BAGAIMANA KITA MAMPU MENYESUAIKAN DIRI DENGAN KEADAAN?

Waktu terus berjalan dan berganti, sementara teknologi semakin canggih, sehingga kalau kita masih ingin berada dalam masa dahulu dan tidak mau menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini, maka kita pasti akan banyak ketinggalan, dan bahkan mungkin akan menjadi asing di tengah tengah masyarakatnya sendiri. Karena itu dibutuhkan sebuah penyesuaian diri dengan kondisi yang ada, termasuk dalam hal teknologi informasi yang semakin meninggalkan zaman dan masyarakatnya.

Sebagai seoranag muslim, kita memang dibatasi oleh hokum hokum yang  disusunoleh para ahli pada zaman silam, namun jika kita masih terus mempertahankan  kondisi sesuai zaman dimana hokum te5sebut dibuat, maka kita pasti akan mengalami kesulitan yang luar biasa.  Zaman sudah berubah, dan smeua hal yang terkait dengan kehidupan umat manusia juga berubah, lalu bagamana kita dapat hidup di alam yang sudah berubah, tetapi diri kita masih belum mau berubah?  Pastilah kita akan mengalami kesulitan.

Salah satu contoh bahwa saat ini sudha banyak dilakuan transasksi melalui e money dan tidak lagi memakai uang kes,  Mungkin sebagaina masyarakat masih menggunakannya, khususnya dipasar tradisonal, namun ketika kita sedikit keluar maka saat ini sudah banyak yangmenggunakan transasksi non tunai.  Bahkan mungkin tidak lama lagi sudah tidak ada yang menggunakan uang tunai. Nah jika kita masih belum mau menggunakan uang elektronik, pastinya kita akan ketinggalan danmungkin juga akan mendapatkan kesulitan etrsendiri.

Ambil contoh misalnya saat ini semua jalan tol sudah tidak lagi menerima transaski uang kes, jika kita lewat jalan tol mau tidak mau kita harus emnggunakan e mony, dan jiia kita ngotot tiodak mau mengikuti aturan etrsebut, pastilah kita tidak akan dapat lewat tol.  Saat ini persoalan jual beli juga sudah banyak yang tidak dilakukan secara tunai atau secara langsung antara seseorang dengan orang lainnya, melainkan sudah banyak dilakukan secara on line dan pembayarannya pun juga  secara on line. Lalu bagaimana kita dapat hidup nyaman kalau kita tidak mengikuti zaman dan perubahan etrsebut?

Namun demikian juga juga harus tetap  mempertahankan nilai nilai kebaikan dan keadilan serta kejujuran dalam bertransaksi apapun, karena tanpa nilai nilai tersebut, pastinya kita akan menderita kerugian dan kekecewaan.  Semisal kalau kita membeli sesuatu namun barang yang dikirim tidak sesuai dengan pesanan, maka kita asti akan merasa kecewa dan bahkan mungkin akan mengklaim dan complain.  Karena tiulah semaju apapun teknologi itu, kita tetap harus mampu mempertahankan nilai nilai keuluhuran tersebut.

Di Negara Negara barat sat ini tidak lagi ada kondektur bus atau  pramugari kereta api untuk memungut  ongkos para penunpang, karena  sudah ada tempat untuk bertransaksi elektronik yang tersedia di dalam kereka atau bus.  Hal tersbeut dapat berjalan dengan baik, karena masyarakatnya sudah menjaga diri dari sifat kejujuran.  Mereka dengan kesadaran tinggi pasti akan menggesek kartunya di tempat yang sudah ditentukan, meskipun jika mereka mau curang tidak mebayarpun sangat mudah.

Itulah budaya yang sudah menjadi satu dengan jiwa mereka, yakni kejujuran.  Kita membayangkan bagaimana seandainya di bus bus dan kereta kita juga diberlakuan demikian, m ungkin tidak sampai sebulan, pengusahanya akan bangrut, karena parapenumpangnya banyak yang curang dan tidak emmbayar.  Sudah terjadi juga sebuah ekspwerimen tentang warung atau kantin kejujuran, ternyata  pengusahanya  mengalami kerugian yang sangat, karena yang dating untuk mekan atau sekedar minum tidak jujur.

Barangkali yang lebih pas ialah jika ada kekuatan yang membuat masyarakat secara terpaksa harus mengikuti aturan. Mungkin pada tahap aal banyak yang melakukan kecurangan, karena memang belum menjadi budaya masyarakat, tetapi dengan kebiasan paksaan, pada akhirnya akan menjadi budaya, tentu  akan jauh lebih bagus ketimbang kita hanya menunggu kesadaran amsyarakat untuk bersikap jujur.

Artinya pihak yang mampu memaksa tersebut seharusnya memang pemerintah dengan system yang kuat dan akurat lalu  setiap bulan akan dapat diketahui siapa saja yang tidak taat aturan dan disitulah pemerintah kemudian menagih denda atas pelanggaran yang dilakukannya, dengan bikti yang mudah diterima oleh siapapun.  Seperti kalau ada orang yang membuiang sampah  di sembarang tempat, atau memarkir kendraannya di bukan area parker, atau megendarai kendraan melbihi kecepatan maksimun yang diperbolehkan, smeua tercatat dnegan baik dalam system pemerintah.

Mungkin pada awalnya akan banyak pelanggaran, namun setelah mereka merasakan bagaimana beratnya membayar denda, maka pada bulan berikutnya pastilah akan mengalami  perubahan yang sangat mengagumkan, karena ketaatan terhadap semua aturan menjadi bagus. Barang kali itulah yang  akan mampu emngubah kebiasaan buruk masyarakat tertentu.  Namun untuk saat ini pemerintah kita nampaknya belum mampu menerapkannya. Karena itu hal yang dapat dijalankan ialah dengan mengawasi secara langsung terhadap smeua pelanggaran dan langsung pula dikenakan denda.

Setidaknya meskipun tidak mampu menjangkau seluruh pelnggaran, tetapi pastinya akan ada perubahan di tengah tengah masyarakat, utamanya dengan sifat disiplin.  Keinginan kita tentu semua akan berjalan dengan tertib sehingga kenyamanan hidup akan dapat dinikmati, namun kalau kondisinya  amburadul dan tidak disiplin, pastinya ada hal yang menjadi pikiran kita, apalagi kalau kemudian kita hubungkan dengan aspekterhadap keimanan seseorang.

Kenyataannya saat ini kita berada di  Negara Indonesia yang kita tahu kondisinya seperti apa, dan tentu kita juga mengidealkan kondisi yang bakal kita alami di masa mendatang, karena itu sebaiknya kita memang dapat menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Maksudnya bukan kita mengikuti hal hal yang sudah berjalan di masyarakat yang hakekatnya bertentangan dengan prisnip hidup kita, melainkan justru sebaliknya kita harus mampu menciptakan kondisi yang sesuai dengan ajaran agama kita.

Sepanjang sesuatu tidak bertentangan secara substansial dengan prinsip prinsip syariat, maka kita boleh mengikutinya atau bahkan kalau itu merupakan sebuah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi, kita wajib menyesuaikan diri dengannya.  Hal tersebut semata mata agar kita tidak dianggap sebagai pihak yang tidak mau maju dan mungkin juga akan menjadi  bahan tertawaan semata.  Teknologi informasi yang sudah sedemikian canggihnya  dan sudah diaplikasikan dalam berbagai hal, maka jika kita menutup mata  serta tidak mau mengikuti perkembangannya, pasti kita akan tertinggal dan menjadi bahan meme atau ejekan banyak pihak.

Namun sekali lagi kalau perkembangan dan kebiasaan tersebut sudah keluar dari koridor syariat, tentu kita harus berani untuk menolak dan tidak mengikutinya, Biarlah ada pihak lain yang mengikutinya, tetapi sebagai seorang muslim yang taqwa tentukita  harus berani untuk mengatakan “tidak” pada hal hal yang melawan  ketentuan prinsip syariat.  Dengan pendirian kita yang kuat dan konsisten tersebut insya Allah kita tidak akan pernah ketinggalan  bahkan justru kita akan semakin eksis dalam percatuiran dunia yang fana ini.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.