MASIH ADA WAKTU

Biasanya penyembelihan hewan kurban memang dilakukan pada saat hari raya kurban, yakni pada tanggal 10 Dzulhaijjah, namun sesungguhnya syariat islam memperbolehkan penyembelihan hewan kurban pada hari hari tasyriq, yakni tiga hari setelah hari raya kurban.  Bahkan biasanya penyembelihan hewan kurban pada  instansi  atau sekolah dan sejenisnya, dilakukan pada hari tasyriq, disebabkan pada hari raya kurbannya,  bertepatan dengan hari libur.  Meskipun demikian diantara umat masih ada yang belum mengetahuinya sehingga diperlukan sosialisasi masalah etrsebut.

Bagi masyarakat yang sebelumnya tidak ada niat untuk berkurban, karena banyaknya persoalan dan kebutuhan, namun setelah berlalunya hari raya, kemudian muncul niat untuk berkurban, dipersilahkan untuk melakasanakannya, sepanjang hari tasyriq belum berlalu.  Biasanya  ada saja orang yang pada awalnya memang tidak berniat untuk berkurban, meskipun mempunyai cukup harta untuk berkurban, namun setelah mendengarkan khutbah yang mesuk dalam hatinya dan kemudian timbul keinginannya untuk berkurban, maka tidak ada halangan baginya untuk tetap berkurban.

Jika  tempat menyembelih kurban sudah selesai dan panitia juga sudah selesai menjalankan tugasnya, maka bolehlah kurban tersbeut disembelih di rumahnya sendiri dengan meminta seseorang untuyk menyembelihkan dan lalu dagingnya dibagi kepada mereka yang membutuhkan atau mereka yang lemah atau masyarakat di sekitarnya.  Meskipun masyarakat tadinya sudah mendapatkan daging kurban sehari sebelumnya, juga masih boleh diberi daging kurban tersebut.

Biasanya bahkan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada hari terakhir tasyriq bilamana  hari raya bertepatan dengan hari jumat, karena hari itu pasti libur, sedangkan dua hari setelahnya, yakni Sabtu dan Minggu juga libur, maka penyembelihannya dilakukan pada hari Senin.  Kebiasaan etrsebut ialah jika yang menyembelih ialah  pihak sekolah atau instansi yang semua orangnya  merupakan karyawan sehingga akan menjadi susah kalau pada hari libur harus berangkat ke kenator atau ke sekolah dan lainnya.

Kurban merupakan jenis ibadah yang meskipun hukumnya sunnah saja, namun  kesunnahananya itu mendekati wajib, bahkan ada  sebagian ulama yang mehukumi wajib bagi mereka yang mempunyai kelebihan harta.  Ada semacam ancaman dari nabi Muhammad saw  melalui sebuah riwayat bahwa barang siapa yang mempunyai kelapangan rizki dan tidak mau berkurban, maka jangan sekali kali dia mendekati kepada tempat shalat kita.  Ancaman ini tentu tidak main main, dan merupakan anjuran untuk berkurban yang sangat.

Di samping itu jika kita cermati perintah berkurban itu sendiri juga dengan kalimat amar yang tidak ada pengecualian, meskipun jika kita dekati dengan ilmu bantu lainnya, kemudioan  dapat disimpulkan bahwa kurban tersebut hanyalah sunnah saja.  Perintah Allah  dengan amar’ fashalli lirabbika wanhar adalah  perintah yang jelas, dan biasanya perintah itu dihukumi wajib.  Kalaupun kita menempatkannya sebagai kesunnahan yang sangat, namun akan jauh lebih baik jika kita selalu melakukan kurban tersebut, jika kita memang mampu melakukannya, karena pasti Allah akan memudahkan urusannya.

Jika kita liohat sejarah munculnya kewajiban berkurban tersebut ialah sebagai bagian dari ketaatan dan kecintaan kepada Allah swt, karena nabi Ibrahim yang sedang saying sayangnya kepada Ismail putranya, lalu diperintahkan oleh Allah swt untuk menyembelihnya, lalu betapa  pilunya hati seorang ayah  yang dip[erintah secara langsung untuk menyembelih anaknya tersebut.  Namun karena Ibrahim merupakan hamba yang sangat taat dan cinta kepada Tuhan, maka apapun yang diperintahkan oleh Tuhan, pasti akan dikerjakannya, dan benar Ibrahim sudah mantap untuk menyembelih Ismail, namun Tuhan kemudian mentgutus malaikat Nya untuk menyerahkan kambing sebagai ganti Ismail untuk disembelih.

Kalau nabi Ibrahim saja mampu mengorbankan anaknya dengan tulus,  lalu mengapa kita yang hanya mengorbankan  seekor kambing saja  harus berpikir banyak dan mempertimbangkan banyak hal, padahal kita sudah diberikan kenikmatan yang begituy banyak oleh Allah swt.  Kenapa kita tidak malu dengan diri sendiri, yang setiap saat diberikan karunia Allah swt dengan begitu mudahnya, namun pada saat Allah meminta kita untuk sekdar berkurban dengan sebagian harta kita, lalu kita berpaling dan menghindar?

Sungguh kita akan termasuk golongan mereka yang ingkar jika kita tidak mau berkurban, dan betapa bahagianya mereka yang mau berkurban dengan tulus dan sekaligus untuk membantu mereka yang kekurangan.  Kita harus tetap yakin bahwa siapapun yang berbuat kebaikan, maka Tuhan pasti akan menggantinya denagn yang lebih baik, termasuk kurban.  Kita harus yakin bahwa  pemberian Tuhan kepada kita itu sangat jauh lebih baik ketimbang sesuatu yang kita kurbankan, bahkan  apa yang akan diberikan oleh Tuhan kepada kita nantinya, pasti akan lebih baik dan lebih bermanfaat bagi kita.

Jika kita berharap mendapatkan sesuatu yang melimpah atau alkautsar, maka tidak ada jalan lain bagi kita terkecuali harus menjalankan dengan baik dua hal, yakni menjalankan shalat dengan benar dan baik, serta melakukan kurban dengan tulus pula. Dua perintah Tuhan yang langsung mengena tersebut memang akan sangat baik jika  kita ikuti dan lakukan denagn penuh ketulusan, karena amal yang baik dan akan mendapatkan balasan dari Allah swt ialah amalan yang dilaksanakan dengan ketulusan.

Kembali kepada perintah berkurnban sebagaimana kita tahu, seharusnya tidak ada lagi umat muslim yang  tidak menjalankan kurban pada saat dia mempu untuk melakukannya.  Kalaupun  pada hari ini mereka belum ada waktu untuk menyembelih kurban, kiranya masih ada waktu sampai hari ketiga tasyriq nanti.  Semoga Tuhan membukakan pntu hati kita semua untuk tergerak dan langsung ditindak lanjuti dengan melakukan kurban, sebelum  segalanya terlambat.  Kita pasti akan menyesal bilamana sampai hari akhir tasyriq kita tidak berkurban, padahal kita mampu untuk melakukannya.

Panggilan hati ini memang hanya sekdar mengingatkan semata, karena keputusan akhir tentu masih berada di hati masing masing kita. Kalau sudah disentuh sedemikian jauh juga masih belum tersentuh dan belum tergerak hatinya untuk berkurban, maka kita tidak bisa berbuat apa apa, karena semuanya terpulang kepada masing masing kita, namun kewajiban kita untuk mengingatkan sudah dilakukan sehingga nantinya kita sudah tidak ada kaitannya lagi dengan kewajiban untuk mengingatkan sesame.

Namun kalau boleh berandai andai,  pasti mereka yang mampu tetapi tidak berkurban, nantinya akan mengalami kelsulitan dan pasti mereka akan  menyesal karena telah menyia nyiakan kesempatan yang terbuka lebar untuk berbuat kebaikan, tetapi malah menghindar dengan alasan yang dicari cari.  Sesungguhnya sudah terlalu banyak tamsil yang disampaikan oleh Tuhan sendiri dalam kitab suci mengenai mereka yang nantginya menyesal karena tidak memenuhi perintah Tuhannya.

Sebagai umat nabi Muhammad saw, yang mengklaim mencintai beliau  secara mendalam, kiranya menjadi wajib bagi kita untuk melakukan apapun yang diperintahkan oleh beliau, termasuk perintah yang sifatnya sunnah saja.  Akan dianggap sebagai omong kosong jika kita mencintai beliau namun kita justru menjauh dari apa yang beliau inginkan atau kerjakan.  Kalu mereka yang dengan  pengandaian ini lalu terketuk hatinya dan ingin mengamalkan kurban, tentu masih ada waktu untuk melakukannya, tetapi jangan lagi ditunda tunda.  Semoga kita semua  dicatat sebagai umat yang berbakti dan taat secara tulus dalam menjalankan semua perintah agama. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.