MARI AKHIRI KEGADUHAN POLITIK SESAAT

Penetapan caln wakil presiden sudah selesai, meskipun masih menyisakan  pesoalan, khususnya  bagi para penggemar Mahfudh Md yang dianggap sebagai korban PHP oleh segelintir politisi yang sangat berambisi. demikian juga bagi pengusung AHY di pihak koalisi sebelah yang ternyata gagal dan muncullan Sandaga Uno. Para penggemar Mafudh boleh saja sakit hati dan  merasa kecewa karena dalam deik terakhir harus digantikan oleh sosok KH Ma’ruf Amin.  Tentu banyak cerita yang mengitarinya, bahkan  ada yang sangat transparan bahwa  ketua umum PKB lah yang  menjadi actor tergusurnya  Mahfudh.  Namun sekali lagi karena semua sudah selesai, sebaiknya kita lupakan saja semua itu.

Kepentingan bangsa dan negara tentu jauh lebih berarti ketimbang kepentingan  beberapa orang dan golongan saja.  Artinya  masih cukjup panjang waktu untuk pilpres dan pileg, karena itu sebaiknya saat ini kita  lebih memperhatikan  apa yang dilakukan oleh pihak pihak yang berkepentingan dalam pemilu tersebut, lalu kita  akan mampu menetapkan pilihan dengan lebih baik dan rasional.  Kita harus memilih yang terbaik dan mempunyai program yang jelas dan kemungkianna ya akan mampu mengentaskan bangsa kita dari semua persoalan.  Dengan pilihan tersebut sesungguhnya kita sudah menentukan yang terbaik bagi bangsa ini.

Jngan sampai  ada yang masih  dendam dengan pihak pihak tertentu yang dianggap telah menggagalan  [ilihannya gagal menjadi calon wapres, sebaiknya  saat ini semua saja merenungkan  semua kejadian yang telah terjadi, dan kemudian memetika hikmahnya.  Dendam itu hanya akan mebebani diri kita dana tidak akan menyelesaikan persoalan.  Sebaliknya kalua kita melupakan semua yang terjadi, maka pikiran dan hti kita akan  jernih dan dapat meikirkan yang terbaik di masa mendatang.

Sebagai manusia biasa, kita telah diberikan contoh yang baik oleh sikap kenegarwaanan pak Mahfudh yang dengan rela enerima  semua yang dialaminya, meskipun terasakana pahit.  Lalu kenapa kita yang hanya sebagai penggemar harus kecewa berlarut dan bahkan dendam.  Tentu semua itu tidak semestinya.  Mari kita meniru sikap pak Mahfudh yang  dengan  kesadaran dan kebesaran hatinya  dapat menerima  perlakuan tidak nyaman bagi dirinya.  Karena beliau tengtu akan jauh memeikirkan kepengtingan yang lebih besar ketimbanga kepentingannya sendiri.

Saat ini  hal terbaik bagi kita ialah bagaimana kita dapat ,enolong dan membangtu saudara kita yang terkena musibah gempa di Lombok, ganbaimana nsib mereka, yang hingga kini masih terus diguncang gempa setiap harinya, dan mereka tidak berani tidur  di dalam rumah mereka, terutama bagi mereka yang masih mempunyai rumah, dan bagaimana nasib mereka di dalam tenda yang  rumah mereka sudah rata dengan tanah,  lalu bagiamana nasib anak anak mereka  yang sekolahannya hancur tanpa sisa sedikitpun.

Lalu bagaimana masa depan mereka nantinya, padahal mereka adalah saudara kita.  Jangan sampai kita justru larut dalam persoalan politik dan dukung endukung, dan lupa dengan nasib sesame kita.  Kebetulan kita juga baru saja  memperingati HUT kemerdekaan  negara kita yang ke 73 dan tentu kita juga menghabiskan banyak harta untuk keperluan tersebut.  Lalu kalua kita tidak menyisakan  kepedulian untuk Lombok, tentu kita  akan termasuk mereka yang  tidak me;punyai sikap empayi kepada sesame.

Sebentar lagi kita juga akan  merayakan idul adlha, atau idul kurban.  Tentunya kita juga  akan berkurban dengan memotong hewan kurban.  Lalu apakah kita tidak ingat kepada saudara kita yang seang menerima musibah?.  Karena itu sebagiannya seharusnya kta kumpulkan dan berikan  kepada mereka sehingga kita akan termasuk umat yang mepunyai kepedulian kepada saudara sebagngsa yang bernasib kurang beruntung.  Kiranya memang kita tidak harus  menafikan kepentingan  kita dan orang di sekitar kita, akan tetapi kita hanya mengingatkan agar tidak lupa dengan saudara kita yang do Lombok.

Kita tetap menghimbau kepada para poltisi yang sedanag uforia dengan pasangan capres dan cawapresnya masing maing, srta merancang bagaimana cara memenangkan mereka, agar mereka tidak melupakan saudaranya yang mungkin berbeda pilihan, namun  jika kita  mengingat persidararaan kita sebangsa, tentu kita tidaka boleh dan tidak elok untuk mempersoalkan pilihan dalam politik.  Persoalan politik biarlaj nanti ditentukan pada saatnya, sedangkan saat ini yang terpenting ialah bagaimana saudara kita dapat dibantu terutama hal yang menjadi kebutuhan primer mereka.

Kalau sebagian diantara kita saat ini masih berbicara mengenai  kemungkinan pasangan capres dan cawapres memenangkan pilpres nanti, maka kitu biarlah dilakukan oleh mereka yang memang mendapatkan tugas sebaai tim pemenangan mereka, sementara kita sebagai masyarakat awam, sebaiknya tidak harus  terlibat dalam persoalan etrsebut.  Lebih baik  saat ini kita lebih memikirkan  kepada  bagaimana masyarakat dapat tetap  waspada dari segala kemu gkinan, lebih lebih terhadap persoalan keamanan di lingkungan kita masing masing.

Sebaiknya memang kita focus kepada pekerjaan  masing masing, dan meningkatkan upaya untuk memajukan semua yang menjadi pekerjaan kita. Apa yang sudah kita rintis dana lakukan  selama ini tengtu mempunyaia makna yang besar bagi diri kita, apalagi kalua kemudian semua itu dapat meningkat dana lebih berkembang, tentu  kepuasan yang kita rasakan akan semakin besar dan akan membawa kita kepada sebuah kondisi yang menyenangkan dan memuaskan seluruh hidup kita.

Aapapun yang kita lakukan untuk membesarkan usaha dan pekerjaan kita, tentu secara umum akan membantu perkonomian secara umum.  Jika kita focus terhadap usaaha dan pekerjaan kita, tentu kita tidak akan terganggu atau terpengaruh dengan  persoalan uforia politik yang saat ini memang sudah memasuki tahun politik. Biarlah mereka yang sedang bercengkerama dengan persoalan politik untuk terus bercengkerama dengan politik, sedangkan kita yang memang tidak terkait secara langsung dnegan politik, tetap pada pekerjaan kita.

Cukuplah kita  melihat sambal  bekerja tentang program yang ditawarkan oleh masing masing pasangan capres gtersebut  lalu kita perhatikan  mana yang lebih memberikan hafrapan kepada kita dan  memungkinkan untuk diwujudkan, lalu kita  pilih, sedangkan bagi yang kitang meyakinkan cukuplah kita  biarkan saja.  Insya Allah jika kta memperlakukan diri kita sepeeryti itu, niscaya kita akan mendapatkan keuntungan  yang banyak, yakni untung dalam pekerjaan kita dan sekaligus untuk untuk tidak banyak membuang waktu dalam menntukan pilihan.

Kalu sampai saat ini masih ada  pihak yang  meraskaan sait hati dan dendam dengan para piak karena peroalan piliha tersebut, sebaiknya diengtikan saja, karena pasgti itu  akan merugikan, bukan menguntungkan.  Dan sebaiknya semua persoalan politik kita lupakan saja dan akhiri saja semua pertentangan  tersebut.  Lalu kita  sama saam melakukan pekrrjaaan kita dengan sebiak baiknya agar mendapatkan keuntungan yang besar, lalu kita akan mampu unutk berswdeakh , mapu untuk melakukan kurban dan membantu kawan kawan kkita yang sedang menderita.

Olitik memang menatik untuk kita bicarakan dan mungkin juga kita ikuti, namun jika kita berpkir lebih jernih dan rasional, maka politik tersebut  sebaiknya harus kita hindari, karena hanya akan merugikan kita.  Mereka yang memang berkecimpung dalam poliyik praktis terkadang yang  ada yang diuntungkan, tetapi tidak sedikit pula yang merasakan kerugian yang besar. Karena  sesungguhnya  hal yang paling menguntungkan ialah jika kita  terus beribadah dan berkeja dengan jujur dan tulus serta tidak meninggalkan perintah Tuhan.  KItulah yang harus kita seriusi, bukan politik yang kita sendiri tidak terlibat secara langsung di dalamnya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.