BERKOMPETISI SECARA FAIR

Kompetisi olah raga memang bukan monopoli klub atau lembaga yang besar, melainkan smeua pihak mempunyai hak yang relative sama.  Artinya semua pihak, apakah itu perkumpulan  RT, RW atau kelurahan atau kecamatan, atau bahkan kabupaten, klub dan  sekolah atau perguruan tinggi sama sama emmpunyai hak yang sama dalam menyelenggarakan dan sekaligus memenangkan kompetisi yang digelar oleh mereka.  Bahkan  kalangan yang biasanya hanya dikonotasikan sebagai insan akademik sekalipun juga berhak untuk berkompetisi dalam dunia olah raga.

Lihat misalnya beberapa sekolah juga menyelenggarakan kompetisi basket misalnya, atau sekolah sekolah menyelenggarakan kompetisi futsal atau sepak bola dan lainnya.  Nah, tidak ubahnya  perguruan tinggi Islam swasta se jawa Tengah kali ini akan menyelenggarakan kompetisi olah raga secara terbatas, namun tujuan utamanya bukanlah dalam hal prestasi, melainkan lebih banyak kea rah membangun kebersamaan dalam silaturrahim.  Namun bukan berarti prestasi sama sekali tidak diinginkan, melainkan karena ini bukan arena kompetisi professional dan memang bukan ajang untuk menedapatkan juara dalam arti yang sebenarnya, maka ini lebih diniatkan untuk menjalin kerjasama dan silaturrahim.

Kita dapat memahami  bahwa keseharian mereka selama ini hanya belajar dan kuliah serta mungkin memberikan pengabdian kepada masyarakat, namun  tentu sesekali juga dibutuhkan  rileks dan  berkompetisi dalam olah raga agar mendapatkan  sesuatu yang lain.  Kesehatan memang  sangat penting dan siapapun mengakui hal tersebut, hanya saja untuk mencapai sehat tersebut tidak semua orang sama dalam menjalani kegiatan.  Akan tetapi ada satu hal yang tentu akan disep[akati bersama yakni bahwa olah raga itu merupakan kegiatan pentiong yang terkadang dilupakan. Karena itu  jika sesekali dilakukan kompetisi dalam olah raga tentu akan sangat bagus untuk membiasakan diri berolah raga.

Kita sangat yakin bahwa dalam kompetisi kali ini  tidak akan terjadi masalah serius, apalagi sampai terjadi keributan, karena  landasannya ialah silaturrahim, sehingga kalau di lapangan terjadi perselisihan diantara para atlet, maka akan sangat mudah untuk diselesaikan. Pada saat berkompetisi tentu semua pihak berusaha untuk mendapatkan kemenangan, namun  pasti akan ditempuh dengan cara yang wajar dan tidak memaksakan kehendak atau bahkan melakukan kecurangan, karena itu pasti akan dijauhi karena disamping tidak sesuai dengan kaidah olah raga, sekaligus juga tidak sesuai dengan akhlak yang selama ini terus dijaga.

Harapannya bahwa seluruh PTKIS se Jawa Tengah yang berjumlah 45 perguruan tinggi, akan berpartisipasi secara penuh.  Namun jika ada sebagian yang tidak bisa ikut serta dan disebebkan oleh alasan yang masuk akal, tentu kita akan memakluminya.  Kita memang tidak berharap bahwa ada perguruan tinggi yang dengan sengaja tidak ikut dalam kegiatan kompetisi olah raga  dan seni kali ini tanpa  alasan yang jelas.  Seharusnya kita lebih berpikir  posistif untuk kebersamaan dan kemajuan perguruan tinggi kita.

Saya sendiri memang sangat mendukung kegiatan kompetisi ini, namun ada yang harus ditekankan kepada smeua pihak bahwa olah raga memang penting, namun jauh lebih penting lagi ialah kompetsisi dalam bidang lainnya, seperti  karya ilmiah mahasiswa, kreasi mahasiswa, dan juga  seni yang terkait l;angsung dengan pengembangan bakat minat khususnya dalam tilawah alquran dan  pemahaman tafsirnya.

Jika tahun ini kompetisi dalam bidang ilmiah tersebut belum dijalankan atau belum maksimal, sebaiknya tahun depan harus direncanakan secara matang agar ghirah dan greget mahasiswa PTKIS jawa tengah akan semakin terasa dan  kita akan semakin bangga dengan kemampuan para mahasiswa kita dalam bidang kajian keislaman dan penelitian.  Meskipun demikian  bidang lainnya, yakni seni dan olah raga juga harus tetap dipertahankan.

Kali  ini  sebagai tuan rumah ialah Universitas Muhammadiyah Magelang, yang diharapkan akan juga memacunya untuk menjadi lebih maju dan berkembang lagi di masa mendatang.  Sudagh barang tentu perguruan tinggi lainnya juga diharapkan tidak akan tinggal diam dalam memajukan lembaganya sehingga seluruh PTKIS di jateng akan  lebih baik dan maju bersama.  Tantangan perguruan tinggi saat ini memang sangat berat, khususnya dalam era desrupsi ini dan juga dalam menjawab tantangan di masyarakat, mengenai alumni yang selalu saja banyak tidak terserap dalam dunia kerja.

Sesungguhnya kita sudah mengantisipasi hal tersebut dengan terus memberikan motivasi kepada seluruh mahasiwwa, agar mereka tidak saja berkonsentrasi untuk menjadi buruh atau  karyawan saja, melainkan juga  mereka harus emmpunyai keinginan untuk menjadi pengusaha.  Karena itu  kurikulum bagi mahasiswa harus diberikan tentang kewirausahaan sehingga diharapkan mereka nantinya akan mengenal dunia usaha dan bahkan tertarik untuk menekuninya pada saat sudah selesai kuliah di perguruan tinggi.

Demikian juga mengingat banyaknya  kasus korupsi yang melibatkan banyak orang terpelajar, maka saat ini KPK sebagai lembaga anti ruswah di nwegeri ini sangat berharap kepada perguruan tinggi untuk memberikan kuliah  anti korupsi di smeua program studi yang ada di perguruan tinggi.  Sesungguhnya  meskipun tidak ada mata kuliah tertentu dengan judul anti korupsi, PTKIS sudah memasukkan dalam mata kuliah lainnya sehingga lulusannya  diharapkan tidak akan emmpraktekkan korupsi etrsebut.

Namun jika dipandang perlu bahwa mata kuliah anti korupsi tersbeut diberikan secara khusus kepada para mahasiswa, juga tidak ada maslaah, karena itu memang merupakan hal penting dan mendeasak.  Bahkan mungkin di tahun depan persoalan anti korupsi ini juga juga perlu dikompetisikan diantara para mahasiwa, khususnya menganai pemahaman mereka tentang korup[si dan upaya menghindatinya.  Kita memang sepakat dengan KPK untuk terus menggalakkan anti korupsi tersbeut di setiap kesempatan kepada siapapun, termasuk kepada para mahasiswa.

Kembali kepada kompetisi yang akan digelar selama dua hari ini, kita sangat berharap banyak agar  event ini dijadikan sebagai sarana untuk membangun kebersamaan dan sinergitas diantara seluruh PTKIS di Jateng untuk bersama sama memajukan dana meningkatkan kualitas perguruan tinggi serta lulusannya.  Mungkin kita juga memahami bahwa  masing masing perguruan tinggi mempunyai kelabihan dan kekurangannya, termasuk dalam pembinaan kepada mahasiswanya. Nah, karena itu  event ini  dapat dijadikan sebagai wahana untuk melakukan evaluasi diri masing masing dalam hal tersebut.

Demikian juga  diharapkan para pimpinannya juga akan hadir dan sekaligus mengadakan pertemuan dan koordinasi untuk menemukan berbagai masalah dan sekaligus mencari solusinya. Masih terlalu banyak eprsoalan terkait dengan perguruan tinggi swasta kita, terutam,a mengenai kesempatan untuk mengakses kepada  berbagai pihak di kementerian. Masalah kenaikan pangkat untuk lector kepala ke atas dan juga menganai akreeditasi, terutama dengan  standar yang baru.

Kesadaran para pimpinan perguruan tingghi tentang akreditasi juga belum sama. Sebagiannya sudah ada yang sangat menyadari kepentingannya dan sebagiannya masih biasa biasa saja, bahkan ada sebagainnya yang seperti belum menganggap penting terhadap akreditasi, teruitama untuk institusinya.  Karena itu kesempatan berkumpuil kali ini dapat dimanfaatkan untuk sekedar rembukan mengenai beberap hal penting yang terkait dengan persoalan perguruan tinggi secara umum. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.