BERKUMPUL DAN BERDISKUSI

Rasanya sudah terlalu lama para pimpinan PTKIN  tidak bertemu dan berdiskusi mengenai berbagai hal dan masalah menyangkut kelembagaan dan regulasi.  Masih terlalu banyak persoalan di sekitra PTKIN yang sampai detuik ini belum mendapatkan solusinya. Masih banyak pimpinan PTKIN yang terus  merindukan  hadirnya  sebuah kondisi yang memungkinkan  lembaga dengan cepat mendapatkan  keinginannya.  Hanya persoalan ortaker yang seharusnya dengan cepat bisa didapatkan saja  harus menunggu berbulan bulan.

Belum lagi tentang undang undang tentang PTKIN yang sudah bertahun tahun belum selesai juga.  Masalah penelitian juga masih menyisakan banyak persoalan yang belum klir.  Belum lagi mengenai periji9nan keluar negeri yang semakin sulit didapatkan. Tentu masih banyak lagi persoalan internal PTKIN yang masih harus  disempurnakan agar perjalanannya  dalam rangka mencerdaskan kehidupan anak bangsa dapat ebrjalan dengan mulus tanpa hambatan yang berarti.

Nah, dengan pertemuan dan diskusi yang dilaksanakan dengan sedikit serius, tentu akan  mampu  membuka jalan untuk penyelesaian berbagai persoalan etrsebut, sebab sebagian persoalan tersbeut hanya terkait dengan internal kementerian, sehingga seharusnya akan lebih mudah dan cepat untuk diatasi.  Sedangkan yang terkait dengan pihak lain atau kementerian lain, tentu juga akan dapat dicarikan jalan keluar terbaik sehingga semuanya akan dapat ebrjalan dengan baik sesuai dengan keingijan seluruh bangsa.

Sebenarnya tidak sulit untuk berkumpul, dan tidak hanya menebeng pertemua yang diselenggarakan oleh pihak lain, karena kalau pertemuan didesain nebeng pertemuan lainnya,  kondisinya tidak memungkinkan.  Bahkan sebagiannya ada yang pulang duluan atau ada kepenrtingan lainnya dan ada pula yang tidak aserius.  Karena itu pertemuan para pimpinan PTKIN harus didesain secara khusus sehingga semua dapat  memerlukan hadir dan menyampaikan persoalannya.

Setiap PTKIN tentu mempunyai persoalan tersendiri yang terkadang sangat ebrbeda jauh dengan lainnya, namun juga ada persoalan yang sama diantara PTKIN yang ada.  Karena itu jika pertemuan tersebut dilakukan secara khusus dan mengambil waktu sekitar dua hari, saya yakin bahwa beberapa persoalan akan dapat dirumuskan dan kemudian dicarikan prioroitas untuk ditangani.  Sudah barang tentu beberapa jalan kel;uar sebagai usaha untuk menyelesaikan masalah juga harus disampaikan sehingga ada berbagai kemungkinan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Kita yakin tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan, hanya kita terkadang tidak serius dalam mengatasinya, dan bahkan malah banyak sembrononya ketimbang seriusnya.  Namun kenapa pertemuan tersebut tidak kunjung dihadirkan? Apakah karena sudah ada teknologi WA sehingga silaturrahim kita menjadi ebrkuirang dan mencukupkan diri hanya dengan WA, yang biasanya  pembicaraannya tidak serius dan cenderung malah mencari sisi baiknya saja, bukan menyam[aikan persoalan yang dialami.

Ada hal yang krusial, namun belum pernah disentuh dalam pembicaraan dan diskusi yang selam ini berjalan, khususnya melalui WA. Masalah akreditasi perguruan tinggi misalnya.  Sebagaimana kita tahu hingga detiik ini  PTKIN yang sudah terakreditasi A hanya tiga PTKIN itupun sudha terlalu lama  dan merupakan warisan dari para pendahulu.  Kenapa kita tidak berpikir untuk menjadikan PTKIN kita  menjadi terakrditasi A, bukan hanya program studi saja.  Lalu kalau misalnya kita sepakat untuk menuju ke sana kta dapat meminta kepada kemeneterian  untuk memberikan  support dananya.

Meskipun kita tahu bahwa untuk mendapatkan support dana dalam rangka  mengarah ke A tersebut sanagt sulit, namun jika para pimpinan  sepakat seluruhnya, pasti akan dapat dilakukan.  Bukankah kita tehu bahwa jika kita berusaha sendirian maka itu akan berat namun jika bersama sama pasti akan semakin mudah dan ringan.  Jika kita mempunyai banyak asesor, kita juga dapat menyelenggarakan bimbingan teknis untuk menuju ke APT A tersebut sebagaimana kementerian sebelah yang  secara rutin menyelenggarakan hal tersebut.

Persoalan penelitian, khususnya yang kolaboratif dengan perguruan tinggi di luar negeri,  tampaknya juga masih terlalu sedikit dan itupun masih terhambat oleh perijinan untuk melaksanakannya. Lebih lebih kalau yang mendapatkan penelitian etrsbeut menjabat sebagai rector, pasti akan jauh lebih rumit.  Kenapa tidak ada jalan keluar yang memungkinkan  hal tersbeut dapat dijangkau dengan lebih mudah dan cepat sehingga apa yang kita inginkan bersama yakni untuk memajukan dan meningkatkan kualitas perguruan tinggi kita dapat tercapai.

Kita juga tentunya harus prihatin dengan ondisi masing masing PTKIn kita, sebab setiap tahun pasti ditemukan sesuatu oleh pemeriksa, khususnya dari BPK.  Apakah tidak terpikir oleh kita untuk bagaimana memperkuat peran SPI kita sehingga temuan akan dapat diminimalkan.  Tentu harus didesain sedemikian rupa  dan harus ada kepedeulain kita agar semua  dapat berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.  Perna inspektorat tentu akan sangat menentukan, yakni sebagai pendamping PTKIN, dan bukan sebagai pihak yang mudah menyalahkan saja, tetapi sekaligus juga mencarikan solusi, yakni sebagai pendamping dan mitra.

Ternyata  persoalan di internal kita masih terlalu banyak dan belum tertangani dengan baik.  Mungkin harus ada semacam tenaga yang khusus untuk merumuskan berbagai masalah tersebut dan kemudian juga sekaligus mencarikan solusinya.  Kita juga meminta kepada pihak kementerian proaktif dalam ikiuserta menyelesaikan persoalan. Jika persoalan tersebut ada di internal kementerian, segera  dicarikan solusi dan diselesaikan dengan cepat, jika ada kaitannya dengan lembaga lain atau kementerian lainnya, juga harus dicarikan solusi yang terbaik.

Kita ini terlalu sering meminta hal yang terbaik, namunlupa tidak memberikan support untuk menuju yang terbaik tersebut, sehingga persoalan akan selalu bertambah dan bukannya malah berkurang.  Mudel  kerja yang tidak focus harus kita hilangkan dan kita mencoba untuk focus dalam hal tertentu sehingga akan mudah menyelesaikan persoalan.  Demngan dmeikian memang harus ada skala prioritas yang harus kita selesaikan.  Tentu di samping kita tetap menjalankan peran kita sehari hari dalam menjalankan roda organisasi kampus.

Kalau kita lihat performa kampus PTKIN selayaknya  semuanya sudah pantas untuk mendapatkan nilai akreditasi A, hanya saja tinggal persoalan menejemen dan bagaimana kita mewujudkannya. Jika kita melakukan pengelolaan kampus dengan  baik  dalam smeua aspeknya, maka untuk mendapatkan nilai A tersbeut tentunya tidak terlalu sulit.  Penampakan kampus PTKIN ternyata sudah jauh lebih bagus, terutama fasilitas gedung yang semuanya tampak gagah dan hebat.  Karena itu kerja keras kita tinggal memenejnya dengan baik dan focus.

Peningkatan kualitas  PTKIN memang tidak diukur dari sisi penampakan gedungnya, melainkan juga dalam hal prestasi mahasiswa dan dosennya, khusunya terkait dengan publikasi ilmiah yang ditampilkan. Jurnal jurnal kita saat ini sudah cukup lumayan bagus dan jumlahnya juga sudah bertambah secara significant, namun  kalau dibandingkan dengan jumlah dosen dan mahasiwa yang ada ternyata masih sangat tidak imbang.  Karena itu kita harus memacunya terus  dan memberikan perhaitan yang lebih untuk penelotian  yang dilakukan.

kareana itu sekali lagi kita harus kerja bersama sama terutama bagaimana menciptakan riset itu menyenangkan dan  ada kemudahan dalam banyak hal, dalam perijinan, dalam system pertanggung jawaban kauangan dan dalam aspek lainnya.  Semopga ke depan kita akan mampu mewujudkan keinginan kita etrsebut dan smeua yang kita harapkan akan dapat terwujud denagn baik dan memberikan manfaat yang besar bagi kampus kiota, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.