MENGURUS PENDIDIKAN

Akhir akhir ini  dunia pendidikan mendapatkan ujian serius disebabkan banyak unsur di luar pendidikan yang menyusup dan ingin intervensi kepada dunia pendidikan.  Kondisi tersebut nampaknya sudah menjadi sebuah gejala yang sulit untuk dihentikan dalam waktu dekat, karena  persoalan kekuasaan dan sifatnya politis.  Hanya beberapa pihak saja yang berani untuk menolak intervensi pihak luar tersebut, meskipun harus dengan resiko mendapatkan kesulitan dalam banyak hal.

Karena itulah saat ini kita menyaksikan betapa banyak pimpina perguruan tinggi yang tidak berani bersuara atas kenyataan etrsebut dan nampaknya mereka lebih memilih aman saja, meskipun harus dengan mengorbankan institusinya.  Sungguh sangat diprihatinkan  karena dunia pendidikan itu seharusnya merdeka dari intervensi apapun dan dari manapaun, karena tugas yang diemban begitu mulia yakni mencerdakan kehidupan anak bangsa.

Para politisi memang membutuhkan  amuniais finansial, namun seharusnya mencari di luar dunia pendidikan, karena  di dunai pendidikan itu masih sangat suci untuk hal hal seperti itu.  Kalau saat ini sudah ada beberapa yang terkontaminasi oleh kenyataan tersebut, maka itu merupakan sinyal bahaya bagi dunia pendidikan dan menjadi pertanda bagi para pimpinannya untuk waspada  agar lembaga penduidikan yang dikelolanya tidak menjadi sepeti sampah yang menjijikkan.

Dunia politik memang dikenal sejak dahulu sebagai dunia hitam atau setidaknya dunia yang kotor, namun sesungguhnya sudah ada beberapa pihak yang berusaha untuk memebrsihakannya, walaup[un kemudian kalah dengan tuntutan kenyatan yang dihadapi di lapangan.  Namun yang amat disayangkan ialah perambahan yang bhingga menyentuh dunai pendidikan itulah yang tidak bisa ditoleransi oleh mereka yang berakal sehat dan berjiwa pendidik sejati.

Harus ada kepedulian bersama untuk menyelamtkan dunia pendidikan agar tidak diintervensi oleh selain pendidikan, karena kalau hal ini dibiarkan berlarut terlalu lama, kita sangat khawatir akan menjadi semakin transparan dan  mengobok obok  dunia pendidikan sehingga  marwah pendidikan akan hilang dan akhirnya  deunia pendidikan akan sama dengan lembaga politik praktis yang sama sekali tidak mengindahkan etika.

Kita memang tidak dapat menujukkan  secara terang terangan intervensi seperti apa yang lmelanda dunia pendidikan saat ini, namun sudah begitu terasa dan membahayakan.  Rasanya seperti saat kita merasakan ada aroma korupsi dalm sebuah lembaga, namun ketika diminta untuk menujukkan datanya secara riil akan sangat sulit, meskipun semua orang mengakuinya sedemikian rupa.  Itulah makhluk yang memang keberadaannya seperti setan yang sulit untuk dijamah.

Karena itu sikap kokoh dalam memperjuangkan kebenaran lewat pendidikan memang harus selalu diperkuat dan ada kebersamaan dalam menghadang intervensi etrsebut sehingga akan muncul keberanian bersama untuk menolak tersebut.  Kalau kebersmaan tersbeut tidak dapat diciptakan kita khawatir maka masing masing  orang akan mencari selamat dan membiarkan lembaga pendidikan lainnya diobrak abrik pihak luar.  Ini yang sanat kita khawatirkan terjadi di dunia  pendidikan kita saat ini.

Persoalan  dahulu yang sering kita temui ialah  adnya benturan kepentingan antara pihak yayasan dengan pihak pengel;ola pendidikan secara langsung atau lembaga pendidikan, namun  sejalan dengan perbaikan yang terus menerus diupayakan untuk menata menejemen sheingga sudah relative bagus, tiba tiba muncul persoalan baru yakni adanya keinginan pihak lain yang masuk dalam dunia pendidikan.  Bahkan lembaga pendidian negeri sekalipun juga  akan dijamahnya.

Sudah barang tentu mereka sudah mengantongi sejumlah jurus yang dianggap ampuh untuk menjinakkan para pengelola pendidikan dan  sialnya para pengelola pendidikan juga  akan  dengan mudah ditaklukkan karena kepentingan sesaat yang memang sedang ingin diperolehnya. Jadilah ada persamaam tujuan jangka pendek yang  kemudian diperjuangkan bersama.  Sementara kepentingan lembaga harus dikalahkan bahkan harus disisihkan jauh jauh.  Jika sudah demikian maka rusaklah dunia pendidikan kita.

Menurut saya harus ada pihak lain di luar lembaga pendidikan yang mampu dan peduli terhadap kelangsungan dan kesehatan dunia pendidikan kita, sebab kalau tidak ada lembaga lain yang membentenginya, dapat dipastikan dalam beberapa tahun ke depan dunia pendidikan akan menjadi  snagat berbahaya dan mungkin akan  menjadi sangat lemah dan dijadikan boneka oleh pihak pijhak tertentu tersebut.

Rasanya sebagai seorng pendidik dan  sudah memperjuangkan pendidikan sedmikian rupa kita menjadi tidak rela saat harus menyaksikan betapa dunia pendidikan diacak acak  oleh pihak lain sehingga mengaburkan tujuan yang sesungguhnya dan hanya  mengejar masalah lain yang ditempelkan di dunia pendidikan.  Mungkin saat ini belum banyak pihak yang dapat merasakan kondisi bahaya tersebut, karena secara penampakan masih belum ada tanda tanda yang mengarah ke sana, namun sangat jelas intervensi tersebut sudah dimulai.

Bagi mereka yang sudah menyadario  diharapkan akan memberikan kesadaran kepada yang belum menyadarinya sebelum hal tersbeut benar benar memperpuruk kondisi pendidikan kita.  Mungkin tidak akan sama nasib yang dialami oleh masing masing lembaga p[endidikan, namun ketiak hal etrsebut sudah mewabah, pada saatnya seluruh dunia p[endidikan juga akan terkena imbasnya dan  pada sat sudah parah, maka untuk mengatsinya dibtuhkan waktu yang cukup panjang.  Untuk itulah sebelum smeua terjadi, akan jauh lebih bagus jika saat ini kita sling mengingatkan.

Barangkali juga diperlukan adanya koordinasi diantara seluruh pengelola pendidikan agar  kesadaran bersama tersebut tercipta dan  semuanya  secara bersama sama  mencegah dengan tegas  intervensi pihak lain untuk masuk ke dunia pendidikan kita.  Brangakali juga diperlukan bagi dunia pendidikan swasta untuk menghadikan pare pengelola pendidikan dengan yayasannya sekaligus dan bagi dunia pendidikan negeri untuk berkoordinasi melalui forum yang ada agar tidak  terlambat menyikapi hal tersebut, bilamana diperlukan juga mengundang pihak kementerian.

Kita tentu  saling bertanggung jab atas keberlangsungan pendidikan kita dan kita sangat tidak rela jika dunia pendidikan kita diacajk acak pihak lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan dunia pendidikan.  Satui satunya jalan ialah  munculkan keberanian bersama untuk menolajk hal tersebut.  Sekali lagi kalau diantara pengelola ada yang ragu dan bahkan malah takut demi keuntungannya sendiri, maka itu tandanya  kecintaan terhadap pendidikan sudah mulai luntur.

Saya sangat yakin bahwa diantara para pengelola pendidikan ada yang menyangsikan pernyatan ini, karena mereka belum mencium baunya intervensi etrsebut, namun jika nantinya sudah merasakannya sendiri, maka mereka baru akan menyadari kebenaran apa yang disampaikan di sini.  Namun kalaun masih ada yang belum memeprcayai kondisi sepeti itu, sebaiknya juga tetap waspada dengan pernyataan tersebut, sebab jika kamudian  hal etrsebut menimpanya, maka pasti akan  sangat berat untuk membenahinya.

Mengelola pendidikan itu ternyat tidak mudah dan tidak pula ringan, karena tantangannya cukup kompleks dan dating dari berbagai sudut.  Hanya ketika kita sangat yakin bahwa apa yang kita jalankan  dalam mengelola p[endidikan adalah yang terbaik dan benar, maka kita dapat betahan dan jika kta  tidak percaya diri dengan apa yang kita jalankan, maka boleh jadi kita akan menjadi korban dari kondisi tersebut.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.