WASPADA DENGAN KESEHATAN

Semakin hari kita merasakan bahwa daya tubuh kita akan semakin menurun dan itu merupakan peristiwa alam yang normal.  Usia kita akan semakin banyak dan itu menandakan kita semakin tua.  Dengan kondisi usia tersebut kita pastinya akan menyadari bahwa  kekuatan tubuh kita pasti akan bekurang dan penyakit akan semakin mudah menjangkiti tubuh kita.  Jika daya tahan tubuh kita sudah mulai berkurang, tentu kita harus lebih berhati hati dalam menjalankan aktifitas, agar kita tidak mudah dirserang penyakit.

Menjaga kebugaran tubuh itu menjadi mutlak kita lakukan, terutama dalam hal menjaga makanan keseharian, lalu berolah raga ringan dan juga menjaga pikiran agar selalu nyaman dan senang.  Menurt teori mereka yang sukses memelihara kebugaran tubuh, memang itulah hal yang mutlak kita perlukan agar tubuh kita menjadi  bugar dan tetap ada semangat yang kuat untuk  mengerjakan kewajiban kita sehari hari.  Artinya usia kita boleh tua tetapi kebuigaran tubuh harus tetap terjaga agar tidak sakit dan mengalami sesuatu yang menyakitkan.

Suasana hati dan pikiran yang  senang itu merupakan modal untuk sehat yang paling utama, sebab kalaupun kita sudah melakukan seleksi makanan dan minuman sekalipun, tetapi pikiran dan hati kita selalu saja ruwet dan tidak damai, maka segala penyakit akan mudah menyerang kita.  Untuk itulah kita harus tetap menjaga hati dan pikiran kita agar tetap ceria dan tidak memikirkan sesuatu yang berat dan menyita banyak energy.

Mungkin diantara kita ada yang sulit untuk menjadikan hati dan pikiran menjadi senang dan ceria, karena beban hidup yang semakin sulit.  Namun sekali lagi suasana senang dan ceria itu bukan disebabkan materi, melainkan bagaimana kita mampu menata hati dan pikiran kita. Lihatlah banyak orang bepenghasilan besar dan hartnya melimpah, tetapi hati dan pikirannya tidak pernah tenang.  Sebaliknya lihat pula mereka yang hidup nerimo apa adanya  meskipun penghasilan sangat minim dan secara lahir beban hidupnya begitu banyak, namun suasana hati dan pikirannya dapat begitu damai.

Memang kita akui masih belum banyak diantara manusia yang mampu menata hati dan pikirannya, dan hanya menganggap bahwa pikiran akan dapat tenang jika hartta melimpah.  Namun sekali lagi itu salah besar, karena factor utama ketenangan hati dan pikiran itu bukan harta, melainkan kemampuan kita untuk memenej atau mengelola hati dan pikiran etrsebut.  Memang harta  dapat membantu untuk menata hati tersebut tetapi bukan yang paling menentukan, karena terbukti banyak orang yang berhata banyak tetapi hatinya tidak pernah bisa tenang.

Begitu banyaknya orang yang masih mudah berhata banyak dan berlimpah dengan materi, namun kemudian sakit sakitan dan akhirnya tidak mampu bertahan hidup lebih lama di dunia.  Harta yang didapatkannya  sampai habis untuk berobat dan  dia sama sekali tidak pernah mendapatkan ketenangan dan kesenangan hidup.  Nah, itu yang harus kita sikapi agar kita tidak mengalami nasib buruk seperti itu.  Karena itu  menjaga kesehatan kemudian menjadi hal yang mutlak diupayakan dengan serius.

Biasanya orang akan mengaitkan antara penyakit dengan konsumsi makanan keseharian.  Artinya jika makanan yang dikonsumsi seseorang itu seimbang dengan energy yang dikeluarkan dan makanan tersebut tidak mengandung banyak zat yang membahayakan tubuh manusia, biasanya akan aman dana kesehatan akan tetap diperolehnya.  Apalagi kalau kemudian juga diimbangi dengan rajin berolah raga secara rutin, maka  secara teori orang tersebut akan mendapatkan kesehatan yang diinginkan.

Namun kebiasaan orang itu tidak ingat kesehatan jika sudah merasakan betapa nikmatnya makanan.  Jika orang  berlimpah makanan, apalagi kalau usianya masih relative muda, biasanya tidak akan ingat kepada penyakit atau tubuhnya sedniri.  Nah, pada saat sudah terserang penyakit, biasanya barulah ingat terhadap[ apa yang sudah dilakukan selama ini, dan penyesalan biasanya akan terus terjadi saat sudah terlewati dan terjadi.  Sangat jarang orang mau mengambil pelajaran kepada kejadian yang menimp[a pada diri orang lain.

Kesehatan adalah harta yang paling luiar biasa berharga, karena untuk apa kalau banyak harta tetapi tubuh sakit sakitan dan akhirnya tidak akan mampu menikmati harta yang melimpah tersebut.  Harta yang sesungguhnya milik kita ialah jika harta tersbeut dapat kita nikmati, baik di dunia maupun nanti di akhirat. Menurt Nabi Muhammad saw harta kita sesungguhnya hanya kesehatan yang dapat kita rasakan, makanan dan minuman yang kita konsumsi dan pakaian yang kita pakai serta harta yang kita sedekahkan.  Selebihnya harta yang menumpuk di bank atau dilaci dan tempat lainnya itu bukanlah milik kita.

Di samping karena kita tidak dapat menikmatinya, kita juga tidak akan dapat memilikinya saat nyawa kita diambil oleh izrail.  Sedangkan harta yang kita sedkahkan atau kita tasarrufkan untuk kepeentingan agama, sudah barang tentu akan menjadi milik kita saat kita sudah berada di akhirat, sedanghkan harta yang sudah kita nikmati juga merupakan harta kita karena sudah dapat kita perguanakan untuk kepentingan kita.  Sementara harta yang ada di bank dan tempat lainnya pasti akan menjadi milik orang lain atau ahli waris.

Bahkan kalau tidak  dapat diterima oleh  mereka yang merasa berhak, harta tersbeut akan menjadi rebutan dan akhirnya malah akan memporak porandakan keluarga yang tadinya utuh. Nah, karena itulah kiota tidak boleh mengandalkan harta yang sama sekali tidak dapat kita nikmati untuk menennagkan hati dan pikiran.  Kita harus banyak belajar untuk bersikap qanaah atau menerima apapun yang  terjadi dan diberikan oleh Tuhan kepada kita.  Sikap nerima dan tulus dalam menjalani hidup itulah yang akan menuntun kita untuk mampu menata hati dan pikiran kita.

Memang tidak mudah untuk mampu memenej hati dan pikiran, namun jika kita serius dan terus berlatih diri, maka pada saatnya pasti akan mampu dan kita akan menemukan ketanangan yang sejati.  Kita dapat melihat betapa orang miskin yang hidupnya sangat sederhana, bahkan malah kurang dari sederhana karena memang serba berkekurangan, namun dapat hidup rukund an damai dalam kekurangannya tersebut.  Walaupun mereka hanya mampu makan dengan lauk tempe atau bahklan hanya berlaukkan garam saja, tetapi jika hatuinya tulus dalam menjalani hidup dan tidak memikirkan harta orang lain. Maka dia akan menemukan kesenangannya.

Mari kita latih diri kita untuk dapat hidup serba menerima apa adanya dan tidak akan protes atau menginginkan harta milik orang lain atau sikap irid an sirik.  Insya Allah akalau kita sudah mampu hidup dengan cara demikian kita akan  merasakan kebahagiaan sejati dalam diri.  Dengan begitu kita akan dapat memulai hidup baru dengan cara yang sehat.  Ikuti cara sehat yang telah disampaikan oleh para ahli, yakni dengan mengkonsumsi makanan dan minuman sehat, menyeimbangkan antara gizi yang masuh tenaga yang keluar serta terus berusha auntuk melakukan oleh raga meskipun ringan dan selalu tidak lupa untuk terus menjalankan perintah Allah yaitu menjalani shalat maktubah dan shalat sunnah, serta tidak pernah lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan  untuk diberikan kesehatan dan kedamian hidup. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.