PERKOKOH WAWASAN KEBANGSAAN

Sesungguhnya pesoalan kebangsaan itu sudah selesai karena para pendiri Negara ini sudah sepakat bahwa kita berada di Negara kesatuan  RI dengan berbagai keragaman yang ada.  Dengan demikian semua pihak dariberbagaietnis, suku, kepercayaan dan lainnya, harus bersama sama menjaga dan memelihara serta memajukan Negara  Kesatuan RI secara bersama sama.  Kita telah mampu membuktikan  bertahun tahun untuk hidup rukun dalam Negara, meskipun banyak perbedaan.

Pancasila sebagai dasar negera juga sudah emmbuktikan kesaktiannya.  Artinya meskipun sudah banyak percobaan yang dilakukan oleh banyak kalangan untuk menggantikan dasar Negara tersebut, namun Allah swt masih memberikan kepercayaan kepada bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan pancasila sebagai dasar Negara.  Ini bukan berarti  dasar Negara selain Pancasila tidak baik, namun semata mata  bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah yang terbaik sedangkan bagi Negara lain di dunia ini yang terbaik ialah yangb paling cocok dan memberikan kemajuan bagi Negara tersebut.

Karena itu jangan sampai kemudian muncul anggapan baha  karena ada dasar Negara yang dianggap bagus, lalu harus dipaksakan  untuk Negara Indonesia.  Kita percaya bahwa yang baik itu belum pasti cocok untuk sebuah Negara tertentu.  Katakanlah mayoritas umat di negera kiota  ialah umat muslim, namun kita sebagai warga bangsa yang kebetulan muslim sama sekali tidak ada pikiran untuk mengganti pancasila dengan dasar Islam, karena kita menyadari bahwa warga bangsa ini memang beragam, dan kalau dasar islam dipaksakan, justru akan tidak bagus, bahkan akan menimbulkan banyak kerugian.

Para pendiri bangsa ini tentu sudah memikirkan dengan sangat  cermat tentang pancasila etrsebut, karena itu sesungguhnya merupakan nilai nilai yang sudah berakar dan hidup di nusantara ini jauh sebelum Indonesia meredeka, sehingga dasar pancasila memang sudah seharusnya.  Pancasila juga tidak akan merugikan siapapun, termasuk umat Islam tidak akan dirugikan dengan pancasilan, bahkan jika  seluruh umat muslim mau mengembangkan Islam sedemikian rupa juga tetap aman dan  aman.

Kita sudah sepakat bahwa ada pilar pilar untuk Negara kita, yakni pancasila sebagai dasar Negara, lalu undang undang Negara tahun 1945 sebagai konstitusi, lalu bhineka tunggal ika sebagai semboyan untuk tetap bersatu meskipun banyak eprbedaan, dan NKRI yang harus dipertahankan dan dirawat bersama dengan mengisinya demi kemajuna  anak anak bangsanya  serta kesejahteraan mereka.

Sila sila dalam pancasila begitu hebatnya jika kita mampu menjabatrkannya  dengan baik, yakni sila ketuhanan yang maha Esa itu memungkinkan  bahwa Negara kita  adalah Negara yang berketuhan, bukan Negara atheis.  Menyadari bahwa warga bangsa yang menghuni tanah air Indonesia adalah beragam, maka Negara tetap akan melindungi semua warga bangsanya yang menjalankan ibadah menurut keyakinan agama masing masing.

Sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradap juga meniscayakan bansga ini akan senantiasa bersikap dan menghargai seluruh warga bangsanya sama, khususnya terkait dengann hak asasi dan juga hokum,. Perlakuan Negara terhadaop warganya juga  dilakukan dengan mempertyimbangkan  kemanusiaan dan  keadilan serta adab, sehingga jika ini diberjalan dengan baik, sudah barang tentu  akan menjadikan bangsa ini  sangat  luiar biasa bagus dalam, menjalani hidup sepanjang masa.

Sila ketiga persatuan Indonesia, juga meniscayakan seluruh bangsa ini harus bersatu dan bersama sama membangun lingkungan, bangsa dan juga manusianya.  Kalaupun kita memang berbeda dalam banyak hal, namun kita sepakat untuk bersam sama dalam meraih  cita cita ebsar bangs, yakni mensejahtrakan seluruh rakyat.  Peratuan seluruh warga bangsa itu merupakan sebuah keniscayaan jika kita emmang ingin untuk maju dan bermartabat.

Tidak ada sebuah bangsa pun di atas dunia ini yang dapat membangun dengan baik dan maju jika tidak ada perstuan di dalamnya.  Artinya jika satu kelompok masyarakat  dengan masyarakat lainnya  tidak akur dan bahkan sampai harus  bersitegang dan bahkan mungkin sampai perang, maka mustakhil jika bangsa tersebut mampu bertahan lebih lama dan membangun bangsanya. Kita dapat menyaksikan beberapa Negara yang di dalam negeri terjadi konflik antar warga, Negara etrsebut sudah sedemikian carut marut dan bahkan mungkin akan bubar.

Sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah permusayawaratan perwakina, juga  akan semakin emmperkokoh kesatuan dan kebersamaan. Namun kita menyaksikan sendiri saat ini ada beberapa yang sudah menyimpang dari sila tersebut yakni bukanlagi perwakilan, melainkan secara langsung, dan hasilnya ternyata banyak hal yang harus dievaluasi.  Musayawarah itu menjadi pendting karena dengan musyawarath tersebut bansga ini akan terhindar dari perp[ecahan yang sangat mengerikan.

Hnya saja musatyawarah yang seharusnya dilakukan ialah musyawarah yang mengedepankan kebersamaan, bukan kepantingan pihak pihak tertentu saja.  Barangkali memang  sangat dieprlukan  smeua orang yang menduduki jabatan sebagai wakil rakyat untuk memahami aspek ini dengan cermat dan sekaligus juga mempraktekkannya.  Dengan begitu kita yakin bahwa bangsa ini pada akhirnya akan  terus mendapatkan kemudahan dan bbukan kesulitan.

Sila terakhir yani keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia, memang belum dapat diwujudkan, namun jika semua konsiten dengan tugas dan peran masing masing, kita  pasti akan memperoleh keadilan etrsebut.  Saat ini banyak hal yang masih timpang terkait dengan keadilan social etrsebut, karena  masih ada jurang yang sangat dalam  antar mereka yang berduiit dengan mereka yang miskin.  Demikian juga tentang kadilan dalam bidang lainnya uyang masih sangat memperihatinkan, namun bukan berarti kita kemudian  mencari haluan lain.

Kita emmang harus memeprtahankan Negara ini sedemikian rupa, namun juga harus tetap berusah untuk membenarkan segala sesuatu yang saat ini salah dan menuyimpang dari ketentuan yang ada. Memperbaiki itu merupakan keniscatyaa yang tidak boleh kita hentikan, namun  untuk beralih kepada bentuk Negara atau dasar Negara, itu snagat  tidak bijak, karena p[sti akan menimbulkan banyak kerusuhan dan ketegangan bahkan mungkin juga peperangan diantara warga bangsa sendiri.

Setiap warga bangsa seharusnya  mau mengerti bahwa kita telah banyak diberikan keuntungan oleh Negara denagn lahir, besar dan mengenyam pendidikan di negera ini.  Demikian juga telah diberikan kesempatan bekerja dan emndapatkan penghidupan dari manapun di negeri ini.  Karena itu sebagai orang yang tahu berterima kasih tidak seharusnya kita berpikir mengenai  sesuatu yang lain terhadap Negara ini, semisal ingin mengganti Negara dengan bentuk yang lain atau melakukan sesuatu yang merugikan Negara dan bangsa.

Hal yang pasti harus kita pertebal dan sampaikan kepada generasi muda kita ialah sikap berterima kasih kepada para pendiri Negara  dan sambil terus melakukan evaluasi terhadap pelaksaan penyelenggaraan Negara.  Dengan  begitu kita akan tetap ada komitmen besar untuk memeprtahankan Negara kita dengan segala perangkatnya, tetapi kita sekaligus juga berusaha untuk memperbaiki kondisi Negara  yang mungkin  ada beberapa hal yang tidak tepat.

Wasan kebangsaan yang sangat ;uas tersebut memang harus diberikan kepada generasi muda kita agar ke depannya kita tetap akan yakin bahwa mereka akan selalu memelihara Negara dan bahkan memajukannya, bukan malah akan merusak atau menggantinya dengan bentiuk Negara lain. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.