KONSISTEN DALAM BERDOA

Sebagai hamba Allah swt yang lemah dan selalu membutuhkan bantuan kepada pihak lain, terutama kepada Allah, tentu kita harus terus berupaya melakukan upaya agar mendapatkan apa yang kita harapkan.  Namun seiring dengan itu kita juga tidak boleh lupa bahwa kita harus terus berdoa kepadaNya agar apapun yang kita usahakan diberikan kemudahan dan kelancaran, sehita tetapkan. Itulah yang selama ini telah kita jalankan dengan baik dan kita pun juga sudah mendapatkan keinginan keinginan yang kita canangkan.

Namun sayangnya tidak semua orang mau konsisten memohon kepada Allah dalam segala kondisi, sebab biasanya orang yang sudah sukses mendapatkan apa yang diinginkannya, lalu menjadi lupa  bahwa apapun yang kita dapatkan itu ialah karena pemberian dari Tuhan, bukan semata mata kerja keras kita.  Dalam  keadaan etrsebut seringkali orang kemudian  tidak lagi serius dalam berdoa dan abhkan mungkin doanya sendiri juga sudah dilupakan.

Kebiasaan buruk yang terus menerus dilakukan oleh umat manusia ialah tuidak konsisten, sebab pada saat  mengalami penderitaan dan sangat menginginkan sesuatu, maka barulah  melakukan sesuatu dan juga berdoa secara bersungguh sungguh, namun  begitu keinginanya sudah dipenuhi, maka apa yang sebelumnya dilakukan dengan serius, lalu mengendor seolah tidak lagi membutuhkan pertolongan Tuhan.  Ketia berdoa  juga seenaknya saja, demikian juga pada saat bekerja dan berusaha tidak lagi serius, seolah sudah mendapatkan apapun yang diinginkan.

Sikap dan kebiasaan tersebut tentu tidak patut dilakukan oleh orang beriman, karena bagaimanapun dan dalam kondisi apapun, kita sangat membutuhkan bantuan dan pertolongan Tuhan.  Kesadaran bahwa kita ini lemah dan selalu membutuhkan pertolongan Nya tentu akan berakibat baik, jika  kemudian itu menjadi  sikap kita yang terus kita pertahankan secara konsisten.  Mungkin Tuhan sekali waktu akan menguji kepada kita dengan ujian yang beraneka ragam.  Sebagiannya ujian tersbut dalam bentuk kemudahan dan sebagiannya dalam bentuk sebaliknya yakni kesulitan.

Terkadang kita mendapatkan kemudahan, meskipun kita  tidak serius dalam mengerjakan sesuatu  dan hasilnya pun juga sangat baik, bahkan tanpa berdoa kepada Allah juga.  Nah, kalau kita mengalami hal demikian  seharusnya kita sadar bahwa itu merupakan ujian Tuhan yang  harus kita perhatikan, sebab ujian dengan kemudahan iotu justru  sangatb berat untuk kita jalani dengan baik.  Sebal;iknya jika ujian tersebut berupa kesulitan, semacam usaha yang kita jalankan selalu mendapatkan kegagalan, kerugian dan lannya, biasanya kita cepat sadfar bahwa itu ujian, lalu kita serius meminta kepada Allah swt.

Kegagalan kita seringkali justru dalam menjalani ujian yang ringan atau menyenangkan tersebut, sebab biasanya kita menganggap bahwa itu bukan ujian, melainkan justru anugerah yang diberikan kepada kita. Rupanya kita lupa bahwa apapun yang diberikan oleh Allah swt di dunia ini adalah sebuah ujian, apakah kita akan mampu menjalaninya dengan baik ataukah tidak.  Artinya pada saat kita diuji dengan kebaikan dan kemudahan, apakah kita  mau mensyuykurinya ataukah sebaliknya malah menjadi sombong.

Berbahagialah mereka yang mendapatkan ujian kemudahan dan mampu melewatinya dengan baik, karena  dia sellau bersyukur kepada Allah dan konsisten dalam memohon kepada Nya.  Namun memang tidak banyak yang dapat lolos dari ujian kemudahan  tersebut.  Karena itu bagi kita harus ada keadaran sejak dini bahwa  apapun yang kita terima dari Tuhan itu merupakan ujian bagi kita yang harus kita sikapi dengan tepat, yakni jika itu kebaikan, maka kita harus tetap banyak bersyukur, namun jika itu keburukan, maka kita juga harus semakin mendakatkan diri kepada Nya dan tetap mensyukuri apapun yang telah kita terima dari Nya.

Para ulama dahulu selalu mengaajrkan ke-pada kita agar kita tidak pernah lupa berdoa kepada Allah swt, setidaknya setiap habis shalat maktubah.  Demikian juga mereka  mengajarkan kepada kita agar kita mau berdoa secara khusus pada tengah malam sehabis shalat tahajjud.  Mengapa mereka mengajarkan yang dmeikian? Karena mereka menyadari bahwa manusia itu selalu akan digoda oleh setan dan setan pasti akan berusaha untuk menjauhkan manusia dengan Tuhannya.  Setiap manusia yang menjauh dari Tuhannya, pastilah dia akan sangat mudah untuk dijerumuskan ke dalam lembah dosa.

Mereka juga selalu mengajarkan kepada kita agar kita selalu memohon didoakan oleh orang tua  dan juga guru.  Jika kita sedang bersilaturrahim kepada seseorang, seumpama guru atau senior,  agar kita meminta didoakan oleh mereka.  Karena itu tidak heran ketika kita sedang bersilaturrahim kepada seorang kiyai atau ulama, terutama pada saat lebaran, selalu saja banyak santri yang meminta didoakan, bahkan pada saat bertemu dengan sesame atau bahkan saat bertemu dengan siapapun kita diminta untuk meminta didoakan.

Kalaupun  kita berjumpa dengan seseorang tidka mendoakan saja kita diminta untuk didoakan, apalagi kalau ada orang yang dengan sendirinya mendoakan kita, pasti kiota harus mengamininya dan berterima kasih kepadanya.  Kita menjadi geran ketika ada orang saat memberikan sedekah kepada fakir miskin, lalu para fakir miskin tersebut mendoakan baik kepadanya , namun dia malah mengomel dan mengatakan sesuatu yang tidak nyaman didengar, semacam, hallah tidak usah mendoakan segala, doamu pasti juga tidak akan dikabulkan, kondisimu sendiri kayak gitu kok mendoaja  saya segala.

Itu namanya sombong, belum pasti doa orang miskin itu ditolak oleh Tuhan, bahkan sangta mungkin doa mereka itu sangat manjur dan didengar oleh Tuhan, karena itu siapapun yang mendoakan kepada kita sebaiknya kita mengamininya dengan tulus dan berterima kasih kepada yang telah mendoakan kita. Doa itu begitu kuat menembus langit istilahnya, karena  tidak ada yang mampu mengubah takdir terkecuali hanya dengan doa.  Jika Tuhan berkenan maka  apa yang kita minta akan dikabulkan.

Tentu kita akan sangat bagus jika sering bersilaturrahim kepada para ulama dan orang salih lalu kita meminta didoakan oleh mereka.  Kita juga tahu bahwa doa siapa yang akan dikabulkan oleh Tuhan itu masih kisteri karena boleh saja doa orang yang tidak kita perhitungkan justru malah dikabulkan oleh Tuhan.  Karena itu dahilu pernah ada banyak cerita, termasuk pada zaman Nabi bahwa Nabi pernah menyuruh sahabatnya untuk mendatangi seseoranag yang tidak begitu dikenal hanya agar mau mendoakan saja.

Cerita serupa juga banyak terjadi di zaman setelah beliau, dimana da banyak wali yang justru memerintahkan kepada  para muridnya untuk mendatangi orang yang sama sekali tidak diperhitungkan orang lain, semacam tukang sol sepatu atau tukan  tambal ban, untuk meminta didoakan.  Rupanya  mereka itu mempunyai keistimewaan yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat.  Amalan mereka itu sungguh luar biasa, seperti sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, tidak pernah mau makan selain yang sudah jelas kehalalannya, selalu melanggengkan shalat tepat pada waktunya dan lainnya.

Atas dasar kenyataan tersbeut itulah kita tidak boleh berburuk sangka  kepada siapapun, termasuk mereka yang secara lahir tempak tidak baik kelakuannya.  Biarklan Tuhan sendiri yang akan menentukan  kelakuan setiap manusia, sebab yang kita harapkan  ialah kita akan senantiasa diberikan kemudahan dan pertolongan dari Tuhan agar kita mampu menjalani hidup ini dengan penuh keceriaan dan pengabdian yang tulus.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.