TIDAK MELUPAKAN DZIKIR KEPADA ALLAH SWT

Semua orang muslim  pastinya mengetahui bahwa  hanya dengan berdzikir kepada Allah sajalah manusia akan mendapatkan ketenangan dalam hati dan hidupnya.  Namun seringkali banyak diantara umat muslim yang melupakannya sehingga kehidupannya bagaikan neraka, tanpa ada ketenangan sedikitpun.  Banyak hal yang menyebabkan ketidak tenangan tersebut, yang  hakekatnya dimulai dan disebabkan oleh perilakunya sendiri, walaupun dalam kenyataannya dapat melalui anak atau saudaranya sendiri.

Saat ini sudah banyak orang tua direpotkan oleh kelakuan anak anaknya yang sama sekali tidak mengenal agama dan akhlak. Nah, dalam komndisi demikian biasanya orang tua kemudian hanya menyalahkan anaknya saja tanpa mau mengevaluasi dirinya sendiri.  Mengapa anak menjadi bandel dan tidak tahu aturan?.  Mungkin orang tua sudah menyekolahkan dan memberinya fasilitas yang cukup, namun dalam kenyataannya justru malah membuat  repot orang tuanya.

Banyak diantara anak yang kemudian ternyata  terbia dengan narkoba, padahal mereka juga sekolah setiap hari. Lalu orang tua  memarahinya tanpa meu mengerti apa penyebab utamanya mereka kecanduan narkoba.  Akibatnya sang anak semakin menjadi tidak mempunyai pelindung dan bahkan orang tuanya sendiri ikutan menyalahkannya dan menyudutkananya sedemikian rupa.  Alih alih akan menyadari kesalahan yang telah diperbuat, anak anak tersebut justru akan semakin mendendam kepada siapapun, termasuk kepada orang tuanya sendiri.

Anak adalah amanah dari Tuhan yang harus kita didik dengan baik, diperkenalkan dengan syariat dan diajari untuk menjalankan perintah agama serta  selalu dipantau tentang perkembangannya, sehingga akhlaknya juga akan terbentuk dengan baik.  Namun jika orang tua sibuk dengan dunianya sendiri, walaupun telah memberikan fasilitas kep[ada anak anaknya, tetap saja tidak cukup, karena anak juga membutuhkan perhatian orang tuanya, bukan hanya sekedar diberikan kecukupan dalam hal finansial.

Jika anak anak tidak dikontrol  pergaulannya dan kegiatan kesehariannya, bisa jadi justru mereka akan larut dalam pergaulan bebas dan melakukan hal hal yang dilarang oleh agama.  Terkadang saking sibuknya, orang tua juga lupa menegur anak anaknya yang melupakan kewajiban agamanya, seeprti menalankan shalat maktubah.  Kalu hal ini terjadi, sesungguhnya  tidak ada yang perlu disalahkan dalam  kenakalan anak, terkecuali orang tua itu sendiri yang selama ini telah membiarkan anaknya bebas tanpa kendali.

Mungkin ada sebagian orang yang telah mempercayakan anaknya kep[ada sebuah lembaga pendidikan tertentu, namun bukan berarti kewajiban orang tua sudah bebas dengan menyerahkan tersebut, karena bagaimanapun anak itu harus terus di[antau perkembangannya.  Kalaupun berada di sebuah asrama, maka sesekali juga harus ditengok dan diingatkan kewajiban kewajibannya, sehingga kalau ada sedikit keteledoran anak, mereka akan segara menyadarinya dan kembali k4epada jalan yang semestinya.

Barangkali memang akan sedikit beerbeda dengan jika anak diserahka kepada pondok pesantren yang secara serius mendidik anak anak atau santrinya.  Dengan keketatan pesantren dan kegiatannya yang  secara langsung dipantau oleh kiyai atau pengurus pesantren, tentu para sntri akan lebih terbiasa untuk menjalani kehidupan keagamaan, seperti shalat berjamaah, mengaji, belajar dan juga belajar mandiri dalam berbagai aspeknya, sepeti mencuci sendiri, mengatuir keuangan sendiri dan lainnya.

Namun jika anak hanya bersekoah dan selebihnya banyak berada di rumah, maka menjadi kewajiban orang tua untuk terus memantau dan mengarahkannya sedmeikian rupa sehingga anak anak akan tetap mentaati segala kewajiban agama dan sekaligus juga tetap semangat untuk belajar.  Hal yang terpenting dalam masalah ini ialah orang tua harus mampu mengontrol pergaulan dan aktifitas anak anaknya.  Artinya jangan sampai anak anak bergaul dengan oranghb yang tidak jel;as, anak jalanan, anak nakal dan beraktifitas yang mengarah kepada  hal hal yang tidak baik.

Sesungguhnya tidak masalah jika anak anak kita tidak  kita kirim ke pesantren. Aslkan kita mampu untuk mendidiknya. Bahkan ada sebagian orang tua yang l;ebih memilih mendidik anak anaknya  secara sendiri di rumah ketimbang menyerahkan kepada pesantren, karena orang tua tersebut akan dapat mengawasinya secara langsung dna membimbing belajarnya dengan lebih baik.  Jika memang kondisinya begitu, maka mendidik  anak di rumah  justru akan lebih bagus, namun jika kesibukan orang tua  menyita banyak waktu sehingga tidak ada lagi waktu untuk menemani anaknya belajar atau memperhatikan anaknya, maka menyerahkan anaknya ke pesantren akan jauh lebih bagus.

Memang banyak macam pesantren yang dapat kita temui, yang sebagiannya memang kurang serius dalam mendidik anak didik ataus antrinya, sehingga mereka seolah dibiarkan liar tanpa kegiatan yang terarah.bahkan banyak diantara mereka yang pada saat maghrib yang seharusnya berjamaah di masjid, malah berjalan jalan tidak  ada arahnya.  Mereka juga jarang mengaji bahkan  untuk masuk sekolah saja tidak rajin.  Dengan dmeikian pesantren tersebut memang tidak layak untuk diberikan amanah untuk anak anak kita.

Namun jika pesantren tersebut bersungguh sungguh dalam mendidik pada santrinya dengan selalu memeprhatikan mereka, termasuk dalam hal berjamaahnya, belajarnya, mengajinya dan lainnya, pastinya  para sanrtri akan emnjadi lebih bagus dan tertib serta rajin dalam hal yang baik.  Tentu sebagai orang tua yang memasrahkan kepada pesantren tersebut justru harus berterima kasih  kepada  seluruh komponen pesantren yang telah mendidik anak anaknya dengan sangat bagus.

Sebagai orang tua yang berkerwajiban juga untuk memenuhi fasilitas anak anaknya, seperti membayarkan iuran sekolah, pesantren dana juga kebutuhan pokok santri, tentu harus terus berusaha dengan tulus dan sekaligus tidak pernah menyandarkannya kepada Allah swt.  Setiap gerak untuk mendapatkan karunia Tuhan, haruslah  dibarengi dengan pemasrahan kepada Allah swt.  Dengan begitu sesungguhnya kita telah menjalankan  salah satu aspek untuk menjadi tenang dan bahagia, yakni selalu ingat dan berdizkir kepada Allah swt.

Bukankah Allah swt telah menyatakan bahwa “ingat bahwa dengan berdzikir kepada Allah, hati akan menjadi tenang”. Nah, kalau hati dan pikiran kita tenang dan tentweram, maka dalam hal mencari tizki pun kita juga akan tenang dan  jika sesuatu itu dijalankan dengan penuh ketenangan, insya Allah akan mendapatkan hasil yang maksimal.  Itulah kenapa kita harus selalu dzikir kepada Allah dalam kondisi apapun, khususnya  dalam keadaan banyak masalah yang melilit kita.

Namun demikian sangat penting juga jika kita dalam keadaan senang, jangan sampai kita melupakan Allah swt, karena  kondisi sulit dan lapang sesungguhnya merupakan ujian bai seorang hamba, apakah  hamba tersebut akan tabah dan tetap mengingat Allah ataukah sebaliknya mabuk dengan kesulitan atau kesenangannya sehingga melupakan Allah swt yang telah memberinya segala sesuatu.

Jadi berdzikir kepada Allah swt adalah kunci dalam menjalani hidup di dunia, karena dengan dzikir tersebut segala hal akan dapat dijalani dengan tenang dan bahkan pasrah yang tulus kepada Allah swt.  Banyak orang kesulitan mendapatkan ketenangan, disebabkan oleh kelalaiannya untuk menyerahkan persoalannya kepada Allah swt. Seorang hamba tidak akan mungkin dapat menyelesaikan persoalannya secara baik, tanpa mengharapkan bantuan kepada Allah swt, karena sesungguhnya hanya Allah swt lah yang mampu memutuskan atas segala sesuatu, termasuk apapun yang ada di dunia ini.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.