JANGAN MEMBUKA AIB ORANG LAIN

Ajaran Islam selalu menjaga  kerahasiaan pihak lain agar tidak terkuak dan diketahui oleh pihak lainnya lagi.  Kita yakin bahwa jika kita mampu menutupi aib orang lain, pada saatnya nanti Tuhan juga akan menutup aib kita, karena bagaimanapun kita sebagai manusia itu tidak akan pernah lepas dari aib yang  mungkin  tidak dengan sengaja kita lakukan.  Seacara rsionalpun kita akan dapat menerima bahwa perbuiatan baiik itu akan dibalas dengan kebaikan dan sebaliknya perbuatan buruk juga akan dibalas dengan keburukan.

Jika kita tidak suka  manakala aib kita dibuka dan disampaikan kepada masyarakat, lalu kenapa kita tetap emmbukanya untuk masyarakat? Tentu itu sebuah perbuatan yang tidak adil.   Kalau kita merasakan sakit jika orang lain melakukannya kepada kita, lalu kenapa kita harus melakukannnya kepada orang lain.  Seharusnya  kita mampu untuk mengukur diri kita sendiri, lalu kita terapkan untuk orang lain.  Jelasnya kalau ada orang membuka aib kita  dan kita merasakan betapa malu dan sakitnya kita, seharusnya kita tidak akan pernah melakukannya untuk orang lain.

Hanya saja faktanya di masyarakat kita masih kerap kali menyaksikan ada orang yang tega membuka aib saudaranya, sehingga saudaranya tersebut harus menanggung malu dan sakit yang tidak terkira.  Jika ini terjadi, maka  akan menjadi bibit yang subur untuk terjadinya permusuhan.  Lalu kemana lagi kita harus berharap bahwa akan terjadi persuudaraan yang sejati dan sekaligus juga  dapat menjadi teladan bagi pihak lain?

Kalau agama kita  menyatakan  barang siapa yang mampu menutupi aib saudaranya, maika Allah swt akan menutup semua keburukan dan aibnya nanti di akhirat, berartti itu sebuah keburuntungan yangluar biasa.  Artinyan kalau ada aib kita lalu ditutup oleh Tuhan di akhirat itu berarti Tuhan tidak lagi memperhitungkan aiob tersebut, melainkan akan menghapusnya dari daftar aib kita.  Lalu kenapa kita tidak tertarik untuk mewujudkannya, sehingga  hal tersebut akan mengurasi beban kita pada saat dihisab oleh Allah swt.

Sesungguhnya  muara dari keinginan kita untuk menutup aib saudara kita ialah adanya saling memaafkan diantara sesame umat manusia, apalagi masih saudara, sebab maaf itu sungguh perbuatan yang sangat terhormat dan bagus. Bahkan kalaupun kita tidak bersalah sekalipun, maka meminta maaf itu juga tetap bagus, sebab siapa tahu tanp kita sadari kita telah membuat tidak nyaman orang lain.  Apalagi kalau  secara jelas kita telah pernah berbuat salah kepada pihak lain, maka hukumnya wajib untuk segera meminta maaf darinya.

Kalau kita tidak mampu memberikan maaf kepada orang yang berbuat salah kepada kita, setidaknya kita tidak akan menyakitinya atau melakukan sesuatu yang dapat membuat dia sakit atau tidak nyaman.  Nabi Muhammad saw saja swbagai teladan bagi seluruh umat muslim, selalu memberikan maafnya dengan tulus dan mudah. Lau kenapa kita tidak mau memberikanmaaf kepada sesame kita, padahal memberikan maaf itu sebuah tindakn mulia dan sangat  terpuji.  Allah swt juga Maha Pengampun kepada selurh hamba Nya yang bersalah terkecuali salah karena musyarik.

Sebagai musuh setan yang abadi, manusia memang terkadang tanpa  sadar telah mengikuti keinginan musuhnya tersebut, yakni  membuka aib pihak lain, dan terkadang malah dilebih lebihkan sedemikian rupa sehingga  aklan timbul firtnah yang paling keji.  Kesadaran  sebagaui musuh setan itulah yang diperlukan oleh setiap  manusia agat tidak larut dalam buaian setan.  Rata rata manusia yang terbuai oleh rayuan setan ialah karena mereka melupakan  bahwa setan itu merupakan  musuh abadi dan pasti akan menggoda manusia.

Hanya oang orang salih dan para wali lah saat ini yang mampu terus mempertahankan diri  menjadi musuh setan, sedangkan manusia biasa  terkadang dengan tidak sadar telah menjadi kaan setan tersebut.  Kenapa para orang salih dan wali mampu mempertahankan diri sebagai musuh setan? Ya karena mereka selalu ingat kepada Allah swt dalam  setiap kondisinya, sehingga tidak ada waktu luang yang tidak digunakan berdzikir kepada Nya.  Sementara orang biasa, justru banyak memubadzirkan waktunya untuk bengong dan  bercerita kepada kawan kawannya.

Dengan kekosongan jiewanya dari mengingat Allah tersebut, setan akan lebih mudah untuk mengisinya, tanpa  sepengethuan manusia itu sendiri.  Dengan demikian manusia yng mengikuti keinginan dan bisikan setan sama sekali tidak menyadarinya, karena memang sifatnya yang sangat halus.  Namun demikian  kita masih dapat mengupayakan untuk menghindar dari bisikan setan, manakala kita tetap  konsisten menjalankan  amaliah yang baik dan hanya terkadang saja kita tidak mengingat kepada Allah swt.

Apalagi kalau kita  kemudian menyadari posisi kita dan sel;alu mengingat kepada Nya, pasti kita akan terjauhkan dari bisikan setan tersebut.  Jika seseorang senantiasa mengingat Allah swt, dapat dipastikan dia akan terjauhkan dari usaha membuka aib orang lain, karena kesibukannya untuk mengingat kepada Allah swt. Kita memang menyadari bahwa banyak cara yang dilakukan oleh musuh kita tersebut untuk membisikkan sesuatu kepada kita agar kita menjauh dari Tuhan, akan tetapi jika kita kuat dalam bersikap dan sekaligus juga konsisten, maka kita pasti akan mampu mempertahankan  diri dari bisikan dan godaan setan.

Apalagi kalau seseorang sedang dimasuki oleh sebuah keinginan kuat untuk mendapatkan sesuatu, biasanya akn mudah dibisiki oleh setan untuk melakukan sesuatu yang menyimpang, termasuk kalau harus memfitnah misalnya.  Pada saat orang menginginkan sebuah kedudukan tertentu dan dia hanya melihat satu cara untuk mendapatkannya, yakni dengan memfitnah saingannya tersebut, maka dia pasti akan dengan mudah menuduh dan memfitnah kepada orang tersebut, meskipun awalnya hatinya memberontak.

Lalu  ketika  keinginannya tersebut tidak juga  terkabul, boleh jadi dia dapat melakukan  politik uang untuk menjangkau keiningannya tersebut.  Intinya apapun dapat dilakukannya demi sebuah keinginan mendapatkan jabatan tertentun teresbut.  Karena itu  sangat patut untuk diektahui bahwa  sebagai manusia kita ini lemah dalam  benteng keimanan, untuk itu diperlukan tameng yang sangat kuat untuk tidak larut dan tergoda oleh iming iming setan yang jsutru ujungnya aialah membuat kita terperosok dan kalah dalam segala hal.

Sementara itu penyesalan itu  sudah tidak berlaku  jika hanya terkait dengan hal hal lahiriyah, namun  penyesalan tersebut masih dapat dihargai, jika kemudian masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan serius untuk berubah dan melakukan kabjikan kabajikan. Barangkali dengan mengubah cara hidup tersebut, Tuhan akan membimbing kepada jalan yang lebih baik, dan akan mengantarkan kepada kondisi yang benar benar bagus. Lahir dan batin.

Terus ingat bahwa menyebarkan aib orang lain itu pasti akan memperoleh hasil yang relative sama, yakni aib kita akan diobral oleh pihak lain.  Ini mungkin dapat dikatakan sebagai balasan atas perbuatn kita sendiri.  Artinya jika kita memang tidak suka jika aib kita disebarkan kepada pihak lain, maka jalannya ialah jangan sekali kali kita pernah menyebarkan aib pihak lain, meskipun hanya sedikit saja.  Aib itu seharusnya disimpan dan ditutp rapat, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh kita sebagai saudara muslim. Semoga kita benar benar mampu untuk menutup aib  seluruh umat  sehingga kehidupan kita akan semakin membaik dan nyaman.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.