JANGAN PERNAH MEMBENTAK PENGEMIS

Islam memang tidak membenarkan orang meminta minta, apalagi kalua orang yang melakukannya tersebut sesungguhnya mampu untuk bekerja dan berusaha sendiri, atau  manakalan mengemis tersebut dijadikan sebagai usaha untuk mengumpulkan harta sehingga semacam menjadi pekerjaan.  Biasanya pengemis adalah memang orang yang tidak mampu sehingga mereka termasuk orang yang memang harus dikasihani dan tidak boleh diperlakukan dengan kasar.  Itulah mengapa secara khusus Allah swt melarang menghardik dan menyakiti orang yang meminta minta.

Namun bukan berarti kalua mereka tidak boleh diperlakukan tidak baik, lalu kita membolehkana mereka terus meminta minta, khususnya bagi mereka yang secara lahir mampu bekerja atau berusaha  dan tidak menjadikan mengemis sebagai profesi atau pekerjaannya.  Mungkin bagi  sebagian orang ada yang tidak pernah mebayangkan dan bahkan mungkin  juga tidak mempercayai bahwa ada sebagian orang yang mengemis itu dijadikan sebagai pekerjaannya.  Bahkan mereka sesungguhnya orang yang mampu dana mempunyai rumah bagus serta kendaraan bermotor.

Setiap orang yang hidup memang harus berusaha untuk mencari rizki yang halal melalui usaha yang dibenarkan dan sesuai dengan aturan  yang ada.  Karena itu setiap orang memang harus beraktifitas yang dapat menghasilkan  rizki, apapun pekerjaan tersebut, asalkan tidak melanggar ketentuan yang ada.  Jika adanya hanya mengayuh becak, atau mengojek aau menawarkan dagangan asongan dan sejenisnya, maka itu jauh lebih baik dan terhormat ketimbang harus mengemis dan meminta minta, baik  diberi ataukah ditolak.

Dalam kenyataannya saat ini banyak sekali orang yang dengan alasan terpaksa lalu melakukan hal hal yang sebelumnya dianggap tabu, seperti mengemis dan meminta minta di jalanan.  Meskipun kalua benar benar terpaksa karena memang tidak bisa makan atau karena  memang tidak mampu berusaha lain, tetapi meminta minta tersebut hanya sekedar  untuk menyambung hidupnya, bukan untuk meperkaya diri apalagi kalua kemudian mengemis tersebut menjadi kebanggan diri dan menganggapnya  bukan sebagai pekerjaan yang menyenangkan.

Tentu bagi mereka yang memegang iman yang kuat pastinya mereka akan tetap me ngingat seluruh perintah TUhan dan menjalaninya dan sekaligus juga mengingat semua larangan Nya dan lalu menjauhnya.  Bahkan juga  akan mengingat hal hal yang tidak baik jika dijalankannya atau hal hal yang  menjadikan bagus jika dilakukan.  Namun sebaliknya bila orang sudah dikuasi oleh nafsu, mungkin akan mudah untuk melupakan semua kewajiban dan bahkan akan berani melanggar aturan larangan Tuhan. Apalagi kalau hanya untuk meninggalkan  anjuran agama saja pasti  akan sangat mudah bagi mereka.

Saat ini kita menyaksikan diri  maraknya anak anak yang dieksploitasi oleh oknum tertentu untuk mengemis dan menghasilkan uang bagi oknum tersebut.  Ini tentu sangat memeprihatinkan karena di samping  menekan dan mengeksploitasi anak anak yang seharusnya dididik dan diberikan masa depan yang cerah, juga sekaligus merusak masa depan mereka.   Pastinya perbuatan demikian  disamping tidak baik juga berdosa.  Karena itu kita memang harus memberantasnya sesuai dengan kemampuan kita, bahkan kalua perlu kita meminta bantuan apparat yang ada untuk menangkap oknum oknum tersebut dan diberikan sanksi sehingga mereka akan jera dan tidak mengulanginya lagi.

Kita memang sudlit untuk memberantas semua pengemis yang diantaranya memang benar benar tidak mampu, namun jika kita biarkan terus menerus tanpa ada usaha memberants mereka, pastinya akan semakin marak dan  merugikan banyak pihak. Kementerian dan dinas yang mengurus mereka  sesungguhnya juga sudah berusaha namun kalau hanya mengandalkan mereka tentu kita tidak akan terlepas dari himpitan keberadaan mereka.  Seharusnya kita scara bersama sama harus terus berusaha dengan menggandeng berbagai pihak yang memungkinkan untuk me hyelesaikan masalah etrsebut, agtau setidaknya mengurangi  keberadaan mereka.

Persoalan tersebut sesungguhnya berakar pada persoalan pendidikan yang sampai saat ini masih menjadi masalah bagi negara kita.  Jika pendidikan anak anak bangsa bagus, tentu mereka tidak akan mau mengemis dan setidaknya mereka akan dapat bekerja dengan keahlian yang sudah didapatkannya. Kalaupun mereka tidak dapat ketrampilan saat sekolah, mereka juga  suatu ketika akan sadar baha mereka itu orang berendidikan  dan tidak seharusnya menganggur dan menggantungkan hidupnya kepada pihak lain, dan yang jelas mereka tidak mungkin akan mengemis, apapun alasannya.

Jika semua anak bangsa  mau brusaha  dalam bidang apapun, pastinya tidak ada yang menganggur tanpa pekerjaan, dan kalua itu terjadi, maka kesejahteraan rakyat pasti akan semakin membaik.  Kondisi yang demikian pastinya akan  secara otomatis mengurangi dan bahkan mungkin akan menghilangkan pengemis jalanan yang marak saat ini.  Jadi sekali lagi aspek pendidikan memang menjadi akar persoalan kemiskinan dan pengemis di negri ini. Untuk itu sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dan bahkan  memperbanyak pendidikan ketrampilan seperti SMK dengan harapan setelah lulus mereka akan langsung dapat bekerja dalam bidang yang ditekuninya.

Kembali kepada masalah awal, yakni jangan sampai kita emnghardik pengemis, bukan berarti kita akan melestarikan pengemis tersebut.  OItu semata mata untuk memebrikan pengertian bahwa para pengemis itu merupakan makhluk yang sangat lemah dan  tidak mampu  berbuat yang lebih banyak kegtimbang mengemis. Namun jika kondisinya sudah berubah dari kemungkinan awal, yakni kalua mengemis tersebut sudah menjadi keinginan hidup oranh, pastinya kita harus memberantasnya  dengan cara yang baik dan santun.  Boleh jadi mereka itu memang bener benar lemah dan patut untuk ditolong.

Untuk itu kita memang harus  teliti dalam melihat mereka sehingga kita tidak akan salah jika akan memutuskan dan bertindak khususnya terhadap para pengemis tersebut.  Lebih jauh lagi kita harus melibatkan semua  pihak dalam  menangani mereka, karean kita juga gtidak ingin bahwa keinginan baik kita tersebut justru akan menjadi bumeraang bagi kita sendiri dan kita telah menyakitkan para dluafa’ dengan cara yang keliru. Akan jauh ;ebih bagus jika koita mampu memberikan pekrjaan bagi mereka yang saat ini mengemis di jalanan.

Barangkali memberikan pegangan kepada mereka jauh akan lebih bagus dan mengangkat derjat mereka ketimnbang kita hanya berpikir. Untuk merealisasikan masalah tersebut kita dapat bekerjasama dengan dinas social dan sejnisnya dan juga kita dapat bekerjasama dnegan BASNAS untuk memberdayakan mereka dengan membekali mereka ketrampilan dan sekaligus nantinya memberikan  bantuan modal dan bimbingan serta pendampingan sehingga mereka memang benar benar dapat bekembang dan berdaya.

Membantu para pengemis khusunya merka yang masoh mempunyai kemungkinan dappat dibedayakan ialah dengan memberikan merkea ketrampilan sesuai dengan  kemauan dan kemampuan mereka, lalu setelah itu diberikan modala usaha serta didampingi sehingga mereka akan terarah dan dapat diberdayakan sedemikian rupa. Dan salah satu program BASNAS ialah memberdayakan orang orang lemah.  Nah untuk itu kalua ini kita jalnai maka  ada dua hal yang dapat kita dapatkan ekaligus, yakni menghilangkan pengemis di jalanan dan sekaligus kita dapat membantu dan meberdayakan orang dlaif juntuk menjadi  kuat dan berdaya.  Mungkin itulah salah satu jalan ternaik untuk persoalan ini. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.