PENGUNGSI DI LOMBOK

Sebagaimana kita tahu bahwa gempa dengan kekuatan yang dahsyat telah berkali kali terjadi di Lombok dan mengakibatkan korban jiwa ratusan orang dan juga berbagai bangunan rumah, rumah ibadah, sekolah dan lainnya rata dengan tanah.  Sebagiannya hanya retak retak dan sudah lebih dari dua minggu masyarakat di sana belum berani tinggal dan tidur di rumah, karena masih seringnya terjadi gempa yang mengkhawatirkan akan runtuhnya bangunan yang ditempati.  Jadilan mereka ikut mengungsi di tenda tenda.

Memang sudah banyak pihak yang berusaha untuk tanggap darurat dan membantu masyarakat di sana, akan tetapi kalau dilihat dari banyaknya kerusakan yang dialami, kiranya bantuan bantuan etrsebut masih kurang, karena yang terpenting bagi mereka saat ini ialah makanan, obat obatan dan air bersih.  Mengenai rumah yang rata dengan tanah, pemerintah sudah berusaha untuk membangunkan rumah sederhana untuk mereka, mudah mudah rumah etrsebut natinya dapat dimanfaatkan oleh mereka sebagai tempat tinggal sementara sambil membangun rumahnya yang sudah rusak berat.

Bagi masyarakat lainnya yang mempunyai rasa empati tentunya tidak akan berdiam diri menyaksikan saudaranya yang di Lombok sedng menderita, kita berharap kepada sleuruh masyarakat Indonesia   tergerak hatinya untuk mengulurkan sumbangan sesuai dengan kemampuan yang kemudian disalurkan ke Lombok melalui lembaga atau  pihak yang kompeten dan amanah.  Kita tentu sangat berharap tidak ada lagi oknum yang justu memanfaatkan kondisi tersebut untuk keuntungannya sendiri, yakni dengan meminta sumbangan ek sana kemari, lalu hanya sedikit yang disalurkan, selebihnya masuk kantong sendiri.

Karena itu bagi masyarakat umum, sebaiknya penyaluran  sumbangan dilewatkan piahk yang resmi dan amanah sehingga seberapaun bantuan yang diserahkan, nantinya benar benar akan sampai kepada mereka yang dituju.  Saat ini ribuan pengungsi telah mendapatkan bantuan, terutama makanan dan obat obatan serta air bersih yang sangat dibutuhkan oleh mereka,  sedangkan target bentuan tersebut saat ini belum dapat dipreddiksi, tentunya  harapan semua pihak ialah seluruh warga bangsa ini  ikut menyumbang sehingga beban mereka akan teringankan.

Kita dapat membayangkan betapa pengungsi itu tidurnya juga berdesakan, dan mungkin juga banyak nyamuk dan penyakit mudah saja terjangkit, karena sudha barang tentu semua banyak yang sifatnya darurat, terutama mengenai jamban atau wc.  Untuk itu  semua diharapkan akan mampu hidup tertib sehingga berbagai hal yang mudah menjadi peroalan akan dapat dihindarkan.  Para relawan yang sudah bersama mereka dari berbagai daerah juga sudah menetap di sana dan sekaligus menjadi kawan dan  pemotivasi terutama kepada anak anak agar mereka tetap optimis dalam menjalanin hidup dan menatap masa depan.

Hal terpenting bagi anak anak adalah jangan sampai mereka mengalami trauma yang berkepanjangan  dan merek hilang ghirah atau semangat untuk maju dan bahkan mungkin juga  putus asa dalam menatap masa depan.  Kita harus bertanggung jab  agar mereka tetap bersemangat untuk meraih masa depan yang gemilang.  Karena itu mereka harus tetap sekolah dan belajar, dan sama sekali tidak boleh berhenti sekolah hanya disebakan  daerahnya terkena musibah gempa.

Kalau hanya sekedar bantun daging kurban, maka itu sesungguhnya hany untuk sesaat saja, karena yang lebih merka butuhkan selanjutnya ialah bagaimana mereka dapat hidup normal kembali sebagaimana sebelumnya dan mereka  dapat melupakan trauma  dengan terjadinya gempa dahsyat tesebut.  Jika mereka  sudah hidup secara normal, maka  tentu mereka akan melakukan aktifitas sebagaima biasa dan bekerja sebegaimana sebelumnya juga.

Bagi mereka yang bertani, pasti akan segera kembali ke sawah atau ladangnya, bagi mereka yang menjadi buruh juga pasti akan segera melakukan pekerjaannya kembali dan bagi para pegawai juga akan segera kembali bekerja sebagaimana semula.  Kita berharap musibah Lombok akan segera  berhenti dan membaik, sehingga masyarakat tidak lagi mengungsi dan menjadi semakin berat beban mereka. Mari kita berdoa agar dalam beberapa waktu ke depan  Lombok sudah menjadi daerah yang aman dan  tidak lagi gempa.

Biasanya akibat dari  musibah besar seperti itu, akan banyak anak anak yang tidak emmpunyai orang tua, dan ini memerlukan kepdulian kita, baik untuk dibantukan di panti asuhan dan kita membantu finansial mereka ataukah kita mengangkatnya menjadi  orang tua angkat atau bentuk lainnya.  Korban akibat gempa tersebut ratusan jumlahnya ehingga pasti diantara mereka ada yang selamat dan kehilangan orang yang disayanginya.

Mungkin hal yang paling masuk akal ialah jika kita berupaya untuk mendorong didirikannya panti asuhan untuk menampung mereka  yang terken musibah dan kehilangan orang tua.  Di panti asuhan tersbeut mereka harus diperlakukan dengan baik, disekolahkan, diajari mengenal Tuhan dan  syariat Nya, serta diberikan harapan yang positif sehingga mereka tidak lagi menjadi pihak yang pesimistis dalam menyongsong masa depn.

Namun bukan berate kita sudah akan berhenti setelah mendorong membuat panti asuhan, karena pantiasuhan yang didirikan etrsebut juga membutuhkan support dana untuk membiayai anak anak  dan sekaligus untuk perbaikan panti itu sendiri.  Untuk operasional panti, kita dapat  memberikan donator tetap dan  juga sumbangan sukarela yang tidak dibatasi waktunya.  Lebih dari itu kita juga harus aktif untuk mengajak kepada para dermawa untuk ikut menyumbang  dari sebagian hartanya yang diberikan oleh Allah swt.

Bagi anak anak yang kehilangan orang tuanya, secara otomatis mereka akan menjadi yatim, dan kita sangat dianjurkan untuk mau mengurusi anak anak yaatim tersebut.  Nabi Muhammad saw sendiri pernah mengatakan bahwa saya dan  orang yangpeduli dana merawat anak yatim akan berada di surge bagaikan jemari ini.  Artinay Nabi sangat menyukai orang orang yang peduli terhadap anak anak yatim.  Tidak main main karena pahalanya ialah masuk surge bersama dengan beliau.

Sesungguhnya bagi mereka yang memahami secara  cermat dan mendalam, semua kejadian yang tampak menyengsarakan umat manusia adalah merupakan lading bagi kita untuk mendapatkan pahal yang besar.  Betapa tidak, kalau seandainya kita tahu bagaimana pahala bagi kita yang mau menolong saudaranya sesame yang sedang terkena musibah, pasti kita akan menterahkan sleuruh harta kita untuk menolong mereka.  Hanya saya sayangnya kebanyakan dari kita masih tertutup pikiran dan pandangan hatinya untuk melihat hal etrsebut, sehingga menadi abai terhadap semua kesempatan yang terbuak luas tersebut.

Mereka yang saat ini mengungsi mungkin dan boleh jadi adalah sebagaian kecil saja yang tidak punya, karena mereka yang kaya pun akan lebih memilih mengungsi karena tidak berani berad di dalam rumahnya sendiri.  Namun bagi yang  sangat kaya, mungkin mereka malahan perj=gi mengungsi ke  tempat lain  dan berada di hotel, sedangkan mereka yang juga peduli, meskipun sesunggunnya mereka termasuk berada, masih tetap di tenda  bersama pengungsi lainnya.

Karena itu kita memohon kepada seluruh pengungsi yang berada, seharusnya mereka justru juga membantu saudaranya, bukan melah memanfaatkan bantuan dari luar yang sesungguhnya diperuntukkan bagi orang orang yang ebnar ebnar membutuhkan.  Jika mereka mempunyai banyak harta yang di bak misalnya, sebaiknya mereka ambil untuk dijadikan sebagai salah satu bantuan untuk mereka, terutama kebutuahn pokok yang tidak dapat ditunda.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.