BKS PTN SE JAWA TENGAH DAN DIY

Keberadaan bakan kerjasama  perguruan tinggi negeri se jawa dan DIY tentu sangat ebrmanfaat.  Selain sebagai arena silaturrahim antar pimpinan perguruan tinggi negeri, sekaligus juga  dimanfaatkan untuk menyelesaikan atau setidaknya mengusulkan berbagai hal yang menjadi kebutuhan PTN. Bahkan seringkali kita memanfaatkannya untuk menyelesaikan masalah yang terkait dnegan regulasi dan kementerian.  Karena itu  menurut saya kita memang harus menjadikan BKS ini sebagai rumah kita bersama.

Memang sayang bagi PTN yang sampai hari ini belum mau bergabung, entah dengan alasan apa, padahal; undangan sudah disampaikan dan  segalanya juga sudah disiapkan.  Atas kenyataan tersebut saya mengharapkan PTN, khususnya  di lingkungan kementerian agama yang belum bergabung agar dapat segera bergabung, pada saat  dilaksanakan di Yogyakarta dengan UGM sebagai tuan rumahnya.  Dalam pertemuan tersebut semua dapat menyampaikan persoalan masing masing untuk didapatkan solusinya secara bersama sama.

Aspek silaturrahim juga  menentukan dan penting, khusunya kaitannya dengan saling memberikan informasi tentang perguruan tinggi masing masing.  Bagi kita yang secara riil memang berada di bawah perguruan tinggi yang sudah relative maju, kita akan mendapatkan informasi maha penting untuk kita tiru dan kita jadikan sebagai inspirasi untuk meningkatkan kualitas perguauan tinggi kita.  Tentu masih banyak lagi manfaat yang kita dapatkan denagn selalu bertemu dan berdiskusi tersebut.

Terkait dengan hal tersebut sangat dihimbau kepada  pergruan tinggi di bawah kemenag, khususnya IAIN di bererapa daerah untuk segara bergabung dan menyesuaikan diri.  Kalai kita mau menghitung antara manfaat dan tidaknya, sudah pasti banyak manfaatnya, karena kita tidaka perlu membayar iuran, dan pada saat pertemuan kita hanya membayar hotel sendiri sedangkan untuk keperluan meeting dan konsumsi akan ditanggung oleh tuan rumah.  Pada saatnya nanti semua  PTN juga pasti akan mendapatkan giliran menjadi tuan rumah.

Bahkan tidak jarang, tuan rumah juga mengundang pejabat penting dui kementerian atau di lembaga lainnya seperti polri, TNI atau lainnya untuk sekedar memberian wawasan  terkait dengan kepentingan bersama sebagai bangsa dan  masyarakat Indonesia.  Jadi dapat dipastikan  akan untung dalam mendapatkan informasi penting dari mereka yang memang mempunyai wewenang dalam masal;ah tertentu.

Pada saat ada kesulitan bersama terkait dengan aturan main yang ada, ternyata BKS ini mempunyai peran yang bagus dalam upaya menyelesaikannya, karena ada rekomendasi yang dihasilkan dan kemudian ditindak lanjuti kepada yang dituju.  Pernah dahulu ada masalah dalam kaitannya dengan  penelitian yang didanai oleh APBN, lalu ada kesulitan dalam hal SPJ nya dan  BKS mengusulkan untuk ada regulasi yang lebih memudahkan para peneliti dalam mempertanggung jawabkan keuangannya, dan alhamdu lillah  kemudian muncul regulasi baru.

Saat ini banyak persoalan terkait dengan kampus, utamanya  bagi kampus yang baru saj aterkena gempa dan tsunami dan memeerlukan  tampungan mahasiswa yang tidak mungkin menjalani kuliah di kampus asal, lalu ditawarkan kepada semua kampus untuk mau menampungnya dan alhamdu lillah sudah banyak solusi yang didapatkan.  Demikian pula pada saat ada tawaran dari luar negeri mengenai  calon mahasiswa, khususnya dari Palestina, lalu juga sudah ada jalan keluarnya.

Beberapa waktu yang lalu ada rekomendasi kepada smeua anggota BKS agar mengadakan bimbingan  kepada perguruan tinggi yang akreditasinya masih belum A agar segera menyusul menjadi A, namun rupanya yang ini belum dilaksanakan, karena mungkin banyaknya masalah di masing masing perguruan tinggi. Demikian juga dengan persoalan jurnal bereputasi internasioal atau  scopus, juga pernah ada rekomendasi untuk diadakan  semacam bimbingan teknis kepada para dosen kita, dan pada pertemuan nanti dapat dimunculkan kembali.

BKS ini sifatnya kebersamaan dan kemitraan sehingga seluruh anggotanya  mempunyai hak dan kewajiban yang sama. meskipun pimpinanberganti akan tetapi BKS akan tetap berjalan terus dan menjalankan agendanya sesuai dengan perkembangan.  Kita tahu bahwa persoalan yang didiskusikan dalam pertemuan BKS tersbeut adalah dimunculkan sendiri oleh masing masing pimpinan perguruan tinggi.  Biasanya dalam pertemuan etrsebut juga diikutkan para wakil rector dan juga LP2M.

Pada saat pembahasan dan diskusi mengenai persoalan persoalan, biaany masing masing mengelompok sesuaid engan bidangnya dan dengan dmeikian akan semakin terfokus, dan pada saatnya kemudian dilakukan panel untuk menyampaikan hasil dari pembahasan kelompok tersbut.  Sementara itu bagi ibu ibu dharma wanita biasanya diadakan acara tersendiri oleh tuan rumah dan biasanya juga terkait dnegan pengetahuan yang terkait dengan kerumah tanggan dan kewanitaan.

Untuk tempat pertemuan dan tuan rumah, biasanya digilir secara bergantian dan sedapat mungkin tidak beruntun dalam satu kota, melaionkan disilang setelah di Yogya, kemudian di semarang atau di solo dan purwokerto dan  magelang serta kota lainnya.  Dengan begitu fungsi silaturrahim juga akan maksimal dan semua akan dapat emngambil manfaat dari pertemuan BKS tersebut.

Hal yang harus diketahui  bahwa  meskipun berbeda kementerian, tetapi jika sudah berada di BKS semuanya akan merasa bersama, dan semua personal;an dapat disampaikan, termasuk yang terkait dengan kementerian masing masing.  Jika memungkinkan untuk disampaikan rekomendasi untuk kementerian, juga BKS akan menindak lanjutinya dan diharapkan akan ada solusi yang   segara didapatkan.

Jika tidak mmeungkinan untuk diberikan rekomendasi buat kementerian, maka  masing masing pimpinan perguruan tinggi dapat menyampaikan rekomendasi sendiri, dari hasil diskusi tersbut.  Semisal kalau di kemenristek dikti sudah ada sumbangan pengembangan institusi bagi calon mahasiswa yang melalui jalur mandri, sedangkan di lingkungan kementerian agama belum ada, maka rector PTKIn dapat merekomendasikan kepada kementerian untuk mengadakan SPI tersebut, tentu harus disertai dengan alaasn rasional.

Kita tentu dapat merasakan betapa  di program studi kedokteran yang ada di UIN, lalu bagaimana  mendapatkan pembeayaan jika mahasiswa kedokteran hanya membayar  UKT saja tanpa ada SPI  untuk menunjang proses pembelajarannya?.  Sudah barang tentu masih terlalu banyak persoalan yang kita rasakan selama ini dalam mengelola perguruan tinggi. Untuk itu diskusi dalam BKS tersbeut memang sanbat perlu dan bermanfaat bagi pengembangan perguruan tinggi kita ke depan.

Meskipun masih ada saluran lain yang dapat kita  lalui dalam menyampaikan aspirasi, namun BKS ini  merupakan  saluran penyampaian  aspirasi, khususnya yang bersifat umum dan menyangkut hajat banyak pihak.  Barangkali terkait dengan maraknya  kasus radikalisme dan  sejenisnya di kalangan mahasiwa juga dapat diangkat sebagai isu yang menarik untuk dicarikan solusinya dengan bijak sehingga kampus kita akan sterild an aman dari  paham radikalisme tersebut.

Demikian juga tentang persoalan hoax dan ujaran kebencian yang sudah marak di media social dan tidak terlepas juga  para mahasiswa, kita  sangat berharap bahwa persoalan tersbeut akan dapat diocegah dan dihentikan, tanpa harus ditangkap oleh aparat keamanan.  Artinya harus ada upaya agar seluruh warga kampus  menyadari hal tersbeut sangat buruk untuk kampus dan masyarakat, sehingga mereka akan dengan sendirinya menyetop aktifitas  yang berkonotasi dnegan hoaks dan ujaran kebencian dan sejenisnya tersebut. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.