BERKURBAN UNTUK MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT.

Meskipun secara umum para ulama hanya memosisiskan kurban sebagai kesunnahan saja, namun jika kita cermati perintah Allah swt tentang kurban itu kita dapat menjadikannya sebagai sebuah kewajiban.  Betapa tidak, karena kalau kita  sudah diberikan  karunia yang sangat banyak oleh Allah swt, berupa harta yang melimpah dan   berbagai harta lainnya, seeprti rumah, tanah, kendaraan dan lainnya, lebih lebih kesehatan, lalu kita melupakan aperintah Nya, maka kita termasuk manusia yang tidak tahu diri dan pastinya kita bersurhaka kepada Tuhan.

Padahal kurban tersbeut hanya setahun sekali dan hanya berupa seekor kambing yang harganya tidak seberapa.  Taruhlah saat ini kambing seharga 3 juta rupiah, maka  sesungguhnya kita akan berlebih mampu untuk membelinya, karena  kalau kita mengingat gaji dan pendapatan kita perbulannya sudah melebihi harga kambing tersebut.  Seharusnya justru tidak hanya satu ekor kambing, malahan  dua hingga tiga kambing atau bahkan menjadis eekor sapi, sebab kalau kita mengingat kemurahan Tuhan kepada kita  yang jauh lebih besar ketimbang yang kita korbankan.

Kita seharusnya mencermati perintah kurban dalam ayat ayat tentangnya, yakni bahw Aku Allah  telah memberikan alkautsar atau  kebaikan yang sangat banyak, lalu setelah itu Allah memerintahkan kita untuk bershalat dan berkurban menyembelih hewan kurban. Jika dirangkaikan maka perintah tersebut disebabkan kita telah emndapatkan kerunia yang begitu besar dan banyak dari Allah swt, kemudian kita hanya diminta untuk shalat dan berkurban menyembelih hewan kurban.

Bahkan kalau menurut maulana Muhammad Ali bahwa ayat tentang perintah shalat dan menyembelih kurban tersebut merupakan hal yang bersyarat, yakni jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang banyak dan ebrlimpah atau alkautsar, maka syaratnya ialah kita harus mau melakukan shalat dan juga mau berkurban.  Jika salah satunya tidak kita penuhi, maka jangan berharap kita akan mendapatkan alksutsar tersebut.  Jadi alkautsar tersebut sesungguhnya belum diberikan kepada kita, dan baru akan diberikan jika kita sudah memenuhi dua sayarat tersebut.

Kita tentu masih ingat bahwa awal mula kurban tersebut diwajibakan atau diperintahkan ialah dalam  cerita  nabi Ibrahim dengan nabi Ismail.  Nabi Ibrahim  begitu sangat merindukan seorang anak, dan baru dikeruniai anak setelah usia beliau sudah tua atau senja, lalu setelah Ismail , sang anak telah tumbuh menjadi remaja dan  baru cinta cintanya Ibrahim kepada putranya tersebut, lalu Allah swt  menguji kepada Ibrahim sejauh mana cintanya  kepada anaknya Ismail dibandingkan dengan cintanya kepada Allah swt.

Allah swt lalu memerintahkan kepada Ibrahim melalui mimpinya yang beruntun yang intinya  ialah agar Ibrahim menyembelih Ismail  sebagai persembahan kepada Allah swt.  Dalam hal ini Allah menguji  ketaatan Ibrahim kepada Allah swt.  Nabi Ibrahimpun kemudian  mantap untuk melaksanakan perintah Allah swt, meskipun hatinya sangat menjerit, lalui  pada saatnya nbio Ibrahimpun  rela untuk menyembelih Ismail karena  semata mata perintah dari Allh swt.  Ismail pun juga dmeikian  rela untuk disembelih oleh ayahnya demi memenuhi perintah Allah swt.

Setelah niat sudha bulat dan  pedang pun sudah dihunus untuk menyembelih Ismaikl, tiba tiba  Allh swt memerintahkan  malaikatnya untuk dating menemui  Ibrahim dan Ismail dan kemudian  menyampaikan pesan Allah swt bahwa Ibrahim telah lulus dan  ketaatannya memang luiar biasa, sehingga Allah kemudian memberikan  kambing untuk dijadikan kurbannya sebagai ganti dari Ismail anaknya.  Nah, sejak saat itulah kemudian  ibadah kurban tersebut dimulai dan kemudian juga menjadi syariat nabi Muhammad saw, hingga saat ini umat nabi Muhammad saw juga diperintahkan untuk berkuirban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah swt.

Jadi kalu kita melaksanakan kurban dengan menyembelih hewan  lalu dagingnya diberikan kepada para fakir miskin, maka sesungguhnya kita telah melaksanakan perintah Tuhan dan kita telah rela untuk memberikan sesuatu  demi Allah dan tidak merasa  berat dengan mengorbankan  hewan tersebut, karena kecintaan kita kepada Allah swt dan ketaatan kita kepada Nya.  Sebaliknya jika kita mamp[u dan emmpunya kelebihan harta, namun selalu saja mencari alasan untuk tidak berkurban, maka kita  tidak termasuk oarng yang bersykur dan tidak taat kepada  Allah swt.

Perintah berkurban memang secara langsung disampaikan oleh Allah swt sendiri dan digandengkan dengan perntah untuk shalat, karena itu kurban sesungguhnya mempunyai nilai yang sangat tinggi, dan betapa ruginya bagi umat muslim yang mampu, lalu tidak mau berkurban.  Memang berkurban tidak termasuk rukun Islam  sebagaimana shalat, puasa dan lainnya, akan tetapi dalam hal perolehan ketulusan dan ketaatan, kuurban sesungguhnya mempunyai kaitan erat dengan keridlaan Allah swt.

Selama ini  orang  terlihat semakin jauh dari Allah swt, karena terlalu saying dan memburu harta duniawi, lalu kapankah mereka mampu mendekatkan diri kepada Allah swt?  Nah, kurban ini sesungguhnya merupakan sarana untuk emndekatkan diri kita kepada Nya, karena kata kurban itu sendiri sesungguhnya memiliki keterkaitan makna  dengan qoruba yang bermakna dekat.  Dengan pemaknaan lahiriyah tersebut kita dapat menyimpulkan abhwa jika kita berkurban, maka itu  merupakan usaha kita untuk mendekatkan diri kepada Nya.

Kalau kita berkurban dengan niat untuk Allah swt semat, maka sesungguhnya kita  melakukan hal yang  akan mampu mendekatkan diri kita kepada Nya, karena  dengan berkurban tersebut, kita telah banyak melakukan kebajikan, sal;ah satunya ialah kita memenuhi perintah Nya, lalu kita juga telah ikuit memberikan  bantuan kepada mereka yang miskin dan membuat mereka senang karena mendapatkan daging kurban, lalu kita juga pastinya akan mendapatkan kebaikan lainnya, seperti alkautsar sebagaimana yang dijanjikan oleh Nya.

Dengan konisi demikian sesungguhnya kita sudah berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.  Kita sangat yakin kalau kita dekat dengan Allah  maka segala hal kebaiakn akan sangat mudah untuk kita lakukan, karena dengan dekat kepada Allah swt berarti kita  mampu mendapatkan banyak kebaikan yang diperoleh dari Allah swt.  Bagimana mungkin kalau kita tidak dekat dengan Tuhan, lalu kita akan mendapatkan karunia Nya?  Pastinya hanya mereka yang dekat dengan Allah swt sajalah yang akan mendapatkan keuntungan banyak.

Bagi siapapun yang dekat kepada Allah , kiranya tidak mustakhil seluruh permohonannya akan dikabulkan.  Karena itu kita dapat mengerti kenapa banyak para ulama dan khususnya parta wali Allah, pasti akan mendekat dan memang mereka kemudian sudah snagat dekat kepada Nya.  Jika  ada pihak yang jauh dan bahkan berusaha menjauh dari Allah, dapat dipastikan dia akan selalu  mendapatkan kesulitan dan permohonanya tidak akan pernah dikabulkan.

Untuk itulah penting bagi kita untuk melakukan kurban dengan harta yang baik yang kita peroleh secara halal, dengan harapan kita akan semakin dekat ke[ada Allah dan akan mendapatkan berbagai keuntungan.  Mari kita berlomba dan segera untuk melaksanakan kurban, jangan sampain kita membiarkan  waktu kurban berlalu tanpa sama sekali kita melakukan aktifitas berkurban.  Dapat dipastikan kita akan merugi dan  merasakan kehilangan sesuatu yang sangat besar.

Mungkin saat ini, yakni saat kita masih di dunia  kita belum merasakan kehilangan tersebut, namun yakinlah bahwa pada saatnya pasti kita akan merasakannya, karena kita mampu secara materi, namunkita enggan untuk melakukan kurban. Semoga kita tergerak hati untuk segera melakukan kurban tersebut.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.