GAGAL MENJADI CPNS

Tahun ini memang  ada  formasi yang cukup lumayan banyak untuk menjadi ASN atau PNS, namun ternyata seleksi untuk itu berbeda standarnya dengan tahun sebelumnya, sehingga banyak diantara para peserta test yang gagal dalam test kompetensi dasar yang diselenggarakan oleh kementerian pendayaan  aparatur Negara dan reformasi  birokrasi, bahkan mereka yang  cerdas seklipun juga ada yang gagal lolos, padahal mereka itu lulusan luar negeri dan sudah kita ketahui kecrdasannya.

Lalu apa penyebab mereka banyak yang gagal dalam tast tersebut? Apakah semata hanya  standarnya yang berbeda atau kroiterianya yang dinaikkan dari  yang dahulu ataukah memang soalnya sangat sulit dan lainnya.  Namun kalau kenyataan etrsebut  adalah  umum dan dialami oleh hamper seluruh pelamar, maka ini harus dicari penyebabnya, jangan jangan memang soalnya yang terlalu sulit atau standarnya yang terlalu tinggi dan lainnya.

Jika nanti yang lolos tidak sampai separoh dari formasi yang disediakan, sebaiknya secepatnya kemenpan rb harus melakukan evaluasi dan  dilakukan  seleksi ulang atau hanya dengan mlihat hasil tes lalu diturunkan standarnya sehingga akan  banyak calon yang tadinya tidak lolos menjadi terkatrol lolos.  Kita sangat meras eman jika formasi  PNS disediakan banyak untuk memenuhi kebutuhan pokok instansi, lalu para pendaftarnya tidak lolos dan hanya mendapatkan CPNS yang sangat sedikit, maka  kerugian tentu  akan diderita oleh para  satker yang mengharapkan akan bertambahnya tenaga.

Saat ini pihak kemenpan rb sudah menyadari  bahwa sudah banyak calon yang berguguran di seleksi dasar, meskipun masih dalam proses ujian atau test.  Mungkin juga sudah dilakukan evaluasi  meskipun belum cermat, namuan gambaran secara kasarnya sudah dapat ditangkap dan  seharusnya secepatnya dibuat kebijakan yang sesuai dengan tujuan awal penerimaan cpns yakni untuk memenuihi kebutuhan dasar dan pkook di berbagai satker dan kementerian/lembaga yang ada.

Kita juga sudah mendapatkan laporan mereka yang sudah menjalani test  yang awal, bahwa tingkat kelolosan peserta tidak mencapai 10%. Tentu ini sangat menyakitkan dan  merugikan.  Apakah kemudian kita akan menuduh bahwa system pemberlajaran di perguruan tinggi kita begitu buruknya sehingga mereka yang sudah lulus dari perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi besar dan terkenal, ternyata  lulusannya tidak lolos ujian CAT yang diselenggarakan oleh kementerian pan rb, sebagai persyaratan untuk dapat mengikuti test selanjutnya.

Bahkan  beberapa dosen yang sudah mengabdi di berbagai perguruan tinggi dengan status honorer atau belum PNS, dan sudah diketahui kualitasnya bagus, namun saat mengikuti ujian  tersebut hasilnya mengecewakan.  Kenyataan ini tentu ada sesuatu yang salah, namun entah di mana kesalahannya, karena itulah diharapkan agar segera ada evaluasi dari kemnehterian terkait sehingga akan dapat dicarikan solusinya yang terbaik dan akan menguntungkan  banyak pihak.

Sebagai calon user  para  CPNS tersebut tentu kami merasa  kecewa dan rugi dengan kondisi tersebut, karena bagimanapun  kekurangan dosen yang selama ini sudah dirasakan akan tetap bertahan dengan kekurangan.  Pada saat ada formasi  penerimaan CPNS ddosen di kami, kami sudah merasakan kelegaan dan sudha  merencanakan berbagai pengembangan berikutnya, namun kalua kondisinya menjadi berubah drastic, maka semuanya harus direncanakan ulang dan disesuaikan dengan  kondisi yang ada.

Namun sesungguhnya kami masih berharap ada kebijakan tertentu yang memungkinkan bahwa formasi tahun ini akan dapat diisi oleh mereka yang sudha mendaftar dan mendapatkan nilai bagus.  Mungkin  jalan yang cepat jika memang ini akan ada kebijakan tersbeut, ialah dengan memberikan kesempatan kepada mereka yang mendapatkan nilai tinggi dan mendekati kepada  kriteria yang dipanggil ulang untuk mengikuti tes bidang. Jika hal tersbeut dilakukan, maka pasti akan banyak peluang  yang dapat dilakukan untuk memenuhi kekurangan tenaga dosen yang selama ini memang sangat diharapkan.

Dengan kondisi tersebut, sudah selayaknya kementerian juga harus melakukan upaya untuk memberikan advokasi kepada kementerian pan rb agar ada kebijakan yang meungkinkan  formasi cpns tersbeut dapat terisi sehingga keinginan seluruh satker dapat dipenuhi.  Kita tahun bahwa persoaan SDM ini merupakan persoalan krusial yang membebani  satker selama ini, karena kekurangan etrsebut memang harus dipenuhi dengan cara merekrut tenaga dengan membiayainya sendiri.  Nah, dengan adanya formasi CPNS kali ini sesungguhnya sudah cukup melegakan karena pasti akan meringankan beban satker.

Lalu saat ini apa yang mesti kita lakukan?. Tentu kita masih berharap harap cemas dengan kebijakan yang nantinya akan dikeluarkan oleh kemenpan rb dalam menyikapi hasil tes yang  ternyata banyak yang gagal.  Barangkali kenyataan ini juga harus emnadi perhatian serius kita bahwa ada kalanya kita memang harus memberikan perhatian khusus  bai para mahasiswa kita dalam hal kepintaran dalam menghadapi berbagai persoalan.  Jangan sampai kita justru akan memberikan beban berat bagi paralulusan kita.

Artinya  aspek kurikulum juga harus terus kita lakukan reviu dan disesuaikan dengan perkembangan zaman, bukan saja disesuaikan dengan KKNI, bahkan termasuk mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk  test IQ yang sangat mungkin akan dihadapi mereka saat mereka akan mengabdikan diri pada sebuiah lembaga atau instansi.  Dengan  memeprsiapkan demikian diharapkan nantinya parab alumni kita akan benar benar siap menghadapi apapun yang ada di  sekitarnya  dan mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi.

Memang untuk kasus ini karena  kegagalan tersebut dialami oleh  pelamar dari berbagai perguruan tinggi, maka kemungkinan penyebabnya ialah factor  lain di luar pembelajaran di kampus.  Namun tidak ada salahnya jika kita juga mengevaluasi  system pembelajaran di kampus kita sehingga akan menjadi lebih bagus dan memberikan harapan lebih banyak kepada para lulusannya.  Meskipun sekali lagi kita memang tidak mempersiapkan mereka untuk menadi PNS, melainkan untuk menjadi orang yang hebat di bidang apapun dan di manapun.

Kita memang harus mampu untuk memetik hikmah dari semua pristiwa yang  ada, sehingga dengan beguitu kita akan semakin bijak dan semakin memberikan manfaat  kepada banyak pihak.  Pelajaran dari hikmah yang dapat kita petik tersebut tentu akan sangat besar harganya bagi institusi kita, apapun yang kemudian menyertai peristiwa tersebut.  Artinya  dengan  mengambil hikmah sesuatu peristiwa tentu kita akan mampu menentukan langkah strategis untuk menyikapi peristiwa yang terjadi tersebut, dan harapannya  peristiwa tersebut tidak akan menimpa lagi kepada generasi berikutnya.

Apa yang  akan kita lakukan saat ini ialah  melakukan upay upaya  agar  peristiwa ini tidak sampai merugikan institusi dan kita masih berharap bahwa ada kebijakan yang baik dari kementerian sehingga persoalan yang menyangkut banyak pihak ini  akan dapat diselesaiakn dengan bagus pula.  Kita harus yakin bahwa persoalan ini akan diselesaikan dengan penuh kebijakan, dan kita tidak perlu lagi  berpikir tentang berbegai kemungkinan yang hanya didasarkan kepada  anagan angan saja, karena masih banyak hal yang harus kita kerjakan dan   terkait dengan proses  yang sedang terjadi di lembaga kita.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.