SELALU MENGINGAT NAMA ALLAH

Dalam Bahasa agama  dzikir itu menjadi sangat penting, yakni selalu mengingat Tuhan, karena  menurut Allah swt sendiri bahwa dzikir tersebut akan dapat menenteramkan hati.  Dengan hati yang tenang maka segala sesuatu yang kita lakukan  akan dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan sesuaru yang optimal.  Mengingat ingat Allah itu juga sekaligus akan mampu menghindarkan kita dari pikiran kotor dan menjerjumuskan. Tentu masih banyak lagi keuntungan berdzikir kepada Allah. Kenyamanan hati dan pikiran yang selalu kita harapkan akan dapat dipenuhi jika kita selalu mengingat Tuhan, sebab setan tidak akan pernah mampu menggoda kit ajika pikiran dan hati kita selalu cenderung kepada Allah swt.

Itulah mengapa kita harus selalu membiasakan diri untuk membaca bismillah, yakng itu befrarti kita mengingat Allah swt dalam setiap kali kita akan melakukan sesuatu, dan menyatakan hamdalah jika kita selesai melakukan sesuatu.  Mungkin ada sebagian umat muslim yang tidak mengerti kenapa kita harus memulai sesuatu dnegan membaca bismillah dan mengakhiri sesuatu dengan   alhamdu lillah, dan dikiranya sebagai kebiasaan rutin saja yang sama sekali tidak ada pengaruhnya.  Padahal kalua kita tahu maksud dan tujuannya  dan kemudian kita menjalankannya, insya Allah kita akan mendapatkan keuntungan yang banyak.

Keuntungan tersebut setidaknya kita akan mampu melindungi diri dari godaan setan yang memang menjadi musuh abadi kita, juga  kalau kita meniatkannya dengan  kuat, maka ketenteraman hati di pikiran juga akan kita dapatkan, sehingga  kondisi kita selalu dalam keadaan damai dan memungkinkan untuk berpikir jernih serta cenderung kepada ketaatn yang penuh kepada Allah swt.  Toha  dalam menjalankan  hal tersebut tidak berat sama sekali, bahkan kalau kita sudah terbiasa dengan mengucapkan bismillah dan alhamdu lillah tersebut, rasanya tidak ada sesuatu pun yang akan mampu menghentikan kita.

Secara otomatis mulut kita akan mengatakannya demikian dan keungungan kita akan semakin berlipat, karena  memang kita menjalankan kebaikan.  Bahkan jika kita mampu untuk mengingat Tuhan dalam setiap kesempatan apapun, maka itu jauh lebih bagus, meskipun mungkin kita harus melatih diri kita dengan keras. Kita tahu bahwa nabi Muham ad saw  selalu mengingat Tuhan dalam setiap aktifitas beliau di manapun dan dalam kondisi apapun.  Kalau kita  berusaha terus untuk melakukan hal tersebut kiranya juga  akan dapat menjalankannya.

Barangkali kita hatus melatih diri pada saat kita tidak sedang melakukan pekerjaan berat, semisal kita sedang menyetir moil atau sedang naik kendaraan lainnya, lalu kita juga selalu menyebut asma Allah melalui tasbih, tahmid tahlil dan istighfar mislanya, namun juga tetap waspada terhadap apa yang sedang kita jalani. Tentu terkecuali bila kita hanya menumpang kendaraan pada orang lain, sehingga kita tidak membutuhakan konsentrasi.  Jika kita sudah mampu memulai hal tersebut, kiranya kita akan terbiasa dengan dzikir tersebut, dan pada saatnya kita akan menjadi orang yang memang selalu ingat kepada Allah dan terhindar dari kemungkinan melakukan kemaksiatan.

Jika Allah selalu di hati  dan pikiran kita, maka tidak ada kekuatan apapun yang mampu untuk memalingkan diri kita dari menjauh dari Nya.  Barangkali para wali Allah itu kehiduoannya selurhnya hanya untuk berdzikir kepada Allah.  Kalau ada orang yang seluruh hidupnya hanya untuk Allah, dapat dipastikan dia tidak akan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum Allah dan bahkan selalu menghargai manusia lain dan tidak berani untuk berbuat sesuatu yang menyakitkan siapapun. Allah pasti akan menjaganya dari segala macam keburukan.

Memang sebagai ma usia biasa kita tidak akan mampu untuk  secara terus menerus mengarahkan hati dan pikiran kita hanya kepada Tuhan, karena pasti  sesekali akan mengarahkan hati dan pikiran untuk sebuah keperluan dan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab dan kewajiban, akan tetapi  jika kecenderungan kita kepada Allah jauh lebih banyak ketimbang kepada yang lain, maka itu sudah merupakan hal yang terbaik bagi seorang hamba.

Apapun alasannya bahwa dengan terus mengingat Allah swt tentu akan jauh lebih baik ketimbang tidak mengingat Nya.  Untuk berdzikir atau ingat kepada Allah tidak mesti dengan menyebutkan lafadh la ilaha illallah, mselinkan dapat membaca  apapun yang di situ ada kata Allah di dalamnya, seperti tasbih, tahmid, takbir, tahlil dan lainnhya, bahkan juga saat kita mebacakan shalawat kepada nabi Muhammad saw.  Membaca alquran yang merupakan kalamullah juga sekaligus berdzikir kepada Nya.  Meskipun sebaik baiknya dzikir kepada Allah ialah dengan mengucapkan kata la ilaha illallah.

Sebagimana disebutkan di atas bahwa menyebutkan kalimat apapun yang di dalamnya ada lafadh Allah itu sudah mampu ujntuk menyatukan  pikiran kita dengan Tuhan, sehingga  kalua kita membiasakan diri membaca bimillah, maka itu sudah cukup untuk dokatakan sebagai dzikir.  Sudah barang tentu  banyak sekali hal yang dapat kita dapatkan  ketika kita mengingat nama Allah tersebut.  Jika kita sadar dan tengtu ada keinginan bahwa dnegan menyebut asma Allah tersebut kita akan mendapakan ketenangan hati dan pikiran, maka Tuhan pasti akan meberikan ketenangan etrsebut kepada kita.

Jika dengan kesadaran menyebut asma Nya tersebut kita juga memohon diri untuk dijauhkan dari segala macam bahaya dan godaan setan, maka  Tuhan juga akan memenuhi keinginan kita. Hanya sayangnya kita belum mampu untuk selalu ingat kepada Nya, sehingga pada saat kita  kosong dari menyebut nama Nya, di situlah godaan akan masuk dalam diri kita sehingga kalua kita tidak kuat untuk menanggulangi godaan tersebut, justru kita akan tampak kalah telak oleh godaan tersebut.

Kita tentu dapat melihat bagaimana kehdupan orang orang salih yang banyak mengingat Allah, bagaimana  tenteramnya hati mereka, bagaimana nyamannya kehidupan mereka dan bagaimana mereka seolah tidak ada keinginan  yangtidak dapat diwujudkan, karena memang keinginannya hanya ingin mendapatkan ridla dari Allah swt.  Tentu akan lain halnya dengan mereka yang sangat jarang mengingat Allah, bahkan pada saat menjalankan shalat pu  terkadang mereka lupa dengan Allah, pasti keinginannya gterlalu banyak dan  tidak terlaksana, sehingga hatinya  santa  tidak nyaman dan secara yerus menerus memikirkan kegagalannya tersebut.

Lalu kenapa kita tidak mau meneladani mereka itu, atau  secara langsung menginginkan menirru perilaku nabi Muhammad saw, walaupun belum mampu sefratus persen, namun  keinginan yang kuat tentu akan melahirkan sebuah kondisi yang mendekati ondisi ideal yang diinginkannya.  Orang kalau sudah merasakan banyak pengalaman dan makan  asamnya garam kehidupan, pastinya mereka tidak lagi menginginkan sesuatu yang muluk muluk, melainkan hanya menginginkan ketenteraman hati dan pikiran.  Tidak lagi ada keinginan terhadap sesuatu yang menggiurkan secara duniawi, sebagaimana ketika masih muda dan masih sedikit pengalaman hidupnya.

Intinya  siapapun  nanti pada saatnya pasti  menginginkan sebuah kondisi yang nyaman, tenang, tenteram, dan  hati menjadi sangat tenang.  Karean itulah surga di dunia yang  dapat dinikmatinya pada saat usia tertentu. Jika swcara lahir usia seseornag sudah tua, tetapi masih banyak keinginan yang macam macam, maka itu kesadarannya belum muncul dan biasnaya   mereka itu akan merasakan penyesalan karena tidak dapat menikmati hidup dengan sesungguhnya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.