jangan  justru ASN yang anti Pancasila  jauh lebih banyak ketimbang hasil survey dan kalau itu terjadi, berarti kita sudah darurat dan harus segera melakukan langkah langkah kongkrit untuk emmbersihakn aparatur Negara tersebut dari persoalan kronis tersebut.

Sudah barang pasti pemerintah harus  melakukan kajian mendalam dan sekaligus merumuskan sanksi  kepada meeka yang terbukti  anti Pancasila.  Sudah seharusnya bagi mereka yang terbukti anti Pancasiola harus dikeluarkan dengan tidak hormat dari ASN atau PNS, dan ditambah lagi dengan sanksi lainnya yang setimpal.  Sebagai ASN mestinya  sejak awal sudah menyadari bahwa dirinya adalah aparatur Negara yang dipercaya untuk memberikan layanan terbaik bagi seluruh anak bangsa.

Dengan begitu pemahamannya tentang Pancasiola dan kebangsaan seharusnya juga sudah selesai.  Dengan dmeikian seluruh ASN sudah tidak diragukan lagi tentang masaljh tersbeut dan tidak lagi dikhawatirkan  akan terpengaruh dengan  paham  lainnya seperti radikalisme dan terorisme.  Jika kejadian ini dibiarkan dan pemerintah tidak bertindak tegas, pasti pada saatnya nanti akan muncul kejadian yang sama atau bahkan l;ebih membahayakan lagi kepada Negara kita.  Seluruh ASN yang tidak terindikasi  anti Pancasila juga tentunya akan terusik dengan  paham sebagian  diantara mereka itu.

Sekali lagi berita mengenai indikasi ASN yang mencapai jumpah 19,4 persen terindikasi anti Pancasila sangat meresahkan kita semua.  Karena jangan jangan di sekitar kita ada yang berpaham demikian yang itu artinya akan menghambat usaha kita untuk membangun dan memberikan sesuatu yang terbaik  di neerir ini dari ASN.  Kita juga tahu bahwa PSN saat ini baru saja mengalami perbaiakn dari emej buruk yang selama ini dialamatkan kepada PSN yang dianggap sebagai malas dan sering bolos dari kerja serta inginnya menghabiskan  uang operjalanan dinas semata.

Bagi kita yang sudah berusaha dnegan sekuat tenaga mengubah kesan etsrebut dan sudah cukup berhasil, lalu saat ini ditambah lagi dnegan persoalan anti pancasila.  Kita jadi tidak mengerti mengapa mereka dapat ebrbuat demikian, padahal sudah terbukti bahwa Pancasila itu merupakan ideology dan dasar Negara yang sudah terbukti ampuh untuk menanggulangi berbagai persoalan bangsa dan kemudian mikta sudah yakin dan sepakat bahwa Pancasila itulah yang paling cocok menjadi dasar Negara kita.

Lalu mengapa masih ada diantara  anak bangsa, bahkan ASN lagi, yang mencoba untuk tidak  menggunakan Pancasila tersebut.  Karena itu sekali lagi kita berharap ada tindak lanjut dari pemerintah untuk menelusuri hal ini dan kemudian memberikan sanksi hukuman kepada mereka yang terbukti, agar yang lain menjadi lebih tenang dan dapat berkonsentrasi dalam memberikan layanan terbaik bagi sleuruh warga bangsa.

Dengan adanya informasi tersebut, sudah seharusnya kita  berhatio hati dan cermat dalam merekrut para calon ASn tersebut, lebih lebih saat ini kita sedang proses untuk merekrut mereka.  Artinya jangan smapai kita kecolongan dnegan jenis ASN yang bukannya  memperkuat barisan kita, melainkan justru melah merong rong keberadaan kita sebagai abdi Negara.  Karena itu dalam menyeleksi mereka, khususnya dalam seleksi bidang, kita harus ekstra hati hati dan cwermat agar semua yang kita loloskan  benar benar sesuai dengan keinginan kita.

Namun saat ini persoalannya ialah para calon tersebut pas pasan, yang artinya stok untuik calon ASN saat ini sangat minim, karena diantara sekian banyak yang mendaftar ternyata hanya sedikit yang lolos CAT.  Dengan kondisi etrsebut kita menjadi serba sulit, karena ada pertarungan diantara kebutuhan ASN yang mendesak denagn kenyataan  calon yang sangat terbatas.  Jadinya kita tidak mampu menyeleksi mereka dengan mudah.  Namun jika komitmen kita kuat, maka satu pun juga tetap harus kita uji dengan baik.  Artinya jika calon yang hanya satu etrsebut ternyata tidak lolos dalam tes bidang, maka kita harus berani untuk tidak meloloskannya.

Kita juga harus meningkatkan pengawasan kepada ASN kita, siap[a tahu ada diantara mereka yang terindikasi mengikuti  aliran aliran yang  demikian, sehingga kita akan dapat mendeteksi dini dan memebrikan pembinaan sebelum semakin menjadi  kuat. Namun kita sesungguhnya sangat yakin bahwa diantara ASN di lingkungan kita tidak ada yang terangkut dengan aliran tersebut.  Semoga perjalanan kita untuk mengantarkan  cita cita kita sebagai ASN dalam mencerdaskan anak anak bangsa melalui lembaga pendidikan tinggi ini dapat tercapai tanpa rintangan yang berat.

Beberapa waktu yang lalu kita mendengar informasi tentang adanya sebagian diantara ASn yang dengan tegas menolak pemerintahan yang sah, dan itu sudah ditindak lanjuti dengan pemberian sanksi. Kita juga mendengar adanya sebagia ASN yang mendukuing organisasi yang sudah dilarang dan dibubrakan di negri ini karena  ajarannya yang akan mengganti  Negara ini dengan  yang lain, dan itu rupanya masih dalam proses penyelesaian dan sanksinya.  Namun sebagai bagian dari ASN, kita mengusulkan agar pemerintah tidak segan segan untuk memberikan sanksi berta kepada mereka yang sudha terbukti.

Kita tentu tidak ingin diganggu oleh  kenyataan  bahwa sebagian diantara ASN kita ternyata penganut aloran yang dilarang di negerir ini, padahal seharusnya ASN itu justru yang menjaga  Negara darui kemungkinan adanya pihak lain yang akan merusaknya. Beruntung  kita sudah medeteksi dini  kenyataan etrsebut sehingga masih ada waktu bagi pemerintah untuk mengusut tuntas  adanya indikasi tersebut dan segera memberikan sanksi tegas kepada mereka. Semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.