JANGAN PERNAH LUPA DIRI

Rupanya kehidupan di dunia yang sangat kompetetif dan ditunjang oleh kenyataan bahwa  masalah keimanan manusia sudah tidak begitu kuat, akhirnya banyak umat manusia yang lupa diri, terutama dari mana dia asalnya dan untuk apa dia berada di dunia ini.  Dengan lupa etrsebut kemudian banyak anak yang benarani kepada orang tuanya, menyakitinya, bahkan terkadang menyiksanya dan membunuhnya, hanya karena tidak mampu memenuhi keinginannya.

Demikian pula  lupa tersebut juga  dapat menyeret seseorang melalukan berbagai kejahatan terhadap manusia lainnya dan sama sekali tidak mau mengikuti apa yang ditetapkan oleh Tuhannya sekalipun.  Mereka lupa bahwa fungsi manusia di dunia ini hanyalah untuk mengabdikan diri kepada Tuhan.  Nah, karena lupa itulah mereka akhirnya  sama sekali tidak mengingat, apalagi harus beribadah kepada Tuhan.  Akibat selanjutnya ialah bahwa  merka kemudian juga akan sangat mudah untuk berbuat sesuatu yang diinginkan, tanpa mereasa ada halangan.

Bahkan dalam kehidupan kesehariannya mereka juga lupa bahwa mereka mempunyai keluarga dan anak, namun sama sekali tidak mau bertanggung jawab untuk kelangsungan hidup mereka, bagaimana makannya, pakaiannya, kesehatannya dan pendidikannya.  Mereka lupa bahwa ada tanggung jawab pada dirinya untuk membimbing mereka kea rah yang benar dan selamat, mereka juga mempunyai kewajiban untuk menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab penuh atas selruh keluarga.

Mereka juga lupa bahwa mereka hidup di masyarakat dan lingkungan yang harus saling menjaga keamanan, ketenteraman dan juga kenyamanan.  Dengan lupa tersebut, seringkali mereka sama sekali tidak peduli dengan kebutuihan lingkungan dan masyarakat sekitar, dan dengan lupa tersebut mereka juga  seenaknya sendiri membuat  sesuatu yang dapat mengganggu kenyamanan dan ketenteraman lingkungan.  Tentu masih banyak lagi hal hal yang dilakukan  yang sesunguhnya merupakan pelanggaran karena lupa tersebut.

Banyaknya pelanggaran dan kemaksiatan juga disebabkan adanya aspek lupa tersebut pada diri orang, lupa dengan aturan agama, orang akan dapat melakukan apapun yang diinginkan, semisal  berzina, mencuri, menyakitkan pihak lain, mabuk mabukan dan juga  korupsi.  Jika lupa bahwa ada tetangganya yang menjadi isteri orang, lalu karena dia lupa maka  isteri orang tersebut jutga digasaknya, bahkan isterinya sendiri juga terkadang dilupakan sehingga dia lalu tega menyakitinya, padahal isterinyalah yang selama ini telah memperlakukannya dengan sangat baik.

Adanya rumah tangga yamng bubrah setelah berjalan sekian tahun, adanya kekeraan kepada pihak perempuan, kepada anak anak dan juga perampokan dan pemerkosaan serta kejadian lain yang membuat miris dan bulu kuduk berdiri, juga disebabkan adanya  factor lupa pada di5ri seseorang terhadap status dan fungsi serat keberadaannya sebagai manusia yang mempuntai tanggung jawab damn kewajiban, baik dari Allah swt, maupun dari aturan sesame manusia lainnya.

Karena itulah kita wajib saling mengingatkan kepada sesame agar selalu ingat diri bahwa kita mempunyai posisi dan fungsi dalam status kita masing masing.  Kita tidak boleh lupa terhadap diri sendiri ataupun hak hak pihak lain, sehingga  pada saatnya kita tidak akan melanggar hak hak pihak lain tersebut dan kita juga tidak akan merugikan pihak manpun.  Hidup di dunia itu hakekatnya  untuk saling mengingatkan satu dengan lainnya, baik terhadap kewajiban individu maupun kewajiban sosialgan normal dan baik.

Meskipun kita  adalah orang pintar dan mempunyai kedudukan yang  bagus di masyarakat atau mempunyai kedudukan tinggi dalam pekerjaan, namun jika kita lupa terhadap diri sendiri, maka bahaya akan mengintai kita.  Coba bayangkan jika kita  menjadi orang pandai dan dipercaya oleh banyak orang, lalu kita menjadi lupa, maka kemungkinan yang terjadi ialah kita akan menipu mereka untuik menguntungkan diri sendiri, dan akhirnya kita akan menyesal setalah semuanya terbuka dan orang mulai mengetahui aksi kita.

Demikian juga ketika kita mempunyai kedudukan atau posisi yang tinggi dalam pekerjaan, lalu kita lupa, maka kemudian kita melakukan hal hal yang tercela, aik secara moral maupun secara hokum, sudah dapat dipastikan kita akan mengalami kerugian besar  dan pada saatnya pasti orang banyak akan mengetahui kecurangan kita akibat lupa tersebut.  Kalau sudah dmeikian kondisinya, maka akan sangat sulit untuk ditolong, terkecuali kita akan menjadi bulan bulanan dan pasti kita akan menjadi manusia yang paling menderita dan menyesal.

Sebagaimana kita tahu penyesalan itu datangnya pasti terlambat setelah segalanya sudah terlanjur terjadi.  Tentu masih untung jika  penyesalan tersbeut masih di dunia, meskipun rasanya pasti akan sangat sakit sekali, tetapi masih ada waktu untuk memperbaikinya, walaupun tidak akan kembnali sebagaimana semula.  Namun jika penyesalan tersebut terjadi saat kita sudah berada di alam akhirat, maka tidak ada kesempatan untuk memperbaiki yang sudah terjadi dan sakitnya tentu akan jauh lebih besar.

Untuk itu sebelum smeuanya terjadi, sebaiknya kita selalu mengingat diri kita sebagai hamba Allah, dan posisi kita di mata Allah dan di mata manusia lain.  Artinya dengan mengingat posisi tersebut harapannya kita akan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi kita dantidak akan melupakannya.  Dengan terus mengingat Allah swt atas keberadaan kita sebagai hamba yang sangatlemah dan membutuhkan pertolongan Nya, maka kita akan semakin memperhitungkan semua perbuatan kita.  Setidaknya kita akan selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak.

Dalam kehidupan rumah tangga kita juga harus terus mengingat posisi kita agar nantinya kita tidak akan melanggar beberapa aturan main yang disepakati bersama serta kita tidak akan berani untuk melukai pihak lain, sebab mengingat peran mereka yang telah berjasa kepada kita.  Utamanya kepada orang tua kita akan menjadi  sangat hormat dan sama sekali tidak akan berani menyakiti mereka.  Itu disebabkan ingatan kita  tertuju kepada  jasa mereka yang telah mereka berikan secara tulus kepada kita sejak kita masih dalam kandungan.

Meskipun tanpa mengenal ajaran agama sekalipun jika hal ini kemudian mampu memberikan dorongan dalam hati, maka orang pasti akan sangat hormat dan menghargai orang tuanya.  Apalagi kalau kemudian juga didorong oleh ajaran agama yang memang  mewajibakan kepada setiap anak untuk menghormati dan memperlakukan dengan sangat baik kepada kedua orang tuanya.  Kiranya ini menjadi begitu penting  khususnya dalam kondisi saat ini dimana banyak orang sedang lupa terhadap dirinya sendiri dan lebih mengedepankan kepentingan sesaatnya.

Ajaran islam untuk benyak berdzikir atau ingat kepada Tuhan, sesungguhnya sejalan dengan ajaran untuk ingat kepada diri sendiri ini, karena bagaimanapun jika kita sudah terbiasa dengan ingat kepada diri sendiri, termasuk posisi dan fungsi, maka secara mudah akan mengingat posisi Tuhan  di dalam diri kita.  Ajakan untuk tidak lupa terhadap diri sendiri, hakekatnya ialah ajakan untuk ingat kepada diri sendiri dan juga kepada pihak lain, termasuk Tuhan, orang tua, suami atau isteri, anak anak, tetangga dan lainnya.

Semoga kita  dapat selalu mengingat diri sendiri, sehingga kita akan selalu dibimbaing oleh harti yang terbaik dan akhirnya kita hanya akan emnjalankan sesuatu yang paling baik dan memberikan manfaat bagi banyak pihak, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.