SELAMAT DATANG BULAN MAULID

Sudah menjadi tradisi masyarakat kita, utamanya yang masih terkait dengan kehidupan pesantren bahwa bulan mauled itu identic dengan bulan menghidupkanmalam malamnya dengan membaca shalawat atau melalui  diba’ dan lainnya.  Masyarakat sudah menyatu dengan semua itu, karena sejak awal sudah terbia dengan bacaan etrsebut, bahkan kalaupun bukan bulan Maulid, setiap hari tertentu, semacam Jumat atau ahad, biasanya  umat juga secara khusus membaca diba’ dan shalawat untuk nabi Muhammad saw.

Twentu hal tersebut didasari oleh kenyataan bahwa  membacakan shalawat kepada Nabi tersebut merupakan  perintah secara langsung  dari Allah swt dan sebagai bentuk hubbun Nabi atau cinta kepada Nabi.  Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Nabi pernah mengatakan  siapapun yang cinta kepada saya, maka dia akanbersamaku di surge nanti.  Nah wujud dari cinta tersebut bukan sekedar mengatakan kata cinta dalam bibir saja, melainkan harus dirupakan atau wujudkan dalam tindakan.

Salah satu wujud cinta Nabi tersebut ialah dengan selalu mebacakan shalawat kepada beliau, dan yang terpenting ialah bagaimana kita dapat mencintai perilaku beliau dan mengikutinya secara langsung.  Banyak keteladanan yang sudah beliau lakuikan yang itu semua akan sangat bagus jiika dapat kita implementasikan dalam kehidupan kita secara nyata di masyarakat.  Sepertin penggabaran terhadap diri beliau yang ketika disakiti oleh kaumnya atau oleh siapapun, maka  beliau langsung memaafkannya sebelum yang bersangkutan meminta maaf  kepada beliau dan jika beliau di omeli atau dikata ktain dengan sesuatu yang  secara umum sangat menyakitkan, maka beliau lebih memilih diam saja dan tidak menjawabnya.

Banyak kisah tentang beliau yang mungkin akan sulit untuk kita tiru, seperti beliau selalu menyempatkan diri untuk menyuapi  orang yahudi yang sudah tua yang selalu saja menjelek jelekkan beliau, dengan tanpa diketahui oleh di buta Yahudinetrsebut bahwa yang menyuapinya selama ini adalah orang yang selalu dimakinya.  Tetapi bukannya Nabi kemudian surut  dalam memberikan bantuan kepada Yahudi buta tersebut, melainkan tetap saja beliau suapi dengan penuh kasih saying.
apada akhirnya yahudi tersebut mengetahui bahwa orang yang selama ini menyuapinya ialah Muhammad saw yang selalu di makinya, maka seketika itu yahudi  tersebut meminta maaf dan lalu menyatakan diri masuk Islam.  Demikian juga dengan perempuan tua yang  setiap hari selalu meludahi nabi Muhammad yang agung, dan pada suatu ketika dia sakit tanpa ada satupun diantara kawannya yang mau  emmbezuknya, namun nabi  yang  karena tidak mendapati perempuan etrsebut meludahinya, lalu mencari informasi dan didapatkan info bahwa perempuan etrsbeut sedang sakit.

Lalu dengan tulsnya beliau menjenguk perempuan yang selalu meludshi beliau tersbeut. Pada awalnya perempuan etrsebut ketakuitan karena mengira bahwa nabi akan emmbalasnya pada saat dia sama sekali tidak berdaya karena sakit.  Namun anggapan dia itu salah besar karena Nabi menjenguknya karena dia sedang sakit dan juga beliau mendoakan kepada perempaun etrsebut agar diberikan kesembuhan.  Demi melihat kenyataan etrsebut, dimana  akhlak dan perilaku nabi yang selam ini dibencinya ternyata  sangat bagus dan sopan, maka dia akhirnya menyatakan diri untuk memeluk islam.

Tentu masih banyak lagi kisah yang dilalui oleh Nabi kita tersebut yang eluruhnya menunjukkan akhlak dan  perilaku beliau yang sangat patut untuk diteladani oleh kita sebagai umatnya.  Terkait dengan kehidupan beliau di rumah tangga yang  pernah  hanya mempunyai makanan untuk dimakan sendiri dengan isteri beliau, namun begitu mau dimakan, ternyata dating orang yang kel;aparan dan meminta  makanan, lalu dengan tulusnya beliau memberikan makanan etrsebut untuk orang yang dating tersebut, meskipun harus mengalahkan diri beliau sendiri.

Sifat sifat terpuji beliau sungguh telagh diketahui oleh semua orang ,termasuk para pihak yang selalu memusuhinya. Lalu apa yang harus kita lakukan  dengan kenyataan tersebut? Kenapa kita masih saja melakukan hal tercela dan masih tidak malu mengaku sebagai umat beliau? Lalu dimanakah  hati dan pkkiran kita ketika sebagian diantara kita ternyata masih suka korupsi atau menipu banyak orang.  Juga dimana akal kita pada saat sebagian diantara kita ternyata tetap tenang dan santai saat menyaksikan seudara kita sedang mengalami kesulitan tertimpa musibah misalnya atau kelaparan?

Dapatkan kita  menjawab pertanyaan Tuhan nanti di akhirat saat kita tidak jujru dalam pekerjaan kita, saat kita  selingkuh dengan pihak lain, saat kita membohongi orang tua kita, saat kita membohongi isteri isteri kita, saat kita menyembunyikan kenyataan dan saat kita melarikan diri  pada waktu seharusnya hadir dalam  keadaan dibutuhkan banyak orang.

Jika nabi Muhammad saw selalu saja  menjalankan shalat malam dan selalu mendoakan umatnya,  lalu dimanakah kita akan menyembunyikan muka kita saat kita  asyik tertidur dalam buaian harta dan sama sekali tidak mengingat Tuhan.  Jika beliau selalu  menyantuni anak anak yatim,  dan kita malah meninggalkan mereka dengan berbagai alasan yang kita buat buat serta kita mengabaikan mereka tanpa memberikan santunan apapun. Lalu mampukah kita akan menyembunyikan  wajah kita saat nanti kita berjumpa dengan beliau  dan kita mengaku sebagai umat beliau?

Cinta kepada nabi seharusnya meniscayakan sebuah usaha nyata untuk merealisasikan   semua sifat yang  perilaku beliau.  Memang cinta beliau dapat direfleksikan melalui banyak  aktifitas, semacam, membaca  shalawat atau  menghidupkan malam malam bulan Maulid  dengan membaca sejarah dan  perjalanan beliau, tetapi sekaligus juga dapat direfleksikan melalui  melakukan keteladanan yang beliau lakukan selama ini, utamanya dalam hal peduli kepada sesame dan memperioritaskan mereka yang sangat lemah dan membutuhkan uluran tangan kita.

Mungkin banyak diantara kita sebagai umat beliau yang masih terlalu berat memerankan diri sebagai pelaku uswatun hasanah beliau, namun ketika kita sudha ada komitmen besar dalam diri kita untuk menjalaninya, meskipun belum terlaksana, tentu itu akan lebih bagus ketimbang sejak awal sudah menyerah dan tidak ada usaha sama sekali.  Memang tidak mudah bagi  orang untuk menjalankan  apa yang selam ini selalu dijalankan oleh beliau, bahkan mungkin hanya segelintir orang saja yang mampu menjalaninya, tetapi kalau   kita sudah berusha melalui sesuatu yang mudah terlbih dahulu tentu itu merupakan hal yang positif.

Aertinya kalau kita emnjalani keteladanan beliau secara bareng dana sekaligus, mungkin memang sangat berat, karena kebiasaan kita sangat ebrtentangan dengan apa yang dilakukan oleh beliau. Karena itu memang harus ada proses adaptasi secara perlahan dan asalkan niat kita kuat dan ada ghirah besar untuk emncintai beliau, pastinya akan mampu kita lakukan.  Contoh mudahnya ialah kalau kita ingin mempraktekkan  kebiasaan beliau berbagi dengan sesame, maka kita harus mempunyai niat yang kuat untuk menyerahkan sebagian milik kita yang  substansinya hanya titipan Tuhan etrsbeut untuk kita lepa dan berikan kep[ada sesame.

Jika hal etrsbeut kita biasakan dalam kapasitas yang sederhana saja, maka lama kelamaan kita akan menjadi terbiasa dengan  berbagi etrsebut, dan insya Allah akan mampu merasakan betapa bahagianya  dan puasnya dapat menyaksikan orang yang kita kasih bagian  tersebut mendapatkan kesenangan.  Kita harus berusaha untuk merasakan  denyut nadi orang lain, khususnya mereka yang kekurangan dan lemah.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.