MENYIKAPI GEMPA BUMI

Pada awalnya banyak orang yang memandang bahwa sebuah gempa bumi yang terjadi, seperi di Lombok adalah merupakan teguran Tuhan dan mungkin juga adzab Tuhan, karena banyaknya kemaksiatan yang terjadi di sekitar wilayah tersebut.  Daerah yang dahulunya dikenal sebagai daerah  dengan  kesopanan yang hebat dan bahkan diklaim sebagai tempatnya sanri, namun kemudian iba giba berubah menjadi wilayah yang penuh dengan kemaksiatan dan banyak ;pula orang yang memamerkan tubuhnya, alias bugil atau setengah bugil.  Dengan  egitu Tuhan kemudian memberikan teguran kepada masyarakat melalui gempa bumi.

Mungkin ada orang yang kemudian mempercayai hal tersebut karena dalam kenyataannya daerah Mtaram yang dulu dikenal sebagai daerah agamis, saat ini sudah berubah menjadi daerah wisata yang banyak memamerkan kemaksiatan.  Namun banyak pula yang tidak menghubungkan hal tersebut, karena Bali yang sudah menjadi daerah wisata sejak dahulu juga tidak terkena  gampa, padahal kalua dilhat dari sisi kemaksiatannya, bali mungkin lebih banyak ketimbang Lombok. Nah, mereka yang tetap mempercaya bahwa itu merupakan teguran bahkan adzanb Tuhan lalu menyatakan bahwa Bali memang sejak semula, tetapi sebuah daerah yang dulunya agamis, lalu berubah itulah yang diberikan peringatan.

Sudah barang tentu  orang boleh saja membuat argumentasi atas pendatnya masing masing, tetapi kajian ilmiahnya menyatakan bahwa memang daerah Lombok utara tersebut merupakan daerah dimana ada lempengan tanah yang sedang bergerak, sama dengan Yogyakarta, Pangandaran dan bebrapa daerah lainnya, sehingga sangat logis kalua kemudian terjadi gempa.  Persoalan  cara menandang gempa tersebut sesungguhnya tidak perlu kita besar besarkan, karena  hal tersebut di samping bukan porsi kita, juga sekaligus akan membuat ketersinggungan masyafakat, khususnya di daerah gempa.

Mereka sudah terkena gempa dana  susah, masih saja disalahkan karena mengumbar kemaksiatan dan lainnya.  Kenapa kita tidak memikirkan  perasaan masyarakat di Lombok yang sampai saat ini masih terus terkena dampak gempa.  Mengapa kita terus saja mengatakan sesuatu yang menambah keperihan mereka, bahkan untuk enhyumbang harta saja tidak dilakukan, tetapi malahan  menyanyi dengan nada yang sangat menyakitkan, bukan saja masyarakat Lombok, tetapi juga  mayoritas masyarakat kita sebagai sebuah bangsa.

Kita tahu bahwa sampai sekarang gempa masih terus terjadi meskipun kadarnya tidak sebesar dahulu, tetapi hamper setiap jam terus terjadi gempa yang meresahkan dan  membuat mereka was was, sehingga mereka pun belum berani tidur di dalam rumah, khususnya yang dekat dengan lokasi gempa.  Mari kita berikan  kata katayang nyaman dan memberikan dampa posistif bagi mereka.  Demikian juga diperlukan adanya penyemangat agar mereka tidak trauma  dalam sisa hidup mereka.  Jangan sampai kita mengeluarkan kalimat yang justru menusuk hati mereka, sehingga kesedihannya makin bertambah.

Memang dalam eghadapi musibah apapun, seharusnya akan membuat kedsadaran kita timbul dan kita lalu mengevaluasi diri masing masing apa yang sudah dilaakukan dan komitmen ke depan untuk berbuat yang lebih bagus lagi.  Kita boleh saling menyalahkan dana tau menhyudutkan masyarakat tertentu, meskipun mungkin pernyataan tersebut ada kebenarannya.  Bukankah kita ini masyarakat timur yang seharusnya tahu unggah ungguh dalam berkomunikasi sehingga akan membangkitkan semangat dan bukan malah menenggelamkan mereka.

Sebagaimana kita pada saat membeuk orang sakit, mka kita harus mengucapkan hal hal yang dapat menyenangkan dan memberikan harapan sembuh kepadanya, bukan malah bercerita tentang hal yang menyedihkan dan menaktkan. Mungkin  kata kata yang diucapkan itu benar adanya, namun kaau itu justru akan semakin membuatnya semakin sakit, maka harus dihindarkan.  Bahkan meskipun sedikit tidak benar pernyataan kita, tetapi dimaksudkan untuk memberikan semangat untuk sembuh dan termotivasi untuk segara sembuh, maka itu justru akan jauh lebih baik.

Nah, sikap kita dalam menghadapi gempa bumi yang sering terjadi di wilayah negara kita gtersebut haruslah bijak, yakni untuk pertama kalinya kita harus ikut perihatin dan tanggap darurat dengan meberikan sumbanga hal yang paling dibutuhkan oleh mereka.  Lalu setelah itu kita dapat  ikut memberikan bimbingan  kepada mereka khusunya anak anak kecil agar mereka tetap semangat dan tidak trauma dalam menghadapi musibah seperti itu. Fasilitas yang vital juga harus segera diberikan, semacam sekolah agar mereka yang usia sekolah masih tetap dapat melaksanakan belajar di sekolah.

Berikutnya ialah fasilitas beribadah, seperti masjid, karena bagaimana pun juga masyarakat membutuhkan fasilitas tersebut, khususnya  ketika mereka ingin menjalankan ibadah shalat jumat dan untuk kegiatan lainnya yang akan menambah semangat mereka untuk tetap berusaha dan tidak larut dalam kesedihan.  Santapa rohani bagi mereka snagat diperlukan karena bagaimanapu  mereka  harus  mendapatkan tuntunan yang benar, sebelum  ada orang lain yang menangkapnya dan kemudian menjerumuskan mereka.

Syukur kalau kemudian kita juga mau menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian hasilnya diberikan keada mereka yang gerkena musibah tersebut.  Namun untuk kegiatan penggalangan dana tersebut harus ekstra hati hati dan  harus amanah, karena banyak sekali pihak pihak yang tidak bertanggung jawab justru memanfaatkan situasi musibah tersbeut untuk mengeruk keungtungan secara pribadi.  Artinya kalau kita memang benar benar menggalang dana untuk mereka yang terkena musibah, sebaiknya harus dilakukan dengan cermat dan  dibuat kepanitiaan  dan kinerja yang jelas transparan dan  bekerja sama dengan  pihak lain seperti kangtot audit dan lainnya.

Setidaknya kita  memanjatkan doa kepada Tuhan agar mereka diberikan kesabaran dan kekuatan untuk menjalani musibah tersebut, sekaligus juga  mendoakan agar mereka cepat pulih secara keseluruhan, mental dan juga ekonomi mereka.  Meskkpun hanya berupa doa, namun kalua hal gtersebut dilakukan dengan penuh keutulusan, insya Allah akan bermakna dan memberikan kesejukan kepada mereka.  Jangan dianggap bahwa doa itu sia sia  karena kekuatan doa sungguh dahsyat jika dilakukan dengan kesungguhan dan  penuh harap.

Mudibah dan gempa bumi tentu dapat saja terjadi di manapun, mungkin juga di tempat dan wilayah kita, meskipun saat ini penemuan ilmiah belum menyebutkan bahwa lempengan bumi di bawah wilayah kita belum membahayakan, namun  kalau Tuhan sudah berkehendak, maka tiada kekatan apapun yang dapat mencegahnya.  Pastinya  sata kita mendengar dan mengetahui ada musibah gempa di lain tempat, maka kita harus menyikapinya dengan doa kepada Tuhan agar di daerah kita dijauhkan dari musibah serupa.

Kesadaran untuk memperbaiki seluruh aktifitas kita, baik yang terkait dengan ibadah, muamalah dan juga  kegiatan lainnya adalah merupakan sikap yang sangat bijak, karena dengan begitu kita akan semakin dekat dengan Tuhan, dan kalau hal tersebut sudah terwujud makandoakita tentu akan dikabulkan oleh Nya. Jadi sudah menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk terus menerus memohon kepada Tuhan agar kita dijauhkan daris egala mara bahaya dan didekagtkan dengan kebahagiaan dan kenyamanan.

Semoga  gempa bumi yang terjai di Lombok Mataram NTB tersebut akan semakin membuat diri kita  menyadari bahwa  kehidupan dunia itu memang tidak langgeng, melainkan sewaktu waktu dapat musnah kelau Tuhan berkehendak.  Untuk itu mari jadikan smeua kejadian yang ada  di dunia ini sebagai  alat untuk mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Semoga.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.