MEMILIH YANG TERBAIK

Terkadang kita menjadi kecewa setelah mengetahui bahw orang dekat kita, semisal ayah atau ibu, atau anak kita justru memilih  sesuatu atau sseorang yang menurut penilaian kita bukanlah yang terbaik.  Kita memastikan dan yakin bahwa setiap orang pastinya akan memilih yang terbaik diantara yang baik dan kalaupun ada satu dua orang yang memilih bukan yang terbaik, tentu ada alasannya  dan alasan tersebut dapat menjadi penguat bahwa itulah yang terbaik dari sisinya, bukan dari panangan orang lain.

Jika kita akan memilih jodoh tentu kita akan mempertimbangkannya dari semua aspek, rupa, akhlak dan juga sifatnya.  Mungkin saja soal rupa atau waah tidak terlalu baik, namun akhlaknya sangat bagus, maka itu sudah masuk kategori yang terbaik, karena kita yakin tidak ada manusia yang sempurna. Bahkan biasanya orang yang ebrwjah cantik atau tampan selalu akan  cenderung sombong dan terkadang bahkan sifatnya matre atau secara umum akhlaknya tidak bagus.

Jika kita akan memilih baju atau pakaian untuk kita sendiri, tentu juga  kita pastinya akan memilih yang terbaik dan sesuai dengan selera kita,  meskipun mungkin bagi pihak lain itu bukanlah yang terbaik. Jadi dapat dikatakan bahwa sesuatu yang terbaik itu menjadi relative, sesuai dengan  dasar pemandangannya masing masing.  Bisa saja menurut kita itulah yang terbaik, namun menurut orang lain  itu bukan yang terbaik.

Bahkan antara suami istri pun terkadang dapat berbeda selera atau pandangan, semisal tentang tata ruang dalam rumah atau dapur dan lainnya, karena itu seapat mungkin segala sesuatu itu dimusyawarajhkan dengan  pkiran terbuka sehingga akan didapatkan kesimpulan yang dapat dimenegrti oleh smeua pihak, walauypun mungkin kurang sreg atau bahkan malah tidak nyaman, namun jika itu merupakan kesepakatan, tentunya harus dihormati bersama.

Memang ada kalanya karena alasan tertentu ada orang yang memilih bukan yang terbaik, seperti karena alasan harga barang yang dituju.  Jika kemampuan keuangannya terbats, sementara seseorang menghendaki barang yang ternyata harganya mahal, maka dia akan dengan sadar dan menerima  pilihan yang bukan terbaik, melainkan hanya sekedarnya saja karena alasan keuangan yang terbatas.

Meskipun demikian tentu saja ada saja ukuran terbaik menurut masing masing orang.  Dalam kasus keterbatasan keuangan misalnya, maka hal yang terbaik baginya ialah barang yang cukup dibeli dengan uang yang tersedia, meskipun kalau dibandingkan dengan barang lainnya bukanlah yang terbaik, karena baiknya sesuatu menurut dia ialah yang terjangkau dengan uangnya.  Kita tidak dapat membayangkan jika sesuatu yang terbaik itu ialah mutlak menurut semua orang, maka  dunia ini pasti akan tidak pernah tenteram.

Dalam urusan memilih jodoh, orang tentu akan mengukur dirinya sendiri dan tidak mengukur dalam ukuran umum yang mengikut sertakan semua orang.  Artinya kalau dalam kriteria cantik,memang ada  ukuran seseornag dikatakan cantik, namun kalau smeua orang ingin orang yang seprti itu, maka pasti akan banyak orang yang kecewa, karena biasanya orang cantik pasti akan meniolak orang yang buruk rupa apalagi kalau ditambah dengan kemiskinan.  Mereka yang cantik pasti akan memilih jodoh yang kaya dan kalau bisa juga tampan.

Karena itu kemudian rasa dan selera cantik itu menjadi relative. Artinya kalau ada orang yang menyadari bahwa tampangnya biasa biasa saja, maka dia akan lebih mengandalkan kekayaannya jika menginginkan orang yang cantik secara lahir.  Mungkin saja keinginannya tersebut akan dapat terkabul, namun jika  yampang pas pasan dan uang juga pas pasan, maka dia tidak mungkin menginginkan wanita yang cantik secara lahir, karena psti  akan gigit jari.  Dia pastinya akan menari perempuan yang sederajat atau sekufu dengannya, karena itu akan mampu emmbuatnya awet.

Nah, jika  orang tersebut kemudian mendapatkan jodoh yang sepadan, maka itulah yang terbaik baginya, karena dengan begitu dia akan mampu mempertahankan pernikahannya  meskipun sedang terpuruk sekalipun.  Tentu akan lain halnya jika dia mampu mendapatan permpuan yang lebih cantik secara lahir, mungkin dia akan sulit untuk mempertahqankan pernikahannya, karena pastinya banyak orang yang menggodanya untuk diajak hidup bersama, apalagi kalau kemudian  suaminya sedang  tidak mempunyai harta.

Demikian juga orang pada saat memilih pekerjaan, pasti menginginkan yang sesuai dengan kemampuannya, namun kalau hal tersebut tidak didapatkannya, pastilah dia akan melakukan pekerjaan sesuai dengan apa yang ada di hadapannya. Mungkin pertimbangannya ialah ketimbang tidak bekerja.  Jika memang demikian kondisinya, maka pekerjaan yang sesungguhnya bukan minatnya tersebut memang yang terbaik baginya, asalkan kemudian dia menyadari bahwa memang itulah yang seharusnya ditekuni dan dibesarkannya.

Tidak berbeda pula pada saat memilih tempat tinggal, idelanya memang tempat tinggal itu yang nyaman, yang aman dan asri sehingga  akan emmbuat betah  di rumah, namun jika  kondisi yang demikian tidak didapatinya, maka di manapun tentu akan dijalaninya, karena kalau tidak mau, mak dia tidak akan mendpatakan tempat tinggal.  Meskipun pada awlanya terpaksa, namun pada saatnya dia harus menyadari bahwa itulah yang terbnaik bagi dirinya sehingga pilihannya tersebut memang yang terbaik.  Sayaratnya juga sama dia harus tulus menerima  dan sekaligus mepertahankannya serta memperbaikinya.

Pada saat memilih kendaraan untuk transportasi kerja, biasanya juga akan sama sebagaimana saat memilik pekerjaan dan tempat tinggal, sehingga menata hati itulah yang harus dilakukan sehingga pilihannya tersebut akan mampu dia pertahankan sebagai yang terbaik baginya.  Keinginanya memang  mempunyai mobil yang bagus, tetapi kalau kekuatannya hanya beli motor, maka itulah yang terbaik baginya, sebab kalau dipaksakan dengan cara kredit atau menghutang, mak akibatnya akan menambah bebannya dan mungkin sekali dia akan merasakan kehidupan neraka yang sangat dia benci.

Jadi sekali lagi yang terbaik itu bukan mesti yang ideal, karena untuk mendapatkan sesuatu yang ideal itu ada banyak persyaratn yang mesti dipenuhi terlbih dahulu.  Mungkin untuk kehidupan dunia wi saat ini factor kauangan akan sangat berpengaruh pada kehidupan seseroang.  Artinya jika orang mempunyai banyak uang, maka dia akan lebih leluasa untuk memilih yang terbaik, apakah itu jodoh, rumah, pekerjaan dan kendaeraan, namun jika uang  pas pasan dan jangkauan untuk langkahnya juga tebatas, maka yang dapat dilakukan   ialah emilih sesuatu yang cokok dengan keuangannya.

Memang ada sebagian orang yang memaksakan  keinginannya terkabul dengan cara menghutang atau  cara lainnya, namun bukannya  ketenangan sebagaimana  keinginannya, melainkan malah beban yang terlalu berat untuk dipikulnya.  Karena itu yang terbaik bagi kita ialah mengkur kekuatan diri dengan keinginan, jangan sampai besar pasak ketimbang tiang yang akhirnya akan membawanya terjatuh dan sulit untuk bangun kembali.

Kembali lagi memilih yang terbaik itu  harus dibedakan antara yang terbaik bagi smeua orang dan yang terbaik bagi masing masing orang.  Hal yang terbaik tentu akan membuat  kita semakin baik dan tenang serta bahagia, bukan malah sebaliknya  dengan yang terbaik tersbeut malah membuat hidup semakin susah karena terlalu banyak beban yang harus ditanggung.  Semoga kita dapatkan sesuatu yang terbaik bagi diri kita sehingga kita memang benar ebnar akan bahagisa dan sejahtera lahir dan batin, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.