DAN NIKMAT DARI TUAHNMU, CERITAKANLAH

Jika kita belajar tentang tasawuf, biasanya kita diajak untuk selalu ikhlas dan tidak  menunjukkan  amal kita kepada pihak lain, karena takut akan terkena sikap riya.  Artinya setiap almal baik kita baik yang terkait  dengan ibadah murni ataukah ibadah maliyah yang terkait dengan kepentingan social, hendklah kita samarkan dan tidak kita ekspose atau setidaknya disampaikan kepada orang lain. Karena itulah kita sering mendapat orang yang saat berimal tidak ingin  diketahui oleh orang lain, karena takut akan tergoda untuk riya atau sombong dan sejenisnya.

Namun di sisi lain kita menemukan sebuah ayat yang seolah bertolek belakang dengan  skap  tersebut, yakni aar kita menceritakan semua nikmat Allah yang kita terima.  Barangkali bagi sebagian orang yang sudah sampai kepada maqamnya, hal tersebut sama sekali tidk bertentangan dan bahkan dapat berjalan seriring.  Artinya ada setiap perbuatan ibah dan kebaikan yang kita lakukan hendaknya memang hanya semata mata karena Allah swt  bukan Karen aorang atau pihak lain, bahkan hanya menyertakan selain Allah sak sudah tidak boleh, namun  kita juga boleh memberikan keteladanan kepada pihak lain tentang kebaikan dan ibadah.

Dengan dmeikian sesungguhnya menunjukkan ibadah kita kepada pjak lain juga gtidak dilarang, karena nabi Muhammad saw dahulu saat beribadah juga selalu me nunjukkan kepada para sahabatnya dengan tujuan agar para sahabat beliau mengetahui bagaimana tata cara beribadat tersebut.  Lalu bagaiman umat Nabi kalua nabi selalu saja menyembunyikan tata cara ibadahnya.  Itulah mengapa dalam alquran ada ayat yang memerintahkan kepada nabi Muhamm ad saw agar menceritan  nikmat nimat yang diterima dari uhan tersebut.

Tentu hal yang tidak dibolehkan  menjadi sangat jelas, yakni memamerkan ibadhanya kepada orang lain sehingga  dia akan dianggap sebagai orang baik dan rajin beribadah.  Sedangkan jika  ibadah yang disampaika  kepada orang lain tersebut dengan maksud untuk mendidkk dan memberitahukan kepada masyarakat tentang tata cara shalat yang benar dan bagiman  mengamalkan ibadah lainnya, seperti  puasa, zakat dan sedekah lainnya, pastilah di sana ada jalan untuk diperkenankan dan bahkan mungkin malah dianjurkan.

JIka kita menjadi dai terhadap kaum yang belum beriman dan juga belum mengamalkan ajaran Islam, lalu kita berlindung untuk menyembunhikan ibadah kita dan  perbuatan baimkita, lalu fungsi pendidikannya pasti gtidak akan sam;paid an pasti akan gagal, karena umat pasti tidak akan pernah mengetahui bagaimana caranya melakukan ibadah yang bermacam macam tersebut.  Bahkan lalau dalam kondisi dimana  diprediksi akan menjadi persoalan jika kta beramal tetapi disembunyikan, maka sebaiknya memang kita buka juga tidak maslaha, semacam saat ada pembangunan masjid dimana sleuruh ujmat dimohon untuk mebantu sesuai dengan kemampuan.

Nah, kalau kita mampu dan kemudian tidak menyumbang dan hanya menyumbang secara sembunyi, maka itu justru akan menjadi preseden bauruk bagi hubungan antar sesame dan  bahkan mungkin akan menjadi buruk pula keakraban diantara umat.  Hal terpenting dalam keadaan demikian ialah kemantapan dan ketulusna hati kita dalam menyumbang dan sekaligus juga niat agar umat juga termotivasi untuk menyumbang secars ignifikant sesuai dengan kemampuan masing masing. Jangan kita  tergitr untuk dipuji atau  jangan sampai kita pamer dan sejenisnya karena itu akan  menghapus  pahala yang sehaarsnya kita dapatkan.

JIka kita mendapatkan anugerah dari Tuhan  berupa apapun, semisal anak kita lulus, baik juga baut kita untuk mengadakan syukuran dengan mengundang mereka dan menceritakan betapa   Tuhan telah memberikan anugerah kepada kita  berupa  kelulusan anak.  Tentu hal tersebut harus diauhkan dari sifat takabur dan menhombongkan diri dengan terus meminta saran dan didoakan oleh mereka.  Jia kita sedang mendapagkan  rizki dari Tuhan semisal  mendapatkan keuntungan besar dala  usaha yang kuta jalankan, maka  mengadakan tasyakuran dengan mengundang  tetangga dan sahabt adala bagus, dan menceritakan smeuanya kepada mereka seraya meminta didoakan agar tetap taat kepada seluruh perintah Allah dan menjauh dari larangan Nya, dan juga meminta  didoakan agar selalu dkiberikan  kesehatan dan kesuksesan.

Asalkan kita merendah dalam semua hal, tentu pada sahabat dan tetangga kita akan respek dan juga akan menghirmati kita, namun jika kta sombong dan  berlagak paling hebat, maka pasti mereka akan mencibir dan mendoakan tidak baik kepada kita.  Untuk itu sekali lagi kita harus menjaga sikap kita dalam berperilaku dan juga dalam turu kata, selalu meminta saran dan didoakan adalah cara yang paling mudah agar kita tidak sombong dan congkak.

Demikian juga ketika kita mendapatkan promosi jabatan misalnya, lalu kita juga ceritakan kepada tetangga dalam acara tasyakuran dan dnegan nasamerendah seta menyatakan bahwa smeua itu merupakan  amanah yang harus dipertanggung jawabkan serta mohon didoakan agar tidak tergiur untuk melakukan hal hal yang dilarang, pastinya mereka smeua akan respek kepada kita dan juga mendoakan  agar kita tetap dalam jalur yang benar dan tidak menyimpang.

Bahkan suatu ketika  kita mengundang sahabat sahabat kita dan tetangga kita untuk selamatan dan emnceritakan bahwa   kita bersyukur kepada Tuhan karena semua anggota keluarga  diberikan kesehatan dan  umur yang panjang serta selalu mampu menjalankan kewajiban Tuhan.  Tidak lupa juga memohon kepada smeua yang hadir untuk mendoakan agar  kita dan keluarga selalu diberikan bimbingan oleh Tuhan dan juga  diberikan hidayah agar tetap dalam jalan yang lurus serta mendapatkan anugerah  dari Nya serta dijauhkan dari smeua hal buruk yang menyedihkan.  Jika hal seperti itu kita lakukan secara rutin, tentu para sahabat dan tetangga kita akan memberikan apresiasi kepada kita, bahkan juga akan selalu mendoakan baik untuk kita dan keluarga.

Tentu sebaliknya jika kita hanya mengundang mereka pada saat kita memerlukan mereka saja, apalagi kalua kemudian kita menceritakan tentang kesuksesan kita dengan nada sombong dan seolah  kita saja yang berhasil dengan menafikan semua yang hadir, maka  jangankan mereka mau mendoakan bai kepada kita, mereka tidak mencdoakan  sial saja kita sudah beruntung dan pstinya kita tidak akan mendapatkn dukungan dan support dalam mengrungi hidup, malahan kita akan dilhat ebagai pihak yang menyakiti perasaan mereka.

Kita memang harus berbagi  nikmat kepada seama tetapi harus dnegan cara yang baik yang tidak akan melukai persaan mereka.  Bolewhlah kita menceritakan apa asdanya tentang nikmat dan kerunia Tuhan kepada kita, namun harus dengan cara yang baik, yakni dengan merendah dan selalu meminta didoakan, bukan dengan pamer keberhasilan kita dan tanpa menhyebut sedikitpun person mereka dalam kehiduan kita, sebab bagaimanapun mereka mempunhyai andil yang besar terhadap kesuksesan kitameskipun tidk scara langsung.  Jika  pern mreka kita singgung tentu mereka akan meras diorangkan dan dapat dipastikan mereka akan merasa dihargai.

Karena itulah ita patut belajar mengenai bagaimana kita mampu menghargai dan menyatakan sesuatu dengan kata kata yang menyenangkan bukan dengan  kata yang dapat melukai perasaan mereka.  Semua itu dapat dipelajari dan dibaisakan  asalkan kita ada niat pasti akan banyak jalan yang dapat kita lalui.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.