GEMPA DI MANA MANA

Banyak orang mengaitkan antara peristiwa gempa bumi dengan kemaksiatan.  Mereka juga menghubungkan musibah tersebut dengan azab kepada mereka yang bermaksiat, sebagaimana para umat terdahulu yang juga disapu musibah, sebagiannya ada yang hanya mend4rita di dunia saja, tetapi sebagiannya ditenggelamkan dalam tanah dan lainnya.  Namun benarkah demikian kondisinya? Apakah ada hubungan antara pelaksanaan kemaksiatan dengan musibah yang melanda dunia?

Barangkali kalau kita mengikuti analisis ilmiah semua musibah gempa bum,I tersebut terjadi karena adanya pergeseran lempeng bumi di beberapa titik yang sudah dapat diketahui sebelumnya.  Nah, kalau kita hanya melihat  analisis tersebut maka sesungguhnya  tidak ada hubungan antara  maksiat dengan musibah.  Disamping banyak tempat  yang dibuat aksi maksiat sejak dahulu, namun malah aman aman saja, sedangkan musibah tersebut justru terjadi di beberapa tempat yang relative baik.

Barangkali kita sebagai orang beriman juga harus mampu menggabungkan antara dua kemungkinan tersebut, yakni kemungkinan musibah etrsebut terkait dengan kemaksiatan yang semakin menjadi jadi, dan analisis ilmiah yang dilakukan dengan penuh perhitungan.  Aertinya, sebagai orang beriman, dengan adanya musibah tersebut tentu harus semakin membuat kita sadar bahwa sesungguhnya kita telah banyak melupakan dzikir kepada Tuhan dan  malah lebih asyik dengan hal hal yang bersifat duniawi dan bahkan kemaksiatan.

Musibah tersebut harus kita anggap sebagai peringatan dari Tuhan, agar kita semakin mendekat dan menyadari bahwa  Tuhan itu Maha Kuasa atas segala sesuatu.  Karena itu dengan semakin mendekatkan diri kepada Nya, kiota terus berdoa agar kita dijauhkan dari segala macam bencana dan azab serta  diberikan kesejahteraan lahir dan batin, bahkan dunia hingga di akhirat nanti.  Bahkan bukan sekedar untuk dir kita sendiri tetapi juga untuk masyarakat secara umum.  Untuk itu kita juga harus  terus giat berdakwah mengajak kepada masyarakat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ingat bahwa pada saat Tuhan memberikan musibah kepada manusia bukan tertuju hanya kepada perorangan semata, melainkan semua orang juga akan terkena.  Lihatlah ketika gempa terjadi, maka seluruh masyarakat yang ada di tempat tersebut pasti akan terkena juga.  Demikian juga musibah banjir, yang akan terkena dampaknya bukan hanya mereka yang bersalah saja, melainkan semua orang.  Itulah makanya kita harus saling mengingatkan kepada sema agar kita smeuanya selamat.

Bisa saja  benar bahwa karena semakin banyak orang melakukan kemaksiatan di dunia ini dengan lebih terang terangan, seolah tidak mengingat lagi ke[ada Tuhan, makanya Tuhan kemudian membuat scenario  melalui perut bumi dan kemudian  akhirnya menjelma menjadi gempa bumi, atau menjadi gunung meletus dan lainnya.  Memang benar analisis ilmiah tersebut, namun boleh jadi itu smeua disebabkan oleh ulah manusia juga yang keterlaluan dalam melanggar  aturan Tuhan.

Saat ini sudah ada prediksi di beberapa daerah sangat potensial untuk terjadi gempa dahsyat.  Mungkin juga itu disebabkan sudah maraknya kemaksiatan di beberapa daerah.  Bahkan LGBT yang dahulu pernah terjadi di zaman nabi Luth, saat ini seolah muncul kembali di beberapa tempat, dan mungkin juga kita tidak mengetahui di daerah kita jutga sudah muncul tetapi masih belum terang terangan.  Untuk itu sekali lagi  menjadi wajib hukumnya bagi kita untuk selalu mengingatkan masyarakat agar berperilaku baik sebagaimana yang telah ditunttunkan oleh nabi Muhammad saw.

Di beberapa tempat di pulau Jawa juga diprediksi akan terjadi gempa, dan kebetulan beberapa waktu lalu di Jawa Timur, sudah terjadi meskipun kadarnya tidak terlalu dahsyat.  Demikian juga potensi terjadi gempa akan terjadi  di Jawa Barat, khususnya di sekitar Jakarta dan Banten.  Ini bukan untuk menakut nakuti kepada umat, melainkan justru memberikan informasi berharga bagi mereka agar mereka bersiap siap, manakala terjadi kenyataan gempa di daerah mereka, atau  segera mereka bersikap untuk bertaubat dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Kita sangat yakin bahwa apapun yang terjadi itu pasti atas kehendak dan ijin  dari Tuhan, sehingga kita patut terus ebrdoa kepada Nya agar di daerah kita  aman dan tidak diberikan musibah apapun wujudnya.  Kalaupun ada prediksi potensi gempa, namun jika Allah swt berkehendak untuk tidak memberikan gempa di daerah kita, pastilah gempa tersebut tidak akan pernah terjadi.  Jika kita sudah berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjalankan smeua perintah Nya, namun masih tetap ada musibah, maka  itu disebabkan masih banyak orang lain yang terus menjalankan kemaksiatan dan semakin berani.

Pada masa  para Nabi terdahulu, Tuhan sangat mudah untuk memberikan usibah kepada umat yang durhaka kepada para utusan Nya dan juga kepada Nya, boleh jadi saat ini kalau kondisinya sudah menyamai zaman umat terdahulu, maka mudah juga bagi Tuhan untuk menimpakan  musibah tersebut kepada umat saat ini, meskipun di sana ada juga umat yang taat dan berperilaku baik.

Untuk itu menurut saya  harus ada tindakan nyata dari umat,khususnya para ulama untuk mengajak kepada seluruh uamt bertaubat nasional dan memeprbaiki kondisi yang sudah cukup parah, khsusunya mental dan akhlak masyarakat.  Kehidupan malam yang diidentikkan dengan kemaksiatan harus  diberantas sampai tuntas dan segala macam tempat kemaksiatan harus ditutup sevcara permanen dan  kemudian diawasi dengan ketat siapapun yang melanggar aturan tersbeut harus mendapatkan sanksi yang berat.

Kiranya hanya dengan cara dmeikian barangkali yang memungkinkan kita mampu terhindar dari segala macam musibah yang  saat ini banyak melanda daerah daerah di sekitar kita. Kalau masih ada jalan terbaik, kenapa kita tidak mengambilnya? Mengapa kita masih ragu dan masih berkutat dengan segala macam hal yang dilarang oleh Allah swt.  Kenapa para tokoh dan  pemimpin di negeri ini masih saja  suka dengan melakukan dosa, melalui korupsi dan sejenisnya.

Jangan pernah mengira bahwa dosa korupsi itu lebih ringan dibanding dengan dosa  berzina atau LGBT atau meminum khamr.  Kesalahan fatal kita selam ini ialah membuat kalkulasi dosa menurut dirti sendiri dan menempatkan sesuatu yang sesungguhnya sangat berat untuk hanya ditempat yang dianggap ringan oleh dirinya sendiri. Dosa karena menyupali narkoba itu sungguh dahsyat dan juga dosa korupsi itu sangat luar biasa, namun mengapa mereka seolah masih suci, dibandimngkan dengan mereka yang pergi ke pelacuran atau pergi ke meja judi dan lainnya?

Mari kita menjadikan diri  kita sebagai pihak yang sadar dengan smeua dosa yang selama ini dianggap biasa untuk kita naikkan sebagai dosa yang sangat bear sehingga kita akan emnjadi takut mendengarnya, apalagi kalau harus menjalaninya.  Dengan kesadaramn tersebut diharapkan  nantinya  semua masyarakat aka nada kesamaan pandangan dan akhirnya mereka akan menjauhi semua bentuk dosa yang ada, dan dengan begitu kita akan mudah untuk memberantas segala macam kemaksiatan.

Kita berharap bahwa  di lingkungan kita akan tercipta kondisi yang sangat kondusif untuk melaksanakan  segala macam kebajikan dan  akan kondusif untuk terjauhkannya segala macam  dosa dan maksiat.  Jika kita mampu menciptakan kondisi demikian kita yakin bahwa Tuhan pasti akan menyayangi kita dan akan menyelamtkan kita dari segala bencana. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.