MEMPERINGATI MAULID NABI YANG BERKUALITAS

Pada umumnya peringatan mauled Nabi itu diidentikkan dengan membaca sejarah Nabi dan membaca shalawat, karena memang itulah yang selama ini selalu dilakukan dan bertahan hingga saat ini. Masyarakat lebih menitik beratkan persoalan peringatan mauled tersebut dengan persoalan  takdhim kepada nabi dan belum melirik kepada pemanfaatannya untuk membangun budaya  umat agar menjadi lebih baik dnegan mengacu kepada akhlka Nabi etrsebut.

Biasnaya persoalan pahala yang emnajdi  tujuan utama, yakni jika kita memepringati mauled nabi, itu berarti kita termasuk pihak yang hubbun Nabi atau mencintai nabi, dan  lebih lanjut akan berujung bahwa siapapun yang mencintai Nabi maka nanti dia khirat akan bersama Nabi di surge.  Dan itulah yang pernah disabdakan oleh beliau.  Akan tetapi hadis tersebut sesungguhnya mempunyai makna yang lebih dalam  dari sekedar kata cinta dengan membaca shalawat semata.

Artinya  kata cinta itu memang menjadi kata kuncinya, akan tetapi cinta itu sesungguhnya tidak cukup hanya diucapkan dalam lisan tanpa makna yang dalam.  Salah satu bentuk cinta kepada nabi memang  selalu dan sering membacakan shalawat kepada beliau, namun itu saja tentu belum cukup, karena cinta itu meniscayakan  pengorbanan.  Semantara pengorbanan  atas cinta kita kepada rasul bukan sekdar membacakan shalwat melainkan juga  mau menjalani apapun yang disukai oleh beliau.

Tentu kita akan bisa mengatakan bahwa cinta seseorang itu bohong belaka jika lisannay emngatakan cinta tetapi perbuatannya sangat bertolak belakang dengan apa yang biasa dijalankan oleh beliau.  Meskipun lisannya mengatakan cinta kepada nabi berkali kali, tetapi kalau dia suka menghardik anak yatim, menggusur orang lemah dan menganiaya sesamanya serta tidak pefduli dengan nasib para m,iskin, tentumkita dapat mengataknnya bahwa cinta  itu hanya bohong belaka.

Cinta kepada Nabi harus mampu dan mau berkorban untuk meninggalkan kesenangannya sendiri, demi mengikuti apa yang biasa dikerjakan atau diteladankan oleh Nabi, meskipun ityu sangat tidak kita sukai.  Memaafkan adalah kebiasaan nabi Muihammad saw, nah, kalau kita cinta kepada nabi tentunya kita juga harus mampu memberikan maaf kepada smeua orang yang bersalah kepada kita, termasuk mereka yang sangat menyakitkan semacam mereka yang memfitnah kita yang menipu kita dan lainnya.  Jika kita masih menyimpan dendam kepada mereka yang menyakiti kita atau masih mendoakan jelek kepada mereka, tentu kita belum benar benar cinta kepada Nabi.

Tidak salah memang memperingati mauled dengan membaca sejarah nabi dan sekaligus banyak membaca shalawat, namun jauh akan lebih bagus jika kita mampu meresapi makna dari sejarah nabi etrsebut, karena perjalanan beliau sarat dengan hikmah dan teladan yang seharusnya kita aplikasikan dalam kehidupan nyata kita.  Tentu yang terpenting ialah ada komitmen dalam diri kita untuk menjalankan  uswah dari beliau, meskipun belum maksimal.  Artinya kalau dalam epringatan mauled tersebut lalu timbul hasrat untuk meniru langkah bneliau dalam satu hal saja, maka itu sudah bagus dan selebihnya  akan disambung pada peringatan berikutnya.

Hal yang kurang baik ialah jika peringatan mauled tersebut diselenggarakan setiap tahun, namun tidak ada satupun uswah beliau yang kita warisi atau kita teladani dalam kehidupan kita.  Karena itu  kita memang harus mengupayakan  cara bagaimana kita mampu mencari peringatan yang berkualitas  sehingga akan emmberikan dampak posiotif bagi diri kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Beberapa hal berikut ini  jika dijalankan tentu akan  didapai kualitas peringatan mauled dalam diri kita, yakni:

  1. Membaca shalawat kepada nabi Muhammad saw secara baik dan tertib serta santun dan sekaligus berusaha untuk memahami sejarah tersebut,s ekaligus berusaha untuk menerapkan dalam kehidupannya.  Setidaknya mengambil satu sifat baik yang memungkinkan untuk dijalankan dalam kehiduapnnya, seperti mampu memaafkan piihak lain yang jelas jelas bersalah dan bahkan menyakitkannya. Lalu tidak menyimpan rasa dendam dan sakit hati pada saat ada p[ihak lain yang berbuat  dhalim kepadanya atau bahkan memfitnahnya sedmeikian rupa.  Atau mampu untuk besikap baik kepada orang yang selalu bersikap menyakitkan kepadanya.  Tentu semua itu merupakan  hal yang berat, khususnya kepada mereka yang selama ini selalu berbuat kontra terhadap telaan Nabi tersebut.
  2. Suka berbagi kepada sesame, khususnya mereka yang sangat membutuhkan bahwa kepada mereka yang selama ini selalu bersikap pelit kepada siapapun termasuk kepada dirinya. Lihatlah sikap nabi yang snagat agung tersebut saat beliau selalu saja menyuapi seorang Yahudi buta yang selalu memaki maii beliau tanpa mengetahui bahwa orang yang selam itu menyuapi setiap pagi ternyata itulah yang selalu dimakinya setiap saat.  Demikian juga sikap beliau yang tetap tidak dendam kepada orang yang selalu menyakiti beliau, yakni  sikap beliau yang ditunjukan pada saat orang yang selalu meludahi setiap hari sedang sakit dan tidak ada seorangpun diantara kawan kawannya yang menjenguknya, namun beliau justru orang pertama yang menjenguknya.
  3. Memperbanyak ibadah, terutama shalat tahajjud dan shalat shalat sunnah lainnya yang biasa dijalankan oleh beliau serta mendoakan kepada smeua orang, bukan hanya keluarganya saja.  Mungkin untuk  persoalan ibadah ini merupaklan keteladanan yang sangat mudah untuk dilaksanakan, namun tentu juga masih terasa berat bagi sebagian orang, karena harus bengun di tengah malam pada saat nyenyak tidur dan sedang mimpi indah.
  4. Bersikap dan berbuat baik kepada siapapun, terutama kepada para tetangga, rukun dengan sleuruh keluarga dan bersikap sangat baik dan bijak kepada anggota keluarganya. Sudah barang tentu masih banyak lagi hal hal  uswah yang telah disamapaikan oleh beliau agar diteladani oleh umatnya.  Namun beberap hal tersebut jika dijalankan dengan konsisten, tentu sudah akan sangat bagus untuk diri dan juga masyarakatnya.

Karena itu memperingati mauled Nabi Muhammad saw  yang berkualitas ialah jika kita mampu memebrikan teladan kepada diri dan keluarga serta masyarakat tentang pengamalan terhadap sikap dan sifat Nabi Muhammad saw.  Jika peringatan saat ini masih dilakukan dengan membaca  sejarah beliau melalui Diba’ atau barzanji dan lainnya, maka itu tetap dipertahankan namun  kemudian juga ditindak lanjuti dengan usaha memahamkan kepada umat tentang teladan yang ada di dalamnya.

Tentu akan jauh lebih bagus jika kemudian kita juga mau menyisihkan sebagian harta kita untuk bersedekah saat pelaksanaan peringatan mauled tersebut dengan memberikan makanan atau minuman kepada mereka yang memperingati mauled tersebut. Kan jau lebih afdlal jika kita juga mengundang anak anak yatim dan diberikan  hadiah sebagai bentuk sedekah kepada mereka, namun bukan dengan tujuan untuk mengeksploitasi mereka demi kepentingannya sendiri atau untuk kepentingan politik yang terselip dalam hatinya.

Kualitas perintana mauled tersebut bukan terletak pada gebyar dan meriahnya peringatan itu swendiri, melainkan justru terletak kepada dampaknya kepada umat.  Artinya  peringatan etrsebut akan dianggap berkualitas jika mampu membangkitkan umat untuk mengamalkan teladan yang sudah dilakukan oleh nabi dan sekaligus juga memberikan kesadaran kepada umat untuk menjadi lebih baik dan berusah untuk meniru kepada junjungan nabi Muhammad saw.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.