NEGARA TANPA KORUPSI

Barangkali ini merupakan pernyataan utopis yang  tidak mungkin akan terjadi, namun bagi seorang  mukmin sejati seharusnya tetap mau memikirkan  bagaimana caranya agar  Negara tanpa korupsi tersebut dapat diwujudkan, entah kapan mampu direalisasikan.  Jika kita melihat dan menyaksikan semua Negara di dunia ini  pastinya akan menemukan  korupsi di sana,. Meskipuin  tentu kadarnya berbeda beda; ada yang banyak ada pula yang sedikit.  Sikap penguasa juga berbeda pula, sebagiannya ada yang getol memeranginya, dan sebagiannya hanya sebagai life style saja.

Kalau kita cermati kasus kasus korupsi itu selalu saja dilakukan oleh mereka yang memegang kekuasaan, baik di eksekutif, yudikatif maupun legislative.  Lalu kalau semua melakukan korupsi, tentu tidak seluruh personalnya, maka  akan semakin sulit untuk pencegahannya, terkecuali a da tangan kuat yang  secara  terus menerus mengusahakannya.  Dalam Negara kita, sesungguhnya kita sudah mempunyai lembaga anti korupsi yakni KPK, namun keberadaannya selalu saja diungkit dan  para pelaku korupsi seolah tidak takut dengan KPK.

Buktinya  sangat jelas, korupsi bukannya semakin berkurang, meolainkan justru semakin hari semakinbanyak di dilakukan oleh banyak pihak juga.  Sesungguhnya ada solusi yang mungkin dapat sedikit lebih manjr, yakni revisi undang undang tentang hukuman bagi para koruptor, yang saat ini dianggap sebagai sangat ringan.  Usulan untuk mengubah hukuman bagi koruptor dengan hukuman mati dan pemiskinan rupanya belum mendapatkan tanggapan dari para penyusun undang undang.

Tentu dapat dimengerti karena  yang terbanyak melakukannya ialah dari kalangan legislative sehingga kalau undang undangnya diubah dengan pemberian hukuman maksimal tersebut, yang akan terken juga mereka sendiri.  Dengan dmeikian untuk mengharapkan adanya perubahan undang undang  mengenai hukuman bagi koruptor itu sama dengan mengharapkan  hujan di masa kemarau.  Setelah berganti anggota legisltifnya  bukannya  akan lebih baik sehingga ada harapan untuk peruibahan tersebut, namun yang terjadi jkustru sebaliknya, mereka justru semakin buruk.

Tentu kita juga  dapat mengerti karena system rekrutmen para anggota legislative yang  mengharuskan  pengeluaran biaya banyak sehingga mereka tidak mungkin hanya akan mengandalkan gaji dan tunjangan yang halal semata.  Merka kemudian  melakukan hal hal yang secara lhir dapat dilegalkan, meskipun sesungguhnya bertentangan dengan hati nurani dan juga bertentang dengan hokum yang lebih berpihak kepada rakyat.  Bahkan mereka juga berani untuk melakukan penyimpangan dengan konsekwensi ditangkap oleh KPK atau penegak hokum lainnya.

Jaid kalau kita lihat dan runut, sesungguhnya system yang berlaku di Negara kita tentang apapun, sudah sangat brengsek, sehingga tidak mungkin akan menghasilkan sesuatu yang dapat diharapkan akan memperbaiki kondiri.  Jangankan untuk menjadikan negara sebagai bebas dari segala bentuk korupsi, hanya untuk menguranginya saja akan semakin kesulitan, bahkan semakin hari  juml;ahnya semakin membengkak.

Entoh demikian sekali lagi sebagai orang beriman kita memang harus mempunyai keyakinan dan harapan serta peran untuk mewujudkan Negara tanpa korupsi di dalamnya.  Tentu hal tersebut membutuhkan proses panjang yang harus dilalui dan  pada saatnya mampu menumbangkan generasi korup yang saat ini melanda kita. Jika genrasi yang kita lahirkan nanti diperkuat integritasnya dan  dibentuk sebagai generasi teladan dan bersih, insya Allah semua yang kita inginkan akan dapat terjadi.

Satu satunya cara ialah melalui pendidikan yang benar dan konsisten dijalankan.  Pertanyaannya ialah apakah para pendidik sekarang sudah siap dengan konsep tersebut?  Mungkin sekali jawabannya ialah belum karena di dalam pelaku pendidikan sendiri juga sudah tertular penyakit korupsi, karena itu bagi yang masih menyimpan idealism harus terus mengupayakan  dan mematangkan kosep tersebut, sehingga secara pelan tetapi pasti kita akan menmukan metode yang jitu untuk menddiikn  anak anak bangsa ke depan.

Walaupun hanya beberapa person saja yang mengawali dan mengajak untuk m,enciptakan generasi ideal di Negara kita tersebut, tetapi semua harus yakin bahwa  kesuksesan sebuah cita vita, terkadang memang dimulai dari beberapa gelintir orang.  Jika  kemudian dapat dihasilkan cara yang sangat bagus untuk pendidikan di negeri kita tersbeut dan kemudian disepakati oleh semua pihak dan dijalankan secara konsisten, pastinya kita  mempunyai harapan  dan optimistis  bahwa suatu saat pasti akan muncul generasi yang bagus.

Setidaknya  kita sendiri harus menjadikan diri kita sebagai teladan bagi anak anak kita sendiri dalam hal menjauhi praktek korupsi dalam hal apapun.  Disiplin dalam keluarga juga harus diciptakan sehingga anak anak kita terbiasa dalam aturan yang baik dan mereka akan menjadi takut jika harus melakukan seuatu yang  melanggar aturan, termasuk takut untuk berkata bohong dan  takut pula untuk  memanipulasi, meskipun  terhadap barang milik orang tuanya sendiri.

Sikap demikianlah yang dibutuhkan oleh generasi mendatang dan dengan bekal yang demikianlah kiranya mereka pada saatnya akan mampu menjadi  pejuqang dalam upaya memberantas korupdi dalam segala sector.  Mungkin dalam generasi kita saat ini kita juga sepakat bahwa untuk menciptakan Negara yang bebas dari korupsi seperti mimpi di siang bolong, dan mustakhil terjadi, namun dengan persiapan yang matang dan proswes yang lebih bagus,  kondisi Negara tanpa korupsi tersebut insya Allah akan terwujud juga.

Dalam prosew menuju Negara tanpa korupsi tersebut sesungguhnya dapat dimulai dari lingkaran yang palimng kecil, yakni keluaraga.  Kita akan jauh lebih mudah menciptakan keluarga yang bebas korupsi.  Artinya jika kita mampu dan konsisten dalam membebaskan  keluarga kita dari segala bentuk korupsi dalam bidang apapun,  maka  itu sudah cukup bagus untuk mempersiapkan anak anak kita dalam menyongsong masa depan mereka, sekaligus juga untuk mempersiapkan mereka sebagai generasi yang akan memberantas penyakit korupsi.

Lalu setelah kita kokoh dalam menjadikan keluarga sebagai tempat yang bebas dari segala macam bentuk korupsi, kita dapat melanjutkannya di lingkungan kerja kita.  Tentu ini sedikit lebih berat karena menyangkut banyak pihak dengan latar belakang yang berbeda beda.  Namun jika kita mampu untuk mengendalikan seluruh  pihak yang ada di dalamnya  maka idelaitas bebas dari korupsi pasti akan didapatkan.  Dalam persoalan ini  diperlukan ketegasan dan kesertiusan, sehingga  tidak ada yanag meremehkan dan main main dengan apa yang sudah digariskan.

Jika kita konsisten dan tegas dalam memegang aturan main, maka  kita yakin pada saatnya  pasti ada perubahan yang signifikan.  Artinya kalau toh masih belum hilang sama sekali, namun sudah ada peningkatan dalam pemberantasan korupsi di lingkungan kerja kita.  Memag berat dan mungkin juga akan mendapatkan tentangan dari banyak pihak yang masih menginginkan kondisi seperti sebelumnya, namun  kuncinya ialah konsisten dan tegas dalam menjalankan aturan main.

Jika lingkungan kerja kita sudah relative bagus, maka  kita akan mampu memberikan kontribusi nyata kepada Negara  dalam hal pemberantasan korupsi dan sekaligus juga akan memberikan kepercayaan yang lebih bagi siapapun  untuk lembaga  dan lingkungankerja kita.  Dengan demikian usaha untuk membebaskan Negara kita sebagai Negara tanpa korupsi akan semakin mendekati kenyataan.  Ini semua memang hanya sebuah gagasan yang sulit untuk diwujudkan, tetapi kalau tidak ada yang memikirkan sama sekali, maka harapan pun pasti tidak ada.

Semoga kita mampu mengwali rencana menciptakan Negara tanpa korupsi tersebut, yang selanjutnya terserah kepada generasi berikutnya untuk meneruskan hingga  tercapai dengan bagus.  Tentu generasi yang kita harapkan etrsebut juga tetap harus kita persiapkan melalui pendidikan yang bagus pula. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.