GROUND BREAKING PEMBANGUNAN KAMPUS

Waktu penanatian cukup panjang memang sempat membuat was was kalau kalau pembangunan kampus dengan dana pinjaman dari Islamic Development Bank tidak jadi alias batal.  Memang sudah berkali kali ada ancaman pembatalan, karena seretnya proses yang dilalui. Ada saja pihak yang menjadi penghalang, namun akhirnya toh dapat terwujud. Dengan begitu kita yakijn smeuanya sudah ditakdirkan oleh Allah swt, karena bagaimanapun rekadaya manusia kalau Tuhan sudah memutuskan, maka semuanya akan tetap berjalan, meskipun agak terlambat.

Sebagaimana pengalaman dalam mengurus alih status dari IAIN ke UIn juga pernah mengalami9 keterl;ambatan cukup lama, karena adanya pihak pihak tertentu yang menjadi penghalang, namun doa selalu dipanjatkan dan usaha nyata juga terus dilakukan, pada saatnya alhamdu lillah semuanya berjalan lancer.  Kasrena itu kita memang harus percaya penuh kepada Allah swt, jika kita selalu memohon  kepada Nya tanpa kenal lelah, pada saatnya Tuhan juga akan mengabulkannya.

Untuk pembangunan kampus dengan IsDB, memang menjadi harapan yang besar bagi seluruh warga UIN, karena  dengan  itu kita akan mampu menata dan mengembangkan uniovesitas dengan lebih baik.  Ini  baru mulai yakni peletakan batu pertama setelah ada penendatanganan kontrak antara pemenang tender yakni PT Adi Karya dengan PPK Projeck ini yang diketahui oleh Rektor.  Kita semua berharap bahwa pembangunan ini akan berjalan dengan lancer dan menghasilkan geduing dan bangunan yang  susuai dengan apa yang kita inginkan, sehingga pada saatnya nanti para mahasiwa akan semakin nyaman dalam menjalani perkuliahan.

Namun demikian karena ini baru mulai, kita akan sangat ebrharap kepada semua pihak untuk melakukan pengawasan sesuai dengan kap[asitas kita masing masing.  Artinya tidak ada intervensi, namun bukan berarti masa bodoh dengan pembangunan ini.  Disamping itu kita juga berharap kepada semua warga kampus untuk dapat mengerti dan memahami bahwa pasti ada sedikit gangguan, terutama mengenai jalan yang bakal rusak, karena  dilewati oleh kendaran berat keluar masuk kampus.  Namun sudah diupayakan sedemikian rupa agara kalau pun ada gangguan namun tidak  terlalu.

Hari ini peletakan batu pertama akan dimulai dan dilakukan oleh dirjen pendidikan Islam Prof Dr, Kamarudin Amin, yang sedianya akan dilaklukan oleh menteri Agama secara langsung, namun karena waktunya berbarengan beliau harus berangkat ke tanah suci sebagai amirul hajj, pada  akhirnya  dirjen pendislah yang akan melakukannya.  Kita tentu tidak akan menunda nunda pelaksanaan proyek ini, karena sudah terlalu lama  tidaklancar, seklramng inilah saatnya kita memulai pembangunan sehingga diharapkan akan dapat seleesiai sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan.

Rencananya kita akan membangun 8 buah gedung, terdiri dari gedung administrasi, laboratorium falak, laboratorium terpadu, perpustakaan terpadu dengan IT, dan ruang kelas.  Harapannya dengan pembangunan tersebut kekurangan bangunan yang selama ini dirasakan akan dapat di[enuhi dan kebutuhan akan leboratorium p[un juga akan dapat dipenuhi.  Pada akhir tahun 2019 nanti diharapkan semua bangunann tersebut akan selesai dan dapat difungsikan secara maksimal.

Sudah barang tentu pembangunan kali ini merupakan pembangunan terbesar yang dilakukan oelh UIN Walisongo, karena itu  kita memang tidak boleh lengah dengan pengawasannya agar nantinya gedung yang dibangun sesuai dengan harapan, yakni kokoh, dan awet serta mampu memberikan  kontribusi yang maksmla  dalam proses pembelajaran di UIN.  Pada saatnya nanti kita tetap akan mengaturnya lebih jauh mengenai penggunaanya, meskipuin  saat ini peruntukannya sudah  ditentukan pada saat pengajuan  dahulu.

Kita sangat menyadari bahwa dengan pembangunan tersebut, kampus menjadi terbuka bagi orang luar, sehinggamembutuhkan pengamanan yang lebih ketat, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan.  Sesuatu yang terkait dengan pembangunan dan material bangunan  tentu akan menjadi tanggung jawab pelaksana atau rekanan, namun  barang barang milik UIN yang kemudian seolah kampusnya terbuka, tetap menjadi tanggung jawab UIN sendiri, karena itu sekuriti memang harus dimaksimalkan selam pembangunan tersebut berlangsung.

Pada saat ini, dimana fasilitas sarpras masih kurang, kita terpaksa melaksanakan kuliah hingga malam hari, namun tetap konsisten menerapkan kualitas dan penjaminan mutu.  Memang ada yang sedikit menjadi pertanyaan oleh sebagian diantara kita, yakni jadual kuliah yang seolah tidak emmberikan kesempatan bernafas bagi dosen dan mahasiswa, karena ketatnya pergantian jam kuliah, namun dengan salingpengertian diantara kita semua, persoalan persoalan tersebut akhirnya tidak terlalu menjadi permasalahn serius.  Insya Allah dengan ditambahnya sarana  dengan pembangunan  kali ini, kita akan dapat menyusun perkuliahan dengan lebih  longgar dan terasa nyaman.

Demikian juga kita harus mampu memberikan informasi yang lengkap mengenai gangguan yang mungkin akan timbul, terutama bagi masyarakat sekitar, karena membangun itu bagaimanapun pasti ada dampaknya yang kurang menyenangkan, namun denagn penjelasan yang lebih luas, insya Allah masyarakat pun akan dapat memahami dan akhirnya juga ikuit mendukungnya.  Jika nantinya ada pihak pihak yang keberatan dengan pembangunan ini, kita tidak perlu emosi dalam menanggapinya, melainkan kita harus mampu menjelaskan kepada mereka tentang manfaat yang nantinya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Meskipun segala sesuatunya sudah direncanakan sedemikian rupa rapi, namun kita juga tetap harus waspada, khususnya pada saat musim penghujan nanti, yakni ketidak nyamanan jalan ataupun lingkungan, karena itu sejak awal memang harus dipahami bahwa untuk membangun sesuatu yang lebih baik, itu adakalanya harus mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan.  Sikap kita  yang mampu mengertilah yang akan menyelesaikan semua problem yang bakal muncul.

Untuk itu sekali lagi bagi kita warga kampus seharusnya  mendukung dan mampu mengerti dengan kondisi yang kurang menyenangkan tersebut.  Itu karena kita masih mempunyai harapan yang lebih baik, yakni jika pada saatnya nanti pembangunan sudah selesai dan dapat dinikmati, pastilah semua akan menyenangkan dan kita akan mampu memaksimalkan kegiatan serta memanfaatkan  bangunan yang ada untuk kegiatan yang menunjang pencapaian  ilmu sebagaimana diharapkan oleh semua.

Kita harus terus memanjatkan doa kepada Allah swt agar selama membangun  kampus tersebut tidak ada kejadian menyedihkan, semacam kecelakaan kerja dan sejenisnya. Karena ityu kita juga berpesan kepada pihak rekanan agarmemberikan pesan kepada smeua pekrjanya untuk berhati hati dalam menjalankan pekerjaan agar  semua menjadi tetap bahagia, termasuk keluarga yang ditinggalkan di rumah.

Khusus bagi  para pimpinan fakultas yang dekat dengan lokasi pembangunan juga diharapkan akan mampu meredam berbagai protes karena terganggunya kelas dan proses pembelajaran dengan suara mesin projeck.  Jika smeua dijelaskan dengan bahasa yang dapat dimengerti, pastinya  akan  dapat mengerti dan akan memahami pula kondisi yang sedikit bising tersebut.  Toh, semua demi kenyamanan pada masa yang akan dating.

Saat ini kita memang baru mengawali pembangunan dan belum mencapai tahap yang menenteramkan, seperti pada saat nanti finising, karena itu sekali lagi kita berharap semua warga kampus  ikut memberikan pengertian kepada pihak pihak yang merasa terganggu dengan suara mesin projeck.  Dengan begitu kita  akan dapat melihat jalannya pembangunan dengan cukup nyaman dan tidak mendapatkan  gangguan balik dari para pihak di luar kampus.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.