MENSIKAPI MUSIBAH LION AIR

Ada beberapa sikap dalam menanggapi musibah yang menimpa kepada para penumpang lion air beberapa waktu lalu yang hingga saat ini masih ada korban yang belum ditemukan, namun diperkirakan seluruh penumpang tidak ada yang selamat.  Secara umum masyarakat tentu sangat perihatin dengan kejadian tersebut dan ikut mengucapkan bela sungkawa  kepada keluarga yang ditinggalkan, dengan iringan doa semoga mereka yang menjadi korban mendapatkan kasih saying dari Tuhan.  Itulah sikap yang memang seharusnya dilakukan oleh umat yang  sama sama  tidak menghendaki terjadinya musibah tersebut.

Hanya saja  memang secara teori ada saja yang sepertinya menjadi iri dengan mereka yang menjadi korban tersebut, karena mereka  sangat yakin bahwa mereka yang menjadi korban musibah tersebut dianggap sebagai mati syahid, khususnya bagi mereka yang beragama Islam, padahal kita tidak tahu apakah kita nanti akan meninggal dalam kondisi husnul khatimah ataukah sebaliknya.  Jadi mereka itu justru diirini karena sudah jelas meninggalnya dalam kondisi husnul khotimah dna bahkan mati syahid.  Untuk masalah ini memang masih ada perbedaan  diantara umat muslim, namun secara umum meninggal dalam kondisi seperti itu memang harus dihusnudzdzanni baik.

Sementara yang lain justru malah mengucapkan syukurnya bahwa  mereka tidak termasuk salah satu diantara penumpang lion air yang naas tersebut sehingga mereka masih dapat menghirup udara dunia, meskipun snagat pengap.  Secara nalar duniawi kiranya memang sangat masuk akal jika mereka yang menyikapi bahwa beruntung bagi mereka tidak ikut menjadi korban musibah lion air tersebut, karena masih mempunyai kesempatan untuk mengubah diri menjadi lebih baik lagi dan lebih memberikan manfaat bagi yang lain.

Namun secara batin kita juga dapat mengerti mengapa mereka menjadi iri kepada para korban musibah lion air tersebut, karena  kehidupan dunia ini begitu  berat dan penuh dengan persoalan yang sulit untuk dipecahkan, sehingga dengan meninggal melalui cara tersebut sungguh menyenangkan karena tidak harus melalui bunuh diri tetapi  dapat meninggal dengan cara yang baik dan mendapatkan banyak doa dari umat yang tidak menjadi korban.  Kesenangan tersbeut tentu hanya dapat dimiliki oleh sebagian kecil manusia karena  pertimbangan tertentu saja, sedangkan kebanyakan manusia lainnya pastinya lebih senang mereka tidak menjadi korban musibah tersebut.

Sementara itu bagi keluarga dan sanak famili dari mereka yang menjadi korban, tentu harus menyikapinya dengan sangat baik, tidak larut dalam kesedihan dan terus menerus meratapi kejadian tersebut, melainkan justru harus segera bangkit dan mengembalikan sleuruh hati dan pikiran untuk menatap masa depan.  Kejdaian musibah tersbeut sudah gteradi dan tidak mungkin dikembalikan sebagimana semula, dan yang terpenting ialah sikap untuk meyakini bahwa smeua itu sudah menjadi taksir dari Tuhan, sehingga dengan sikap tersbeut hati dan pikiran akan mudah dikembalikan kepada pikiran yang  optimis , bukan sebaliknya selalu mengingat masa lalu yang sudah tidak mungkin dikembalikan.

Sebagai sesame anak bangsa tentu kita disamping mendoakan kepada para korban dan keluarga yang diinggalkan, kita juga tentunya sangat berharap bahwa  penyedia  transportasi  apapun bentuknya, apakah transportasi udara, darat dan juga laut untuk lebih cermat dalam mengoperasikan  afrmadanya  dan selalu dilakukan chek terhadap kelengpakan dan kelayakannya, sehingga tidak akan mengalami kejadian yang gtidak diinginkan.  Kalau terhadap transport darat misalnya  pengemudi juga harus diingatkan bahwa mereka kitu membawa amanah yang  berat, yakni membawa dan mengantarkan banyak orang yang juga  ditunggu keluarganya di rumah.

Dengan selalu mengingatkan kepada mereka, diharapkan para pengemudi akan jauh berhati hati dan tidak akan menjalankan kendaraannya pada saat  tidka memungkinkan, sepetri dalam kondisi sangat mengantuk atau capek dan sejenisnya.  Para pengemudi harus mempunyai prinsip bahwa  diomeli oleh para penumpang itu jauh lebih baik etimbang memaksakan diri dan mengamali musibah yang tidak diinginkan.  Ini tentu juga berlaku untuk para  pengemudi lainnya, seperti pilot, nakoda dan sejenisnya.

Memang kita yakin bahwa semua musibah itu sudah menjadi suratan takdir dari Allah swt, akan tetapi sebagai manusia kita harus berikhltiyar untuk melakukan sesuatu agar  kita selamat dan tetap sehat.  Persoalannya kita tahu bahwa  musibah tersbeut  banyak disebabkan oleh factor manusia yang tidak siap dalam  melakukan pekerjaannya, sehingga  mengakibatkan musibah tersebut.  Jika dihtung maka  kecelakaan  yang disebabkan oleh factor lain itu lebih kecil ketimbang  yang disebabkan oleh factor manusia yang tidak siap menjalankan pekerjaannya.

Khusus untuk musibah lion air, kita memang  tidak perlu lagi mempersoalkan   apa penyebabnya, karena tu pasti sudah dilakukan oleh para ahli yang memang bertugas melakukan hal tersebut, sebab jika kita ikut ikutan untuk mencari penyebabnya, maka akan banyak muncul spekulasi dan akhirnya menjadi fitnah dan  sangat menyakitkan para keluarga korban yang sudah mujlai sedikit mereda.  Justru yang lebih bagus kita lakukan ialah bagaimana kita menghimbau kepada semua penyedia transportasi untuk lebih berhati hati dan cermat dan harus berorientasi keselamatan penumpang.

Jangan kita biarkan para penyedia jasa transportasi etrsebut untuk lebih cenderung kepada memikirkan keuntungan, dan melupakan aspek lainnya, termasuk aspek keselamatan penumpang. Jika kapasitas kendaraan tersebut sudah ada ukurannya, maka  jangan sampai dimuati berlebih yang hanya akan menyebabkan kecelakaan saja.  Mungkin satu waktu kelebihan penumpang masih tetap selamat, tetapi itu tidak akan selamanya, karena kekuatan kendaraan sudah diukur pada saat  dibuat, sehingga kalua dilakukan  pemuatan yang berlebih hanya pertimbangan ekonomi semata, maka bahaya sewaktu waktu  mengintai dan  penumpanglah yang akan menjadi korbannya.

Sebagai masyarakat biasa yang juga terbiasa menggunkan jasa transportasi  tersebut kita snagat berharap bahwa kendaraan yang dioperasikan memang benar benar layak untuk dijalankan dan akan menjamin keselamatan penumpanya.  Kalua hal tersebut sudah diupayakan maksimal dan naninya tetap mengalami musibah maka itu memang sudah menjadi ketentuan Tuhan. Namun yang sangat kita sayangkan ialah keteledoran manusia yang hanya mengejar keuntungan, lalu mengabaikan factor keselamatan itulah yang harus diingatkan bahkan  harus ditindak tegas oleh yang berwenang agar tidak membahayakan penumpang.

Jangan sampai pihak yang seharusnya menegur atau bahkan menindak justru kalah dengan para penyedia jasa transportasi hanya disebabkan factor uang.  Kita memang tahu bahwa ada sebagian para pengusaha transportasi yang sengaja  memberikan tip bagi para petugas untuk meloloskan pelanggaran yang dilakukan.  Nah, jika seluruh petugas tidak mau melakukan hal berbahaya tersebut, insya Allah ke depannya pasti akan jauh lebih baik dan masyarakat akan jauh lebih memeprcayai apparat. Kita memang harus selalu berusaha mengingatkan dan melakukan  sesuatu yang mengarah kepada kebajikan bersama.

Mari hentikan pembicaraan mengenai spekulasi musibah lion air dan kita berpikir positif bahwa  ke depan kita akan mampu  melakjukan sesuatu yang lebih baik dan lebih menjamin keselamata bagi semua. Bagimanapun kita hidup di dunia ini harus melakukan ikhtiyar dan selalu optimis dengan pertolongan Tuhan, karena itulah yang akan membuat kita menjadi orang yang penuh vitalitas dan menghasilkan banyak karya, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.