PAKAILAH AKAL PEMBERIAN TUHAN

Semakin manusia menjalani hidup modern, seharusnya semua persoalan akan dinilai dan diselesaikan dengan pikiran yang jernih, namun dalam kenyataannya sering kali kita menyaksiakan betapa orang modern melah kembali kepada klenik dan dukun untuk menyelesaikan persoalan mereka.  Apakah ini tidak terbalik balik dalam system berpikir kita? Apakah terjadi kejenuhan dalam berpikir logis, sehingga merka kemudian mengalihkan perhatiannya kepada hal hal yang irrasional dan sama sekali tidak pernah diterima oleh akal sehat kita?

Ketika terjadi persoalan rumah tangga, semisal kesulitan dalam keuangan, lalu merka harus menemuai dukun untuk meminta pertolongan dan boro boro  dapat mengembalikan keuangan mereka, malahan mereka itu seperti dip[alak oleh dukun tersebut. Tetapi anehnya mereka masih juga percaya dengan kehebatan dukun tersebut yang hanya menjanjikan sesuatu yang kosong.  Demikian pula  pada saat  pasangannya selingkuh atau mulai bosan dengannya, lalu dukunlah yang menjadi tujuan  mengadunya, dan masih banyak lagi.

Kenapa mereka tidak kembali saja kepada Tuhan yang menentukan segalanya dan pasti akan mampu melakukan apapuin yang dikehendaki Nya.  Bahkan untuk urusan pekerjaan juga  mereka banyak yang lari ke dukun.  Tentu ini merupakan sebuah kenyataan yang sangat memperihatinkan, sebab di zaman yang sangat maju dan serba rasional ini, ternyata banyak orang yang justru besikap sebaliknya, kembali kepada zaman dahulu.  Ironisnya justru semakin banyak orang yang lari dan mendekat kepada para dukun tersebut.

Bahkan saat ini kita juga mendapati orang lebih mempercayai  seekor binatang untuk menentukan hasil akhir sebuah pertandingan, sebagai sebuah ramalan. Bisa saja  kemudian hasilnya memang seperti yang  dipikirkan oleh orang orang tersebut, karena secara kebetulan saja, namun  bisa saja hasilnya berbeda dengan apa yang diinginkan oleh mereka itu, karena memang binatang itu hanya  secara insting berjalan dan melakukan apapun yang diinginya.

Semakin lama kiranya kita ini mungkin akan mengalami kegilaan jika kita tidak berhenti untuk meninggalkan akal pikiran kita dan berganti kepada kepercayaan yang naeh aneh.  Bagaimana tidak kalau kita secara terus menerus harus berhadapan dengan kenyataan bahwa orang lebih memilih sesuatu yang tidak masuk akal, ketimbang berpikir waras dan kemudian menjalninya sebagiman  seharusnya.

Pada saat kebetulan ada orang yang  naas  kecelakaan di sebuah tempat, lalu kebetulan pula di dekat tempat tersebut ada pohon besar yang sudah cukup tua usianya, lalu orang menghubungkan antara kecelakaan tersebut dengan penunggu pohon tersebut, sehingga kemudian mereka ramai ramai memberikan sesajen kepada pohon tersebut dengan maksud agar penunggu pohon tersebut tidak mengganggu orang lewat atau keprcayaan lainnya lagi.

Jelas  sikap dan prilaku orang orang tersebut sudah sangat berbelok dari kenyataan selama ini yang sama sekali tidak ada hubungan antara pohon dengan kejadian kecelakaan.  Barangkali itulah salah satu gangguan setan kepada umat manusia agar mereka ikut kepada  keinginan dan tujuan merka yakni menyesatkan umat manusia.  Jelas jelas ajaran agam kita sangat  menolak dan melarang umatnya untuk percaya dan mengikuti setan sebab setan itu merupakan mush manusia yang sangat jelas.

Sedangkan kita sendiri juga tahu bahwa banyak  ayat alquran yang menyatakan apakah kalian tidak berpikir, apakah kalian tidak menggunakan akal dan sejenisnya.  Itu smeua  seharusnya menjadi pijakan bagi kita bahwa setiap kita melangkah untuk memutuskan dan menjalani sesuatu sebaiiknya dipikir dahulu agar tidak ada kerugian dan penyesalan  akibatnya.  Namun sekali lagi kenyataannya justru saat ini kita dapat menyaksikan betapa banyak orang yang  tidak mempertimbangkan akalnya untuk menyakan sesuatu itu bagus atau bukan.

Akal itu merupakan karunia Tuhan yang paling ebrharga kaena akan mampu memberikan pertimbangan yang adil dan benar. Namun jika akal dibiarkan tidak bekerja dan kemudian dikalahkan oleh nafsu, maka kita akan selalu saja tidak mampu mengembangkan akal pikiran dan pastinya akan dibelokkan oleh nafsu yang sudah berkuasa tersebut.  Karena itu bersyukurlah bagi mereka yang masoh tetap dapat mengendalikan dirtinya dan selalu meminta pertimbangan  akal sehatnya dalam keputusan keputusan yang berkaitan dengan dirinya.

Allah swt mwmbwrikan akal pikiran kepada manusia tentu bukan asal memberikan, melainkan dengan tujuan utama, yakni agar manusia menggunakannya untuk kepemntingan manusia itu sendiri, baik dalam rangka mengolah bumi dan isinya ataukah dalam upaya  menyelamatkan dirinya dari ebrbagai kerugian yang mungkin akan terjadi, baik di dunia maupun nanti di akhirat.  Tuhan  juga telah memberikan  informasi yang cukup bagi manusia tentang kehidupan ini. Jika manusia mau menggunakan akalnya, maka  merka pasti akan mendapatkan keuntungan, dan sebalinnya jika mengabaikanyya, pasti akan mengalami kerugian besar.

Mereka yang sama sekali tidak mau menggunakan akal sehatnya, terutama dalam menerima informasi dari para utusan Allah, maka dapat dipastikan emreka akan mendapatkan kerugian besar dan tentu kesengsaraan di akhirat nanti.  Akal tentu akan mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, meskipun tidak secara detail.  Sedangkan agama berperan untuk lebih memberikan penegasan tentang benar dan atau salahnya sesuatu.

Akal pulalah yang seharusnya  dapat memberiokan  pertimbangan kepada manusia tentang pilihan pilihannya, saat diberikan informasi mengenai baik dan buruk dan akibat yang akan ditujunya.  Jika agama telah memberikan informasi bahwa ada perbuatan yang dinilai bagus dan ada pula yang dinilai jelek dan akibat dari melakukan perbuatan buruk tersbeut ialah di neraka, dan akibat melakukan perbuatan bagus ialah di surge.  Semuanya akan kekal abadi dalam kondisinya yang santat kontras tersebut.

Nah, akal pastinya akan memberikan pertimbanagn bahwa meskipun sedikit sulit dan  berat, namuan jika kita memikirkan dengan seksama  akibat yang akan ditujunya, pastinya akal akan memberikan petunju lebih baik mengikuti sesuatu yang bagus saja dan menjauh dari hal hal yang buruk.  Namun jika akal kita telah dikuasai oleh nafsu, maka nafsulah yang akan menyetir diri kita dan pasti akan mengarahkan kepada perbuatan yang buruk  dan tampak  enak saat di dunia, padahal akibatnya akan merusak dan merugikan kita sendiri.

Dengan demikian sangat jelas bagi kita bahwa akal pikiran yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia ialah agar manusia menggunakannya demi keselamatan dan kebaikan manusia itu sendiri. Untuk itu sekali lagi kita harus terus memeliharanya sedemikian rupa sehingga  akal pikiran kita akan terus menjadi pengendali seluruh kehidupan kita.  Kita pun menjadi sangat yakin bahwa jiika hidup kita sudah dikendalikan oleh akal sehat kita, pastinya kita akan menjadi semakin membaik dan nuyaman dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.

Kita sangat berharap bahwa keseluruhah hidup kita yang masih tersisa ini akan selalu dapat dibimbing oleh akal sehat kita sehingga kita akan dapat diarahkan untuk selalu mengikuti ajaran agama kita yang kita yakini kebenarannya.  Pada akhiernya kita nanti akan mendapatkan balasan yang snagat memuaskan dari Allah swt, karena kita   selalu mentaati semua  firman Nya  dan  menjadi hamba yang paling patuh  dengan seluruh perintah Nya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.