SIMPATI ATAS PENDERITAAN SESAMA

Terkadang kita menjumpai kawan dan sahabat kita yang sedang menderita sakit dan berbaring di rumah sakit serta  kondisinya sangat memperihatinkan.  Sakit yang dideritanya begitu  berat untuk ditanggungnya, karena merupakan penyakit yang tergolong berat.  Sementara itu pasangannya tidak cukup  harta untuk menanggung beban rumah sakit yang semakin mencekik.  Lalu apa yang harus diperbuat untuk memberikan simpati kepada sahabat kita tersebut?.  Mungkin sebagian diantara kita hanya berdiam saja tanpa mampu berbuat apapun.

Sebagian diantara kita juga mungkin tidak tersentuh hatinya untuk sekedar membantu sesuai dengan kemampuannya, melainkan hanya  bersikap acuh taacuh saja, karena itu sudah menjadi tanggung jawabnya sendiri.  Nah,  kondisi yang demikian tentu  membuat kita semakin trenyuh dan khawatir karena sahabat itu bukan hanya pada saat bahagia dan gembira saja, melainkan juga pada saat  menderita.  Jika kita mempunyai cukup harta, sebaiknya kita membatunya dan jika kita misalnya sedang tidak mempunyai harta, kita dapat membantunya dengan doa dan juga menghibur dengan kata kata yang baik dan bijak.

Perkawanan dan persahabatan itu akan  abadi jika diniati dengan tulus untuk menjalin silaturrahim, bukan untuk mendapatkan manfaat dari sahabat atau teman kita saja, sebab kalau persahabtan hanya didasari oleh keinginan untuk mendapatkan sesuatu, maka itu tidak akan langgeng, karena begitu kesempatan untuk mendapatkan sesuatu etsebut hilang, maka persahabatan pun juga akan turun menghilang.  Itu tentu sangat menyakitkan, terutama bagi mereka yang sedang jatuh atau sedang sakit dan miskin.

Justru persahabtan yang baik adalah yang tidak memikirkan persoalan keinginan untuk mendapatkan sesuatu, melainkan hanya ingin mendapatkan  teman dan keridlaan dari Tuhan.  Karena itu pertemanan tersbeut memang akan dapat diukur dari sikap yang ditunjukkan pada saat temannya tersebut sedang jatuh dan  mungkin sakit yang cukup parah.  Jika  sebagai sahabat sejati, tentunya akan membantu sesuai dengan kemampuan dan tentu  sering memberikan nasehat dan  ungkapan yang menyejukkan dan memberikan harapan untuk kesembuhan.

Jika sahabatnya tersebut sedang jatuh miskin, maka bukan melarikan diri sejauh mungkin, melainkan malahan akan selalu mendekat sambil terus memberikan semangat dan bantuan  yang dibtuhkan sahabatnya tersebut.  Mungkin jika  sahabatnya tersebut sedang naik daun dan mendapatkan anugerah dari Tuhan yang banyak, justru dia tidak akan mendekat, melainkan akan sedikit menjauh, meskipun tetap menjalin komunikasi, dan yang sedang beruntung itulah yang seahrusnya lebih mendekat kepada yang biasa biasa saja.

Memang tidak mudah untuk menjadi  sahabat sejati, karena biasanya  mereka yang bersahabat itu sangat dibatasi oleh kedudukan dan juga status, dan jarang sekali persahabatan yang didasari oleh penegertian ebrsama bahwa  silaturrahim itu sangat diperlukan dalam kondisi apapun.  Karena itu berbahagialah mereka yang mampu menjalin persahabatan sejati dalam kondisi apapun, karena itu  merupakan bentuk silaturrahim yang memang dianjurkan oleh agama kita.

Saat ini kita dapat menyaksikan betapa banyak orang kehilangan pegangan dan bahkan mungkin juga iman, karena hanya persoalan dunia, seperti karena di PHK atau karena perusahaan tempatnya bekerja gulung tikar dan lainnya.  Nereka seolah hidup sendirian dan  sama sekali tidak mampu menghadirkan Allah swt dalam hatinya, padahal setiap hari  selalu mengucapkan perkataan “hanya kepada Mulah kami menyembah dan hanya kepada Mu lah kami memohon pertolongan”.

Kenapa kita tidak lari kepada Allah dan memohon pertolongan kepada Nya, sesuai dengan apa yang kita ucapkan  setiap shalat?.  Seharusnya seluruh manusia membutuhkan Allah dalam setiap saatnya, sehingga apapun yang  terjadi, kita akan dapat menghadapinya dengan  optimis, termasuk manakala kita  tertimpa musibah.  Manusia itu memang terkadang terlihat aneh, karena  apa yang setiap kali diucapkan namun  tidak dipahami dengan baik, sehingga  pada saat  tertimpa sesuatu menjadi bingung, padahal di dekatnya ada  penyelesaian yang sangat bagus.

Inilah masalah umat muslim zaman ini yang terkadang malah sangat jauh dari perilaku muslim itu sendiri.  Sahabat yang sedang memerlukan pertolongankita, justru malah kita jauhi atau bahkan musuhi, sementara  meeka yang sesungguhnya bukan sahabat kita, malahan kita dekati karena hanya ingin mendapatkan sesatu darinya, padahal  suatu saat nanti dia akan dibuang dari dekatnya atau dia tidak akan mau mendekat lagi jika  kondisinyatidak sesuai dengan yang dikehendakinya.

Islam sebagai agama yang  sangat dipenuhi dengan kasih dan saying justru sangat menganjurkan kepada pemeluknya agar mereka saling membantu atas kesulitan saudaranya, bahkan jika mereka mau menjalankannya, agama kita masih memberikan harapan bahwa Tuhan pastui juga akan memberikan pertolongan dan bantuan kepadanya.  Lalu apalagi yang harus kita ragukan dan takutkan.  Pertanyaan besarnya mengapa kita tidak mau mengerti tentang hal ini dan masih mencari sesuatu yang sulit dan pada akhirnya akan merugikan diri sendiri?

Kita harus mau belajar dan kemudian menconotoh apa yang sudah dipraktekkan oleh nabi kita Muhammad saw yang selalu mau menolong pihak lain, termasuk mereka yang selalu memusuhi beliau.  Ingatlah pernah  terjadi ada orang yang sangat membenci beliau dan bahkan setiap harinya selalu menyakiti beliau, lalu suatu ketika dia  jatuh sakit, namun tidak ada satupun diantara kawan kawannya yang mau membezuknya.  Nah, dengan sangat santun nabi Muhammad saw yang selalu dia benci dan sakiti tersebut malah mau membezuknya dan mendoakan atas kesembuhannya.

Orang tersebut akhirnya mengerti kebenaran dan  kemudian dia ikrar untuk mengikuti jejak Nabi, karena menyaksikan betapa mulianya aikhlak beliau.  Hati beliau selalu jernih dan tidak pernah  dibiarkan ada penyakit  hinggap di dalamnya, seprti  riya, dan dendam yang biasanya sangat mudah hinggap di dalam hati seseorang, terutama merka yang pernah disakiti.  Kalau kta sudah meniatkan untuk menjadikan seseorang sebagai sahabat, maka kita harus berani untuk berkorban demi persahabatan etrsebut.

Jika sahabat kita sedang sakit, maka kita harus menghiburnya dengan sesuatu yang memberikanharapan sembuh dan meringankan beban yang ditanggungnya.  Bahkan  kelaupun bisa sahabat yang sehat etrsebut ikut merasakan betapa sakit yang diderita sahabatnya tersebut begitu sangat berat.  Jiika ada sahabat yang kekurangan dalam hal materi, maka  tanpa hitungan lagi sahabatnya yang lain akan turut meringankan bebannya dan memberikan secara cuma cuma  harta yang dibutuhkan sahabatnya tersebut.

Lebih jauh lagi kita diciptakan oleh Allah swt  sebagai makhluk yang lemah dan pastinyan kita akamn membutuhkan bantuan pihak lain.  Untuk itu sudah seharusnya kalau kita saling membantu dintara umat manusia dan bersimpati atas pwenderitaan pihak lain, meskipun itu bukan saudara, bukan tetangga dan juga bukan sahabat.  Itulah wujud dari ukhuwah basyariyah atau ukhuwah insaniyah yang tidak mengenal batas kesukuan, kebangsaan, dan bahkan  sekat lainnya, karena yang dipertimbangkan ialah  bahwa seluruh umat adalah saudara  dari sisi kemanusiaan.

Sealama masih menusia maka itulah saudara kita dan kita mesti membantunya dalam setiap kesulitan yang dihadapinya.  Hakekat  muslim ialah jika dia mampu membantu sesama manusia  meskipun berbeda agama dan keyakinan, karena Tuhan tidak akan melihat sisi lahirnya, melainkan akan mlihat dan memperhatikan aspek batin atau hati yang kita punya.  Semoga kita mampu menjaga  sisi kemanusiaan kita untuk saling mengasihi dan membantu dalam setiap kesulitan yang muncul.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.