JADILAH ALLADZINA AMANU WA’AMILUSHSHALIHAT

Banyak sekali pernyataan Allah swt terkait alam akhirat dan surge yang dikaitkan dengan  alladzina amanu wa’amilushshalihat, yakin mereka yang beriman dan berbuat kebajikan.  Memang  bagi sebagian orang pernyataan tersbeut sudah lazim dan paham apa maksud dan tujuannya, namun bagi mereka yang belum terbiasa tentu memerlukan penjelasan tentang iman dan  berbuat kebajikan tersebut.  Iman itu merupakan  pernyataan tentang sebuah kepercayaan yang   muncul dari dalam hati yang terdalam lalu dimunculkan dalam pernyataan lisan dan kemudian juga dibuktikan dengan perbuatan nyata.

Memang tidka mudah untuk memahaminya sekaligus, Karen pasti akan memerlukan penjelasan yang sangat rinci. Sebab biasanya kepercayaan itu hanya terkait dengan hati saja dan tidak terkait dengan pernyataan, sebab bisa jadi pernyataan A namun dalam hatinya berkata B atau sebaliknya, sehingga persoala iman itu pastinya di dalam hagi, bukan di mulut. Palagi kalua hafrus diwujudkan dalam perbuatan, semakin sulit untuk dipahami.  Bagimana caranya mewujudkan dalam perbuatan jika kepercayaan tersebut terkait adanya Tuhan, surge, neraka dan malaikat serta lainnya?

Siapapun akan kesulitan untuk menjelaskan iman atau percaya kepada Allah diwujudkan dalam perbuatan, karena itu untuk mempermudah hal tersebut Raulullah saw, telah memberikan penjelasannya tentang iman tersebut dalam  wujud perbuatan.  Meskipun dmeikian Nabi juga gtidak merinci secara satu persatu mengenai keimanan tersbeut, melainkan beliau hanya memberikan beberapa perbuatan yang mencerminkan keimanan, semisal  bahwa kebersihan itu bagian dari iman, siapapun yang beriman kepada Tuhan dan hari akhir, hendaklah dia  menghargai dan menghormati tamunya, tetangganya dan lainnya, dan begitu seterusnya sangat banyak sekali disampaikan oleh beliau.

Hidup di dunia ini memang harus mempunyai pegangan, dan sebaik baik pegangan ialah iman atau percaya kepada Allah swt dan kepada beberapa yang memang diwajibkan oleh syariat untuk mempercayainya.  Jika kita tidak mempunyai kepercayaan, apalagi kepada Tuhan, maka hidup kita akan kosong dan kita tidak akan mampu mengendalikan diri kit ajika suatu keyika hafus berhadapan dengan kondisi yang sangat sulit.  Akan meminta bantuan kepada siapa lagi kalau kita tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhan, semacam saat menghadapi kesulitan yang tidak mampu dipecahkannya sendiri.

Ketidak mampuan tersebut terkadang akan membawanya kepada  putus harapan dan akhirnya bunuh diri, akan lain halnya jika kita mempunyai kepercayaan kepada Tuhan, pastinya kita akn lari dan meminta pertolongan kepada Tuhan, karena kita sangat yakin bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, sehingga kalua hanya untuk mengatasi maslaah kita tersebut adalah persoalan kecil.  Kalaupun kemudian Tuhan tidak juga  membrikan jalan keluarnya, namunkita tetap berkeyakinan bahwa   apa yang dialaminya tersbeut adalah hal terbaik yang diberikan oleh Tuhan.

Tuhan itu merupakan sandaran kita dan merupakan tempat yang paling pas dan memuaskan untuk segala macam permohonan.  Hany saja Tuhan tidak mesti akan mengabulkan smeua permohonan kita, khususnya terkait dengan masalah yang sekaligus penanganannya.  Itu barangkali memang disengaja oleh Tuhan agar kita semakin percaya diri untuk mampu mengupayakan  jalan keluarnya. Atau mungkin juga TUhan sedang menguji kita bahwa dengan persoalan yang kita alami etrsebut akan semakin menabah tebal keimanan kita, atau mungkin ada recana lain yang hanya Tuhan yang mengetahunya.

Selama kta berbaik sangka kepada Tuhan, pastilah Tuhan akan terus memebrikan kebaikan bagi kita, termasuk jika Tuhan kemudian memberikan ujian kepada kita.  Artinya kita berkeyakinanbahwa Tuhan tidak mungkin akan menyengsarakan kita, dan smeua yang kita alami, termasuk yang menyedihkan adalah sesuatu yang terbaik bagi kita.  Kita tidak tahu rencana Tuhan dan Tuhan pastilah mengetahui rencana kita. Karena itu kita harus tulus dalam menerima semua keputusan Tuhan karena itu pastinya akan berakibat baik bagi kita.

Jadi persoalan keimnan tersebut merupakan pokok atau modal yang sangat berharga bagi manusia, tanpa keimanan manusia akan gersanng hidupnya dan pasti akan sengsara akibatnya.  Barangkali bukan hanya karena agama, bahkan sangat mungkin jika gidak agama sekalipun atau kalua rasul belum sampai kepada kita, niscaya kita tetap harus mempunyai keyakinan terhadap Dzat yang mengatur dan menciptakan alam seisinya.  Tidak mungkin sesuatu yang teratur sedemkian rupa  sepeerti dunia ini, kalua tidak ada yang menciptakan dan mengaturnya, meskipun ketika kondisinya dmeikian tidak  aka nada yang tahu bahwa Dzat tersebt adalah Allah swt.

Lalu terkait dengan  amilush shalihat atau berbuat kebajikan tentu semua orang akan menerima jika hidup di dunia ini harus berbuat baik, agar  kelestarian dunia yang kita diami  terus berjalan.  Kita dapat membayangkan jika manusia berbuat jahat dan keburukan di dunia ini, maka dunia ini akan cepat rusak dan mungkin peperangan dan pertempuran akan selalu terjadi karena kepentingan masing masing orang.  Untuk itu agama dating dengan membawa ajaran yang sangtat baik untuk diri manusia dan juga untuk lingkungan tempat tinggalnya.

Manusia berdasarkan agama tersebut lalu membuat aturan terkat dengan laingkungan merka disamping atuan  yang terkait dnegan pengabdian dan  lainnya yang ada di agama.  Dengan aturan aturan etrsebut akhirnya manusia memperkirakan bahwa dalam kenyatannya ada juga manusia yang suka berbuat onar, merusak dan juga merugikan pihak lain.  Karena itu kemudian disusun hokum yang akan diberlakukan bagi siapapun yang ebrbuat kerusakan dan diberikan sanksi dan begitu seterusnya hingga kemudian dunia ini dapat teratur dan ketenangan dapat diciptakan.

Seluruh manusia dianjurkan untuk selalu berbuat baik dan jika terpaksa berbuat  keburukan maka sanksi pasti akan diberlakukan kepada mereka. Kbajikan itu akan membawanya kepada  kedamiana dan pada khirnya dalam kepercayaan agama akan membawanya kepada surge yang penuh dengan kenikmatan, dan sebaliknya jika manusia berbuat keburukan, maka kitu akan membawanya kepada kondisi buruk dan  pada khirnya di akbirat nanti juga akan me nhyeretnya ke neraka yang penuh dengan siksa yang sangat menyakitkan.

Nah, untuk itu menurut agama kita manusia yang baik yang yang akan mengalami kebajikan di dunia dan selamat sefta mengalami hal serupa di akhirat ialah mereka yang selalu menjaga perbuatannya  hanya untu kebaikan dan  didasari oleh keimanan yang benar, bukan mereka yang selalu berbuat buruk dan  tidak pula dilandasi oleh keimanan yang benar.  Untuk itu menurut keyakinan  agama dan juga menurut nalar manusia yang benar, bahwa siapapun yang berkehendak untuk mendapatkan kebahagianan  di dunia dan sekaligus di akhirat tidak ada kata lain terkecuali harus mempunyai keimanan yang benar dan juga berbuat kebajikan.

Beriman saja tanpa amal baik, tentu tidak cukup karena untuk menjadi  bahagian lahir batin, dunia hingga akhirat dibutuhkan amal atau perbuatan yang baik yang nanginya akan diganti oleh Tuhan dengan berbagai keikmatan.  Demikian juga beramal baik saja tidak cukup, karena semua perbuatan yang tidak dilandasi oleh keimanan  yang benar, akan sia sia dan Tuhan pasti tidak membalasnya di akhirat nanti.  Itulah keyakina ajaran agama kita yang kita yakini sebagai kebanaran.  Semoga kita akan mampu menjadi manusia yang beriman dan beramal shaliha serta bahagia di dunia dan diakhirat. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.