MENCARI BIBIT UNGGUL MAHASISWA

Mulai hari Jumat  yang lalu, Dewan eksekutif Mahasiswa Universitas Islam negeri Walisongo mengadakan  ORSENIK atau olah raga, seni, ilmiah dan ketrampilan bagi mahassiswa baru.  Tujuannya sangat jelas, yakni ingin mendapatkan bibit bibit unggul dari para mahasiswa dalam bidang bidang olah raga, seni, ilmiah dan juga ketrampilan.  Nantinya bagi mereka yang berbakat dan mempunyai potensi besar dalam bidangnya akan dilakukan pembinaan secara lebih intensif agar mereka mampu berkembang dan berprestasi gemilang.

Seriap tahun memang selalu diadakan  semacam seleksi etrsebut yang dirangkai dengan  kegiatan orsenik tersebut.  Untuk tahun ini dan tahun tahun mendatang kiranya perlu diperhatikan mengenai tindak lanjut dari orsenik ini, yakni memberikan pembinaan yang lebih intensif bagi mereka yang mempunyai potensi besar dalam bidangnya, agar mereka nantinya mampu berbicara di level yang lebih tinggi, regional dan juga nasional, bahkan internasional.

Kita sangat yakin bahwa diantara empat ribu mahasiswa baru yang ada pasti ada  diantara merka yang mempunyai bakat dan minat yang besar untuk berbagai jenis atau bidang, baik olah raga, seni, ilmiah maupun ketrampilan. Kalau pada zaman dahulu  untuk urusan MTQ misalnya akan selalu dimiliki oleh IAIN Walisongo. Namun belakangan kita menjadi tercecer dan kalah dengan perguruan tinggi lain. Untuk itu kita minta  ajang  orsenik kali ini kita benar benar mencari kader yang nantinya mampu berprestasi di tingkat regional dan nasional.

Seluruh perlombaan yang biasa dilakukan di kalangan mahasiswa dalam bidang apapun harus kita  upayakan prestasinya, termasuk debat dalam bahasa Arab dan inggris, penulisana karya ilmiah mahaasiswa, Membaca kitab kuning dan lainnya. Sesungguhnya kami lebih menginginkan penalaran mahasiswa akan lebih bagus, namun  bidang lainnya seperti olah raga dan seni juga  dapat berprestasi bagus pula.

Fasilitas untuk berlatih di kampus kita telah upayakan memenuhinya dan bahkan fasilitas yang kita punya juga digunakan untuk pertandingan dalam level nasional, seperti  lapangan bola volley, bulu tangkis, futsal dan lainnya.  Kita tentu akan menjadi tidak nyaman jika  pertandingan volley ball dalam kejuaraan nasional bahkan hanya tingkat regional mahasisq, kita hanya menjadi penonton saja, karena sudah harus gugur dikita berkeinginan dapat muncul setidaknya sebagai finalis dalam kejuaraan volley ball tingkat regional misalnya.

Jika kita memang serius dalam membina dan melatih mereka yang mempunyai potensi, maka  mereka pastinya akan mendapatkan prestasi yang sangat bagus.  Meskipun kita bukan  universitas  dan prodi atau fakultas yang menangani persoalan olah raga, namun jika kita mampu menyuguhkan  olah ragawan yang bagus, kenapa tidak.  Demikian juga dengan bidang kesenian, kalaupun kita bukan peguruan tinggi yang khusus menangani seni, namun sesungguhnya kita mampu untuk menunjukkan preestasi di bidang seni tersebut.

Untuk itu pemandu pencari bakat harus  teliti dan serius dalam mengamati para mahasiswa baru yang sedang bertanding dan berlomba dalam orsenik, sebab kalau kita tidak mengamatinya secara jeli, boleh jadi kita akan salah dalam menangani mereka nantinya.  Artinya boleh jadi dalam ajang orsenik tersbeut ada yang sesungguhnya potensial namun belum mendapatkan  kejuaraan, karena sesuatu danlain hal. Nah, bagi merreka yang mampu melihat potensi mahasiswa tersebut, mungkin kalau dia itu dibina dengan serius akan mampu menjadi lebih bagik ketimbang yang saat ini menjadi juaranya.

Tentu kita juga tidak menginginkan bahwa setelah mendapatkan mereka yang potensial dalam bidangnya, kamudian dibiarkan begitu saja, sebab kalau hal tesebut dilakukan, maka kita pastinya akan rugi sendiri, karena tidak mebina dan melatih mereka dnegan benar sehingga potensinya tidak mampu ditunjukan kepada publik.  Kita juga sangat mendorong agar dalam  kondisi terentu ada pelatih yang khusu didatangkan untuk melatih para mahasiswa yang mempunyai potensi tersebut.

Karena itu bidang kemahasiswaan harus juga mengalokasikan dana untuk pembinaan kepada para mahasiwa berbakat tersebut.  Artinya perencanaan kegiatan mahasiwa juga harus dilaukan dengan cermat dan  bukan asal ada kegiatan, melainkan  dapat dilakukan dengan prioritas tertentu yang  justru akan menghasilkan sesuatu yang membanggakan dan sekaligus juga membawa nama baik institusi.

Hal yang harus diketahui oleh seluruh mahasiswa baru bahwa ajang orsenik kali ini bukan merupakan ajang untuk mengembangkan rasa individu dan semangat kefakultasan, melainkan hanya sekedar wahana silaturrahim dan  kebersamaaan.  Karena itu kalaupun mereka memberikan support dan  semangat kepada  atlet yang sedang bertarung di lapangan yang kebetulan dari fakultasnya, jangan sampai justru akan menimbulkan permusuhan karena  ujaran ujaran yang menyakitkan yang tidak pantas dilakukan oleh mahasiwa Uin Walisongo.

Kita hanya mengingatkan karena pernah terjadi sebuah pengalaman karena membela fakultas dengan begitu semangatnya sehingga lupa untuk mengontrol diri dan  kemudian memunculkan ujaran yang bahkan menusuk hati dan akhirnya terjadilah perkelahian, sebagaimana anak anak berandalan. Untuk itu sekali lagi kita mengingatkan kepada smeuanya agar tetap menjaga kondusifitas dan semangat dalam bertanding, namun jangan sampai  melewati batas kewajaran yang hanya akan menimbulkan kekisruhan saja.

Lebih dari itu kita harus mampu mengendalikan diri dan selalu ingat bahwa meskipun berbeda fakultas namun kita adalah satu almamater dan satu perguruan tinggi yang harus menjaga kebersamaan.  Tidak ada artinya kalau kita sampai berkelahi karena mendukung  fakultasnya masing masing, sebab perilaku perkelhian tersebut tentu terseret oleh emosi yang berlebihan.  Padahal kita tahu dan menyadari bahwa jika nafsu yang  mampu menguasai diri kita berarti  kita telah dikalahkan oleh nafsu atau setan.

Karena itu kita meminta smeua mahasiswa  belajar untuk mengeendalikan diri dan selalu ingat kepada tujuan awal masuk ke perguruan tinggi, khususnya ke UIN Walisongo, dan sekaligus juga selalu ingat bahwa kita sama sama muslim yang harus menjaga diri dari kemungkinan untuk berseteru dengan sesama muslim.  Dengan kemampuan mengendalikan diri tersebut kita menjadi sangat yakin bahwa tujuan yang kita akan dapat kita wujudkan dengan baik tanpa harus menimbulkan sesuatu yang negatif dan merugikan kita semua.

Hal terpenting lagi dalam kaitannya dengan kegiatan orsenik ini ialah nantinya kegiatan tersebut akan berjalan mulus tanpa insiden apapun dan  target menemukan banyak bibit unggul dalam berbagai bidang tersebut, sehingga kita akan mampu merencanakan ke depannya untuk membina mereka sehingga pada satnya akan menjadi berprestasi lebih bagus, baik di level regional, nasional maupun internasional.

Kita tidak mau mendengar ada laporan tawuran diantara suporter atau  orsenik ini  meningglkan kesan tidak baik bagi siapapun.  Kalau ada persoalan mengenai dewan juri misalnya, maka diupayakan  dengan cara yang terbaik dan tidak mencederai  orsenik itu sendiri.  Utamanya para senior  agar menjaga ketertiban dan menjadi  pendorong atas kondusifitas  seluruh mahasiswa.  Karena itu sekali lagi kita harus saling mengingatkan tujuan diadakannya orsnik tersebut agar kita semua fokus untuk menyukseskannya tanpa ada  halangan sekecil apapun. Semoga kita mampu mewujudkannya.

Itulah yang saya pesankan saat membuka ORSENIK jumat yang lalu, dan alhamdu lillah tadi malam seluruhnya sudah selesai dan tidak ada kejadian yang kita khawatirkan.  Semoga kondisi tersebut akan terus dapat kita pertahankan  dan kita akan senantiasa hidup dalam kedamaian dan kampus kita akan benar benar menjadi kampus yang nyaman dan menyenangkan. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.