TERNYATA WAKTU ITU SANGAT SEMPIT

Boleh jadi ada orang yang mempunyai waktu sangat longgar sehingga dia hanya  ongkang ongkang saja tanpa melakukan apapun, namun sebalinya ada orang yang sangat sibuk sekali sehingga seolah tidak ada lagi waktu yangluang, seolah semuanya mengharuskan dia melakukan aktifitas.  Semaikin dia jalani smeua aktifitas tersebut ternyata semakin krang waktu yang  tersisa.  Memamng berbeda sekali antara mereka yang sibuk dengan pwekerjaan dan mereka yang suka bengong.

Jika kita  mau jujur dan menjalankan kegiatan kewajiban kita saja, tentu seolah semua waktu sudah habis tanpa tersisa asedikitpun, namun jika kita suka  menunda nunda  pekerjaan, sangat mungkin bahkan kita terlalu banyak waktu kosong yang tidak termanfaatkan, sehingga seolah waktu itu sangat lama berjalan tanpa tujuan yang jelas.  Itulah perbedaan nyata  antara mereka yang sibuk dengan pekerjaan dengan mereka yang suka  naganggur tanpa melakukan aktifitas apapun.

Bagia mereka yang aktif dalam menjalankan pekerjaan, maka otaknya akan terus berkembang  seiring dengan banyaknya pkeerjaan, tetapi bagi mereka yang tidak suka melakukan pekerkerjaan atau aktifitas apapun, biasanya otaknya juga mandul tidak mempunyai ide dan kreatifitas apapun.  Orang yang sngat rajin dan aktif serat gesit dalam melaksakanakan kegioatan, biasanya justru akan semakin mendapatkan pekerjaan lainnya seiring dengan perkembangan otaknya serta kecerdaan untuk menemukan ide baru dan segar.

Akan lain hal jika orang tidak mau melakukan pekerjaan, maka otaknya akan tumpul dan tidak mampu menemukan kratifitas apapun, padahal sangat terbuka dalam mengembangkan ide cemerlang dan menggeluti banyak hal.  Karena itu kita harus  mampu untuk melakukan pekerjaan apapun, termasuk yang bukan kewajiban kita.  Kewajiban yang harus kita jalankan memang sudah menjadi  niscaya dan kalau itu sudah kita jalani dengan baik, biasanya juga akan muncul ide cemerlang untuk melaksanakan pekerjaan lain yang bermanfaat dan mempunyai nilai tambah bagi pekerjaan pokok kita.

Nah, kaitannya dengan waktu yang tersedia, sesungguhnya Allah sendiri telah memberikan warning, melaui sumpahnya dalam alquran bahwa  waktu itu merupakan sesuatu yang penting dan sesungguhnya semua manuaia itu  dalam kondisi merugi terkecuali bagi mereka yang saling berwasiat  denagn sesuatu yang hak dan denagn eksabaran.  Kenapa Tuhan menggunakan waktu untuk sumpahnya? Itu disebabkan waktu itu merupakan sesuatu yang maha penting dan jika kita abaikan sudah tidak akan pernah kembali lagi.

Memang kalau kita kaitkan dengan hari, kita akan menjumpai hari lain yang sama namanya, tetapio pasti akan berbeda kenyataan dan kejadian yang ada.  Karena pentingnya waktu Tuhan kemudian juga  memrintahkan kepada seluruh umat manusia untuk berbuat kebajikan, karena kalau kesempatan tersebut berlalu serta ajal kita sudah dating, maka penyesalanlah yang akan menimpa kepada diri kita.  Waktu memang luar biasa vital dan sekali kali kita sebagai seorng hamba Tuhan, tidak boleh dikalahkan oleh waktu.

Artinya kita tidak boleh lengah dengan membiarkan sedikit saja waktu berlalu tanpa guna atau manfaat, baik waktu tersebut berkaitan dengan hasil yang mungkin kita dapatkan pada saat kita masih berada di dunia maupun lebih lebih  terkait dengan sesuatu yang bakal kita dapatkan setelah kita mati nanti.  Waktu yang sudah berlalu tentu tidak akankembali lagi.  Demikian pula usia yang berjalan tidak akan pernah kembali lagi.  Kareena itu beruntunglah bagi mereka yang mampu mengelola waktu sehingga  dirinya justru yang akan mengaturt dan mengalahkan waktu, bukan dirinya yang dikalahkan oleh waktu.

Dalam satu  hari satu mal;am kita mengenal waktu sejumlah 24 jam, nah sessungguhnnay waktu tersebut cukupm luas bagi kita untuk  mengaturnya  sehingga kita masih tetap dapat memanfaatkan waktu untuk  rileks dan memenuihi keinginan disik kita.  Namun yang paling utama ialah jangan sampai kita melupakan untuk mengisi waktu tertsebut dengan beribadah kepada Tuhan.

Ada kalanya kita harus  menghadap kepada  sang pencipta Allah swt, dan sudah ada  waktu yang mangaturnya sendiri, melalui shalat maktubah yang dilaksanakan sejumlah lima waktu dalam sehari semalam. Jika kita mampu menjalankan itu saja, tentu masih sangat banyak waktu tersisa untuk melakukan aktifitas lainnya yang juga bermanfaat.  Taruhlah kita menjalankan shalat wajib  sekitar lima menit dan ditambah dengan wiridan sekitar tiga menit dan berdoa sekitar tiga menit. Lalu membaca alquran sekitar sepuluh menit.  Semua itu barui menghabiskan 21 menit.

Mungkin kita juga membutuhkan untuk  makan dan minum, taruhlah sepuluh menit kali tiga kali baru setengah jam.  Kita tentu juga membutuhkan istirahat tidur, taruhlan sekitar 6 jam, pastinya masih cukup bbanyak wakktu untuk kita kelola dengan baik.  Untuk kerja yang juga sekaligus kita niatkan sebagai iabadah, misalnya sekitar 8 jam, dan pastinya masih ada sisa waktu untuk kita melakukan sesuatu lainnya.

Namun sayangnya kota  tidak pernah memperhatikan waktu tersebut sehingga kemudian kita tergencet oleh waktu yang kita jalani sendiri tanpa rencana.  Dengan kondisi kita tidak melakukan perncanaan danmenejemen yang baik, terkadang kita merasakan waktu itu sungguhdsangat sempit dan tidak pernah bersahabat dengan kita. Padahal sesungguhnya  semua itu ada pada diri kita untuk mengaturnya sendiri sedemikian rupa.

Hal yang lebih tragis lagi ialah ketika kita tidak mampu mengeloal waktu dnegan baik dan semua tersita untuk bekerja yang berorientasi kepada dunia, sehingga waktu untuk sekedar  memeprhatikan anaknya sendiri saja tidak pernah tersedia. Padahal keluarga itu menjadis esuatu yang harus diberikan tempat dalam pengaturan waktu. Ingatlah bahwa Nabi Muhammad saw pernah mengatakan bahwa rumahkua dan keluargaku ialah surgaku.  Lantas bagaimana mungkin kita mampu menciptakan surge dalam keluarga kalau kita pernah memberikan ruang waktu untuk bercengkerama dengan mereka?.

Jika kondisinya sudah sedemikian berat, lalu kita menyalahkan waktu dan mungkin juga keluarga, karena  keisbukannya dalam memburu dunia tersebut. Nafsu untuk menguasi dunia itu memang sedemikian hebatnya sehingga, Allah sendiri menyindir mereka yang suka dengan dunia tersebut bahwa  dunai tersebut memang akan melenakan kalian semua hingga kalian memasuki kubur.  Itu sungguh terjadi dan kita  tidak akan mampu mengubahnya jika kita sendiri memang tidak akan mau mengubahnya dan kembali kepada  Tuhan secara total.

Namun berbajhagialah mereka yang mampu mengatur waktu, karena pasti akan menemukan kenikmatan tersendiri dalam hal yang terkait dengan waktu tersebut.  Secara lahir mungkin orang mengira bahwa kita sama sekali tidak akan mempunyai cukup waktu untuk bereengkerama dengan keluarga, karean kesibukan kita yang demikian hebat.  Akan tetapi karena kita mampu mengatur waktu sedemikian rupa, maka segalanya akan menjadi sangat mudah dan kita masih mempunyai cukup waktu untuk melakukan semuanya.

Setiap hari ada saja pekerjaan pertemuan yang menyita waktu, namun jika kita mengaur semua itu pada saat kita kerjakan ialah dalam koridor kerja,  mungkin kita tidak akan merasakan  kesempitan waktu, bahkan kalau twerjadi  acara yang ebrbarengan sekalipun, kita masih tetap mempau untuk memecahkannya semisal dengan memberikan delegasi kepada yang lain atau melalu cara lainnya. Ibarat pepatah banyak jalan menuju roma yang berintikan bahwa jika kita mau dan mampu mengatur maka pasti aka nada kemudahan demi kemudahn yang kita mampu untuk melakukan dan memanfaatkan waktu yang ada, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.