HIKMAH AKREDITASI

Keinginan semua pihak bahwa akreditasi harus diseriusi dan ditargetkan untuk mendapatkan nilai maksimal A, terutama yang untuk re akreditasi, tentu harus disambut dengan baik dana  sekaligus juga mempersiapkan diri dengan baik pula.  Tentu persiapan untuk itu bukan saja meliputi penyusunan boring akreditasi dengan segala kelengkapan dokumennya, melainkan juga  performance kampus, sehingga nantinya akan menjadi pantas bila ingin mendapagkan nlai unggul.  Dalam hal ini mengenai keasriannya, kebersihannya, penataan  lahan dan juga parker, serta  pemandangan yang menyenangkan saat orang masuk ke dalam kampus.

Tentu hal itu tidak mudah kalau tidak dumulai dengan komitmen bersama untuk menjadikan kampus sebagai tempat yang menyenangkan.  Artinya untuk menjadi kampus yang menyenagkan tersbeut tentunya tidak akan dapat disulap begitu saja, melanin harus dimulai sejak awal dan dibiasakan untuk berdisiplin tinggi.  Jangan sampai kita menyaksikan ada sampah yang ebrserakan di sembarang tempat, janga ada orang memarkir kendraannya di  sembarang gtempat,  jangan ada sesuatu, semaacam spanduk atau apapun yang mengganggu pemandangan dan merusak keindahan dan lainnya.

Nah, biasanya  akreditasi dipersiapkan sedemikian rupa  sehingga pada saat asesor dating kampus Nampak Nyman dan asri, disamping boring yang dipersiapkan dengan baik dan juga kesiapan dokumen yang cukup lengkap.  Persoalannya ialah ketika asesor sudah pulang dari kampus kita, jangan sampai kampus kita kembali sebagaimana semula, yakni tidak tertib,  kotor dan  sumpek siapapun yang memandangnya.  Karena itu harus ada komitmen bersama untuk teap menjaga kampus tetap menarik dan menyenagkan untuk dihuni, sebagai tempat belajar.

Budayakan  kita selalu terutib, disiplin dan selalu menjaga diri dari hal hal yang buruk dan jorok, termasuk kamar kecil yang juga harus tetap dijaga agar tidak bau atau kotor dan menjijikkan.  Nah, jika kita sudah mempunyai pikiran yang sama, tinggal kita wujudkan bersama sambal kita akan menegur atau bahkan memberikan sanksi kepada siapapun yang tidak menjalankan komitmen dan aturan main yang sudah disepakati bersama.  Bukankah kita akan sangat senang dan nyaman jika kampus kita tetap bersih, rapi dan  asri.

Siapapun dan prodi apapun jika  mengajukan reakreditasi, tentu akan melakukan persiapan persiapan, terkait dengan banyak hal.  Kalau itu terkait dengan dokumen kelengkapan, maka setelah akreditasi selesai harus didokumentasikan  dengan rapi sehingga itu akan bermanfata bagi institusi untuk selanjutnya, dan tidak kemudian dihilangkan, lalu ketika membutuhkan dokumen gtersebut, kemudian membuat algi. Itu sama sekali tidak baik dan bahkan mungkin  tidak akan pantas status akreditasinya, karena hanya  pada saat kunjungan asesor saja baiknya, namuan setelah itu semuanya menjadi berantakan kembali.

Demikian juga pada persiapan penampilan kampus, khususnya fakultas dan program studi, jika semua sudah baguas dan kemduian terus dieprtahankan, maka pada saat akreditasi institusi, semua persiapan tersbeut sudah cukup untuk mendukungnya.  Bukan harus memluai lagi dari awal.  Kebrsihan lingkunagn masing masing fakultas dan program studi sesungguhnya merupakan bagian dari keseluruhan isnttusi, karena itu jika semuanya sudah bagus, maka  saat akredtasi institusi kita tidak akan  repot repot mengulangi hal yang sudah pernah dilakukan.

Persoalan utama kita ialah bagaimana kita mampu konsistem dalam menjaga kebersihan dan  kerapian serta kenyamanan lingkungan kita.  Itu disebabkan karena kita tidak mau merawat dan men eruskan  bersih bersiah sebagaimana saat akan kedatangan aesor.  Jika  hati dan pikiran kita sudah kita  peruntukkan bagi kenyaman lingkungan kita, maka smeuanya akan menjadi sangat mudah dan kita sudah  memeprsiapkan diri untuk  kegiatan apapun yang memerlukan kebersihan dan keindahan lingkungan.

Tentu kita sangat berharap kepada semua pihak agar tidak ada satupun diantara kita yang tidak mampu mepertahankan bkabaikan yang sudah pernah kita lakukan, khususnya pada saat akan kedatangan tem asesor ban PT.  Kita harus mampu me nujukkan kepada siapapun bahwa kampus kita, prodi kita memang layak dan pantas untuk mendapakan  nilai akreditasi maksimal dan unggul.  Karena itu kita siap untuk sewaktu waktu didatangi oleh siapapun untuk membuktikan bahwa kita memang baik dan melaksanakan tata kelola  isntitusi ini dengan baik pula.

Jika kita sudah pernah mendapatkan penilaian terbaik dala bidang apapun, apakah itu dalam zona integritas atau dalam akreditasi, maka kita harus mempunai malu jika kemudian  kondisinya sangat ebrbeda jauh dan sangat tidak pantas untuk dinilai sebagaimana tersebut.  Hal satu satunya yang dapat kita lakukan ialah dengan terus mempertahankan kebaikan yang sudah kta raih dan sekaligus kalua mampu kita tambah kebaikannya dalam berbagai bidang.  Kita tidak ingin ada orang encibir kondisi kita yang tidak sesuai dengan nilai yang telah diberikan oleh lembaga manapun.

Nah, saat ini kita sudah mempersiapkan diri untuk  akreditasi perguruan tinggi dan kita sudah mentargetkan mendapatkan nilai unggul atau A.  Persiapan juga sudah kita lakukan dengan snagat baik dan performan kampus juga sudah kita lakukan, meskipun mungkin belum maksimal, tetapi semua itu akan musnah begitu saja jika kita tidak mampu emmpertahankan kebaikan yang sudah kita capai tersebut.  Dalam bidang kebeesihan tentu kita harus terus mengupayakan sedemikian rupa, termasuk untuk menampung sampah sampah yang ada untuk dilakukan upaya agar dapat diatasi dengan baik dan bahkan dapat kita manfaatkan untuk kepentingan lainnya.

Sudah barang tentu untuk mengatasi persoalan sampah kita harys melakukan sesuatu, yakni usaha untuk mengolehnya, akan tetapi hal tersbeut tentu harus memerlukan komitmen kita untuk melengkapi  alat dan sarana yang diperlukan.  Untuk hal ini sesungguhnya kita  mampu untuk segera mewujudkan  nharapan tersebut dan  setelah itu kita baru akan konsentrasi pada persoalan lainnya.  Masalah parker, mungkin saat keunjungan asesor kta dapat melihat betapa menyenangkan karena rapid an tidak sembarangan mereka memarkir kendaraan, melainkan ditempat yang sudah disediakan.

Budaya rapid an disiplin baangkali yang perlu dilakukan sehingga mereka khususnya para mahasiswa  mempunyai budaya yang baik terkaitd engan parker kendaraan. Karena bagaimana pun parker di sembarangtempat, disam;piing menganggu lau lintas di kampus, juga pasti akan mengganggu pemandangan siapapun yang dating.  Kita lestarikan kebiasaan parker di tempatnya sehingga disamping akan aman juga akan terlhat rapid an menyenangkan.  Pertanyaannya ialah maukah kita melakukan hal tersebut secara knsisten dan disiplin lainnya?

Jawabannya ialah harus, karena tanpa  kerjasama diantara seluruh warga kampus, maka smeua itu tidak akan pernah dapat terwujud.  Mudah mudahan  akibat persiapan akreditasi tersebut smeua menjadi sadar dan  akan terus mempertahankan kebaikan yang sudah ada. Kitatentu berkewajiban memberikan contoh kepada para mahasiswa, jangan sampai para karyawan dan dosen malah yang melanggar  dahulu keetertiban tersebut.  Kalua hal tersebut terjadi, maka itu sangat memalukan, dan munbgkin ke depan harus ada sanksi kepada siapapun yang melanggar kedisiplinan.

Semoga efek akreditasi kali ini memangbenar benar menjadi pemicu kita untuk terus berbuat kebaikan dan kedisiplinan, sehingga kampus kita akan emnjadi kampus yang snagat menyenangkan , menyejukkan dan membanggakan kita semua. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.