IKHTIYAR PERCEPATAN GURU BESAR

Sebagaimana kita tahu bahwa untuk mencapai pangkat guru Besar atau professor, saat ini diperlukan persyaratatn yang relative lebih berat, yakni salah satunya harus mempunyai  publikasi ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi, semacam scopus.  Karena itulah ada sebagian  calon guru besar yang kemudian mandek disebabkan oleh kekurangan sayarat tersebut.  Kebetulan untuk syarat publikasi  ilmiah tersebut sebagian besar dosen kita masih mengalami kesulitan.

Karena itulah universitas kemudian melakukan uipaya agar para dosen yang sudah mau naik pangkat ke guru besar diberikan fasilitas khusunya dalam upaya memperlancar publikasi ilmiah tersebut melalui training atau klinik artikel yang akan dikirim ke pengelola jurnal internasional bereputasi tersebut.  Sudah babrang tentu universitas harus mengupayakan  trainer yang berpengalaman dan sudah terbiasa melakukan publikasi ilmiah lewat jurnal internasional tersebut.

Harapannya semua dosen yang mengikuti klinik tersebut  pada saatnya akan mendapatkan pengalaman dan sekaligus mampu untuk mempublikasikan karyanya sehingga pada saatnya pula nantinya akan  dapat memperoleh professor.  Jika universitas tidaknmel;akukan apapun  ikhltiyar untuk membantu mereka, tentu akan lebih susah lagi bagi para dosen untuk mendapatkan publikasi ilmiah tersebut.  Target kita  kalaupun tidak seluruh peserta akan mampu menulis di jurnal internasional,  akan tetapi sudah mempunyai modal untuk dikembangkan lagi.

Jika diantara  tiga pulush peserta yang mengikuti klinik tersbeut  akan muncul; separohnya yang dapat publikasi ilmiahnya, maka itu sudah lebih dari target dan tentu selanjutnya akan diikuti oleh peserta lainnya.  Kepada mereka yang belum mampu untuk mempublikasikan karyanya dalam jurnal internasional berep[utasi, setidaknya mereka nantinya dalam waktu tidak terlalu lama akan menyusul.  Sesungguhnya peserta akan memperoleh layanan yang sama, hanya saja ungkin pengalaman pribadi masing masing orang berbeda sehingga kalau hasilnya tidak bersama sama  maka itu dapat dimaklumi.

Selama ini universitas telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat penyelesaian guru besar para dosen, seperti mengirimkan para dosen untuk training ke luar negeri, mendatangkan trainer dari luar negeri, memberikan stimulus bagi dosen yang karyanya dapat dinmuat dalam jurnal internasional bereputasi dan lainnya. Akan tetapi cara demikian ternyata belum mampu menghasilkan sesuatu yang maksimal.  Oleh karena itu dengan melakukan klinik secara langsung kepada para dosen dan  dibimbing langsung oleh para ahli, dioharapkan akan  semakin cepat menghasilkan  sesuatu yang kita inginkan.

Suah barang tentu klnis bimbingan tersbeut terbuka untuk semua dosen yang berminat, namun mengingat kuotanya terbatas, maka siapapun yang berminat harus membuat makalah terlebih dahulu dan kemudian disleeksi berdasarkan hasil karya tuilis mereka.  Nah, dengan dmeikian maka pada saat pelaksanaan bimbingan klinis tersbeut mereka tinggal memperbaiki makalah yang sduah dibuat dengan mempertimbangkan masukan dari para trainer.  Sebgaiannya audah yang  cukup bagus dan sebagiannya masih diperlukan masukan yang cukup banyak.

Dengan cara seperti itu diharapkan akan lebih manjur dan menghasilkan sesuatu yang lebih positif dan produktif.  Sesungguhnya para dosen muda  ghirahnya lebih kuat untuk mengikuti training semacam ini, namun kita masih mendahulukan para senior yang sudah cukup lama menjadi doctor tetapi belum  mengajukan guru besarnya.  Kita akan terus lekukan kegiatan semacam ini sampai seluruh dosen yang kita miliki seluruhnya  mendapatkan  bimbingan klinis penulisan jurnal ilmiah tersebut.

Namun demikian kita juga selalu menghimbau kepada semua dosen untuk mencari sendiri pengalaman menulis tersbeut melalui apapun yang dapat dilaklukan, sehingga pada saatnya mereka akan mampu menghasilkan karya yang bagus dan mampu menembus scopus dan akhirnya mereka akan  dapat memperoleh guru besarnya dengan lebih cepat dan mudah.  Sesungguhnya  kepandaian menulis tersbeut  tidak secara lsngsung didapatkan, melainkan harus melalui banyak latihan menulis dan membaca banyak leteratur, sebab dengan pengalaman pengalaman tersbeut akan semakin mudah untuk menulis.

Barangkali memang nuansa ilmiah pada kampus kita pada masa yang lalu kurang menggigit dan lebih banyak melakukan hal hal yang lainnya, sehingga mereka tidak terbiasa untuk menulis.  Baru akhir akhir inilha gairah menudlis ditimbulkan  denagn keterpaksaan, karena da persyaratan tersebut.  Coba kalau tidak ada paksaan, tentu juga belum akan sekuat ini gairah mereka untuk menulis.  Terkadang kita memang harus dipaksa terlebih dahulu baru mau melakukan sesuatu.

Padahal kita tahu bahwa sesuai dengan definisinya dosen itu ialah ilmuwan , bukan hanya sekdar pendidik semata.  Ilmuwan itu harus melakukan penelitian dankemudian menulis serta menghasilkan karya ilmiahnya.  Inilah yang selama ini diluip[akan sehingga sebagai dosen seolah hanya berkewajiban mengajar di kelas dan menguji tanpa ada kewajiban untuk meneliotis dan menghasilkan karya ilmiah sebagai bentuk pengembangan ilmu dan  keahlian tertentu.

Memang seharusnya  ada perlakuan berbeda diantara seluruh dosen, khusu8snya merka yang diberikan tugas tambahan, yakni  tidak diwajibkan menulis di jurnal internasional, melainkan cukup hanya diminta untuk menghasilkan karya ilmiah saja, baik berbentuk publikasi ilmiah maupun buku dan sejenisnya.  Saat ini kewajiban untuk publikasi ilmiah etrsbeut masih berlaku sama antara mereka yang hanya sebagai dosen biasa dan mereka yang mendapatkan tuas tambahan.

Tentu akan sangat berat bagi pada dosen dengan tugas tambahan sebagai rector misalnya, yang di samping harus memikirkan keseluruhan universitas, juga harus memikirkan menulis dana memiliki publikasi ilmiah dalam jurnal internasional. Jika kemudian hanya berkonsentrasi kepada penulisaan ilmiah tersbeut, tentu  akan banyak pekerjaannya yang terbengkelai atau sitidaknya terhambat, tetapi kalau fokus kepada pekerjaan tambahan tersbeut, maka penulisan dan publikasi ilmiahnya akan terhambat juga.

Banyak orang ketika usulan ini disampaikan yang nyinyir dan seolah tidak rela kalau usulan ini disetujui dengan alasan bahwa tugas tambahan etrsbeut sudah dibayar dengan tunjangan, sehingga kewajiban sebagai dosennya harus tetap sama dengan dosen lainnya.  Jika memang nantinya  masih tetap diberlakukan seperti itu, sesungguhnya juga tidak masalah, karena usulan tersbeut hanyalah permohonan agar  semua dosen dengan tugas tambahan akan dapat focus menjalankan amanah tambahan tersebut.

Kembali kepada  permasalahan awal, yakni keinginan untuk memeprcepat proses raihan guru bear, usaha yang kita lakukan tentu sudah diperkirakan dan direncanakan dengan cukup baik, karena kita menyadari sepenuhnya bahwa untuk mendapatkan publikasi ilmiah din jurtnal internasional bereputasi itu tidak mudah dan memerlukan konsentrasi dan focus yang sungguh sungguh.  Karena itu diharapkan smeua yang ikut harus mempeunyia kesadaramn diri untuk berhasil dan tidak sekedar hanya mengikuti sebuah kegiatan semata.

Sekali lagi keinginan tersebut didasari oleh tanggung jab yang bear bahwa  para dosen seharusnya  lancer dalam proswes kenaikan pangkatnya, termasuk pada saat ke guru besar, tanpa mengalami hambatan dan kesulitan.  Namun kenyataannya memang persyaratan yang harus dipenuhi  memang cukup berat, karena itu pihak universitan s memberikan fasilitas  berupa training untuk  penulisan ilmiah di jurnal internasional bereputasi tersebut.  Mudah mudahan  semua peserta akan mampu mengaplikasi pengalamannya sehingga dalam waktu yang relative tiodak terlalu lama mereka akan mampu menghasilkan publikasi ilmiah yang dimaksud, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.