MEMBAYANGKAN PENDAPATAN ZAKAT

Upaya untuk  mengumpulkan dana zakat dari masyarakat sudah dilakukan sejak zaman orde baru, dan  kelamhan dan kelebihannya juga sudah diketahui, sehingga saat ini mestinya  akan lebih mudah untuk mengumpulkannya melalui lembaga yang benar benar kredibel dan transparan dalam pengelolaannya.  Kalau pada zaman dulu ada penyimpangan penyimpangan tentang penggunaan zakat,  sehingga membuat masyarakat tidak lagi mempercayai para pengelolanya, maka saat ini dengan  aturan yang ada  akan memudahkan control terhadap hal tersebut.

Pada dasarnya masyarakat  dapat mengontrol dan mengevaluasi mengenai pengelolaan zakat tersebut, sehingga kalaupun ada  potensi untuk penyeleqwengan, akan dengan mudah diketahui dan itupun masih ada  sanksi pidananya.  Dengan demikian sesungguhnya  saat ini akan lebih mudah untuk mengumpulkan dana zakat dan diperuntukkan bagi kesejahteraan umat secara umum.  Secara potensi, dana zakat itu sangat luar biasa banyak, karena  kalau dihitung secara kasar saja dalam setahunnya akan menghasilkan ratusan triyunan.

Nah, kalau dana sebegitu besar  terkumpul, maka umat akan dengan mudah melakukan program apapun yang dikehendaki, seperti memberikan beasiswa bagi orang orang miskin, memperbaiki dan menambah sarana prasarana pendidikan, ataupun  peribadatan, bahkan juga jalan raya dan fasilitas umum lainnya.  Namun sayangnya potensi tersebut belum dapat dimaksimalkan oleh kita, sehingga kalaupun ada dana zakat yang terkumpula, itu masih jauh di bawah p[otensi tersebut.

Meskipun demikian memang kita harus membuktikan dahulu kepada masyarakat tentang makna dan manfaat dana zakat tersebut, sehingga masyarakat nantinya memang dapat tertarik dan mendistribusikan zakatnya melalui lembaga yang ada.  Barangkali trauma masa lalu  diomana dana zakat diselewengkan untuk kepentingan lainnya, maka  masih ada sebagaina umat yang tidak lagi mau menyalurkan dna zakatnya melalui lembaga, melainkan  lebih mantap menyalurkannya sendiri.

Memang  tidak ada larangan untuk mentasarrufkan zakat secara mandiri kepada pada mustahiqq zakat, namun jika ditilik dari sisi kemanfaatannya, tentu akan jauh l;ebih bermnafata jika disalurkan melalui lembaga, karena lembaga akan dapat membuat program yang lebih memberikan  harapan bagi para mustahiq, tidak hanya yang bersifat konsumtif, melainkan juga untuk hal hal yang produktif.  Bahkan  dalam kenyataannya jika zakat disalurkan sendiri sendiri akan dapat berpotensi terjadi masalah lain yang timbul.

Karena itu  tantangan bagi para pengelolan zakat untuk membuktikan diri bahwa dana tersebut memang aman dan keamanahan para pengelolanya juga harus terus dipertahankan, melalui laporan rutin kepada umat.  Artinya  semua pengelola harus bersikap realistis dengan kondisi umat saat ini dan terus menus meyakinkan kepada mereka bahwa pengelola zakat memang benar benar amanah dan menjalankan tugasnya dengan baik, serta  memberikan bukti bahwa dana zakat tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat penerimnaya.

Demikian pula pengelola dana zakat juga harus menyusun program yang bagus  serta terus menerus berusaha menyadarkan kepada masyarakat agar menyalurkan zakatnya melalui  lembaga, karena itu jauh lebih baik dan bermnafaat bagi umat.  Jika pertumbuhan penyluran zakat tersebut meningkat secara  signiofikan maka itu merupakan kepercayaan umat kepada para pengelola zakat, dan karena itu harus terus dipertahankan kepercayaan etrsebut smabil terus memberikan  himbauan kepada mereka, terutama yang belum untuk segera  menyusul  umat lainnya yang sudah lebih dahulu melakukannya.

Barangkali masih juga dibutuhkan pencerahan kepada umat tentang kewajiban zakat bagi mereka, karena itu merupakan kewajiban  bagi setiap muslim yang sudah mampu melakukannya.  Kita yakin bahwa meskipun  mayoritas umat sudah mengeluarkan zakatnya meskipun masih sendiri sendiri, namun  di sana masih banyak muslim yang belum mengeluarkan zakat wajibnya sehingga kita berkewajiban untuk mengingatkannya agar mereka selamat dari adzb Tuhan yang tentu sangat pedih.

Mungkin kita juga perlu mengangkat dalil dalil bagi mereka yang enggan dan tidak mau mengeluarkan zakat, baik dari alquran maupun dari hadis Nabi, terutama yang memberikan informasi mengenai  ancaman adzb Allah bagi mereka, dan juga tentang rahasia zakat yang tidak akan mengurangi harta, bahkan akan semakin menambah keberkahan harta jika kewajiban zakatnya dipenuhi.  Kalaupun masyarakat masih menyangsikan hal tersebut, tetapi dengan terus menerus kita memberikan informasi kepada mereka,  pada saatnya mereka juga akan menyadarinya dan akhirnya mau mengeluarkan zakatnya.

Jika kita mau menghitungkan  harta masyarakat dengan benar dan tetap berharap kepada mereka jika belum memenuhi nisab untuk berderma saja denagn berbagai keuntungan yang didapatkan, baik saat di dunia maupun nanti diakhirat, insya Allah bilamana cara kita menyampaikan informasi tersebut benar dan menarik,  mereka akan mau melakukannya.  Hanya saja  kita sangat menyesalkan kepada pihak pihak tertentu yang cara menyampaikan informasi kepada masyarakat  tidak tepat sehingga mereka malah antipasti untuk mengeluarkan zakatnya.

Ada kalanya kita harus keras dalam menyampaikan pesan agama sebagai kewajiban merka, namun ada kalanya kita harus secara lemah lembut untuk menggugah ketrtarikan umat kepada apa yang kita sampaikan.  Semua itu memang harus dilihat situasi dan kondisinya sehingga maksud baik yang kita sampaikan akan bertemu dengan sambutan yang baik pula, bukan sebaliknya pesan baik malah ketemu penolakan.  Inilah yang saat ini barang kali perlu dipikirkan dan direncanakan agar potensi zakat yang sangat besar etrsebut akan benar benar dapat kita maksimalkan.

Mungkin kita juga  dapat menyampaikan kisah kisah sukses orang yang selalu berzakat dan berinfaq, karena ketulusan dan kepasrahannya kepada Allah swt dan kpercayaannya kepada Allah bahwa Allah pasti akan mengganti apapun yang kita gunakan untuk kepentingan umat dan kebaikan. Bahkan dengan selalu membantu melalui zakat dan sedekah tersebut, jalan rizki akan dilancarkan oleh Allah swt, dan itu bukan hanya sekedar teori, melainkan justru itu merupakan kenyataan yang dapat dilihat dengan sangat mudah pada  orang orang yang sudah mendapatkannya.

Jika kita mampu melakukan itu semua dan kemudian umat menyadari kewajiban zakat tersebut, lalu dana dapat dikumpulkan sebanyak yang kita perkirakan, tentunya kita sebagai umat akan merasakan kebanggaan yang luar biasa.  Bukan karena  nilai uang yang banyak tesebut, namun keperluan umat  akan mudah dipenuhi, fasilitas umum juga dapat diwujudkan serta kebutuhan yang menyangkut pendidikan, pangan dan juga kesehatan umat akan  dapat dipenuhi pula.  Dalam kondisi demikian kita tidak akan lagi menyaksikan ada orang mati kelaparan, atau mati karena tidak mendapatkan penangan  medis dengan baik atau anak tidak sekolah karena tidak mampu membayar ongkosnya an lainnya.

Memang saat ini kita sedang membayangkan sesuatu yang sangat indah, namun sesungguhnya itukanlah  hanya sekedar mimpi di siang bolong, melainkan sebuah mimpi yang dapat diraih, jika kita memang serius dalam  mengupayakannya.  Perangkat yang diperlukan sudah tersedia dan  jalan menuju ke sana juga sudah terbuka lebar, tinggal kita, apakah mau melakukannya secara serius ataukah kita hanya menunggu bola yang pasti tidak akan dating sendiri tanpa diupayakan.

Semoga dengan  niat yang tulus dan komitmen besar kita untuk mewujudkan smeua itu, bantuamn dan hidayah Tuhan akan selalu menyertai kita dan masyarakat sehingga akan lebih memudahkan  jalan menuju cita cita  tersebut. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.