BELA KALIMAT TAUHID?

Saya piker semua umat muslim dapat dipastikan akan membela kalimat tauhid, karena itulah hal yang paling dasar dalam keimanan kita dan keislaman kita. BNukankah kalimat itu yang ada dikalimat syahadat? Setiap orang yang masuk islam tentu akan mengucapkannya denagn penuh keyakinan. Lalu kenapa ada istilah yang saat ini dimunculkan yakni membela kalimat tauhid.  Seolah kalimat tauhid tersebut mendapatkan ancaman sedemikian rupa sehingga memanggil umat muslim untuk membelanya.

Kita menyadari kalau misalnya ada yang memerangi dan membahayakan kalimat tauhid etrsebut, tanpa harus dikomando, pasti umat akan embelanya. Namun rupanya  kalimat bela kalimat tauhid etrsebut ada maksud tertentu yang sengaj didesain untuk memusihi dan mungkin bahkan membubarkan salah satu bagia dari ormas NU, yakni banser yang beberapa waktui yang lalu telah membakar bendera HTI yang didalamnya ada kalimat tauhid.  Berita tersebut tidak aknviral kalau memang tidak disetting sedemikian rupa, karena pada awalnya berita berita tentang hal tersebut seolah dibelokkan.

Pada awlanya yang terus dimunculkan ialah bendera kalimat tauhid, ditambah lagi tokoh HTI dan jubirnya juga menyatakan dengan lantang bahwa HTI tidak mempunyai bendera, sehingga yang dibakar oleh beberapa orang banser ialah kalimat tauhid.  Tentu saja provokasi demikian akan mudah menyulur orang orang yang tidak tahu persoalan untuk membelanya dan menyalahkan banser yang telah membakar kalimat tauhid, bahkan ada yang mengancam akan  membunuhnya segala.

Setelah polisi denagn jelas mengatakan bahwa yang dibakar oleh anak banser ialah bendera HTI yang sudah dilarang di Indonesia, dan kemudian setelah dilakukan olah perkara, mereka yang membakar bendera tersebut dilepas dan berganti menangkap orang yang membawanya dan mengibarkan bendera HTI tersebut pada saat ada peringatan hario Santri nasional, barulah beberap orang yang memeprhatikannya menyadari bahwa itu hanyalah rekayasa dan  kejadian yang emmang disengaja untuk mengeruhkan suasana.

Secara kebetulan pula anak anak banser yang masih muda tersebut secara emosional kemudian merebut bendera HTI dan membakarnya. Meskipun tujuannya ingin agar HTI tidak dihidupkan kembali dan mengganggu HSN serta demi NKRI, namun perbuatan banser tersebut memang salah karena membuat keputusan sendiri tanpa  dipikir lebih panjang bahwa hal etrsebut merupakan hal yang sangat sensitive dan dapat digoreng oleh pihak lain untuk mendapatkan simpati dari masyarakat muslim, bahkan hingga manca Negara.

Secara spontanitas dengan provokasi  membela tauhid , memang kemudian banyak simpati masyarakat untuk menuntut agar anak anak tersebut diadili, bahkan lebih jauh kemudian juga disuarakan agar banser dibubarkan dan lainnya.  Namun sejalan dengan terkuaknya  motyivasi yang ada, kemudian banyak pihak yang menyarankan agar aksi bela tauhid seperti itu dihentikan karena sama sekali tidak relevan.  Kita sangat mengapresiasi pada sikap banser yang membatalkan  aksi di Yogyakarta, dengan tujuan agar tidak timbul hal hal yang lebih membahayakan masyarakat.

Kita juga sangat menghargai sikap Muhammadiyah yang menghimbau kepada sleuruh warga muhammadiyah agar tidak ikut ikutan dalam membela tauhid tersebut, khususnya terkait dengan perrsoalan ini.  Tujuannya agar masyarakat dapat lebih tenang dan tidak terprovokasi oleh  ajakan yang justru akan potyensial membuat keruh suasana.  Tentu kita masih menyayangkan adanya  sebagian orang yang masih menggelar aksi bela tauhid tersebut di Jakarta, meskipun persoaannya sudah snagat jelas.

Kita sangat yakin bahwa banser tidak mungkin menodai kalimat tauhid dan apalagi kalau harus memberhangusnya.  Bukankah mereka itu warga NU yang setiap saat selalu saja membaca kalimat tauhid tersebut, bahkan  setiap tahlilan pasti akan membacanya. Lalu alasan apa yang mampu meyakinkan kepada umat bahwa banser merusak kalimat tauhid atau memerangi atau dengan basaha yang seolah banser anti kalimat tauhid.  Ini tentu  sangat lucu, karena justru anggota nahdliyinlah yang selalu melakukan tahlilan dan itu artinya sangat memuliakan kalimat tauhid tersebut.

Tuduhan yang disampaikan oleh pihak lain terhadap banser yang telah membakar bendeaa HTI tersbeut sengat mengada ada karena secara riil tuduhan tersebut snagat lemah dan tidak berdasar.  Persoalan membakar bendera tersebut memang itu  dapat dikatakan salah, namun bukan berarti merupakan aspek pidana, karena  pemerintah sendiri secara formal telah melarang organisasi etrsebut di Indonesia, sehingga seluruh atributnya juga seharusnya dilarang.

Tindakan yang seharusnya diambil oleh banser ialah dengan mengamankannya dan kemudian menyerahkannya kepada aparat kepolisian.  Biarkanlah pihak aparat keamaann yang akan menindak lanjutinya.  Tindalan banser yang merebut dan menyita bendera HTI etrsebut sudah benar karena  mereka hanya  akan mengganggu saja peringatan hari santri nasional. Merka sama sekali tidak diundang, tetapi dating dan malah mengibarkan bendera organisasi yang terlarang.  Kanapa aspek ini tidak diekspose dan justru malah banser yang dibulli sedemikian rupa sehingga mangaburkan inti masalahnya sendiri.

Kita mengakui bahwa tindakan banser tersebut memang tidak patut namun  mereka yang dating dengan membawa dan emngibarkan bendera HTI di tengah peringatan HSN juga tidak dapat dibenarkan.  Seharusnya masyarakat juga bersikapa dil yakni dengan mempertanyakan kenapa ada HTI yang dating ke arena peringatan HSN dan mengganggu dengan pengibaran bendera segala. Kalau ini juga dipersoalkan oleh masyarakta tentu akan terasa adil, sehingga yang salah ya harus dikatakan salah dan benar harus dikatakan benar.

Namun kita  menyadari bahwa masyarakat kita memang sedang kurang sehat sehingga akan mudah digiring dan diprovokasi, apalagi menyangkuit yang sensitive, seperti tentang kalimat tauhied.  Sudah barang tentu urusan agama bagi masyarakat muslim sangat sensitive.lalu kalau kemudian digemborkan bahwa ada sekelompok  masyarakat yang membakar kalimat tauhid  yang itu berarti melenyapkan dan  menghina kalimat tauhid tersebut, maka  masyarakat akan mudah terpancing untuk emosi dan melakukan sesuatu yang terkadang tidak akan mudaj dikontrol.

Seharusnya para pimpinan dan tokoh mampu mengedepankan  tindakan dan pernyataan yang santun yang mengarah kepada kesejukan umat dan perdamaian, bukan malah sebaliknya membuat kegaduhan dan sengaja ingin membenturkan satu kelompok masyarakt dengan lainnya. Mungkin memang ada  niatan untuk itu, kita juga tidak mengatahuinya.  Semoga dengan semakij terangnya persoalan tersebut, smeua pihak akan mamp[u megendalikan diri untuk menghentikan masalah ini dan kembali kepada pekerjaan masing masing dengan tetap mewaspadai semua hal yang berpotensi memecah belah umat.

Dengan demikian penrnyataan membela kalimat tauhid dalam konteks ini sesungguhnya sama sekali tidak relevan karena  tidak ada yang menghina dan meremehkan kalimat tauhid etrsebut.  Semua orang islam pastinya akan menghormatinya bahkan menjadikannya  sesuatun yang paling asasi kareena itulah kalimat syahadat yang mesti harus dibaca  setia kali menjalankan shalat.  Jangan mudah diprovokasi ol;eh pihak tertentu dengan tendensius yang hanya ingin membenturkan  dengan umat lainnya atua golongan lainnya saja.

Nari kita berbanh diri untuk saling mengingatkan hal hal terbaik yang dapat dijalani untuk mencerdaskana umat dan sekaligus juga untuk memberikan pencerahan kepada mereka sehingga mereka tidak akan mudah dibenturkan dengan lainnya dengan isu apapun, twermasuk isu agama  dan  isu lain yang snagat sensitive.  Semoah ke depan kita akan tetap mampu menaga keaman dan ketenangan umat dan bangsa indonesia, amin.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.