KEBIJAKAAN SISTEM PENWERIMAAN CALON MAHASISWA BARU

Sebagaimana diketahui bahwa  meskipun  panitia penerimaana calon mahasiswa baru itu rutin dijalankan setiap tahun, namun bentuknya masih ad hoc, dan karena itulah kemudian dipikirkan untuk dilakukan secara permanen oleh sebuh lembaga tertentu yang tugasnya memang untuk melaksanakan tes bagi calon mahasiswa baru di perguruan tinggi, baik negeri maipun swasta, namun lebih lebih di PTN.  Banyak  keuntungan yang akan didaapatkan dengan lembaga baru etrsebut yang secara permanen memang bertugas untuk melaksanakan seleksi atau test bagai para calon mahasiswa.

Memang lembaga tersebut tidak mempunyai kewenangan untuk menentukan kelulusan seseorang, melainkan hanya  menyelenggarakan test saja dan seleanjutnya akan  diberikan kepada para pimpinan perguruan tinggi sebagai data untuk dipertimbangkan sebagai bahan seleksi mereka dalam upaya memasuki perguruan tinggi.  Perguruan tinggi atau rektor tentu saja masih mempunyaia kewenangan penuh dalam menentukan apakah seorang calon itu lulus dan masuk di perguruan tinggi tersebut.  Tentu bukan hanya didasarkan kepada hasil tes yang diselenggarakan oleh lembaga tersebut, melainkan itu hanya sebagai bagian dari unsur yang dijadikan sebagai pertimbangan seseornag lolos.

Rektor dalam hal ini masih mempunyai kriteria lain yang ditentukan untuk mempertimbangkan seseorang  lolos atau tidaknya. Bahkan meskipun nilai dari hasil tes oleh lembaga tersebut tinggi misalnya, namun karena tidak sesuaid engan n krtiteia yang dibuat oleh universitas, sangat mungkin calon tersebut tidak akan lolos.  Namun pada umumnya ketika hasil tes tersebut bagus biasanya juga akan diterima di kampus yang diinginkannya.  Hanya saja kriteria lainnya yang ditentukan tersebut sangat mungkin berkaitan dengan syarat tertentu, seperti akhlak yang bagus,  visinya yang juga  bagus, atau yang bersangkjtan hafal alquran dan lainnya.

Bisa ssaja univrsitas akan melihat hasil nilai tersbeut bukan dalam arti jumlahnya, melaiankan akan dilohat juga materi per mata tes.  Sebagai contoh jika seseorang akan masuk dalam  program studi matemaika, meskipun  jumlah nilainya banyak, namun ternyata dalama aspek tes matematikanya rendah, maka  calon tersebut tenyu tidak akan diloloskan, karena  sangat mungkin calon tersebut akan kesulitan menyelasaikan kuliahnya.  Demikian juga jika seseorang ingin masuk dalam  program studi fisika, namun nilai mata tes bidang fisikanya sangat rendah, tentu tidak akan diterima, meskipun  nilai keseluruhan  cukup tinggi.

Itulah keuntungan  dari sistem baru penerimaan calaon mahasiswa baru tersebut, yang memungkinkan bagi univerditas maupun bagi calon akan dapat melihat sendiri kemungkinannya untuk diterima disebuah perguruan tinggi. Ujian yang dilaksanakan oleh lembaga tersebut nantinya nilai hasilnya akan disampaikan kepada yang bersangkitan dan juga kepada perguruan tinggi yang ditujunya.  Artinya pada saat seseorang mendaftar secara on line pada sebuah perguruan tinggi di program studi tertentu, dia sesungguhnya sudah mengantongi nilai tes, sehingga jika dia ragu untuk memasuki perguruan tinggi tertentu, maa dia dapat mengalihkan daftarnya kepada perguruan tinggi tertentu lainnya yang dianggap nantinya akan dapat menerimanya.

Ke depannya lembaga penyelenggara tes ini akan terus berjalan  meskipun tidak pada masa musim penerimaan calon mahasiwa baru, karena yang terpenting ialah seorang calon mempunyai nilai tes dan hasil test tersebut hanya berlaku dalam tahun berjalan.  Artinya jika seseornag ingin untuk mengikuti tes tersebut sebaiknya dilakukan pada wal tahun sehingga akan dapat digunakan untuk mendaftar masuk ke universitas di tahun  itu juga.  Namun dmeikian untuk awal jadual tes akan diatura sedmeikian rupa mengikuti jadual penerimaan calon mahasiwa baru di perguruan tinggi, dan demikian juga hanya diperuntukkaan bagi PTN.

Namun ketika kita berbicara mengenai masa depan lembaga ini tentu diharapkan seluruh perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta nantinya dapat menggunakan jasa lembaga tersebut untuk melakukan tes calon mahssiwanya, karena  tes yang dijalankan tersebut sangat potensial untuk mengetahui kualitas calon.  Inti dari seleksi penerimaan caln mahasisw abaru tersebut ialah bagaimana universutas akan mengetahui dan mungkin juga yakin bahwa mahasiwanya tersbeut akan mampu menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dan sekaligus juga memperoleh  kualitas yang bagus.

Tes yang diselenggarakan oleh lembaga tersebut terkait dengan persoalan kompetensi dan juga potensi calon sehingga pada saat nantinya  para calon sudah berproses dalam menjalani kujliahnya, mereka akan dengan mudah menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada dan mampu mengikuti setiap perkembangan yang dilakukan oleh oleh universitas.  Pihak universtas juga akan merasa diuntungkan karena para mahasiwanya akan mampu menyelesikan kuliahnya tepat pada waktunya.

Dengan banyaknya mahasiswa yang lulus tepat waktu dan sekaligus juga berkualitas, maka  universitas juga akan diuntungkan dengan semacam promosi tentag kualitasnya.  Masyarakat tentu pada akhirnya akan mengetahui kualitas universitas tersebut dan mereka akhirnya akan berusaha untuk  bergabung dengan universitas tersebut memallui menguliahkan  anak anaknya ke unievrsitas tersebut.  Kita sendiri tahu bahwa saat ini persoalan perguruan tinggi  adalah menyangkut persoalan kualitas, karena banyak unievrsitas yang hanya mampu menghasilkan sarja yang tanpa ketrampilan sehingga banyak diantara mereka hanya mengandalkan  pekerjaan dari pihak lain, dan slebihnya mereka akan menganggur.

Tentu kita berharap ke depannya akan banyak universitas yang mampu mengantarkan para alumninya untuk mapu bertahan hidup di tengah tengah masyarakat, baik karena bekal ketrampilan yang diberikan maupun bekal mental yang kuat sehingga merewka akan mampu melakukan pekrjaan apapun yang mereka inginkan.  Sudah barang pasti jika universitas telah berusaha untuk memberikan bekal kerwirausahaan yang cukup dan juga dibarengi dengan upaya untuk meningkatkan ketrampilan mereka yang memang menghendakinya.

Hal terpenting bagi universita sdalam memberikan bekal kepada para alumninya ialah dalam hal mental dan sikap yang tidak akan malu melakukan pekerjaan apapun asalkan dapat menghasilkan uanga dan halal.  Jika mental mereka sudah demikian maka  dalam kondisi apapun, mereka tentu akan dapat menyesuaikan diri dan pasti juga tetap akan mampu eksis  dalam usah mempertahankan hidup mereka.  Inilah jalan yang seharusnya diberikan oleh unversitas kepada para alumninya sehingga negara ini akan semakin kuat dan sejahtera, melalui anak anak bangsanya yang ulet dan selalau berusaha untuk maju.

Sudah seharusnya seluruh universitas  menduung kebijakan baru tersebut dan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.  Perubahan sistem dan kebijakan tersebut pastinya akan menimbulkan  sedikit persoalan, khususnya bagi mereka yang belum mampu memahami tujuan dan fungsi lembaga tersebut dan masih mengiginkan cara lama yang sesungguhnya sudah tidak dapat dipertahankan lagi.  Khususnya keterbuakaan yang semakin  dapat dilakukan dan diketahui oleh masyarakat.

Dengan lembaga baru tersebut setiap calon yang melakukan tes akan  mengetahui hasilnya dengan tepat, tidak seperti dahulu dimana para calon yang mengikuti tes tidak dapat mengetahui seberapa nilainya, dan hanya mengetahui bahwa mereka diterima atau tidak diterima.  Denga kenyataan swperti itu pelaksanaan tes yang selama ini kita lakukan ternyata tidak transparan kepada masyarakat, meskkpun mereka tidak menuntutnya, namun sebagai  akadmeisi tentu kita priharin dan berusha untuk menjalankan tes dengan lebih transparan lagi.  Semoga ke depannya lembaga tersebut akan mampu memberikan harapan yang lebih baik bagi dunia perguruan inggi, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.