TERSINGGUNG DENGAN PERNYATAAN TUHAN

Ada satu surat, yakni surat alRahman yang  isinya banyak menyinggung kepada umat manusia yang ingkar atau tidak bersyukur atas nikmat yang begitu banyak diberikan oleh Tuhan kepada mereka,  bahkan pernyataan Tuhan yang menyinggung kita tersebut dengan sebuah pernyataan yang tidak biasa, yakni dengan  nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?.  Sungguh sangat menyentuh hati kit ajika kita memang beriman dan  melakukan hal hal yang tidak pantas dan tidak seharusnya sebagai seorang hamba yang beriman.

Kalaupun  pernyatan tersebut lebih banyak ditujukan bagi mereka yang tidak beriman, yakni dengan sikap mereka yang angkuh dan seolah berkuasa dan sama sekali tidak mengakui atas nikmat Tuhan  di dunia ini, namun justru karena itulah kita sebagai prang mukmin, kita harus merasakan ketersinggungan yang pertama kali, karena terlalu banyak kita telah melakukan hal hal yang sama sekali tidak pantas kita lakukan, yakni semacam mengeluh atau merasa kurang atau merasa tidak diperhatikan atau merasa tidak dikabulkan doanya dan lainnya.

Sesungguhnya terlalu banyak nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita bahkan setiap detinya.  Cioba kita  gambarkan sedikit saja dari kehidupan kita, yakni mengenai kesehatan.  Tuhan sudaha memberikan nikmat kesehatan kepada kita begitu besarnya, sehingga seluruh anggota badan kita  merasa nyaman untuk kita gunakan. Coba kalua sedikit saja dicabut nikmatnya oleh Tuhan seacam nikmatnya gagi saja, kita biasanya sudah mengeluh sedemikian hebatnya seolah seluruh badan ikut sakit, bahkan hanya mendengar orang bicara saja  menjadi semakin sakit.

Demikian juga  udara yang kita hirup dengan bebas dan  gratis juga pemberian Tuhan yang begitu hebatnya, sebab ketika kita sakit dan membutuhkan oksigen melalui bantuan alat tertentu, kita sudah harus emmbayarnya sangat mahal.  Namun kebanyakan orang tidaka menyadari hal tersebut, seolah semuanya bukan pemberian dan nikmat dari Tuhan.  Akibatnya selalu saja ma usia merasakan kekurangan  dan selalu menuntut kepada Tuhan ujntuk hal hal lain yang mungkin malah kurang bermanfaat.

Pokonya semua   apa yang ada  di dunia dan kita manfaatkan, pada hakekatnya adalah karunia Tuhan yang sangat besar kepada manusia.  Lalu  nimat apalagi yang kita dustakan? Kenapa kita tidak menyadari semua hal iru, dan kita justru malah sibuk menghitung milik orang lain, padahal kita sudah diberikan nikmat yang begitu besar.  Seharusnya kita tesinggung dan kemudian menyadari bahwa  sesungguhnya Tuhan sudah terlalu banyak memberikan kenikmatan kepada kita dan kita harusnya malu dengan semua itu, karena pengabdian kita masih gterlalu sedikit dibandingkan karunia yang diberikan kepada kita.

Sudahkah kita melakukan semua perintah Tuhan, dan meninggalkan larangan Nya?  Kita diperintah oleh Tuhan untuk membantu mereka yang kesusahan, memelihara anaka anak yatim, mengasihani mereka yang meminta minta dan tidak menyakitinya, namun apakah kita sudah menjalankannya?  Jawabannya tentu kembali kita kita masing masing. Kalau kita merasa belum melakukan perintah tersebut, lalau bagaimana mungkin kita tega untuk terus meminta kepada Tuhan, walaupun Tuhan tidak akan pernah bosan untuk diminta, tetapi sebagai seorang hamba yang baik tentunya juga harus mengimbag=nginya dengan ketaatan yang lebih baik.

TUhan juga mencegah kita untuk menyakiti banyak orang, lalu sudahkan kita mampu enghindarkan diri dari menyakiti orang lain?  Dalam kenyataannya kita masih saja melakukan hal hal buruk yang membuat orang lain sakit atau luka hatinya, baik melalui kata kata ataupun melalui sikap yang kita tunjukkan.  Terlalu banyak kalmat yang dapat membuat orang lain tersinggung, meskipun kita tidaka menyadarinya.  Lalu juga banyak pernyatan yang tergolong dalam kategori namimah yanag kita tidak sadari, lalu mengapa kita tidak malu untuk terus emminta kepada Tuhan?.

Kita memang harus tersinggung dengan pernyataan Tuhan, meskipun bukan dalam arti yang lain, melainkan  untuk mawas diri dan lalu memperbaiki diri. Kenapa kita harus tersinggung? Sebab kalua kita tidak merasa tersinggung, itu artinya hati kita sudah tertutup oleh  masalah duniawi yang akan menjajuhkan  diri kita dengan Tuhan.  Ketersinggungan tersebut hanya mrupakan sensitifitas hati kita saja, lalu kita meras bahwa kita terlalu banyak melakukan kesalahan dan kurang banyak melakukan kebajikan.  Jika hal terse but kita lakukan, kemudian kita tindak lanjuti dengan sikap komitmen untuk memperbaiki diri terhadaps emua amalan kita, maka itulah yang diharapkan.

Dalam hubungannya dengan perintah p;erintah Tuhan lainnya, kita dapat mempertanyakan  kepada diri kita masing masing sudahkan kita menjalankan banyak amalan Sunnah? Apakah kita sudah menjalani perintah untuk menolong mereka yang lemah, apakah kita sudah menjalankan perintah untu berkurban, apakah kita sudah melakukan sedekah  dan lainnya.  Semua pertanyaan dan tentu masih banyak amalan lainnya yang seharusnya kita jalankan.  Lalu kalua semua itu belum kita sentuh, lalu  mana kita  mampu berhadapan dengan Tuhan untuk menyatakan bahwa kita benar benar taat kepada Nya?

Kita juga telah diberikan kitab suci alquran yang diturnkan kepada nabi Muhammad saw sebagai pedoman kita smeua, lalu apakah kita sudah membacanya? Ataukah kita sudaha berusaha untuk memahaminya?  Kalua kita belum melakukan itu, lalu beranikah kita menatap wajah Tuhan dengan menyatakan bahwa kita sudah menjalankan perinta Nya.  Terlalu banyak kenyataan  pada diri kita yang bbelum mencerminkan sebagai seoranghamba yang  beriman dengan baik. Untuk kitu kita harus meras tersinggung dengan pernyataan Tuhan sebagiaman tersebut di atas.

Hal yang lebih mudah saja, yakni  firman Tuhan yang menyatakan sesungguhnya Allah danpara malaikat Nya  selalu bershalawat kepada Nabi, wahai kaum beriman bershalawatlah kalian kepadanya, banyak kita tinggalkan dan tidak laksanakan, padahal itu merupakan hal mudah saja dilakukan, apalagi untuk melakukan peringtah lainhya yang memerlukan usaha khusus dan cukup berat.  Perintah untuk selalu ebrshalawat kepada nabi Muhammad saw tersebut sesungguhnya sangat ringan dan dapat kita lakukan dalam kesempata  apa saja; semisal saat kita berdiam diri, saat ebrjalan, saat dalam perjalanan, saat bekrja dan lainnya.

Untuk itu melalui  kesadaran   ini saya mengajak kepada sleuruh hamba Tuhan untuk memulai hal hal kecil yang dapat kita lakukan, semacam memikirkan segala sesuatu tentang kehidupan dan badan kita sendiri, betapa banyak nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan, lalu kita mensyukurinya  baik dengan sekdar membaca kalimat syukur dan juga menjalankan kewajiban kewajiban, juga membaca shalawat kepada Nabi setia saat kita mengingatnya.  Dengan amalan kecil tersebut, kita akan terbiasa dan insya Allah akan bernilai sangat besar bagi kita.

Kita juga harus mengajarkannya kepada kemluarga kita, dan anak anak kita sehingga mereka akan menjadi terbiasa untuk melakukan amalan tersebut, tentu sambal terus diupayakan melakukan amalan lainnya yang lebih berat tentunya.  Jangan sam pai kita tidak melakukan apapun dan kita juga tidak meras tersinggung dengan pernyataan Tuhan sebagaimana tersebut di atas sehingga kita akan terus berada dalam kondisi yang tidak baik dan tidak tahu malu kepada Tuhan sendiri.  Sempga kita mendapatkan keatan untuk mampu melakukan  upaya atas ketersinggungan kita tersebut sehingga masa depan kita akn semakin membaik, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.