RESMI SUDAH CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

Diawali dengan dag dig dug masyarakat yang  menunggu pengumuman nama calon wakil presiden, baik dari petahana maupun penantanganya, akhirnya semua menjadi jelas setelah masing masing calon presiden mengumumkan calon wakilnya dalam kontastasi pilpres tahun 2019 nanti.  Memang penuh dengan kejutan di menit akhir.  Pasangan petahana yang beberapa jam dan bahkan menit sebelumnya masih menguat Mahfudh Md, lalu pada saat diumumkan ternyata KH Ma’ruf Amin.  Demikian juga  calon wakil penantang, yang akhirnya ditem,pati oleh  Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalama setiap keputusan p[olitik, dapat dipastikan di sana akan muncul pihak yang  dikecewakan, karena sudah berharap banyak, lalu tidak dipilih, hanya karena sebab tertentu yang biasanya tidak diketahui oleh khalayak.  Mahfudh Md misalnya bahkan sudah diminta untuk mengumpulkan cv lalu juga sudah mengukur baju, tiba tiba  tidak jadi dipilih u8ntuk mendampimngi petahana.  Sebagai manusia biasa, tentu beliau kecewa, tetapi apa boleh buat, karena itu memang hak nya petahana dan partai politik pengusung.

Demikian juga dengan penantang, dimana banyak sekali keinginan dari masing masing anggota koalisi untuk mengusulkan clonnya agar menjadi calon wakil, namun setelah terjadi banyak diskusi dan bahkan sempat muncul perbedaan dan pandangan yang sengait, bahkan juga sempat mu8ncul  pernyataan “jenderal kardus”, akhirnya di detik detik akhir, muncul nama wakil gubernur DKI  Sandiaga Uno sebagai calon wakil penentang di pilpres tahun 2019.

Masyarakat yang tidak terbiasa dengan berbagaio maneuver politik, tentu akan terkaget kaget, sebab  informasi informmsi yang berseliweran, kemudian dengan mudahnya berganti, dan seolah tanpa mempertimbangkan  perasaan pihak pihak terkait.  Itu artinya memang berpolitik itu syarat mutlaknya harus “tega”, bahkan dengan kawan sendiri juga begitu.  Lihat saja nanti pada saat pileg, pasti di sana akan terjadi saliong jegal antara kawan sendiri, bahkan kawan separtai, bukan saja kawan di luar partai.

Karena itu bagi siapapun yang tidak siap untuk diperlakukan secara tidak baik oleh siapapun, harus muncur sejak dini agar tidak mengalami hal yang mungkin sangat menyakitkan.  Namun kalau sudah siap mental untuk dikerjain, maka silahkan saja memasukinya. Menurut saya, akan jauh lebih baik bagi orang yang sudah relative mapan dalam hal tertentu dan bidang tertemntu untuk tetap menekuninya dan bahkan mengembangkan dan membesarkannya, ketimbang harus tergiur di bidang politik prakatis.

Jangan pernah kita melihat realitas parra politikus yang terlihat Nyman dan berduit banyak, karena kiota sesungguhnya dapat menghitung gaji dan tunjangan mereka yang resmi, lalu kenapa mereka mampu hidup tidak sebagaimana mestimnya, jawabannya sangat sulit untuk disampaikan, sebab di sisi lain kita juga mendengar  banyak hal tentang  periolaku menyimp[ang dan  lainnya dan juga  kita dapat melihat betapa banyak diantara mereka yang berurusan dengan KPK.

Pada tanggal 10 Agustus yang menjadi batas KPU untuk masing masing partai politik atau gabungannya untuk mendaftar calon dan wakil presiden dalam pemilu presiden tahun 2019 nanti.  Kita sangat ebrharap bahwa pelaksanaan pilpres nanti akan berjalan dengan aman, nyaman dan tidak terjadi hal hal yang menyedihkan, terutama  bagi masyarakat umum yang sama sekali tidak terkait dengan urusan politik.

Kalau soal calon tentu kita masing masing sudah mengetahui secara umum tentang kualitas dan kapasitasnya, lalu tinggal kita monitor saja, apakah dalam eprjalanan menjadi calon selam beberapa bulan ke depan, mereka dapat lebih meyakinkan kita ataukah sebaliknya.  Itulah yang nanti akan menjadi pertimbangan kita.  Sebaiknya kita memang harus menentukan pilihan dengan pertimbangan yang matang dan bahkan  akan jauh lebih bagus jika kita melakukan shalat istikharah untuk meminta petunjuka dari Allah swt.

Kita  sadar bahwa pilpres bagaimanapun kita tidak tersangkut dengan urusan politik, namun sebagai warga Negara yang nantinya ikut menentukan p[ilihan, kiranya sangat perlu kita mengetahui calon presiden dan wakilnya, agar harapan kita dapat dipenuhi oleh mereka yang kita harapkan etrsebut, setidaknya mereka akan memberikan kemaslahatan bagi umat secara lebih luas, serta yang terpenting ialah bahwa mereka tidak akan merugikan rakyat, baik karena korupsi atau bermain dengan asset Negara dan lainnya.

Kita juga menyadari bahwa  nantinya bakal muncul pihak pihak yang  mengajak kepada kita untuk memilih calon tertentu, namun jika kita sudah mempunyai pengetahuan tentang para calon, tentu kita tidak akan mudah diajak yang tidak sesuai dengan penilaian kita atau tidak sesuai dengan hati nurani kita.  Itulah makna pentingnya kita mengetahui serba sedikit tentang para calon presiden dan wakilnya.

Apalagi pada saat pilpres nanti berbarengan dengan pemilu legislative, tentyu akan semakin seru dan banyak pihak yang “bergentayangan” untuk mencari suara dari masyarakat.  Harapan kita bahwa masyarakat akan cerdas dan  berintegritas, sehingga ketika ada pihak yang datng dan menawarkan materi apapun, bentuknya  harus dapat menolak dengan pasti.  Jika masyarakat m,enolak pemberian tersebut, kita akan sangat yakin bahwa para anggota legislative atau para wakiol kita nanti akan lebih berkualitas, karena pasti akan lebih mementingkan  program ketimbang hanya mengandalkan uang untuk membeli suara.

Memang secara normative sudah disampaikan bahwa politik uang itu hukumnay haram dan ada  pidananya, akan tetapi dalam kenyataannya masih sangat banyak dipraktekkan  oleh para calon.  Sialnya lagi masyarakat kita  masih banyak yang mau diberi uang politik tersebut, sehingga  praktek tersebut semakin subur.  Kita menginginkan masyarakat mempunyai integritas yang kuat sehingga tidak akan mau menerima uang politik tersebut, karena  akibatnya pastui akan merugikan rakyat secara umum.

Kembali kepada p[ilp[res dan para calon yang saat ini sudah resmi mendaftar pada hari terakhir, masyarakat mengharapkan mereka serius dalam menyusun program yang aplikatif dan  tidak hanya mengawang dan tidak rasional.  Kita tahu bahwa mereka semua adalah orang baik dan berpengalaman, namun akan jauh lebih baik  jika mereka lebih memberikan harapan dan keyakinan kepada masuyarakat bahwa mereka akan mampu mengentaskan banyak masalaha di masyarakat, seperti kebodohan, kemiskinan, dan juga pengangguran.

Hal yang tidak kita inginkan ialah ketika pilpres  nanti ada muncul isu sara dan juga politik identitas, yang hanya akan emmecah belah umat semata.  Untuk itu kita berharap kepada semua elite politik dan juga para tokoh masyarakat dan agama, untuk tidak memperkosa agama untuk memenangkan salah satu pihak atau calon.  Agama biarkanlah kita tempatkan pada tempatnya dan tidak dicampur adukkan dengan politik, karena  syahwat politik itu biasanya akan menghalalkan segala cara yang dianggap menguntungkan.

Membodohi masyarakat dengan menggunakan alat agama adalah tindakan tidak jantan dan pasti akan mendapatkan tanggapan yang negative dari orang orang bijak, termasuk mereka yang seiman dengannya.  Cukuplah mencari cara yang simpatik kepada masyarakat, yakni melalui program program yang terencana dengan bagus dan aplikatif sehingga akan menjadikan rakyat berharap dan  optimis akan memperoleh kesejahteraan yang lebih baik.  Semoga haraopan kita dapat terpenuhi,amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.