KETERBATASAN MANUSIA

Keinginan manusia terkadang melebihi kapasitasnya sebagai seorang manusia yang penuh keterbatasan, sehingga kalua tidak diimbangi dengan kesadaran diri yang penuh, terkadang akan dapat menyeret manusia tersebut kepada keputus asaan atau kondisi tidak percaya diri lagi atau bahkan menjadi apais dengan segala hal.  Tentu hal tersbut akan merugikan banuak pihak termasuk dirinya sendiri.  Keinginan besar memang boleh saja karena semua manusia itu diberikan kebebasan untuk merenvanakan dan menginginkan sesuatu, aan tetapi jika keinginan tersbeut tikda disesuaikan dengan kekuatan, barnagkali justru akan menjadi perngahalang baginya untuk lebih maju dan sukses.

Jika  manusia ingin sesuatu yang banyak dan mampu menyelesaikan banyak hal, tentu harus dilakukan dalam waktu yang cukup atau dalam rentang wantu yang lama, karena biasanya sesuatu yang dilakukan dengan tergesa gesa itu akan menyisakan lubang yang dapat merugiakn.  Atau kalua  harus melengkapi banyak dokumen yang harus dibuat dan dalam waktu yang  pendek, mungkin juga akan banyak kesalahan.  Untuk itu semestuinya manusia menyadari bahwa manusia itu memounyai banyak keterbatasan, sehingga  semua hal harus dilaukan dnegan cermat dan dalam kondisi yang nyaman, tidak grusa grusu.

Terkadang memang ada situasi yang menghendaki manusia mengerjakan sesuatu dalam waktu yang singkat dan diharapkan akan menghasilkan sesuatu yang banyak, namun jika hal tersebut tidak diimbangi dnegan kebugaran fisik, terkadang malah akan mambuat kerugian, yakni  ada yang dihasilkan sangat mengecewakan karena  banyak kesalahan fatal yang terdapat di dalamnya.  Kalua dokumen tersebut ternyata sangat menentukan  sukses dan tidknya  sesuatu maka  akan lebih berbahaya lagi karena akan mempengaruhi hasil secera keseuluruhan.

Ketergesaan memang terkadang membawa kesialan meskipun terkadang juga  membawa keberungunan, namun kalua tidak segera diperbaiki, mungkin juga tetap akan membawa kesialan atau kerugian.  Kalua Tuhan sedang memberikan perlindungan kepada kita mungkin kesalahan fatal pun tidak ketahuan, namun lama kelamaan pasti akan ditemukan juga kejanggalan dan ketidak benaran tersebut. Untuk itu sekali lagi kita memang jharus cermat dan melakukan semua hal dengan penuh konsentrasi sehingga akhirnya kita sendiri yang kaan menikmatinya.

Kalau ditinjau dari kacamata agama, kita memang tahu bahwa tegesa gesa itu merupakan salah satu kebiasaan setan, sedangkan kebiasan Tuhan itu melakukan segala sesuatu dengan  pelan tetapi khidmat dan menghasilkan sesuatu yang maksimal.  Namun dmeikian terkadang ada kalanya kita memang harus melakukan sesuatu dengan tergesa gesa karena kondisinya yang menghendaki dmeikian.  Akan tetapi hal itu tidak  boleh menjadi kebiasaan, melainkan hanya karena emergensi saja, selebihnya kita harus merencanakan segala sesuatu sehingga kita akan mendapatkan keberhasilan yang hakiki.

Sebesar apapun keinginan manusia  maka pasti  di sana ada keterbatasan yang harus disadarai sehingga kita tidak akan memaksakan kehendak, melainkan kita akan menerima apapun yang dapat kita lakukan, dan kemudian dilanjutkan kembali pada waktu yang lain.  Tentu akan berbeda dengan apabila  waktu yang tersedia sangat mepet dan  tidak boleh lewat waktu tersebut, maka biasanya akan dilembur dan dijalankan dengan ketergesaan.  Hanya saja  kita tetap  harus hati hati dan waspada agar tidak ada kesalahan fatal yang menyebabkan kerugian kita bersama.

Semua yang ada pada diri manusia pasti ada batasnya sehingga kita memang tidak dapat menentukan sendiri keinginan tersebut, melainkan harus juga dengan dorongan dan atas seijin Allah swt.  Tenaga kita pasti ada limitnya, pikian kita juga terbtas jangkauannya, apalagi  materi yang kita punyai pastinya sangat terbatas.  Untuk itu sebagai manusia yang beriman kita memang harus sadar akan semua itu dan  selalu menyerahkan semua hal kepada Tuhan.

Sudah barang tentu kalau kita meginginkan  sesuatu yang besar, kkta harus merencanakannya dengan baik, lalu mempersiapkannya dan kemudian menjalankannya dengan sungguh sungguh.  Namun juga tidak pernah lupa menyerahkan segalanya kepada Tuhan sambal terus berdoa memohon kepada Tuhan agar keinginannya tersebut dapat dicapai.  Dengan begitu jika nantnya keinginan tersebut tidak terkabul, kita masih mampu bersemanagat karena ternyata Tuhan belum berkenan mengabulkan dan tidak menjadi putus harapan atau menyerah tanpa semangat lagi.

Mengingat keterbatasan yang kita miliki, maka seharusnya kita juga mempunyai perkiraan sendiri sehingga kita tidak akan memikirkan atau membayangkan  ingin sesuatu yang  sangat mungkin tidak akan terjadi, walaupun bagi Tuhan  segalanya itu sangat mungkin.  Artinya kalua misalnya kita tidak aktif dalam  politik, juga tidak mepunyai kemampuan dan ketrampilan tertentu, lalu berhayal menjadi presiden, maka itu hanya akan  menyengsarakan diri semata.  Memang masih ada kemungkinan, jika mempunyai modal keuangan yang cukup, tetapi itu juga  sangat berbau hayalan.

Mungkin memang ada orang yang diberikan kekuatan oleh Tuhan sehingga mampu mengerjakan banyak hal dan secara lahir tampak sangat begitu kuat, namun sebagai manusia pastinya dia  ada keterbatasannya juga, sehingga tidak boleh kemudian  dia mengaku sebagai yang terhebat atau bahkan kemudian mangaku sebagai yang maha hebat. Kita harus mengingat kisah fairaun yang ketika itu merasa hebat dan berkuasa sehingga sampai mengaku sebagai Tuhan, namun apa akibat yang diterimanya, kita  semua tahu.

Keterbatasan manusia juga dalam hal usia dan kekuataan tubuh, manusia pasti akan mati dan lama kelamaan tubuhnya juga mulai berkurang kekuatannya, sehingga dengan demikian pasti pada saatnya  akan mengalami penuaan dan akhirnya sama sekali tidak mampu berbuat apa apa.  Itulah manusia  sebagai makhluk yang pasti juga sebagaimana makhluk lainnya tidak mungkin akan terus hidup dan mempunyai kekuatan yang diinginkan.

Jika kita mau menggunakan pikiran dan memandanag sejarah umat manusia, pastin akan   melihat kenyataan bahwa manusia itu serba terbatas dan tidak mungkin akan terus bertahan dalam kondisinya yang sekarang, karena itu  kita harus mempunyai pegangan hidup yang kuat sehingga  akan mampu bertahan dengan kondisi yang terbatas tersebut dengan tetap optmis dalam menjalani hidup.  Pegangan tersebut ialah keyakinan agama yang akan terus memberikan spirit dan kekuatan dalam kondisi apapun.  Keyakinan tersebut akan mampu menjadikan kita sebagai makhluk yang tidak akan pernah berputus asa, karena semua sudah diatur oleh Tuhan.

Jadi sikap yang mesti dipegang oleh seluruh manusia ialah sikap mempercayai kekuatan yang tidak pernah berkurang, yakni kekuatan Tuhan.  Dengan bersikap demikian kita  tidak akan pernah menjadi sombong dan sekaligus juga tidak akan pernah menyarah tanpa syarat.  Arinya semua harus dikembalikan kepada Tuhan, apakah yang dikehendaki Nya, karena sebagai manusia kita itu hanya menerima keputusan Nya, meskipun kita tetap harus terus berusaha dan berikhtiyar untuk mendapatkan sesuatu kondisi yang kita inginkan.

Tentu hal tersebut akan berbeda dengan mereka yang tidak mempunyai iman, karena  mereka yang tidak ada keyakinan tersebut setelah tidak mampu meraih keinginannya, pastinya mereka akan kecewa dan berputus asa sehingga hidupnya akan semakin berat dan menderita. Lain halnya dengan mereka yang beriman, kalua mereka tidak  mampu meraih keinginannya, pasyinya akan berserah diri kepada TUhan  dan akan menganggap bahwa itulah keputusan TUhan yang terbaik bagi dirinya, namun jika mampu mendapatkan apa yang diinginkannya, maka dia lantas bersyukur kepada  Tuhan, karena telah mengabulkan keinginannya.  Semoga kita mampu bersikap demikian sehingga kita  akan menjadi manusia yang memahami keterbatasan dan sekaligus juga akan semakin mempertebal keimanan, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.